1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36628

Masih Berkubang di Zona Merah, IHSG Dibuka Melemah 3,88 Poin di Level 5.406,76

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka di zona merah. Pada perdagangan Senin (20/4), IHSG dibuka turun tipis 3,88 poin (0,07%) di level 5.406,76. Indeks LQ45 juga dibuka turun 0,98 poin (0,11%) di 937,77.

Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam risetnya mengemukakan konfirmasi pekan lalu pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan positif tidak terjadi karena IHSG kembali di zona merah. Kembali melemahnya laju Rupiah seiring menguatnya kembali laju dolar AS, cenderung melemahnya laju bursa saham Asia, dan masih adanya nett sell asing tidak banyak memberikan sentimen positif bagi IHSG dapat menuju ke zona hijau.

“Laju bursa saham mengakhiri akhir pekan dengan pergerakan yang cukup variatif cenderung melemah. Melemahnya harga minyak mentah dan masih adanya berita-berita negatif terkait ekspektasi akan pelemahan kinerja para emiten membuat pelaku pasar saham Eropa masih melanjutkan aksi jualnya,” ujarnya.

Pada perdagangan Senin (20/4) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5.376-5.389 dan resisten 5.425-5.435. Menurutnya, kembali adanya aksi jual membuat IHSG belum dapat melanjutkan pergerakan positifnya sehingga masih berkubang di zona merah.

“Pergerakan variatif cenderung melemah masih dimungkinkan jika sentimen yang ada kurang cukup kuat membuat laju IHSG berbalik naik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KAA Sepakat Tindak Lanjuti NAASP

Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Kerja Sama Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Yuri Thamrin menyampaikan bahwa Indonesia mengajukan tindak lanjut pelaksanaan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP) dalam Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) KAA ke-60.
Yuri Thamrin menjelaskan di luar Balai Sidang JCC, Jakarta, Minggu (19/4) malam, bahwa pembahasan tiga dokumen hasil Konferensi Asia Afrika (KAA), yakni Bandung Messages, Penguatan NAASP dan Deklarasi Palestina, merupakan rangkaian antara visi dan implementasi.
“Jadi begini, di sini kita bicara soal visi untuk memperkuat Asia-Afrika karena potensinya besar, misalnya 70 persen populasi dunia, jadi ‘we believe in stronger and richer Africa (kita percaya akan Afrika yang lebih kuat dan lebih kaya,” kata dia.
Visi penguatan Afrika di bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya tersebut dituangkan dalam Bandung Messages, sementara program dan implementasinya dimuat dalam dokuen Penguatan NAASP.
“Ketika bicara program, saya melihat banyak sekali yang memberikan komitmen terhadap NAASP, selanjutnya tentu kita tidak berhenti pada program,” kata Yuri.
Oleh karena itu, Indonesia juga mengusulkan tindak lanjut untuk menjalankan cek dan evaluasi terhadap pelaksanaannya.
“Mekanisme pelaksanaan itu sudah disepakati,” kata Yuri.
Mekanisme tindak lanjut yang disepakati tersebut adalah adanya peringatan setiap sepuluh tahun sekali, rotasi setiap empat tahun sekali, pertemuan tingkat menteri di sela-sela Sidang Umum PBB setiap dua tahun sekali, dan pertemuan antara pemegang keketuaan bersama setiap satu tahun sekali.
“Pertemuan yang rutin penting untuk memberikan arahan strategis di level menteri,” kata Yuri.
SOM ditutup pada pukul 22.30 dengan kesepakatan semua delegasi atas ketiga rancangan dokumen hasil KAA.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Nilai Gerakan Mahasiswa Sinyal Untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR John Kenedy Azis menilai gerakan aksi mahasiswa merupakan sinyal untuk mengingatkan pemerintah mengentaskan permasalahan negara.
John Kenedy menilai sekarang ini kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin makin jelas terlihat. Maka itu pemerintahan Jokowi-JK dituntut untuk bisa mengentaskan permasalahan ini.
“Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) besar pemerintah untuk mensejahterakan dan mengatasi masalah kemiskinan,” ujar John di Jakarta, Senin (20/4).
John mengaku mendukung gerakan aksi mahasiswa. Namun, ia mengharapkan aksi mahasiswa yang mengkritik pemerintahan Jokowi-JK tidak berlangsung anarkis.
Karena bisa berpotensi merugikan masyarakat dan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 jika sampai menimbulkan kerusuhan.
“Saya mendukung aksi mahasiswa, tapi dengan catatan tidak boleh ada yang anarkis. Lihat untung ruginya juga,” katanya
Selain itu, John menghimbau mahasiswa untuk lebih tenang dalam menyuarakan kritik yang membangun.

Artikel ini ditulis oleh:

Effendy: Sebelum Hasil Survey Keluar, Saya Sudah Ingatkan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Hasil survei Poltracking Indonesia yang mengatakan tingkat kepuasan publik selama enam bulan jalannya pemerintahan Jokowi-JK masih tergolong rendah, bahkan di bawah 50 persen.
Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengatkan bahwa sejak awal sebelum adanya hasil survei, sudah sering diingatkan dengan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
“Sudah saya mengkritik secara terbuka dengan niatan positif sampai dengan sekarang ini. Saya melihat pemerintahan ini dibangun dengan ketidakjelasan visi misi,” kata Effendi saat dihubungi, di Jakarta, Senin (20/4).
“Tanpa survei pun sangat nyata dan masyarakat merasakan bagaimana ketidakmampuan membeli sembako, listrik, gas naik, barang dan jasa naik, dan indikatornya kriminalitas meningkat,” tambah dia.
Ia pun berpandangan bahwa dirinya tidak berfikir jika kebijakan yang salah itu dilakukan oleh para pembantunya. Sebab, bagaimana pun menteri dipilih oleh presiden, masa kita menyalahkan pembantunya, dan saya tidak membela pembantunya.
“Jokowi tidak menyadari dia membangun pola pemerintahan seperti ini, jadinya amburadul. Di negara KAA (Konfrensi Asia Afrika) yang paling terpuruk adalah kita, kita adalah pencetus bahwa KAA harus terbebas dari penjajahan, namun sekarang semua udah bebas dari penjajahan dan neolib, tapi kita masih terjajah dari negara kita sendiri,” tandasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan,  Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla harus berbenah untuk memperbaiki kinerjanya. Jika mengacu pada hasil survei Poltracking Indonesia, tingkat kepuasan publik selama enam bulan jalannya pemerintahan masih tergolong rendah. Bahkan di bawah 50 persen.
Survei bertajuk evaluasi publik terhadap kinerja enam bulan pemerintahan Jokowi-JK itu dilaksanakan pada 23-31 Maret 2015. Sebanyak 1.200 responden disurvei dengan menggunakan medote multistage random samplin. Margin error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengungkapkan, tingginya ketidakpuasan publik itu terkait dengan janji-janji pemerintahan Jokowi-JK dalam mengimplementasikan program Nawacita yang belum maksimal.
“Sebanyak 48,5 persen publik menyatakan tidak puas dan hanya 44 persen yang mengatakan puas,” katanya di Jakarta, Minggu (19/4).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PRD: Peran Negara KAA Masih Merosot

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik Agus Jabo Priyono menilai peran mayoritas negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 dalam konstelasi global semakin merosot.
Menurutnya, dengan bubarnya Uni Sovyet dan berakhirnya perang dingin, Bandung Spirit sebagai suatu gerakan yang kemudian mengkristal dalam Gerakan Non Blok (1961) semakin tersisih.
“Semangat KAA (Bandung Spirit) makin ditinggalkan. Banyak di antara pemimpin-pemimpin negara berkembang (Selatan) menjadi abdi yang setia bagi kapitalisme global dan gagal menjadi agen perubahan sebagaimana semangat KAA 1955,” ujar Agus Jabo kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/4).
Agus menuturkan negara-negara di Asia-Afrika yang mayoritas negara berkembang jatuh dalam perangkap imperialism/neo-kolonialisme, politik perang minyak, serta perdagangan bebas.
“Cengkeraman Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya makin hegemonik ditandai pula dengan cengkeraman kapitalisme global dengan berbagai instrumennya baik melalui lembaga keuangan maupun organisasi perdagangan dunia,” katanya
Sebagai pengecualian, perkembangan di Amerika Latin memberi angin segar dengan bangkitnya semangat berdaulat, menolak dikte negara-negara yang lebih maju.
Disaat yang sama, lanjutnya, rakyat di negeri-negeri maju (developed country) atau jantung kapitalisme global juga mulai tercerahkan, dan bersikap kritis kepada pemerintahnya.
“Makanya tak heran, peristiwa demonstrasi besar-besaran antiglobalisasi terjadi dalam berbagai forum ekonomi dunia, seperti pada pertemuan WTO di Seattle (November 1999), pertemuan G-8 di Montreal (November 2000), Genoa (Juli 2008), penyelenggaraan forum tandingan World Social Forum, dan lain sebagainya,” bebernya
Agus mengatakan dalam demonstrasi tersebut, mereka menyuarakan tuntutan tatanan dunia baru yang lebih baik.
“Slogan ‘Another World is Possible’, ‘Globalise Resistance’, ‘Global Justice’, ‘Fair Trade not Free Trade’ menyebar seperti wabah,” tambahnya

Artikel ini ditulis oleh:

Awali Pekan, Rupiah Dibuka Melemah 8 Poin ke Level Rp 12.858

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka di zona merah. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, Senin (20/4) pukul 08.10 WIB, mata uang Garuda dibuka melemah 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp12.858 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp12.850 per dolar AS.

Kepal Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam risetnya mengemukakan, laju Rupiah mengalami pelemahan di akhir pekan lalu seiring kembali naiknya laju dolar AS. Kembali melemahnya laju harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi penguatan laju dolar AS dan Rupiah pun terimbas pelemahannya.

“Meski kami berharap akan adanya kenaikan lanjutan, namun telah kami peringatkan untuk tetap mencermati potensi-potensi pelemahan kembali seiring belum cukup kuatnya konfirmasi penguatan pada Rupiah,” ujarnya.

Pada Senin (20/4) Reza memprediksikan Laju Rupiah berada di bawah target level support 12.845, yakni  Rp12.845-12.834 (kurs tengah BI). Menurutnya, kembali melemahnya harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi penguatan laju dolar AS dan Rupiah pun terimbas pelemahannya.

“Dengan berubahnya kembali arah angin dolar AS membuat Rupiah pun mengalami koreksi. Pelemahan lanjutan masih dimungkinkan jika sentimen yang ada masih membuat laju dolar AS menguat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain