13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36488

Ribuan Warga Banten Gelar Ritual “Seba Baduy”

Jakarta, Aktual.co — Sekitar dua ribu orang warga Baduy luar dan Baduy dalam tiba di Kota Serang, Sabtu siang untuk melaksanakan ritual tahunan “Seba Baduy” di Pendopo Lama Gubernur Banten.

Sebelum masuk ke halaman pendopo lama Gubernur Banten di Jl Brigjen KH Syam’un No 5 Kota Serang, sebagai pusat lokasi acara Seba Baduy, masyarakat baduy tersebut dikumpulkan di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, kemudian berjalan kaki.

Didampingi Sekda Banten Kurdi Matin dan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten Ali Fadillah, masyarakat Baduy melintas jalan Utama Kota Serang mulai Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Ahmad Yani sampai Jalan Veteran dan tiba di lokasi acara bekas kantor gubernur Banten.

Perjalanan warga Baduy yang menyusuri jalan Kota Serang sekitar dua kilometer tersebut, menjadi perhatian warga yang melintasi jalur sebelah kanan barisan warga masyarakat dari pedalaman di Kabupaten Lebak tersebut.

Pemandangan tersebut tidak seperti biasanya, karena pada acara Seba Baduy tahun-tahun sebelumnya, usai mengadakan seba di pendopo Bupati Lebak, mereka, baik yang diangkut kendaraan maupun yang berjalan kaki, biasanya langsung datang ke pendopo lama gubernur Banten, tanpa berkumpul terlebih dahulu di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang dan melintasi pusat Kota Serang.

Warga adat Baduy dari puluhan dusun di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, itu siap menggelar ritual Seba Baduy ke Gubernur Banten pada Sabtu (25/4) April 2015. Seba Baduy merupakan event tahunan Pariwisata Banten. Adapun Seba baduy tahun ini mengangkat tema “Melestarikan Lingkungan dan Kebudayaan untuk Keseimbangan Pembangunan dan Kesejahteraan”.

Kegiatan Seba Baduy ini sebagai ungkapan syukur dan terima kasih serta penghormatan kepada pimpinan birokrasi di daerah atau pemerintah, atas hasil panen selama satu tahun, baik kepada kepala daerah di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Tahun ini memang ada sedikit perbedaan terutama untuk rute perjalanan masyarakat Baduy yang akan melakukan seba di pendopo lama Gubernur Banten,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten M Ali Fadillah.

Seba Baduy merupakan tradisi yang sudah dilakukan turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

Ritual tahun ini diikuti sekitar 40 orang dari Baduy dalam, dan sisanya dari Baduy luar.

“Mereka akan diterima oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno saat puncak acara nanti malam,” kata Ali.

Usai melaksanakan upacara seba, ribuan warga Baduy tersebut akan dihibur dengan kesenian wayang golek.

Artikel ini ditulis oleh:

Gerindra: Krisis Ekonomi Tak Terbendung Lagi?

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon meminta seluruh kader terus mengawal isu ekonomi karena bersentuhan langsung dengan rakyat.
“Harus tetap disuarakan semaksimal mungkin karena masalah ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat. Komitmen itu tidak bisa ditawar,” kata Fadli Zon ketika memberikan arahan pada kader partainya yang menghadiri kegiatan temu dan konsolidasi kader, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4).
Menurut dia, isu ekonomi itu harus terus diperjuangkan dan diangkat, tentunya dengan muatan lokal yang berbeda antara satu kabupaten/kota dengan lainnya, begitu juga satu provinsi dengan provinsi lain dan di tingkat nasional.
Isu ekonomi menjadi penting ke depan karena Indonesia akan menghadapi potensi masalah yang besar, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah.
Apalagi, kata Wakil Ketua DPR RI, pada Juni 2015 nanti The Fed Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga, yang berpotensi membuat nilai tukar rupiah semakin lemah.
“Belum lagi utang jatuh tempo, dan lainnya,” ujarnya.
Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kata dia, maka kemampuan Indonesia melakukan ekspor juga melemah.
Hal itu kebalikan dari apa yang dikatakan pemerintah bahwa pelemahan nilai tukar rupiah peluang untuk komoditas ekspor. Sebab, peluang ekspor tidak bisa diambil karena dalam ekspor masih banyak komponen lainnya.
Selain masalah nilai tukar rupiah, kata Fadli Zon, masalah pangan juga menjadi sorotan yang perlu mendapat perhatian serius.
Meskipun sekarang ini Indonesia suprlus dan punya kecukupan pangan, namun dilihat secara realistis di lapangab, harga beras luar biasa naik tinggi.
“Ini perlu diantisipasi karena dikhawatirkan kalau secara nasional terjadi suatu krisis biasanya merembet ke mana-mana,” ucapnya.
Gerindra, kata dia, juga berkomitmen mengawal masalah energi yang terus membebani rakyat Indonesia, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, elpiji dan tarif dasar listrik.
Menurut Fadli Zon, produksi minyak Indonesia semakin hari semakin menurun. Di satu sisi, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan, sehingga Indonesia berpotensi tidak mampu melakukan impor sesuai kebutuhan.
Berbagai kondisi ekonomi tersebut, menurut dia, akan menyulitkan tumbuhnya demokrasi di tengah kemiskinan.
“Kita harus sejahtera baru bisa demokrasi. Dan kalau kita lihat demokrasi di Indonesia masih semu karena seolah-olah kita lihat demokrasi prosedural, tapi pada dasarnya isinya masih jauh dari demokrasi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Fadli Zon mengajak seluruh kader Partai Gerindra belajar dan meningkatkan serta mengembangkan sekaligus menciptakan nilai tambah yang ada, sehingga memiliki posisi tawar yang baik di masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Meski Batal, Persiba tetap Datang ke Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Kendatipun sudah ada tanda-tanda pembatalan laga melawan Persebaya Surabaya di stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/4) mendatang, tim Persiba Balikpapan tetap pergi Surabaya.
Keberangkatannya ke Surabaya, selain ingin memastikan apakah batal digelar atau tidak, juga  khawatir dianggap kalah dengan cara WO.
“Sebenarnya sudah ada tanda-tanda tidak digelar, sebab beberapa daerah juga batal digelar. Tapi tim Persiba tetap datang ke Surabaya karena khawatir jika tiba-tiba tidak ada pembatalan, kami bisa dinyatakan WO,” terang pelatih Persiba Balikpapan, Eddy Simon, Sabtu (25/4).
Tanda-tanda pembatalan pertandingan semakin kuat, lanjut Eddy, ketika tim Persiba Balikpapan dilarang petugas lapangan, untuk  menjajal lapangan saat tiba di   stadion Bung Tomo, pada Sabtu pagi,  tanpa diberitahukan  alasan yang jelas.
Dampaknya, tim Persiba juga merasakan kekecewaan mendalam seperti halnya tim Persebaya.
Padahal, lanjut Eddy, secara teknis dan mental, pemain Persiba sudah siap 100 persen untuk diturunkan melawan Persebaya dalam laga lanjutan QNBL 2015 di Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/4).
“Ya, tidak hanya pemain Persebaya Surabaya.  Tetapi psikis pemain Persiba juga langsung drop.” lanjutnya.
Tim Persiba sendiri tiba di Surabaya pada Jum’at (24/4) malam. Karena ada pembatalan pertandingan, Persiba berencana kembali ke Balikpapan pada Minggu besok.

Artikel ini ditulis oleh:

PPP Romy Banyak Diminati Calon Kepala Daerah

Jakarta, Aktual.co — Partai Persatuan Pembangunan di bawah kepemimpinan Romahurmuziy merupakan pihak yang diminati calon peserta pemilihan kepala daerah di Provinsi Sumatera Utara.
Dalam Musyawarah Wilayah di Medan, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Fadly Nurzal mengatakan, minat tersebut dapat dilihat dari sejumlah calon peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berkomunikasi dengan parpol itu.
Untuk membuktikan minat itu, Fadly Nurzal memperkenalkan sejumlah calon peserta pilkada yang hadir seperti Dzuli Eldin (pilkada Kota Medan), Thamrin Munthe (pilkada Kabupaten Asahan), dan Zaharuddin (pilkada Kota Tanjung Balai).
Disambut aplaus meriah dari peserta Musyawarah Wilayah PPP Sumut, seluruh calon peserta pilkada tersebut dipersilakan untuk berdiri.
“Ini bukti bahwa PPP di bawah kepemimpinan Romahurmuziy lah yang diinginkan untuk maju dalam pilkada,” katanya, Sabtu (25/4).
Menurut Fadly, minat untuk menggunakan PPP sebagai “perahu politik” dalam pilkada tersebut disebabkan berbagai pihak mengetahui bahwa kepengurusan di bawah kepemimpinan Romahurmuziy sah secara hukum.
Kondisi itu disebabkan kepengurusan hasil muktamar di Surabaya tersebut terbentuk berdasarkan proses politik dan aturan yang berlaku.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PPP yang tidak ikut terpancing dengan dualisme atau proses yang dilakukan terhadap kepengurusan di bawah kepemimpinan Romahurmuziy tersebut “Kami mengapresiasi kader-kader yang tidak ikut-ikutan dalam berbagai upaya yang dapat memecah belah PPP,” kata anggota DPR RI itu.
Sekretaris PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis yang menjadi Ketua Panitia Musyawarah Wilayah mengatakan, kegiatan itu diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Jakarta Butuh Informasi untuk Pilah Sampah

Jakarta, Aktual.co —Warga DKI meminta Pemprov DKI menyosialisasikan perbedaan jenis sampah di tempat sampah yang tersebar di DKI Jakarta. Yaitu antara sampah organik, anorganik serta bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Pemerintah harus melakukan sosialisasi agar masyarakat seperti saya dapat membuang sampah sesuai dengan jenisnya,” kata salah seorang warga, Nasro, di Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (25/4).

Diakuinya, sampai saat ini dia tidak tahu jenis-jenis sampah di tempat pembuangan. Oleh karena itu pemerintah bisa memberikan sosialisasi terkait hal ini melalui berbagai cara.

“Misalnya melalui televisi, spanduk-spanduk, maupun dimulai dari sekolah-sekolah,” ujar dia.

Zamzam, warga Jakarta lain yang ditemui di daerah Cililitan, jakarta Timur, juga meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi terkait cara membedakan jenis sampah.

“Banyak yang tidak tahu, termasuk saya. Pemerintah harus meningkatkan sosialisasi tentang hal ini, melalui media yang bisa diakses oleh masyarakat luas,” katanya.

Senada dengan Nasro dan Zamzam, Toha, seorang penduduk Jakarta lain yang ditemui di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, mengaku tidak mengetahui bagaimana cara membedakan sampah.

“Saya tidak tahu bedanya. Yang penting saya membuang sampah sesuai tempatnya,” tutur Toha.

Dari pantauan di tempat-tempat sampah yang ada di jalan-jalan Ibu Kota, seperti di daerah Juanda, sekitar Jalan M.H. Thamrin, kawasan Cawang, dan lain-lain, yang dipisahkan berdasarkan tiga jenis sampah, organik, anorganik dan bahan berbahaya dan beracun (B3), tidak terisi sampah yang seharusnya.

Tempat sampah organik, yang seharusnya tempat buangan bahan-bahan yang berasal dari manusia, hewan maupun tumbuhan, terisi plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain. Begitu pula yang terjadi dengan tempat sampah khusus bahan anorganik, yang seharusnya terisi bahan-bahan nonhayati dan tempat sampah untuk limbah B3.

Di tempat terpisah, pengamat lingkungan dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sahala Simatupang mengatakan pembedaan jenis sampah sebenarnya memiliki tujuan yang baik, yaitu agar pengelolaannya bisa lebih efektif, dalam kaitannya untuk memberikan manfaat masyarakat.

“Kalau sampah organik bisa dijadikan pupuk, sampah anorganik untuk didaur ulang dan B3 bisa dibuang karena membahayakan lingkungan serta manusia,” kata Sahala ketika ditemui Antara di kantornya.

Namun, menurut dia, pemisahan itu tidak efektif jika masyarakat tidak mengetahui cara membedakan jenisnya dan pemerintah sendiri masih mencampur sampah-sampah tersebut di tempat pembuangan sementara dan tempat pembuangan akhir.

“Jika memang mau efektif, sebaiknya seharusnya pemerintah meningkatkan sosialisasi ke masyarakat dan sampah itu dipisahkan hingga ke TPS/TPA, sampai ke pengolahannya. Kalau sampah organik bisa dijadikan pupuk, sampah anorganik untuk didaur ulang dan B3 bisa dibuang karena membahayakan lingkungan serta manusia,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Karnaval Asia Afrika 2015

Para peserta mengikuti Parade Asia Afrika di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4). Parade tersebut diikuti berbagai negara peserta dengan menampilkan budaya mereka sebagai rangkaian peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Berita Lain