14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36472

Cara Jitu Untuk Hijaber Pemula, Agar Tidak Kepanasan Saat Berhijab

Jakarta, Aktual.co — Bagi semua wanita muslim, menggunakan jilbab merupakan sebuah kewajiban. Penggunaan jilbab pada wanita muslim merupakan hal utama dalam menutupi aurat wanita.

Bahkan, memakai jilbab bisa menambah rasa percaya diri dan menambah penampilan pemakainya.  Hal ini dikarenakan jilbab bisa dikreasikan dengan berbagai bentuk, sesuai dengan keinginan para hijaber.

Akan tetapi, persoalan panas saat mengenakan jilbab biasanya seringkali ditemukan bagi para pemula. Butik Rumah Ayu coba memberikan solusinya bagi para newbie (hijaber pemula) ketika menemukan hal semacam ini.

“Disarankan untuk hijaber pemula, atau orang baru berhijab. Bisa menggunakan bahan katun fisus. Karena bahan ini agak strept, terus gampang dimodifikasi, dan mudah juga diaplikasikan, ” jelas seorang karyawan butik Rumah Ayu, di acara High Tea talk show ‘Skin Rejuvenation’ di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4).

“Hanya saja, kekurangan katun fisus ini mudah gampang kusut. Tapi bahan ini enak untuk dipakai, karena tidak panas dan dingin ketika dikenakan, ” sambungnya.

“Hijab merupakan elemen tambahan dalam berbusana. Meskipun penggunaan hijab bisa dikreasikan. Akan tetapi Islam sendiri tidak suka dengan hal yang berlebihan. Tapi di sini coba diberikan cara berhijab yang simple, namun tetap terlihat elegant, ” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Gerakan 20 Mei, Mahasiswa Makassar Gelar Konsolidasi Nasional

Makasar, Aktual.co —  Konsolidasi elemen gerakan mahasiswa dalam merespon gerakan 20 Mei untuk mengkritisi kebijakan rezim Jokowi-JK terus dilakukan. Beberapa elemen gerakan organisasi kemahasiswaaan se Indonesia akan melaksanakan pertemuan dan konsolidasi nasional di kota Makassar pada Selasa (28/4).

“Ada 10 aktifis mahasiswa dan elemen gerakan lainnya dari organisasi yang berbeda di kota Palu, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berangkat untuk mengikuti Rekonsolidasi Gerakan Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan di kota Makassar,” ujar Ketua Gerakan Aktifis Palu untuk Rakyat Sulteng (GAPURA), Rian Hidayat Kotae di Makassar, Mingu (26/4).

Menurut Rian Hidayat, Rekonsolidasi Gerakan Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan di kota Makassar pada tanggal 28 April 2015 adalah bentuk alternatif yang dilakukan oleh mahasiswa dan elemen gerakan sebagai jawaban atas keresahan rakyat saat ini terhadap Kebijakan rezim Jokowi-JK

“Untuk itu Aksi 20 Mey 2015 yang akan dilaksanakan di depan Istana Negara adalah suatu keharusan bagi mahasiswa dalam mengkritisi kebijakan Rezim Joko Widodo yg telah Melupakan Janji-janji kampanyenya dalam memakmurkan Rakyat Indonesia,” ungkapnya.
 
Ketua II Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Muh Kasman juga menyatakan telah siap menghadirkan perwakilan aktifis PMI dalam pertemuan tersebut.

“Insya Allah beberapa daerah telah menyatakan siap hadir  pada pertemuan tersebut,” katanya.
 
Pertemuan yang diinisasi oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Makassar itu mengangkat tema dengan tajuk, “Silaturahmi dan Rekonsolidasi Nasional Gerakan Mahasiswa”.

Salah seorang panita pelaksana, Riswan mengungkapkan pihaknya sudah sebar undangan ke segenap mahasiswa dan elemen gerakan kampus se Nusantara.

“Yang sudah mengkonfirmasikan hadir teman-teman dari Gorontalo, Palu, Kendari, Surabaya, dan sejumlah organ gerakan intra dan ekstra-kampus dari Jabodetabek,” ujarnya.

Dalam jargon undangan yang disebar ke media sosial, tertulis pesan, “Hei Mahasiswa, Jika Engkau tak Tahu mengangkat Megaphone dan Mengkritisi Rezim yang Zholim, maka biarkan kami (Rakyat) yang akan mengajarkan Kalian”?.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

FPMI: Mayday 2015 Tonggak Kebangkitan Pekerja Media

Jakarta, Aktual.co — Forum Pekerja Media Indonesia (FPMI) berharap momentum Hari Buruh 2015 pada 1 Mei mendatang, yang biasa disebut MayDay, bisa menjadi tonggak kebangkitan para pekerja media untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraannya.

“Kekuatan dan kekompakan para pekerja media mutlak dibutuhkan sebagai upaya perlawanan. Keberanian dan kesadaran pekerja media harus dibangkitkan,” kata juru bicara FPMI Chandra melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (26/4).

Menurut Chandra, perkembangan bisnis media di Indonesia tidak disertai dengan kesejahteraan para pekerjanya. Apalagi ditambah dengan praktik konvergensi media yang mengarah pada perbudakan gaya baru, yang demi efisiensi bisnis, kian menyengsarakan pekerja media.

Belum lagi, peran lembaga media sebagai salah satu pilar demokrasi mulai kehilangan independensinya karena tergerus kepentingan kapital dan politik praktis para pemiliknya.

Untuk menjawab persoalan itu, serikat pekerja dari berbagai media seperti Tempo, Kompas, TPI (MNCTV), LKBN Antara, SCTV, ANTV, SWA dan lain-lain sepakat menggalang kekuatan dalam satu wadah bernama Forum Pekerja Media Indonesia.

Pada MayDay 2015, FPMI mengusung enam sikap, yaitu melawan perbudakan di sektor media, segera wujudkan upah layak pekerja media, segera tetapkan upah sektoral media dan menolak praktik konvergensi yang menyengsarakan pekerja media.

Kemudian, menolak konglomerasi media yang memasung kebebasan pers, serta mengajak kepada seluruh pekerja media untuk menyatukan kekuatan, meneguhkan sikap guna membangun gerakan pekerja media yang kuat dan konsisten, untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja media di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Gempa 5,1 Skala Richter Guncang Pesisir Sumbar

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter di barat daya Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (26/4) pukul 19.55 WIB.

Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, gempa itu berpusat pada koordinat Lintang 1.75 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 100.26 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km.

Lokasi gempa di selatan Sumatera; 62 km barat daya Pesisir Selatan; 81 km timur laut Kepulauan Mentawai; 105 km barat daya Kabupaten Solok; 89 km barat daya Padang Sumbar; 879 km barat laut Jakarta.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi-JK Cukup Baik, Tapi Ada Catatan Merah

Jakarta, Aktual.co —Terkait dengan 100 hari masa pemerintahan Jokowi-JK, skor akhir pemerintah adalah 560 dari skala 170-850, yang berarti kondisi pemerintahan Jokowi-JK cukup baik walau masih terdapat beberapa catatan merah.

Demikian dikatakan pengamat politik Eep Saefulloh Fatah dalam Pelatihan School for Nation Leader (SNL) dengan tema “Pemimpin Muda dengan Jati Diri Ke-Indonesiaan,” April 2015, di Bogor, yang diikuti aktivis mahasiswa dari 40 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Siaran pers acara itu diterima Aktual.co, Minggu (26/4).

“Terdapat beberapa catatan merah, seperti dalam isu pemilihan Kapolri dan pengendalian konflik KPK vs POLRI. Selain itu juga penilaian negatif juga diberikan dalam isu penunjukan anggota Wantimpres dan perampingan birokrasi pemerintahan,” ungkap CEO PolMark Indonesia tersebut.

“Di sisi lain ada juga kebijakan yang positif, seperti penegakan hukum di laut, penarikan subsidi bahan bakar minyak, pembentukan satgas anti mafia migas dan reformasi perizinan usaha dan investasi”, tegas Eep.

Eep menjelaskan, Jokowi harus beradaptasi cepat dan belajar banyak, karena banyak hal yang dituntut publik dari Jokowi sebagai presiden, “Ada hukum alam yang tidak bisa dilawan, menjadi presiden adalah sesuatu yang berbeda dengan menjadi gubernur atau walikota. Jika tidak belajar cepat, Jokowi akan ketinggalan”.

“Pada saat menjadi presiden, kerja Jokowi terlihat tidak begitu terstruktur, hal ini berbeda ketika ia menjadi gubernur atau walikota. Saat ini Jokowi bersikap terlalu simbolik,” tegas Direktur Eksekutif Sekolah Demokrasi Indonesia itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Libatkan ASN, Apel Akbar Golkar Sulsel Dikecam

Makasar, Aktual.co — Pelibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Apel Akbar yang diselenggarakan oleh DPD I Golkar Sulsel di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (24/4) menuai kecaman dari sejumlah pihak.

Ketua Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah menilai kehadiran ASN di acara Apel Akbar Golkar mengindikasikan oknum ASN tersebut tidak memiliki integritas.

“Ini gambaran betapa ASN tidak punya integritas,” katanya ke aktual.co, Minggu (26/4).

Ketua Bidang Kader HMI MPO Cabang Makassar, Riswan  mengatakan, semestinya ASN harus bebas dari kepentingan politik. Pasalnya, tugasnya adalah menjalankan kewajiban yang diberikan negara. Mobilisasi pegawai untuk memeriahkan kegiatan-kegiatan politik adalah bukti penyalahgunaan politik.

“Tentu ini kami sangat sayangkan. Ada penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik dan partai,” katanya.

Menurut Riswan, ASN tidak boleh main-main dengan tugas dan tanggung jawab yang telah di berikan pemerintah.

Pada apel akbar Partai Golkar Sulsel, Sabtu kemarin, ratusan PNS Pemprov Sulsel terlihat hadir di tengah-tengah massa Golkar di Lapangan Karebosi. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Latief juga tampak berada di antara beberapa pejabat Pemprov Sulsel yang hadir.

Abdul Latief mengatakan, kehadiran mereka di acara partai politik tersebut tidak terlepas dari posisi mereka sebagai pengurus SOKSI Sulsel yang juga merupakan organisasi sayap Partai Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain