20 April 2026
Beranda blog Halaman 36036

Wapres JK: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Soal Isu Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat Indonesia untuk tidak khawatir dalam menghadapi isu beras plastik yang beredar di beberapa daerah.

“Saya tidak tahu motifnya, tidak tahu berasnya macam mana. Tapi saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Kalla, Sabtu (23/5)

Menurut Kalla, pemerintah tetap harus mencermati masalah beras plastik tersebut.

Dia menambahkan pemerintah sedang mengkaji penyebab adanya isu beras plastik yang tersebar di sejumlah daerah.

“Saya yakin itu bukan sesuatu masalah besar karena motifnya kita tidak tahu. Kalau motif ekonomi, kenapa mesti plastik,” kata Kalla.

Wapres juga mengimbau kepada Kementerian Pertanian dan Bulog untuk menjaga agar stok beras nasional dapat dijaga minimum 500 ribu hingga 2 juta ton beras.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan pihaknya akan mengusut peredaran beras plastik setelah adanya hasil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah dipastikan ada unsur plastik, Kapolri mengatakan pihaknya akan menelusuri asal usul peredaran beras tersebut.

“Kalau ada akan kita selidiki dari mana sumbernya, apakah dari dalam negeri atau luar,” kata Badrodin di Jakarta, Sabtu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Wapres JK Minta Pansel KPK Pilih Calon Yang Terbaik Untuk Kursi Pimpinan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sembilan perempuan anggota Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan KPK untuk memilih calon yang terbaik dan tegas sebagai pemimpin lembaga pemberantasan rasuah tersebut.

“Yang paling penting memilih calon yang terbaik, yang bijaksana, tegas, punya pengalaman dan pengetahuan luas,” kata Kalla, Sabtu (23/5).

Wapres menegaskan pemerintah tidak mempermasalahkan jenis kelamin dari para anggota pansel yang semuanya merupakan wanita.

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu dengan sembilan perempuan anggota pansel KPK pada Senin (25/5).

Jokowi menegaskan telah memastikan rekam jejak, integritas dan kompetensi para anggota Pansel KPK itu.

Sebanyak sembilan anggota pansel tersebut yaitu Destry Damayanti (ahli ekonomi dan moneter) sebagai ketua merangkap anggota), Enny Nurbaningsih (pakar hukum tata negara) sebagai wakil ketua merangkap anggota, Harkristuti Haskrisnowo (pakar hukum pidana dan HAM) anggota.

Selanjutnya Betti Alisjahbana (ahli IT dan manajemen) sebagai anggota, Yenti Garnasih sebagai anggota, Supra Wimbarti (ahli psikologi) sebagai anggota, Natalia Subagio sebagai anggota, Diani Sadiawati sebagai anggota dan Meuthia Ganie-Rochman sebagai anggota.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kapolri: Polisi Akan Usut Peredaran Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan pihaknya akan mengusut peredaran beras plastik setelah adanya hasil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Pengusutan (peredaran beras plastik) harus menunggu hasil laboratorium BPOM,” kata Badrodin usai acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung “Indonesia Satu” di Jakarta, Sabtu (23/5).

Setelah dipastikan ada unsur plastik, katanya, maka pihaknya akan menelusuri asal usul peredaran beras tersebut.

“Kalau ada akan kita selidiki dari mana sumbernya, apakah dari dalam negeri atau luar,” kata Badrodin.

Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini pihak Polda Metro telah memeriksa beberapa saksi terkait peredaran beras plastik tersebut.

Kepolisian Sektor Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menutup sebuah kios penjualan beras yang diduga dibuat berbahan baku sintetis, Selasa, di Pasar Mutiara Gading, Kecamatan Mustikajaya.

“Dari kios itu, kita juga mengamankan seorang penjualnya bernama Sembiring beserta empat orang karyawannya untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Kapolsek Bantargebang, Kompol Gatot Suyanto, di Bekasi, Selasa (19/5).

Menurut Kompol Gatot , temuan beras tersebut bermula dari laporan seorang warga dan sejumlah kabar yang ditayangkan melalui media sosial Facebook dan Instagram.

Menurut dia, ada dugaan beras terkontaminasi bahan sintetis, sehingga pihaknya langsung menelusuri kasus itu dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mutiara Gading, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

“Kita ambil sampel beberapa karung beras untuk dijadikan bahan uji laboratorium,” katanya.

Berdasarkan pengakuan Sembiring, beras itu diperolehnya dari salah satu distributor beras di kawasan Karawang, Jawa Barat dan dijual kepada konsumen dengan harga Rp8 ribu per liter.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda Jateng Bekuk Tiga Pelaku Perdagangan Manusia

Semarang, Aktual.co — Polda Jawa Tengah menangkap tiga pelaku tindak pidana perdagangan manusia asal Nusa Tenggara Timur yang bertugas menjaring calon tenaga kerja Indonesia.

Ketiga tersangka dibawa langsung dari tempat asalnya di Sumba Barat ke Semarang, Jumat (22/5) malam, kata Kepala Sub Remaja Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Susilowati di Semarang, Sabtu (23/5).

“Diintai sekitar tiga hari sebelum akhirnya bisa diamankan,” katanya.

Dalam penangkapan, lanjut dia, Polda Jawa Tengah juga didukung oleh Polda NTT. Adapun tiga tersangka yang diamankan tersebut masing-masing Adriana Herlina Mawo, Yuliana Jati, dan Pelipus B. Damma Ngaku.

Susilowati menjelaskan ketiga tersangka tersebut bertugas mencari warga NTT yang bersedia menjadi calon TKI yang akan bekerja di luar negeri.

Praktik perdagangan manusia yang diungkap tersebut, kata dia, cukup terorgasnisasi dengan baik.

Pelanggaran pidana yang dilakukan mulai dari pemalsuan surat-surat hingga perlakuan tidak manusia saat berada di penampungan.

Ketiga tersangka itu, kata Susilowati, akan segara dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

“Menyusul dua tersangka yang sebelumnya sudah dilimpahkan lebih dulu,” katanya.

Kasus dugaan perdagangan manusia dengan modus rekrutmen calon TKI tersebut terungkap ketiga polisi membongkar sebuah tempat penampungan di daerah Puri Anjasmoro Semarang beberapa waktu lalu.

Tempat penampungan tersebut diketahui milik PT Graha Indra Wahana Perkasa Semarang, sebuah perusahaan jasa pengerah TKI.

Polisi sendiri sudah menetapkan dua tersangka, yakni Direktur Utama PT Graha Indra Wahana Perkasa Semarang Sutadie Lie (58) dan Kepala PT Graha Indra Wahana Perkasa cabang Kupang Budianto (47)

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Cuaca Jabodetabek di Hari Minggu Cerah Berawan

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada hari Minggu (24/5) cuaca di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan cerah berawan.

Dari lamannya BMKG cuaca di Minggu pagi untuk wilayah Jakarta Pusat, Timur, Utara, Barat dan Selatan akan cerah berawan. Diikuti wilayah-wilayah penyangga seperti Kepulauan Seribu, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi juga akan mengalami cuaca berawan.

Untuk cuaca di Minggu siang wilayah Jabodetabek juga akan mengalami hal serupa seperti cuaca di Minggu pagi yakni cerah berawan.

Di malam harinya cuaca di Jabodetabek juga akan mengalami cuaca cerah berawan. Untuk suhu di Jabodetabek dengan cuaca cerah berawan yakni mencapai 26-34 derajat celcius, dan tingkat kelembaban mencapai 50 hingga 65 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Enam Pasangan Suami Istri Jadi TKI Ilegal di Tiongkok

Beijing, Aktual.co — Enam pasangan suami istri menjadi TKI ilegal di Tiongkok dan kini tengah di tampung ke Kedutaan Besar RI di Beijing untuk menunggu proses pemulangan.

Selain enam pasutri tersebut ada juga TKI ilegal lain yang telah lebih dulu ditampung di KBRI. “Kami ditawari sebuah agen untuk bekerja di Tiongkok daratan, karena kebutuhan ekonomi maka kami berangkat,” kata MS (30), yang datang bersama istrinya ES (30).

Mereka ditawari sebuah agen tenaga kerja Jenny yang memiliki nama lain Tria dan Lia. MS dan istrinya ES, dan pasutri lainnya, sesampainya di Beijing ditampung oleh agen lokal, bernama Sam.

Sebagian besar dibawa Sam ke seorang majikan di Hebei Langfang. “Kami mengerjakan semua jenis pekerjaan, mulai dari menjadi ‘office boy’, tukang kebun, memasak juga dan lainnya, dengan gaji 3.000 Yuan. Kalau tidak ketahuan agen, maka kita bisa terima gaji utuh. atau mungkin sebelum diberikan kepada kami, sudah dipotong dulu oleh majikan untuk agen,” ungkap MS.

“Kami diperlakukan baik, namun ketika ada razia oleh aparat, kami disembunyikan oleh majikan dan kemudian dibawa ke sebuah taman, dan kami ditelantarkan begitu saja, tanpa dijemput kembali, sampai sebagian dari kami tidur di taman,” ungkap SWL (38), yang datang bersama suaminya SWO (38).

Setelah tiga hari “menyerahkan” pekerjanya asal Indonesia, sang mandor pun mendatangi KBRI Beijing untuk menyerahkan pakaian serta barang-barang milik TKI yang dipekerjakan secara ilegal.

Selain mengembalikan barang-barang milik TKI ilegal, sang majikan memberikan bonus sebesar 600 Yuan per orang. Setelah memenuhi kewajibannya, sang majikan ditangkap kepolisian untuk dimintai keterangan karena mempekerjakan tenaga kerja asing secara ilegal.

Keenam pasutri itu berasal dari Blitar, Kediri dan Banyuwangi, sebelum berangkat ke Tiongkok, sebagian besar adalah petani di desanya masing-masing, bahkan sebagian lagi tidak memiliki pekerjaan tetap.

Pemerintah Tiongkok tidak pernah mempekerjakan buruh migran, kecuali di Hong Kong, Makau dan Taiwan.

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo menyatakan sangat prihatin dengan makin banyaknya TKI ilegal yang berada di Tiongkok daratan.

Ia mengungkapkan pihaknya telah memulangkan 48 WNI yang menjadi korban perdagangan manusia, sejak Januari hingga April 2015.

“Mereka berdatangan, satu, dua hingga lima orang sekaligus. Dan mengungkapkan jika masih ada sekitar sepuluh hingga 20 orang rekannya yang belum bisa meloloskan diri. Jadi, ini mungkin jumlahnya akan terus bertambah,” tuturnya.

Dubes Soegeng mengungkapkan para WNI itu ada yang meloloskan diri dan langsung ke KBRI, ada juga yang diserahkan agen secara diam-diam ke KBRI jika mereka sudah tidak dibutuhkan lagi.

“KBRI senantiasa menyampaikan nota diplomatik kepada Pemerintah Tiongkok untuk mengatasi masalah ini, karena kasus ini sudah menjadi kerja sindikat yang melibatkan agen di Indonesia dan Tiongkok. Mereka bekerja sama. Beberapa agen Tiongkok sudah ada yang ditangkap aparat, namun masih banyak yang belum,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain