11 April 2026
Beranda blog Halaman 36054

Astaghfirullah, Kekejian Genosida Terhadap Muslim Rohingya yang Mengerikan

Jakarta, Aktual.co —Tim peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, bahwa Muslim Rohingya di Myanmar menghadapi situasi kemanusiaan serius, dan telah memperingatkan genosida kemungkinan ada di sana.

Staf dari Pusat Washington, Amerika Serikat, untuk Pencegahan Genosida mengunjungi Myanmar pada bulan Maret untuk menyelidiki kondisi di mana Rohingya hidup dan ancaman yang mereka hadapi.

Menurut laporan mereka, yang dirilis baru-baru ini, Muslim Rohingya adalah target kebencian ‘pidato’ merajalela dan pembatasan kebebasan bergerak.

“Kami meninggalkan Burma  (Myanmar) sangat prihatin bahwa begitu banyak prasyarat untuk genosida sudah di tempat. Dengan sejarah kekejaman massal dan dalam iklim meresap kebencian dan ketakutan, Rohingya dapat sekali lagi menjadi sasaran kekejaman massa, termasuk genosida, ” kata kelompok itu.

Kelompok itu mengatakan tanda-tanda peringatan dini dari kekejaman massal masa depan termasuk berbagai tindakan menargetkan orang-orang Rohingya seperti, kekerasan fisik terhadap individu, rumah dan bisnis; pemisahan fisik dari kelompok etnis lain; pidato kebencian yang meluas dan tak terkendali; penghancuran Masjid Rohingya; dan kekerasan seksual terhadap kelompok minoritas.

Myanmar akan mengadakan pemilihan pada akhir tahun ini dan laporan memprediksi bahwa Pemilu bisa memicu kekerasan massal terhadap Rohingya.

“Itu bisa menjadi Pemilu nasional direncanakan untuk musim gugur 2015. Pemilihan kadang-kadang memicu poin untuk meningkatkan kekerasan, terutama di tempat-tempat yang ditandai oleh kekerasan masa lalu dan penindasan jangka panjang,” sebut sumber itu memperingatkan.

Kelompok itu mengatakan, bahwa strategi jangka panjang yang diperlukan untuk melawan kebencian merajalela terhadap Rohingya.

Ini meminta pemerintah Myanmar untuk mengadopsi berbagai langkah-langkah termasuk mengakhiri hukum dan kebijakan yang menargetkan orang-orang Rohingya yang diskriminatif; menyelidiki serangan yang dilakukan terhadap mereka sesuai dengan standar hukum internasional; dan memberikan kerjasama penuh untuk organisasi kemanusiaan bantuan, pemerintah dan lembaga lainnya melakukan upaya untuk membantu kelompok minoritas.

Kelompok ini mendesak masyarakat internasional untuk mendirikan sebuah kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia di Myanmar dan mempersiapkan sanksi baru PBB menargetkan penyandang dana dan penyelenggara anti-Rohingya dan kekerasan anti-Muslim di Myanmar.

Rohingya dan Muslim lainnya menghadapi penyiksaan, pengabaian, dan penindasan di Myanmar selama bertahun-tahun. Sejumlah besar Rohingya diyakini telah tewas dan puluhan ribu mengungsi dalam serangan oleh ekstrimis yang menyebut diri mereka umat Buddha.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui Rohingya sebagai warga negara Muslim dan label mereka sebagai “Ilegal” imigran.

Muslim Rohingya telah ditolak Myanmar kewarganegaraan sejak Undang-Undang kewarganegaraan baru diberlakukan pada tahun 1982, dan telah ada sejumlah serangan di Rohingya selama tahun lalu.

Kekerasan yang awalnya ditargetkan Muslim Rohingya di Myanmar Barat telah menyebar ke bagian lain dari negara, di mana umat Islam yang telah diberikan kewarganegaraan sedang diserang, menurut laporan.

Sebagian besar 1,1 juta Muslim Rohingya etnis Myanmar di negara bagian barat Rakhine dirampas hak kewarganegaraan karena kebijakan diskriminasi yang membantah hak kewarganegaraan mereka dan membuat mereka rentan terhadap tindak kekerasan dan penganiayaan, pengusiran, dan perpindahan.

Pemerintah Myanmar sejauh ini menolak untuk melepaskan Rohingya tanpa negara dari status kewarganegaraan mereka, meskipun tekanan internasional untuk memberi mereka status hukum.

Pemerintah Myanmar telah dituduh gagal melindungi minoritas Muslim.
Pada bulan November, Presiden AS, Barack Obama mengangkat isu pelanggaran HAM terhadap Rohingya dalam pertemuannya dengan Presiden Myanmar Thein Sein di ibukota negara Asia Tenggara, Naypyitaw.

Dia mengatakan, bahwa Washington adalah, “Sangat prihatin dengan situasi kemanusiaan di negara bagian Rakhine dan pengobatan Rohingya dan masyarakat Muslim lainnya, yang terus bertahan diskriminasi dan pelecehan.”

Pembantaian Rohingya yang menakutkan.
Dimana suatu negara dengan jumlah penduduk Muslim minoritas, selalu menjadi korban ketidakadilan penguasa dan masyarakat yang mayoritas.

Tak heran dan terkejut, karena hal itu sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam kitab suci Al Quran pun telah ada ayat yang menyatakan hal tersebut.

Meskipun saat ini sudah ada PBB, bahkan Hak Asasi Manusia (HAM) yang didengungkan oleh negara-negara Barat dan Yahudi, ternyata itu hanya untuk kaumnya saja. Bagi seorang Muslim tidak berlaku.

Jika Muslim yang membuat kejahatan setitik saja, maka dunia akan menyambut dengan gegap gempita lalu menyebutnya “Islam Teroris.”

Jika Islam yang menjadi korban, meskipun di depan mata sekali pun. Maka PBB, HAM dan lembaga dunia lainnya hanya ‘diam seribu bahasa’.

Kali ini, kami mmebahas tentang pembantaian (genosida) umat Islam di Myanmar yang terus terjadi hingga sekarang.

Kekerasan Massa Budha terhadap Muslim, dimana Biksu Budha menarik seorang gadis Muslimah muda dan menempelkan senjata tajam ke lehernya.

Massa Buddha bersenjatakan senjata tajam mengejar hampir ratusan Muslim yang berada di beberapa kota di pusat Myanmar. Pada Kamis (21/3) lalu, hanya dalam beberapa jam, puluhan Muslim tewas.

Massa Buddha menyeret tubuh warga Muslim Myanmar yang berlumuran darah di sebuah bukit di lingkungan yang disebut “Mingalarzay Yone.”

Mereka juga  membakar jenazah Muslim tersebut, hingga beberapa Muslim lainnya ditemukan telah dibantai di dalam rawa .

Reuters melaporkan, bahwa seorang juru fotonya melihat sisa tubuh dua anak, berusia 10 tahun atau bahkan lebih muda.

Untuk diketahui, kebencian etnis di Myanmar tak terkendali sejak kondisi aman 49 tahun kekuasaan militer yang berakhir pada Maret 2011 lalu.

Dan itu, menyebar ke seluruh negeri, dan mengancam transisi sejarah demokrasi negara yang berada di kawasan ASEAN tersebut. Tanda-tanda pembersihan etnis telah jelas, dan jelas pula siapa mereka yang menghasut itu.

Selama empat hari, setidaknya 43 orang tewas di distrik Myanmar,  dari 100.000 penduduknya,hanya 80 km sebelah utara dari ibukota Naypyitaw.

Hampir 13.000 orang, diusir dari rumah mereka dan bisnis. Pertumpahan darah yang dilakukan serta dipimpin oleh Biksu Budha yang dengan kekerasan massa.

Setidaknya, belasan lainnya terancam di pusat Myanmar dan terdapat minoritas Muslim di tepi salah satu negara Asia yang  paling beragam etnis tersebut.

Berdasarkan  hasil wawancara dengan lebih dari 30 saksi terungkap, bahwa pembantaian di waktu fajar menewaskan 25 Muslim di Meikhtila yang dipimpin oleh Biksu Budha.

Tokoh Biksu dijadikan ‘ikon’ demokrasi di Myanmar, namun pembunuhan terjadi terlihat jelas bahwa polisi tidak melarang serta pemerintah setempat tidak mengintervensi kekejian tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaringan Restoran Asal Jepang Ini Perkaya Ragam Kuliner di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Sagami Group, perusahaan terbuka pemilik jaringan restoran keluarga asal Jepang, akan memperkaya ragam kuliner di Indonesia dengan membuka cabang di AEON Mall BSD City Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada 30 Mei 2015.

“Menu andalan kami adalah soba dan udon, tetapi juga menyediakan berbagai pilihan tempura,” kata Direktur Operasi Luar Negeri Sagami Group Kazutaka Sainoki di Jakarta,  Kamis (21/5).

Soba merupakan makanan yang terbuat dari buckwheat, sejenis gandum dengan kandungan asam amino, kaya dengan flavonoids. Biji-bijian gandum jenis ini mengandung lebih banyak protein dan vitamin dibanding padi dan gandum.

Buckwheat juga mengandung banyak mineral, magnesium, besi, zinc, tembaga dan manganese. Buckwheat sehat karena tiap mangkok buckwheat yang sudah dimasak mengandung lebih dari 4 gram serat, kata Kazutaka menjelaskan.

Masyarakat Jepang percaya dengan mengkonsumsi soba secara berkala akan menjaga dinding pembuluh darah, mengontrol tekananan darah, serta cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes karena kandungan glukosanya rendah.
 
Soba sendiri memiliki makna umur panjang karena makanan tersebut berbentuk kecil dan panjang. Cara mengkonsumsinya juga unik dalam tradisi Jepang, yakni dengan cara menyeruput bersama kuah kaldu yang disajikan.

“Soba yang kami sajikan menggunakan bahan-bahan asli terbaik dari Hokkaido, setelah kami olah bahan tersebut disajikan segar setiap hari di restoran,” katanya.

Soba dikonsumsi bersama dengan kuah kaldu yang disebut dengan dashi. Dashi hanya dapat disajikan oleh koki yang memang sudah terlatih karena harus disaring secara rutin dua kali sehari untuk mendapatkan kualitas terbaik, jelas Kazutaka.

“Dashi sendiri tidak boleh lebih dari empat sampai lima jam. SOP kami kalau sudah lewat pada jam terebut akan kami buang,” kata Kazutaka.

Dalam rangka memeriahkan pembukaan cabang di AEON Mall BSD City, Sagami menyelenggarakan lomba makan soba yang dimulai pada Selasa (15/5) sampai dengan Kamis (28/5). Pada periode tersebut pelanggan bebas memilih waktu untuk mengikuti kompetisi ini cukup mendaftar dengan biaya Rp70.000.

“Setelah porsi soba pertama kosong, kami akan menyuguhkan lagi demikian seterusnya. Kami akan menghitung mangkuk yang kosong serta berhasil ditumpuk peserta,” kata Kazutaka.

Pemenang “Sagami Soba Battle” akan mendapatkan paket trip ke Jepang untuk dua orang bagi pemenang utama, sedangkan pemenang kedua Panasonic TV 50 inch, pemenang ketiga akan mendapatkan Panasonic TV42 inch. Soba Battle ini akan dilanjutkan lagi setelah lebaran.

Sagami didirikan tahun 1970 di Nagoya. Cabang-cabang dari restoran saat ini telah mencapai 266 outlet di Jepang dan 273 total outlet di dunia. Sagami menjadi perusahaan publik pada tahun 1997. Tahun 2004 Sagami mulai membuka restoran pertama di luar Jepang dengan membuka outlet di Shanghai. Jakarta merupakan restoran ke 273.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Personel TNI-Polri Amankan Kedatangan Jokowi di Makassar

Makasar, Aktual.co — Rencana kedatangan  Presiden Republik Indonesia Jokowi di kota Makassar dalam rangka kunjungan kerjanya pada Jumat (22/5), diamankan oleh sekitar 2000 personel aparat gabungan TNI Polri dan instansi terkait.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo bersama Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar mengecek kesiapan pasukan pengamanan tersebut saat upacara apel siaga pengamanan presiden di Lapangan Karebosi, Makassar, Kamis (21/5).
Pangdam VII Wirabuana, Mayjend Bachtiar menegaskan pihaknya telah siap memback-up dan mengawal kedatangan orang nomor satu di Indonesia ke kota Anging Mammiri, Makassar.
“Ini sudah menjadi tugas kami, memberikan dan memback-up keamanan khususnya tamu VVIP,” katanya, Kamis (21/5).
Bachtiar menegaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polri dalam hal pengamanan selama Jokowi berada di kota Makassar.
Sebelumnya, Kepala Biro Operasi Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Kombespol Marpin Efendy mengungkapkan, selain bantuan personil dari pihak TNI, pihaknya juga mengerahkan 1.300 personil untuk melakukan pengamanan pada saat kunjungan presiden RI tersebut.
Kedatangan Jokowi ke kota Makassar dalam rangka groundbreaking pembangunan MNP, pembagian KIS dan KIP.
Informasi yang dihimpun Aktual.co, ada 1000 KIS yang akan dibagikan oleh presiden selama di Makassar, dan diberikan secara simbolis pada 30 orang penerima yang dikoordinir oleh pihak Dinas Sosial.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Cokok Dua Spesialis Curanmor

Jakarta, Aktual.co — Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Barat menangkap pelaku, yang diduga sebagai residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) spesialis sepeda motor metic.
“Kami berhasil tangkap dua pelakunya dan satu pelaku merupakan seorang residivis dan sudah sering keluar masuk penjara,” ujar Kapolsekta Banjarmasin Barat Kompol Wendy Otniel Simanjuntak SIK di Banjarmasin, Kamis (21/5).
Dia mengatakan, dua pelaku yang tertangkap melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Banjarmasin Barat itu, diketahui benama Syamsudin alias Udin Gayu 50 tahun, warga Karang Jawa Kelurahan Pelaihari Kabupaten Tanah.
Setelah menangkap Udin Gayu pada Jumat (15/5) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, di rumah kontrakannya di Pelaihari. Kasus itu pun terus dikembangkan berselang 12 jam polisi kembali menangkap pelaku lainnya bernama Anang Syahrani 54 tahun, warga Kampung Arab Barabai Hulu Sungai Tengah.
Anang Syahrani merupakan seorang penadah dari hasil curian yang dilakukan oleh Udin Gayu. Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti di antaranya delapan unit sepeda motor, beberapa nomor polisi palsu, STNK, kunci letter T, dan berbagai spare part sepeda motor lainnya.
“Kedua pelaku merupakan pemain senior dalam dunia pencurian kendaraan bermotor dan untuk Udin baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan namun ia tidak sadar dan masih mengulangi perbuatan itu.”
Hasil penyidikan sementara Udin dan Anang dijerat dengan pasal 363 dan 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Pencurian dan Penadahan dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pekerjaan 285 Proyek Pemkab Tangerang Alami Keterlambatan

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 285 proyek tahun 2015 yang ditangani aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami kendala keterlambatan pekerjaan.

“Penyebabnya sedang dikoreksi ulang supaya proses tender dapat dilakukan tepat waktu,” kata Kepala Dinas BMSDA Pemkab Tangerang Slamet Budi di Tangerang, Kamis (21/5).

Slamet mengatakan proyek yang mengalami kendala itu mayoritas dengan pagu diatas Rp200 juta artinya tidak dapat dilakukan penunjukan langsung.

Namun proyek yang mengalami kendala tersebut mayoritas perbaikan jalan penghubung antarkecamatan dan pembuatan kolam penampung air (embung).

Menurut dia, pihaknya telah menyediakan dana dari APBD 2015 sebesar Rp300 miliar untuk mengatasi masalah tersebut.

Sedangkan untuk perbaikan jalan dari dana itu menggunakan konstruksi semen cor bertulang dan aspal panas bercampur (hotmix).

Pihaknya optimistis kendala itu dapat diatasi setelah dilakukan koreksi dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan yang akan diperbaiki tersebut.

Bahkan pada awal Juli 2015 proyek perbaikan tersebut sudah dilakukan dan diperkirakan rampung Oktober 2015.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Teknis Dinas BMSDA Pemkab Tangerang Iwan Firmansyah mengatakan pihaknya saat ini kekurangan tenaga pengawas lapangan.

“Saat ini yang tersedia sebanyak 50 pengawas, tapi yang dibutuhkan 250 pengawas, ini merupakan kendala juga,” katanya.

Meski begitu, tambahnya, kinerja pengawas yang ada dioptimalkan agar ketika proyek rampung tidak menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Marak Beras Sintetis, Polisi Awasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Kawasan Pelabuhan Laut, Banjarmasin melakukan pemeriksaan terhadap peti kemas berisi beras, yang masuk ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, guna antisipasi beredarnya beras sintetis.
“Semua pelabuhan di kota ini kami lakukan pengawasan dan setiap barang, yang datang kami lakukan pemeriksaan terutama untuk target beras plastik atau sintetis,” ujar Kapolsekta KPL Kompol Fihim di Banjarmasin, Kamis (21/5).
Dia mengatakan, pengawasan itu dilakukan secara gabungan oleh pihak Unit Reserse Kriminal dan Unit Intelijen Polsekta KPL Banjarmasin.
“Setiap hari peti kemas yang masuk ke kota ini melalui pelabuhan langsung kami suruh membuka untuk mengecek muatan apa di dalam peti tersebut.”
Menurut dia, pengawasan dilakukan bukan hanya saat marak isu beras sintetis itu mencuat, namun kegiatan itu dilakukan jauh sebelum isu tersebut beredar.
“Kami akan tindak tegas apabila nanti saat pemeriksaan ditemukan beras berbahaya itu, dan kasus tersebut pastinya terus didalami baik penerima atau pengirim beras sintetis itu dilakukan proses hukum serta tempat kejadian dan barang bukti kami lakukan pemasangan garis polisi.”
Beras sintetis berbahaya bila dikonsumsi karena akan menimbulkan mual dan kepala menjadi pusing. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sembilan bahan pokok menjelang Puasa agar tidak ada penimbunan yang mengakibatkan harga menjadi mahal.
Dia mengatakan sampai saat ini hasil pemeriksaan di lapangan tidak ditemukan adanya beras palsu itu, dan untuk ketersediaan sembako jelang Ramadhan masih relatif aman.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain