17 April 2026
Beranda blog Halaman 36013

Perusahaan Migas Asing Kerap Sepelekan Pemda

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo merasa perusahaan minyak dan gas bumi asing kerap menyepelekan pemerintah daerah tempat perusahaan itu beroperasi, sehingga tidak tercipta hubungan harmonis antara perusahaan, pemda hingga masyarakat sekitar.
“Perusahaan Migas asing masih menganggap sebelah mata dengan pemerintah daerah, karena merasa mendapatkan izin dari pusat,” kata Wakil Gubernur di Batam, Minggu (24/5).
Perusahaan asing merasa, pemda tidak memiliki peran atas operasional karena seluruh persetujuan usaha diperoleh dari pemerintah pusat.
Padahal, menurut Wagub, harus ada komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan perusahaan Migas yang beroperasi di wilayah itu, mengingat operasional dilakukan di wilayah kerja Pemda.
“Bagamanapun juga, daerah yang ditempati. Jika hubungan antara perusahaan asing dan pemda tidak harmonis, berpotensi mengganggu usaha itu sendiri,” kata Wagub menambahkan.
Ia percaya, dengan hubungan yang baik, maka sengketa antara Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas dengan warga setempat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri bisa dihindari.
Wagub meminta pemerintah pusat, menyiapkan wadah atau sistem agar perusahaan Migas asing memiliki hubungan baik yang lebih dari sekedar itikad baik.
Di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyampaikan pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan baik untuk upaya eksplorasi migas.
“Saya mendapat laporan bahwa pendekatan kita dengan pemerintah daerah sangat lemah. Ini adalah salah satu kelemahan kita, jangan malu juga untuk mengakuinya,” kata Sudirman.
Ketika ditemui dalam acara “Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition” (IPA Convex), ia meminta kepada para pihak yang berkepentingan agar tetap menjaga kedekatan dan komunikasi dengan pemerintah daerah sehingga memudahkan langkah eksplorasi migas.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Habibie: Indonesia Kurang Sosok Pemimpin

Jakarta, Aktual.co — Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie mengatakan optimistis terhadap kemampuan daya saing bangsa khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tidak ada alasan untuk pesimis, karena sumber daya manusia (SDM) Indonesia mempunyai bibit yang bagus,” kata Habibie usai menggelar pertemuan dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di kediamannya, Jakarta, Minggu (24/5).
Usai diskusi tersebut, Habibie menjelaskan bahwa Indonesia masih dalam tahap berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga masa-masa susah harus dilewati.
“Bangsa ini memiliki orang-orang terbaik, dulu saya saja dengan segala kemampuan bisa membuat pesawat, sekarang dengan generasi penerus yang cukup gizi pasti bisa melampaui,” tuturnya.
Habibie berpendapat bahwa SDM Indonesia sudah baik, namun terkendala dalam masalah kepemimpinan. Ia menganggap Indonesia kurang sosok pemimpin.
“Kreatif dan produktif akan lebih baik jika didukung lapangan pekerjaan, agar bisa maksimal menyalurkan kemampuannya,” katanya.
Untuk mengeluarkan kemampuan terbaik seorang individu dibutuhkan visi misi pemimpin yang tepercaya.
Ia berharap, agar generasi muda bisa mendedikasikan ilmu dan kemampuannya untuk kemajuan bangsa Indonesia, sehingga dapat menularkan ilmunya kepada seluruh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Habibie juga berharap melalui AIPI bisa melahirkan 1.000 akademisi yang bisa mendukung proses kemajuan bangsa.
Saat ini AIPI hanya memiliki sekitar 80 anggota dari akademisi, dan memiliki target selalu bertambah anggota setiap bulannya.
“Saya berharap hingga bulan Oktober mendatang bisa mencapai 1.000 anggota yang kompeten dari Sabang hingga Merauke untuk menularkan ilmunya kepada nusa dan bangsa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

LPKM Minta Pemerintah Pastikan Beras Sintetis Tak Beredar di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Muslim (LPKM) Aceh, Syahrial mendesak Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh memastikan beras sintetis tidak beredar di provinsi itu. Dia mendesak pemerintah segera melakukan sidak pasar, dan sejumlah gudang beras di seluruh kabupaten/kota sehingga bisa dipastikan tidak ada beras sintetis di temukan di Aceh.
“Pemerintah itu jangan lamban merespon. Harus cepat. Segera sidak pasar, agar jangan sampai konsumen dirugikan,” ujar Syahrial, Minggu (24/5).
 Disebutkan, meski sejauhini belum ditemukan beras sintetis di Aceh, namun diharapkan pemerintah memastikan bahwa beras itu tidak beredar di pasar Aceh. 
Dia menilai, respon pemerintah terbilang lamban. Pasalnya, beberapa hari terakhir isu beras sintetis telah beredar, namun belum terlihat aksi nyata di sejumlah kabupaten/kota.
 “Kita juga terus pantau pasar. Semoga tidak ada beras sintetis itu di Aceh,” terang Syahrial.
Seperti diberitakan sebelumnya, sepekan terakhir beras sintetis ditemukan di sejumlah pasar di Indonesia. Kabar itu mengejutkan masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengkonsumsi beras. Diharapkan pemerintah segera memastikan bahwa beras itu tidak beredar di pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menagih Janji Kesejahteraan Daerah

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kedua kiri), Wakil Ketua Komite IV DPD Ghazali Abbas Adan (kiri), Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton J Supit (kedua kanan) dan Pengamat Politik Hendri Satrio menjadi pembicara dalam diskusi ekonomi politik di Jakarta, Minggu (24/5). Diskusi tersebut mengangkat tema Menagih Janji Kesejahteraan Daerah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kontras Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Aktivis Lingkungan

Jakarta, Aktual.co — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak Polri untuk segera mengungkap fakta dalam kasus pembunuhan terhadap aktivitas lingkungan Jopi Teguh Lesmana Perangin-angin.
“Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan penyelidikan mendalam guna dapat mengungkap fakta secara menyeluruh kasus pembunuhan aktivis lingkungan yang bernama lengkap Jopi Teguh Lesmana Perangin-angin oleh sekelompok orang tak dikenal,” kata Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Chrisbiantoro dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5).
Ia memaparkan kasus pembunuhan aktivitas lingkungan tersebut terjadi di Venue Caffe, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5) dini hari.
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima, almarhum dinyatakan tewas setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), akibat luka tusuk pada bagian punggung yang tembus ke paru-paru setelah terlibat keributan dengan pengunjung kafe lainnya, sekitar pukul 03.30 WIB.
Peristiwa di atas dinilai Kontras merupakan pelanggaran terhadap hak hidup sebagaimana yang dijamin oleh Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), serta Pasal 6 Konvenan Internasional Hak Sipil dan Politik (Sipol).
Hal tersebut, juga dinilai Kontras merupakan tindak pidana sebagaimana yang dimaksut oleh Pasal 338 juncto 354 Ayat (1) KUHP, tentang pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana maksimal selama 15 tahun penjara.
Lebih jauh, peristiwa pembunuhan tersebut juga menambah catatan panjang kekerasan terhadap aktivis dan pembela HAM di Indonesia, sebagaimana yang dijamin oleh Deklarasi Pembela HAM 1998, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, dan Pasal 21, 22, dan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekosob), serta mengakibatkan hilangnya rasa aman bagi masyarakat pada umumnya.
Untuk itu, Kontras mendesak Polri untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap peristiwa pembunuhan terhadap Jopi Parangin-angin, guna dapat mengungkap secara menyeluruh kasus pembunuhan tersebut, dengan mengedepankan akuntabilitas dan transparansi dalam upaya pengungkapannya.
“Hal ini penting menurut kami guna mengembalikan hilangnya rasa aman bagi masyarakat akibat terjadinya pembunuhan tersebut,” katanya.
Kontras juga menyampaikan, dukacita yang mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal sebagai sosok berani yang selalu mengkritik pembangunan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan pelanggaran HAM, khususnya dalam sektor perkebunan sawit.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Remastered Komik Indonesia

Seorang pengunjung melihat komik karya Teguh Santosa berjudul “Dewa Ruci” dalam Kenduri Komik Indonesia di Malang, Jawa Timur, Minggu (24/5). Satu dari 91 komik karya Teguh Santosa yang berjudul “Trilogi Sandora” akan dicetak ulang dan di filmkan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Berita Lain