11 April 2026
Beranda blog Halaman 36182

Direktur Soegih Interjaya Didakwa Suap Pejabat Pertamina US$190 Ribu

Jakarta, Aktual.co — Direktur PT Soegih Interjaya (SI), Willy Sebastian Lim didakwa telah menyuap mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina, Suroso Atmo Martoyo sebesar 190 ribu Dollar Amerika Serikat (AS) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Dia didakwa menyuap Suroso bersama jajaran petinggi Innospec Ltd, yakni David P Turner (Sales and Marketing Director), Paul Jennings (Chief Executive Officer, CEO), Dennis J Kerisson (CEO), Miltos Papachristos (Regional Sales Director), serta Direktur PT Soegih lainnya Muhammad Syakir.
“Terdakwa bersama-sama dengan Direktur Pengelolaan PT Pertamina, Suroso Atmo Martoyo, pada waktu antara Agustus 2004 sampai Desember 2005 bertempat di kantor Pertamina dan United Overaeas Bank (UOB),” papar Jaksa Irene Putrie, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Menurut pemaparan Jaksa, suap tersebut diberikan agar Suroso menyetujui Innospec melalui PT SI menjadi pemasok Tetraethyl Lead (TEL), untuk kebutuhan kilang-kilang milik Pertamina periode Desember 2004 dan 2005.
Atas perbuatannya itu, Willy disangkakan melanggar Pasal 5 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, dan Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
Menanggapi dakwaan itu, baik terdakwa maupun Penasihat Hukum akan mengajukan nota keberatan (eksepsi). “Saya sangat keberatan dengan dakwaan JPU KPK,” ujar Willy.
Dan persidangan selanjutnya, yang beragendakan pembacaan eksepsi akan digelar pada 25 April 2015 di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ahok Pecat Retno Sebagai Kepsek SMAN 3

Jakarta, Aktual.co — Kasus Kepala SMAN 3 Jakarta Retno Listyarti yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan lantaran kedapatan ‘sibuk’ wawancara saat hari pertama pelaksanaan UN SMA.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memutuskan untuk memecat Retno dari jabatan Kepala Sekolah.

“Kepala sekolah bukan jabatan. Bukan hak atau jabatan. Kepsek hanya tugas tambahan bagi seorang guru. Dan dia nyata-nyata berargumentasi dia berfungsi sebagai sekjen organisasi lebih penting daripada kepsek,” kata Ahok di Balai kota, Senin (18/5).

“Berarti anda tidak bisa saya kasih tugas tambahan sebagai kepsek. Saya baik kok kepada Bu Retno, kalau anda sudah sibuk mengurusi LSM mau ke tv atau ke mana ya silahkan,” sambungnya mengungkapkan.

Pernyataan Ahok ini berbeda dengan sebelumnya, dimana Ahok mengatakan bahwa Retno sudah mengajukan mundur dari jabatan Kepsek lantaran diterima mengajar di universitas.

“Beliau (Retno) mau pindah ke universitas. Keluar dari DKI, pindah jadi PNS di perguruan tinggi,” Kata Ahok Selasa (28/4) lalu.

Kesalahan Retno adalah datang ke SMA N 2 Jakarta Barat ketika Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Basuki melakukan peninjauan UN. Saat itu Retno malah diwawancarai salah satu stasiun televisi dan tidak mengenakan seragam.

Setelah mendapat kabar pemecatan sampai kursi Kepsek SMAN 3 sudah terisi oleh penggantinya tanpa pemberitahuan, Retno memutuskan melawan keputusan Ahok. Kemarin (Minggu, 17/5) Retno mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta untuk meminta pendampingan hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Aqiqoh Berujung Pertumpahan Darah

Malang, Aktual.co — Suyadi (46), warga Jalan Kepunden, RT 02 RW 08, Desa Genengan, Pakisaji, Kabupaten Malang, tewas setelah ditusuk oleh kawannya bernama Sugeng Hartono (36) warga Kendalpayak, Kabupaten Malang. Keduanya diketahui berprofesi sebagai sopir truk.
Suyadi diketahui tewas dengan beberapa luka tusukan yang mengerikan pada dada kiri dan kanan serta perut sebelah kiri.
Kapolsek Pakisaji AKP Sri Amung, mengatakan, usai melakukan penusukan, pelaku langsung menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.
“Yang bersangkutan sudah kami amankan, dia menyerahkan diri usai melakukan penusukan,” kata Kapolsek Pakisaji AKP Sri Amung, di Malang, Jawa Timur, Senin (18/5).
Dijelaskan, perisitiwa itu terjadi pada Minggu (17/5) petang, saat keduanya menghadiri acara selamatan rekannya. Disana, keduanya sama-sama menenggak minuman miras.
Berada dalam pengaruh ‘air setan’, baik korban dan pelaku akhirnya terlibat cekcok. Beberapa kawan mereka yang mengetahui hal itu lantas segera melerainya.
“Usai dilerai, pelaku pulang sedangkan korbannya masih dilokasi, selang beberapa menit kemudian baru korban pamit pulang,” tandasnya.
Nahasnya, saat korban dalam perjalanan pulang, ia dicegat oleh pelaku. Tanpa basa basi, senjata tajam langsung ditusukkan ke sejumlah anggota tubuh korban.
“Tiga tusukan dari pisau pelaku langsung membuat korban meninggal dengan bersimbah darah,” terangnya.
Usaha warga dengan melarikan korban RS Wava Husada Kepanjen, juga sia-sia, karena korban meninggal saat dalam perjalanan.
“Kami saat ini masih melakukan pendalaman mencari tahu motif perbuatan itu,” tegasnya.
Jenazah korban berada di rumah sakit Dr Syaiful Anwar, Malang, guna dilakukan otopsi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Sidang Praperadilan Hadi Poernomo

Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo menjalani sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/5). Tersangka kasus pajak Bank BCA itu mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka terhadap dirinya dan juga penyitaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

India Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan Tiongkok Senilai USD22 Miliar

Jakarta, Aktual.co —India menandatangani perdagangan dan penawaran kerjasama ekonomi senilai USD22 Miliar di Shanghai saat kunjungan PM Narendra Modi ke Tiongkok dalam beberapa waktu dekat.

Perjanjian tersebut meliputi berbagai industri termasuk energi terbarukan, sektor keuangan, dan pelabuhan.

“Mari kita bekerja sama dalam kepentingan bersama. Sekarang India siap untuk bisnis,” ujar Modi, demikian dilansir BBC Business, pada Senin (18/5).

Pada hari Jumat pekan lalu, kesepakatan lebih senilai USD10 Miliar yang meliputi pendidikan, kereta api, dan penelitian ilmiah telah ditandatangani.

Modi mengadakan pembicaraan dengan China Premier, Li Keqiang dan kedua belah pihak sepakat untuk mencari resolusi yang adil untuk sengketa di perbatasan mereka.

Tiongkok menolak perjanjian perbatasan 1914 yang ditandatangani oleh pemerintah kolonial Inggris dengan Tibet, dimana membangun batas de-facto.

Keduanya memiliki klaim pada berbagai bagian dari wilayah masing-masing, termasuk wilayah administratif India yang dikenal sebagai Zangnan (atau Selatan Tibet) di Tiongkok, yang dianggap bagian dari Negara Bagian Arunachal Pradesh di India.

Modi mengatakan pada konferensi pers, bahwa pihaknya dan Li telah setuju untuk menjelajahi wilayah seaara adil, wajar dan dapat diterima bersama resolusi untuk masalah ini.

Li mengatakan, kedua negara memiliki kebijaksanaan politik yang cukup untuk mengelola serta mengendalikan perbedaan.

Artikel ini ditulis oleh:

JK Harapkan Golkar Bersatu

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Golongan Karya periode 2004-2009, Jusuf Kalla mengharapkan agar partai dengan lambang pohon beringin itu tetap bersatu menjelang putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Siapapun yang menang tentu supaya cepat bersatu, mudah-mudahan Golkar bersatu,” katanya, ditemui usai membuka Konferensi Kedokteran Militer Dunia (ICMM) ke-41 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Senin (18/5).
JK meminta kedua kubu baik Aburizal Bakrie atau Agung Laksono diharapkan menerima keputusan PTUN, guna menunjukkan kebesaran partai dengan warna kuning itu.
Begitu pula apabila salah satu pihak dinyatakan sebagai pemenang, Wakil Presiden RI ke-12 itu menyatakan bahwa sesungguhnya yang menang bukan keduanya melainkan kemenangan berada di tangan Partai Golkar.
“Diterima oleh semua apapun keputusannya. Siapapun yang menang, berarti yang menang itu Golkar,” tegasnya.
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Barat menjadwalkan pada Senin ini memutuskan sengketa kedua kubu terkait dualisme kepemimpinan yang sah.
Kedua kubu memang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda rujuk, demi kebesaran partai yang ditunjukkan dengan masih ngototnya kedua kubu memperebutkan kepemimpinan partai.
Kubu Aburizal Bakrie mengklaim Munas yang digelar di Nusa Dua, Bali, merupakan munas yang sah sedangkan kubu Agung Laksono pun mengklaim munas yang digelar di Ancol, Jakarta, merupakan munas yang sah.
Posisi kedua kubu itu pun kini semakin berada di ujung tanduk, terlebih menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang terancam tidak bisa diikuti oleh partai tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain