Medan, Aktual.co — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto mengatakan bahwa pihaknya sangat mendorong dan mendukung keikusertaan perempuan dalam kontestasi politik Pilkada Serentak yang akan berlangsung di 23 Kabupaten Kota se Sumut.
“Dari sisi kepartaian akan sangat mendorong dan mendukung munculnya perempuan-perempuan yang memang saat ini sangat terbatas,” ujar Soetarto kepada Aktual.co di Medan, Sabtu (9/5).
Menurut Soetarto, dari sisi kepentingan penyetaraan gender, sangat diharapkan adanya peluang dan kesempatan yang besar dari figur-figur perempuan. “Sehingga eksistensinya mendapatkan perhatian,” tukasnya.
Begitupun, Soetarto mengingatkan, bahwa dorongan, dukungan serta ekspektasi itu tentu harus dibarengi dengan faktor-faktor lainnya. Yakni, kapasitas, kemampuan dan integritas yang muncul dari figur perempuan itu sendiri.
“Dan saya yakin, perempuan yang muncul itu semata-mata bukan hanya karena diberi peluang. Tapi karena kapasitas atau kemampuan dan integritas ditambah elektabilitasnya,” ujar Soetarto.
Meski mengaku pihaknya sangat mendorong dan mendukung keikutsertaan perempuan, Soetarto menekankan, bahwa tidak akan ada pengkhususan antara balon dari figur perempuan dan laki-laki.
“Emansipasi kan equal, tapi dalam konteks politik tidak ada lagi pengkhususan. Dan saya kira juga perempuan juga tidak mau ada perlakuan khusus,” tukasnya.
Disebutkan, untuk pilkada di 23 Kabupaten Kota se Sumut sejumlah Balon perempuan telah mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan.
Diantaranya, Camelia Panduwinata Lubis di Kota Medan, Nuriyanti Damanik di Simalungun, Rimenta Br. Sembiring dan Siti Aminah Perangin-angin di Karo, Herma Veva di Tajung Balai, Rohana Br Sembiring di Kota Binjai dan Damiri Panggabean di Kota Sibolga.
Sementara itu, disinggung soal tahapan secara internal di PDI Perjuangan Sumut, Soetarto menjelaskan, pada penjaringan Balon kepala daerah, pihaknya masih akan membuka pendaftaran balon ditingkat DPD Sumut hingga 15 Mei mendatang. Berlanjut, akan dilakukannya survei kepada masyarakat untuk melihat tingkat elektabilitas para calon.
Selanjutnya, kata Soetarto, akan dilakukan assesment serta fit and proper test pada tanggal 20 Mei yang melibatkan DPP bersama Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI).
“Yang biasa dilaksanakan di DPP Jakarta, kali ini DPP yang akan jemput bola ke daerah, agar prosesnya lebih cepat. Harapan kita, akhir Mei atau awal Juni diharapkan rekomendasi sudah sampai ke DPP dari DPD. Dan pada assesment sudah melakukan pemasangan, simulasi. Karena disitu kita bisa mengelaborasi komitmen bakal calon. Harapan di Juni, sudah keluar nama pasangan calon,” jelasnya.
Artikel ini ditulis oleh: