8 April 2026
Beranda blog Halaman 36394

Untuk Stabilitas Sistem Keuangan, BI Gunakan Kebijakan Makroprudensial

Bandung, Aktual.co —Untuk mewujudkan stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia (BI) menerapkan kebijakan makropudensial  untuk untuk mencegah terjadinya risiko sistemik.

Tak hanya untuk mengurangi risiko sistemik, kebijakan makroprudensial juga bertujuan untuk mengurangi potensi instabilitas serta gangguan atau kegagalan di suatu institusi keuangan yang menjalar ke institusi keuangan lainnya.

Demikian disampaikan oleh Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati, di Bandung, Sabtu (9/5).

“Karena institusi keuangan itu usaha besar, sehingga ada keterkaitan antara instritusi yang gagal. Ketika yang besar jatuh maka akan merembet seceara luas, itu yang kami coba cegah,” ujarnya saat seminar yang mengulas tentang Kajian Stabilitas Sistem Keuangan, di Sheraton Hotel Bandung, Sabtu (9/5).
Kebijakan makroprudensial, papar Yati, digunakan untuk mendorong intermediasi yang seimbang, sehingga penyaluran kredit sesuai dengan penyerapan perekonomian. Serta meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan akses keuangan. 
Dalam hal ini, BI harus bekerjasama dengan lembaga-lembaga kepemerintahan terkait seperti OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS. Lembaga pemerintah harus jaga stabiltias keuangan.
Lebih lanjut dikatakan dia, tugas BI selaku bank sentral Indonesia adalah menjaga kesehatan perbankan secara industri, bukan secara individu bank. Hal ini dilakukan sejalan dengan fungsi dan tugas BI yang tertuang di dalam peraturan perundang-undangan.
“BI tidak mengawasi atau menjaga kesehatan secara individu bank tapi melihat secara industri,” ujarnya.
Kendati sempat mengalami penurunan pada Maret, ungkap Yati, sistem keuangan di Indonesia khususnya pada industri perbankan cenderung membaik. “Kalau kita lihat sistem keuangan kita terutama perbankan, kalau lihat kinerja perbankan sekarang ini untuk likuiditasnya cenderung membaik. Meskipun sedikit menurun pada Maret,” tandasnya.
Dalam mengawasi industri perbankan, kata Yati, BI menggunakan peraturan secara makro, dengan memperkuat ketahanan permodalan, mencegah leverage yang berlebihan, serta mengelola fungsi intermediasi dan mengendalikan risiko kredit, likuiditas, risiko nilai tukar, dan risiko suku bunga, serta risiko lainnya yang berpotensi menjadi risiko sistemik.

Artikel ini ditulis oleh:

Pouly Andalkan Tim Pertahankan Juara Tour de Ijen

Jakarta, Aktual.co — Pebalap sepeda Prancis Peter Pouly akan mengandalkan kekompakan timnya, yakni Singha Infinite Cycling untuk mempertahankan kaus kuning sekaligus juara pada ajang “International Tour de Banyuwangi Ijen” 2015 yang Sabtu (9/5) ini memasuki etape empat atau akhir.

Di etape ini Peter Pouly yang merupakan juara tahun lalu akan dikawal secara ketat oleh rekan setimnya sepanjang rute datar dari Bajulmati ke finis di Taman Blambangan dengan jarak 109,5 kilometer.

Peter Pouly menegaskan, dirinya banyak didukung oleh pebalap lain di timnya, termasuk di etape tiga yang jalurnya menanjak dari Muncar ke kawasan Kawah Ijen. Dia mengaku, pengawalan rekan setimnya sangat membantu agar dia tak perlu banyak mengeluarkan tenaga di rute-rute yang datar.

“Sehingga saya bisa optimal di rute tanjakan. Etape keempat relatif flat, sehingga saya akan menjaga ketahanan sampai garis finis. Tanpa dukungan tim, kemenangan tak akan bisa kami raih,” kata Pouly.

Pouly pada etape pamungkas ini hanya perlu finis dalam rombongan besar untuk mengamankan gelar juara. Gelar tersebut bakal membuatnya menjadi pebalap pertama yang meraih gelar juara berturut-turut di International Tour de Banyuwangi Ijen jika etape akhir ini dia mampu mempertahankan kaus kuning.

Pouly menjadi kandidat terkuat juara Tour de Ijen 2015 yang saat ini masih memimpin klasemen umum (general classification) pebalap, setelah kemenangannya dalam etape ketiga dengan menaklukkan tanjakan Gunung Ijen. Dalam tiga etape sejak Rabu (6/5), Pouly membukukan waktu 11 jam, 16 menit, dan 42 detik. Dia diikuti oleh Benjami Prades Reverter (Spanyol) dari Matrix Power Tag Team dengan selisih 2 menit dan 56 detik.

Di etape ini, Pouly akan mengenakan kaus kuning sebagai tanda pemimpin lomba. kaus hijau sebagai tanda raja sprint akan dikenakan Benjami Prades yang merebutnya dari King Lok Cheung (Hong Kong). Sedangkan kaus merah putih, simbol pebalap Indonesia terbaik, dikuasai oleh Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Resmikan Fasilitas PON Papua Rp10 triliun

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas PON 2020 di Papua senilai Rp10 triliun. “Proyek ini memberi arti penting, bukan hanya bagi tanah Papua, namun bagi keolahragaan di Indonesia,” kata Presiden saat pidato peletakan batu pertama pembangunan fasilitas PON di Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/5).

Menurut Presiden, pembangunan fasilitas PON merupakan bagian dari membangun konektivitas melalui olahraga. “Tanah Papua perlu dibangun, bukan hanya fisiknya tapi juga jiwanya. Membangun tanah Papua juga membangun jiwa dan raga,” katanya.

Presiden juga menegaskan bahwa penetapan lokasi PON di Papua merupakan awal kebangkitan olaharaga di Indonesia sebelah timur.

Terkait anggaran yang mencapai Rp10 triliun, Presiden akan segera menetapkan berapa bagian pemerintah pusat dan bagian pemerintah provinsi Papua.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan pembangunan fasilitas PON 2020 ini momen kebangkitan olahraga di Papua.

Wagub mengungkapkan bahwa fasilitas PON akan menempati lahan seluas 62 hektar, terdiri atas lapangan berstandar internasional dengan kapasitas 40 penonton dan area parkir 20 ribu kendaraan.

Artikel ini ditulis oleh:

BPBD : Pencarian Korban Longsor Pangalengan Tujuh Hari

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menetapkan batas waktu pencarian korban yang dikabarkan tertimbun tanah longsor di Cibitung, Kecamatan Pangalengan, selama tujuh hari sejak diberlakukannya tanggap darurat, Rabu (6/5).

“Tanggap darurat tujuh hari dari tanggal 6 sampai 12 Mei 2015,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bandung Marlan di Bandung, Sabtu (9/5). Tujuh hari tanggap darurat itu sesuai aturan yang ditetapkan untuk menanggulangi masyarakat pengungsi, termasuk upaya mencari korban yang dikabarkan tertimbun tanah longsor.

Ia berharap, sebelum batas waktu tanggap darurat habis, empat orang korban tertimbun dapat ditemukan. Jika tidak ditemukan selama tanggap darurat itu, kata Marlan, BPBD bersama instansi lainnya akan melakukan evaluasi untuk menetapkan keputusan apakah pencarian korban dilanjutkan atau tidak.

Namun kembali mengacu aturan dan jika ada permintaan dari keluarga korban, kata Marlan, pencarian dapat ditambah dengan batas waktu tujuh hari. “Kalau mereka (keluarga korban) minta, berdasarkan protap kita lanjutkan tujuh hari kedua,” katanya.

Korban yang masih dinyatakan hilang tertimbun yakni Ayi, yang terakhir diketahui sedang berada di kolam pemancingan, kemudian Juju sedang menyabit rumput, lalu dua perempuan Dedeh dan Wiwi yang berada di sekitar rumah. Sebelumnya tim gabungan telah menemukan korban meninggal dunia sebanyak lima orang yakni Iran Sobaran (55), Nayla (1,5 tahun), Mak Oja (60), Pardi (70) dan Nurul.

Bencana longsor yang diduga akibat meledaknya pipa panas bumi milik Star Energi Geothermal itu terjadi di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Pangalengan, Selasa (5/5) sekitar pukul 14.40 WIB. Bencana itu menimbulkan kerugian materi yakni merusak permukiman warga beserta isinya, serta 203 jiwa dari 53 Kepala Keluarga mengungsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Ditembak Mati Orang Bersenjata di Riyadh

Jakarta, Aktual.co — Orang-orang bersenjata tak dikenal menembak mati seorang polisi di ibu kota Arab Saudi Riyadh, kata seorang juru bicara polisi, seperti dikutip AFP.

Orang-orang bersenjata dalam sebuah kendaraan itu memberondong sebuah patroli polisi di Riyadh selatan sehingga menewaskan salah seorang polisi yang berpatroli, kata juru bicara polisi wilayah Riyadh seperti dilaporkan kantor berita SPA.

Ini adalah serangkaian serangan terakhir terhadap pasukan keamanan di kerajaan ini yang menjadi bagian dari koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS di Suriah.

Dua polisi juga cedera akhir Maret lalu dalam baku tembak Riyadh, beberapa hari setelah Saudi memulai memimpin kampanye serangan udara terhadap milisi Houthi di Yaman.

Pasukan keamanan Saudi juga kerap diserang musuh-musuhnya di Provinsi Timur yang mayoritas berpenduduk Syiah, namun sangat jarang terjadi serangan terhadap polisi di Riyadh.

Sementara itu kementerian dalam negeri mengaku berhasil menggagalkan upaya menyelundupkan bahan peledak ke kerajaan itu dari perbatasan Provinsi Timur dengan Bahrain. Pihak berwenang Saudi menangkap para penyelundup dan menyelidiki jaringan mereka di Bahrain untuk mendalami motif di balik penyelundupan bahan peledak itu, kata juru bicara kementerian.

Artikel ini ditulis oleh:

KBRI Siapkan Kepulangan 2 WNI Lolos Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co — Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur tengah memproses kepulangan Maharani dan Surya Darma Putra, dua warga negara Indonesia yang dibebaskan dari hukuman mati di Malaysia.

Kedua WNI tersebut dibebaskan setelah Majelis Hakim Mahkamah Persekutuan Putrajaya, Malaysia pada Kamis (7/5) menolak tuntutan hukuman mati terhadap keduanya, yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang banding.

“Dengan keputusan final tersebut, KBRI Kuala Lumpur saat ini sedang memproses dokumen kepulangan Maharani dan Surya Darma Putra ke Indonesia,” demikian pernyataan KBRI Kuala Lumpur yang diterima ANTARA, Sabtu (9/5).

Kedua WNI tersebut tertangkap di sebuah apartemen di kawasan Ampang Hilir, Kuala Lumpur pada Juni 2009 bersama-sama dengan Naseem Haider (WN Pakistan) dan Sunita (WN India). Mereka ditangkap dengan barang bukti berupa narkoba jenis heroin seberat 1170,9 gram dan morfin seberat 198,35 gram.

Pada sidang tingkat pertama, keempatnya didakwa melakukan pengedaran narkoba dengan hukuman gantung sampai mati. Dalam persidangan di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur pada 22 Februari 2012, Hakim menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan memerintahkan agar Maharani dan Surya Darma Putra dibebaskan dari segala dakwaan.

Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan, JPU gagal membuktikan adanya niat bersama dari keempat tersangka dan juga tidak dapat membuktikan siapa pemilik barang bukti narkotika tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain