7 April 2026
Beranda blog Halaman 36391

Tercemar Pupuk, 20 Hektare Rumput Laut Gagal Panen

Jakarta, Aktual.co — Seluas 20 hektare tanaman rumput laut yang dikelola tiga kelompok tani di Perairan Melahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, Kalimantan Timur, gagal dipanen karena diduga tercemar puluhan karung pupuk amoniak.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Sipatuo Melahing, Nasir Lakada ketika dihubungi di Bontang, Sabtu (9/5), mengungkapkan, matinya rumput laut itu membuat petani menderita kerugian cukup besar dan karung pupuk tersebut telah diangkat untuk dilaporkan ke kelurahan setempat serta instansi terkait.
“Awalnya warga beranggapan karung itu hanya berisi pasir biasa, tetapi setelah dua kali mengalami gagal panen, akhirnya warga memutuskan untuk mengangkat karung tersebut dan kemudian melaporkan ke kelurahan Tanjung Laut,” kata Nasir.
Kelompok tani nelayan lain yang juga mengalami kerugian adalah Kelompok Nelayan Sipatuo II dan Kelompok Nelayan Alam Jaya.
Menurut Nasir, kasus ini baru pertama kali terjadi, karena biasanya tanaman rumput laut terserang hama “ice-ice” dan “lapa-lapa” dengan gejala bintik-bintik putih di sekitar daun. Jika dibiarkan, hama itu menyebar dan menyebabkan rumput laut mati.
“Kalau yang sekarang terbilang baru, karena tiba-tiba daun rumput laut itu menguning dan tanaman mati,” ujarnya.
Sebelum menemukan puluhan karung berisi pupuk amoniak itu, Nasir dan anggota kelompoknya sempat melakukan dua kali pembibitan rumput laut, namun semuanya gagal dipanen.
“Dugaan sementara mungkin karena tercemar puluhan karung berisi pupuk amoniak itu,” ujarnya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Bontang, Agus Amir saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya telah mendapatkan contoh karung dan rumput laut tercemar dari kelompok tani itu.
Hingga kini, BLH masih menunggu hasil penelitian laboratorium yang dilakukan Dinas Perikanan, Kelautan dan Perikanan setempat.
“Kasus ini masih dalam proses observasi guna memastikan penyebab rusaknya tanaman rumput laut milik warga. Kemungkinan pekan depan hasilnya bisa diketahui,” katanya.
Agus Amir menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah bukti dari lokasi kejadian, seperti karung berlogo Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berikut nomor seri produksinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Puncak HUT Kota Semarang Diwarnai Kebakaran di Pasar Johar

Jakarta, Aktual.co — Puncak peringatan hari jadi Kota Semarang ke-468 yang difokuskan di GOR Tri Lomba, Sabtu (9/5) petang, justru diwarnai adanya kebakaran pasar Johar. Puluhan los pasar dan kios di sebelah bagian pintu masuk dilalap si jago merah. 
Saat ini, kobaran api dan asap tebal masih terus membumbung tinggi ke atas. Belum diketahui penyebabnya, tapi titik api berasal dari tengah pasar. 
Sementara, mobil pemadam kebakaran terus berdatangan menuju lokasi melakukan evakuasi dan menjinakan titik api yang terus berkobar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakan tiitik api yang berasal dari tengah. Selang pemadam air hanya mampu menyemprotkan pada bagian sisi utara. 
Sedangkan, evakuasi dari sisi selatan masih terus dilakukan. Keberadaan  mobil damkar hanya bisa terparkir di luar pasar, karena ukuran mobil damkar yang cukup besar hanya bi bertahan dari luar.
Kebakaran pasar sontak langsung membuat panik warga sekitar dan berhamburan keluar. Mereka turut menyaksikan dan berkerumun yang menyebabkan menjadi penghambat proses evakuasi.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung dan belum bisa diketahui penyebab kebakaran. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sumut Segera Laksanakan UN SMP Susulan

Jakarta, Aktual.co — Provinsi Sumatera Utara segera melaksanakan Ujian Nasional (UN) susulan SMP atau sederajat yang akan diselenggarakan 11-15 Mei 2015.
Koordinator UN Provinsi Sumut, Agust Sinaga di Medan, Sabtu (9/5), mengatakan, pelaksanaan UN susulan tersebut, karena ada sebagian siswa yang tidak ikut pada pelaksanaan ujian pertama.
Kemungkinan, menurut dia, siswa itu mengalami sakit, kecelakaan dan lain sebagainya.
“Pelaksanaan ujian susulan ini adalah berdasarkan data petunjuk operasional standar penyelenggaraan UN,” ujar Agust.
Dia menyebutkan, pada pelaksanaan UN, 4-7 Mei diikuti 272.198 siswa dan 3.420 sekolah SMP.
Dari jumlah 272.198 siswa itu, terdiri dari jenjang SMP diikuti 210.655 siswa, SMP Terbuka 1.093 siswa, SMPLB 77 siswa, paket B/Wustha 3.063 orang, dan MTs sebanyak 57.310 siswa.
Pelaksanaan ujian berlangsung aman, tertib, lancar dan tidak ada ditemukan kebocoran naskah maupun kunci jawaban.
“Kegiatan ujian di Sumut berjalan sukses, dan saat ini petugas Disdik Sumut sedang melakukan pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN),” katanya.
Agust menambahkan, kegiatan pemindaian itu, harus selesai sebelum tanggal 23 Mei.
“Jadi, Diknas di 33 kabupaten/kota harus secepatnya mengirimkan LJUN ke Disdik Sumut,” kata Koordinator UN Sumut.
Data yang diperoleh di Disdik Sumut, jumlah peserta UN SMP tahun 2014, tercatat 255.964 siswa, terdiri dari SMP 199.414 orang, MTs 52.602 orang, SMPT 925 orang SMP LB 172 orang dan Paket B, sebanyak 2.979 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

9 Tahanan BNN Yang Sempat Kabur Akhirnya Tertangkap

Jakarta, Aktual.co — Sembilan dari sepuluh tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang melarikan diri beberapa waktu lalu, berhasil kembali ditangkap di beberapa lokasi berbeda.
Dari siaran pers BNN, menyebutkan Hasan Basri (35) dan Samsul Bahri (42) yang merupakan sindikat Aceh dengan kasus 77,3 kg sabu ditangkap pada hari Sabtu (4/4) sekitar pukul 11.00 WIB di Cilacap, Jawa Tengah.
Sedangkan Hamdani (36) dan Abdullah (35) tersangka yang ditangkap dengan kasus yang sama, kembali berhasil diamankan petugas di Malaysia (29/4).
Tersangka lainnya dengan kasus 25 kg sabu yang berhasil ditangkap kembali dari pelariannya adalah Apip Apriansah (33) dan Husen (42). Apip Apriansah berhasil ditangkap di Jakarta (2/2), sedangkan Husen di daerah Jombang, Jawa Timur (4/4).
Harry Radiawan (47) alias Pakde yang juga ikut melarikan diri dari tahanan BNN berhasil ditangkap di daerah Bekasi (21/4). Sementara itu, Franky (34) dan Erick (39) tertangkap kembali di daerah Pemalang Jawa Tengah (16/4).
Rilis menyebutkan Hasan Basri dan Samsul Bahri selepas berhasil melarikan diri dari tahanan BNN pergi menuju Tanjung Priuk, Cilincing. Keduanya kemudian bergerak ke arah Jombang dan dijemput oleh Yusuf (53 tahun). Kamis malam (2/4).
Setelah itu, keduanya bersama Yusuf berpindah lokasi dari Jombang ke Yogyakarta, kemudian bergerak ke Madiun, hingga akhirnya kembali ke Yogyakarta untuk bertemu Taufik (39 tahun), dan menyewa sebuah mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Cilacap.
Setibanya di Cilacap, Tim BNN bersama dengan Polres Cilacap melakukan penangkapan terhadap keempatnya sekitar pukul 11.00 WIB, ketika mereka sedang tertidur di sebuah rumah.
Sementara Apip Apriansah adalah tahanan dengan barang bukti sabu sebanyak 25,225 kg yang tertangkap di daerah Karawang (19/3). Setelah melarikan diri pada hari Selasa sekitar pukul 03.30 WIB bersama dengan para tersangka lainnya dari tahanan BNN, Apip berhasil kembali ditangkap oleh petugas BNN di Jakarta (2/2).
Setelah melarikan diri dari tahanan, Apip diketahui pergi bersama Abdullah, Hasan Basri, Husen, dan Samsul Bahri ke arah Cilincing. Sesampainya di Cilincing keempatnya berpisah, Apip melanjutkan perlariannya ke arah Ancol bersama Abdullah.
Kemudian dari Ancol keduanya bergerak ke arah Warakas dan akhirnya berpisah di sana. Lalu Apip melanjutkan pelariannya ke arah Depok dan sempat meminta nomor penyidik kepada istrinya. Setelah itu Apip menghubungi penyidik dan menyerahkan diri pada hari Kamis (2/2) sekitar pukul 01.00 WIB di hotel Cempaka D’ACICI daerah Plumpang, Jakarta Utara.
Sementara sesaat setelah melarikan diri, Husen yang juga merupakan tahanan dengan kasus yang sama dengan Apip, ikut bersama rekannya tersebut melarikan diri ke arah Cilincing bersama tersangka lainnya yakni Abdullah, Hasan Basri, dan Samsul Bahri.
Kemudian setelah berpisah dengan Apip di Cilincing, Husen, Hasan Basri, Samsul Bahri melanjutkan pelarian menuju Jombang dengan menyewa sebuah mobil. Rabu (1/4), ketiganya tiba di Jombang, Jawa Timur, sekitar pukul 04.00 WIB.
Keesokan harinya, Kamis (2/4) Hasan Basri dan Samsul Bahri kedatangan seorang tamu dengan inisial M. Setelah menyerahkan uang sewa mobil sebesar Rp2 juta kepada Husen, sekitar pukul 21.00 WIB Hasan Basri, Samsul Bahri, dan M pergi.
Husen yang berada di Dusun Sumberejo, Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang tersebut akhirnya berhasil ditangkap kembali pada hari Sabtu (4/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, Istri Husein bernama Farida (32 tahun) dan Yuda (29 tahun) adik ipar Husein ditangkap karena telah membantu upaya pelarian Husein.
Sementara Harry Radiawan alias Pakde adalah tersangka kasus 5,2 kg yang juga ikut melarikan diri. Pakde kembali tertangkap ketika sedang berada di sebuah kosan daerah Bekasi untuk menunggu rekannya karena ingin meminjam uang.
Namun, belum sempat rekannya tersebut datang Pakde sudah ditangkap oleh petugas. Penangkapan tersebut berlangsung pada hari Selasa (21/4).
Untuk tersangka Franky dan Erik, keduanya melarikan diri ke daerah Puncak bersama dengan tiga tahanan lainnya yaitu Harry, Hamdani, dan Usman. Selang beberapa hari keduanya berpisah dan bergeser ke daerah Pemalang.
Di Pemalang, mereka mengontrak di sebuah rumah warga. Pada tanggal 16 April 2015 keduanya berhasil diamankan petugas BNN.
Sementara Hamdani dan Abdullah merupakan tersangka kasus yang sama dengan Hasan Basri dan Samsul Bahri. Keempatnya merupakan sindikat Aceh yang berhasil ditangkap oleh petugas BNN dengan barang bukti 77,3 kg shabu.
Hamdani dan Abdullah berhasil kembali ditangkap dari pelariannya pada Kamis (30/4), di Rawang, Malaysia, sekitar pukul 23.50 waktu setempat. Penangkapan kedua tersangka ini merupakan kerja sama antara tim SB Malaysia dan intelegent BNN.
Atas tertangkapnya kembali para tersangka yang melarikan diri, BNN mengucapkan terima kasih kepada masyarakat luas yang telah memberikan informasi, kepada ‘special branch Malaysia’, perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, dan anggota Polri serta Polsek terkait yang telah membantu atas tertangkapnya kembali para tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

MPR Ajak Masyrakat Jaga Persatuan Jelang Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co —  Wakil Ketua MPR RI Evert Erens Mangindaan mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pemilu kepala daerah (Pilkada) serentak, Desember 2015.
“Mari kita bersama menjaga persatuan kita, jangan terpecah hanya karena persoalan siapa mendukung siapa,” kata Mangindaan, di Manado, Sabtu (9/5).
Mangindaan mengatakan, seluruh warga Sulut harus tetap mengingat slogan “torang samua basudara” yang berarti semua penduduk Sulut bersaudara, jadi persatuan jangan sampai pecah.
Dia mengatakan, tidak masalah siapapun yang didukung, asalkan persatuan dan kesatuan juga harus tetap dijaga, karena bagaimanapun juga itu adalah yang utama dari semuanya.
Mangindaan juga mengajak seluruh bakal calon gubernur, bupati dan wali kota di Sulut, untuk bersama-sama menciptakan Pilkada yang aman dan nyaman untuk kebaikan bersama dan harus mengendalikan pendukungnya, terutama bagi para calon petahana.
Ia juga mengemukakan, Pilkada harus dijadikan sebagai pesta demokrasi bagi seluruh warga Sulut, sehingga kenyamanan dan keamanan di daerah dapat terwujud.
“Dengan demikian maka perpecahan dapat dihindarkan, meskipun warga masyarakat mendukung pasangan yang berbeda dalam Pilkada pada 9 Desember nanti,” tuturnya.
Menurut Mangindaan, salah satu cara untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam Pilkada di Sulut adalah dengan berpolitik secara santun, tidak sikut ke kanan dan kiri, dan tetap santun dalam berpolitik.
“Siapapun yang akan maju bertarung dalam Pilkada nanti, baik gubernur maupun bupati dan wali kota tidak boleh saling menjatuhkan, dan saya yakin kalau setiap calon siapapun dia pasti sudah tahu bagaimana caranya berpolitik dengan santun, jadi tidak perlu diajari bagaimana menghadapi Pilkada,” tukasnya.
Dia mengatakan, yang penting dalam menghadapi Pilkada seperti di Sulawesi Utara baik untuk gubernur maupun bupati dan wali kota, jangan sampai sikut kiri dan kanan, untuk memenangkan pertarungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Aparat Kepolisian Antisipasi Politik Uang di Pilkada

Jakarta, Aktual.co — Polresta Bekasi, Jawa Barat, mengantisipasi potensi politik uang dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di sembilan wilayah setempat dengan melarang warga berkeliaran di malam hari.
“Tidak ada alasan jika masih ditemui ada warga yang berkeliaran hingga pukul 02.00-04.00 WIB maka akan disuruh pulang,” kata Kapolresta Bekasi, AKBP Rickynaldo Chairul di Cikarang, Sabtu (9/5).
Menurut dia, larangan itu berlaku menjelang satu hari pelaksanaan Pilkades serentak di sembilan desa pada Sabtu (9/5).
Dikatakan Ricky, politik uang dalam bentuk ‘serangan fajar’ marak terjadi di sejumlah daerah penyelenggara pemilu sebagai upaya untuk memenangkan kandidat tertentu dengan imbalan uang atau barang.
“Situasi itu rawan memicu konflik di tengah masyarakat, sehingga perlu kita antisipasi secara dini,” katanya.
Pihaknya akan menyebar ratusan personel untuk mengawasi situasi di sekitar desa yang menyelenggarankan Pilkades.
“Kalau didapati ada warga yang berkeliaran malam hari tanpa alasan jelas, akan langsung kita interogasi dan dipulangkan,” ujarnya.
Ricky menambahkan, pihaknya juga telah menggelar deklarasi damai di antara para peserta Pilkades sebagai upaya preventif pengamanan sebelum pesta demokrasi tingkat desa berlangsung.
“Ada 1.300 personel dengan dibantu 100 personel TNI yang kita kerahkan untuk agenda Pilkades kali ini,” katanya.
Adapun kesembilan desa penyelenggara Pilkades tersebar di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Timur, Cibitung, Cikarang Pusat dan Kecamatan Babelan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain