20 April 2026
Beranda blog Halaman 36034

BMKG: Perairan Lampung Bakal Terjadi Gelombang Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau, bakal terjadi gelombang tinggi mencapai tiga meter di Samudra Hindia barat Lampung, mulai Minggu hingga Senin (25/5) pagi.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Klas IV Lampung Agustinus Setyo Nugroho mengatakan, angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa umumnya bertiup dari tenggara sampai barat daya, dan di selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah timur sampai selatan dengan kecepatan angin berkisar antara 3 knot dan 20 knot.

Agustinus memerinci prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut perairan Lampung berlaku 24 jam dari 24 Mei 2015 pukul 07.00 WIB sampai 25 Mei 2015 pukul 07.00 WIB, menunjukkan di Selat Sunda bagian utara (Merak-Bakauheni) arah angin timur-tenggara dengan kecepatan 3-10 knot, berawan, tinggi gelombang antara 0,5 meter dan 1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25-2,0 meter.

Cuaca di Selat Sunda bagian selatan, arah angin timur-tenggara dengan kecepatan 3-10 knot, berawan, tinggi gelombang antara 0,5-1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25-2,0 meter. Perairan Pantai Timur Lampung, arah angin ke tenggara dengan kecepatan 3-10 knot, berawan, tinggi gelombang 0,5-1,25 meter dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25-2,0 meter.

Pada perairan Pantai Barat Lampung, arah angin ke tenggara dengan kecepatan 3-10 knot, berawan, tinggi gelombang 0,5-1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25-1,5 meter. Kondisi cuaca di Samudra Hindia barat Lampung, arah angin timur-tenggara dengan kecepatan 5-15 knot, hujan, tinggi gelombang 1,25-2,0 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 2,0-3,0 meter.

Prakiraan kondisi pasang surut air laut di perairan Pelabuhan Panjang Bandarlampung dan sekitarnya, minimum 0,4 meter terjadi pada pukul 17.00-19.00 WIB, dan maksimum 1,3 meter terjadi pada pukul 10.00-11.00 WIB. Pasang surut air laut di perairan Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan sekitarnya, minimum 0,4 meter terjadi pada pukul 16.00-19.00 WIB, dan maksimum 0,8 meter terjadi pada pukul 01.00 dan 24.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tidak Ditemukan Beras Sintetis di Gudang Bulog Seluruh Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menjelaskan pihaknya tidak menemukan adanya kandungan beras sintetis di dalam gudang Bulog di seluruh Indonesia.

“Kami sudah instruksikan pemeriksaan ke lebih dari 1.500 gudang Bulog di Indonesia, dan alhamdulillah sampai saat ini tidak menemukan indikasi tersebut,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Bulog Fajri Sentosa di Jakarta, Sabtu (23/5).

Ia juga telah menginstruksikan kepada seluruh staf gudang Bulog agar lebih mewaspadai peredaran beras sintetis dalam proses penyerapan, penyebaran, dan juga penyimpanan, ujarnya dalam acara diskusi “Polemik: Kejahatan Beras Sintetis”.

Namun dengan merebaknya isu tersebut, ia mengaku tetap tenang karena Bulog menyerap beras langsung dari para petani, sehingga resiko peredaran beras sintetis pun bisa diminimalisir.

“Mudah-mudahan beras kami tidak kemasukan itu (beras sintetis), dan kami akan terus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya menjelaskan.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pihak agar tetap tenang dan tetap bersabar sembari menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan instansi terkait.

“Kita tahu pemerintah dan aparat sudah bereaksi, lebih baik kita beri kesempatan mereka untuk menyelidiki masalah ini. BPOM sedang menganalisa, menteri perdagangan juga minta tolong bareskrim untuk penyelidikan, tunggu saja hasilnya,” ujarnya.

Isu beras sintetis pertama kali muncul ketika seorang warga Bekasi Dewi Septiani yang melaporkan dan mengunggah foto beras yang diduga sebagai beras sintetis ke media sosial.

Kejadian tersebut bermula ketika ia memasak beras yang dibelinya di sebuah pasar di Bekasi pada tanggal 13 Mei 2015 dan menemukan keganjilan pada beras tersebut, yaitu tidak matang dan menyatu, dan memiliki bau yang tidak wajar.

“Kalau diamati, bentuk berasnya juga berbeda. Beras asli memiliki guratan di luarnya, dan ada mata putihnya. Sedangkan yang ini (diduga beras sintetis) tidak ada guratan dan polos,” ujar Dewi ketika ditemui pada kesempatan yang sama.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

AFC Jatuhi Hukuman Untuk Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Indonesia, yang sedang menghadapi kemungkinan skors FIFA karena keterlibatan pemerintah, harus memainkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia melawan Irak tanpa kehadiran penonton, dan pertandingan kandang mereka melawan Thailand di arena netral.

Keputusan ini diambil oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah insiden penonton pada dua pertandingan timnas U-23 pada Maret, saat melawan Timor Leste dan Korea Selatan di Jakarta.

Indonesia, yang juga didenda 20.000 dolar oleh AFC dan diperingatkan bahwa sanksi-sanksi yang lebih berat dapat dijatuhkan jika insiden-insiden itu terulang, dijadwalkan menjamu Irak pada 16 Juni setelah mereka memulai kualifikasi di Taiwan pada 11 Juni.

Timnas Indonesia kemudian akan berangkat ke Hanoi untuk menghadapi Vietnam pada September, sebelum pertandingan kandang pada 8 Oktober melawan juara Asia Tenggara Thailand.

Namun apakah Indonesia akan diizinkan untuk berkompetisi di kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 masih menjadi pertanyaan besar, di mana liga domestiknya sedang terhenti setelah musim kompetisi dibatalkan, menyusul konflik antara pemerintah lokal dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Kedua kubu diberi waktu sampai Jumat untuk mencari titik temu dari permasalahan yang ada, yang berpangkal dari gagalnya PSSI untuk mencoret dua klub dari Liga Indonesia yang merupakan rekomendasi pemerintah karena masalah-masalah kepemilikan.

Pemerintah telah membekukan PSSI, yang membatalkan musim liga setelah baru menjalani dua putaran. Sementara itu para pemain terkatung-katung karena tidak mendapat gaji.

PSSI meluncurkan rencana-rencana untuk turnamen pra musim baru pada pekan lalu, yang menampilan 18 tim strata tertinggi untuk dipecah ke dalam tiga grup sebelum mereka memulai musim liga yang baru pada September, namun Piala Champions sudah dihapuskan.

Tim transisi pemerintah, yang mengawasi sepak bola di salah satu negara terpadat di dunia ini, menolak untuk memberi izin.

Sejumlah ofisial PSSI tiba di Swiss pada pekan ini untuk mengikuti kongres FIFA pada Jumat, di mana badan sepak bola dunia itu juga akan mengadakan pemungutan suara untuk memilih presiden, dan mengatakan mereka akan berupaya agar hukuman tidak jadi dijatuhkan.

Direktur Teknik PSSI Peter Hoekstra mengatakan skors akan memberi pukulan berat, dan menambahi bahwa perselisihan dengan pemerintah telah merusak pekerjaannya.

“Itu akan sangat merusak,” kata mantan pemain sayap Belanda dan Ajax Amsterdam itu kepada BBC World Football.

“Malang bagi kami, menteri ikut campur ke dalamnya dan kelihatannya mereka membunuh semua inisiatif yang kami upayakan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal PSSI, Tim Transisi Batal Bertemu Dengan FIFA

Jakarta, Aktual.co — Perwakilan Tim Transisi batal bertemu dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) lantaran tanggal pertemuan yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga bentrok dengan Kongres FIFA ke-65.

“Pertama-tama, dengan menyesal saya menginformasikan kepada anda bahwa tidak bisa bertemu dengan perwakilan anda karena tanggal pertemuan yang anda minta bertepatan dengan pekan Kongres FIFA ke-65,” demikian seperti dikutip dari surat FIFA untuk Sekertaris Menpora Alfitra Salam tertanggal 22 Mei 2015 melalui faksimili, di Jakarta, Sabtu (23/5).

Surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke tersebut juga membahas terkait surat menyurat antara FIFA dengan PSSI mengenai pengenaan sanksi terhadap pelanggaran statuta FIFA pasal 13 dan 17.

Tim Transisi bentukan Kemenpora rencananya akan memberangkatkan lima perwakilannya ke markas FIFA di Swiss untuk menjelaskan duduk permasalahan dan road map persepakbolaan Indonesia.

“Dari Tim Transisi, kami mengusulkan lima orang tetapi nanti terserah Pak Menteri mau memberangkatkan berapa orang karena beliau yang punya program,” kata Ketua Tim Transisi Bibit Samad Rianto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (21/5) malam.

Lima orang yang diusulkan Tim Transisi kepada Menpora antara lain Bibit Samad Rianto, Cheppy T Wartono, Zuhairi Misrawi, Ricky Yakobi, dan Francis Wanandi.

“Tanggal keberangkatannya belum ditentukan karena sekarang masih dalam proses menunggu visa dan paspor,” kata mantan Wakil Ketua KPK tersebut.

Menurut Bibit, pihaknya selalu berusaha untuk berkoordinasi ke FIFA agar Indonesia terhindar dari sanksi.

“Saya optimis FIFA bersedia menerima dan mendengarkan paparan permasalahan yang terjadi saat ini dari Tim Transisi,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemilihan Kepala Daerah di Sumut Terancam Tanpa Pengawasan

 Medan, Aktual.co — Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara terancam tanpa pengawasan dari jajaran pengawas Pemilu.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida Rasahan yang dihubungi  Sabtu (23/5) mengatakan, kondisi itu disebabkan belum adanya alokasi anggaran pengawasan dari sejumlah kabupaten/kota.

Dalam pembiayaan pengawasan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada), jajaran pengawas menerima dana operasional dari kabupaten/kota.

Anggaran tersebut dihibahkan ke jajaran pengawas di daerah yakni Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) melalui hibah yang tercantum dalam Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Namun hingga Jumat (22/5), Bawaslu mencatat baru tujuh daerah yang menandatangani NPHD itu yakni Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Samosir, Karo, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Labuhanbatu Selatan, dan Serdang Bedagai.

“Sedangkan 16 kabupaten/kota lain belum menandatangani NPHD tersebut,” katanya.

Bawaslu masih menunggu penandatangan NPHD tersebut hingga 29 Mei 2015 untuk mengambil sikap mengenai kemungkinan dalam menjalankan tugas pengawasan.

Jika penandatangan tersebut belum dilakukan hingga 29 Mei, pihaknya akan membuat sikap untuk tidak terlibat dalam pengawasan seluruh tahapan pilkada di daerah yang belum menandatangani NPHD itu.

“Silahkan KPU menjalankan tugas, tetapi kami tidak ikut mengawasi,” kata Syafrida.

Menurut dia, jajaran pengawas sulit menjalankan tugas pengawasan pilkada jika tidak mendapatkan anggaran yang ditentukan sesuai UU tersebut.

Mengenai potensi kecurangan yang akan muncul akibat ketidakterlibatan pengawas dalam pilkada, Bawaslu menyerahkan proses pengawasan tersebut ke instansi lain.

“Kalau ada kecurangan, masih ada penegak hukum yang akan menangani,” ujar Syafrida.

Namun, kata dia, pihaknya mempertanyakan kesiapan daerah dalam menyiapkan alokasi anggaran tersebut karena penyelenggara pilkada bukan hanya KPU, melainkan unsur pengawas.

Menurut catatan, terdapat 23 kabupaten/kota di Sumut yang akan menyelenggarakan pilkada secara serentak pada Desember 2015 yakni Kota Medan, Binjai, Sibolga, Pematang Siantar, Gunung Sitoli, dan Tanjung Balai.

Kemudian, Kabupaten Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Asahan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Karo, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Wapres JK: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Soal Isu Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat Indonesia untuk tidak khawatir dalam menghadapi isu beras plastik yang beredar di beberapa daerah.

“Saya tidak tahu motifnya, tidak tahu berasnya macam mana. Tapi saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Kalla, Sabtu (23/5)

Menurut Kalla, pemerintah tetap harus mencermati masalah beras plastik tersebut.

Dia menambahkan pemerintah sedang mengkaji penyebab adanya isu beras plastik yang tersebar di sejumlah daerah.

“Saya yakin itu bukan sesuatu masalah besar karena motifnya kita tidak tahu. Kalau motif ekonomi, kenapa mesti plastik,” kata Kalla.

Wapres juga mengimbau kepada Kementerian Pertanian dan Bulog untuk menjaga agar stok beras nasional dapat dijaga minimum 500 ribu hingga 2 juta ton beras.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan pihaknya akan mengusut peredaran beras plastik setelah adanya hasil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah dipastikan ada unsur plastik, Kapolri mengatakan pihaknya akan menelusuri asal usul peredaran beras tersebut.

“Kalau ada akan kita selidiki dari mana sumbernya, apakah dari dalam negeri atau luar,” kata Badrodin di Jakarta, Sabtu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain