2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36640

Gladi Bersih Pengawalan Tamu Negara

Beberapa kendaraan melakukan gladi bersih pengawalan tamu negara di jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (19/4/2015). Dalam geladi bersih para petugas keamanan melakukan buka tutup jalan yang akan dilalui oleh para tamu negara. AKTUAL/MUNZIR

Indonesia dan Fiji Bahas Kebijakan Bebas Visa

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi didampingi Menteri Luar Negeri Fiji Ratu Inoike Kubuabola menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (19/4/2015). Pertemuan tertutup ini membahas beberapa poin yang menjadi pembahasan, seperti misalnya soal bebas visa. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Polisi Syariah Razia Busana di Aceh Utara

Banda Aceh, Aktual.co — Satuan Polisi Syariah (atau Wilayatul Hisbah) merazia cara berpakaian masyarakat di kawasan Simpang Empat, Kota Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (19/4).

Dalam razia tersebut melibatkan Ulama yang tergabung dalam organisasi Tazkiratul Ummah Lhoksukon, Muspika Plus dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat.

Ketua Wilayatul Hisbah Wilayah Tengah Aceh Utara Tgk Mursalin mengatakan,  dalam  razia itu pihaknya menjaring enam pelanggar syariat Islam, empat diantaranya wanita yang mengenakan pakaian ketat dan dua orang laki-laki yang mengunakan celana pendek.

“Mereka yang terjaring Razia  atau melanggar Qanun (Perda) Nomor 11/ 2002, tentang Aqidah, Ibadah serta Syiar Islam, didata dan diberikan nasihat,  agar tak mengulangi lagi perbuatannya, “ kata Mursalin.

Ia menyebutkan, bahwa selama ini pihaknya melakukan bermacam upaya, di antara melakukan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah , untuk memanimalisir angka pelanggaran Syariat Islam di kawasan itu. Untuk penertiban busana Islami akan terus berlanjut di  sejumlah titik di Kabupaten Aceh Utara.

“Kami harapkan dengan adanya sosialisasi tersebut, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat baik pria dan wanita agar mengenakan busana yang Islami dan menutup auratnya,” pungkas Mursalin.

Artikel ini ditulis oleh:

Menlu Indonesia Bertemu Menlu Afrika Selatan

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) menerima Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Maite Nkoana Mashabane (kiri), saat akan melakukan pertemuan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (19/4/2015). Retno menjelaskan pertemuan hari ini masih dalam taraf penjajakan. Mengenai kerjasama kongkritnya, Retno mengatakan hal itu akan dilakukan pada pertemuan di bulan Agustus 2015 mendatang. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Sesuai Target, Pemerintah Jokowi-JK Harus Tingkatkan Kualitas Kerja

Jakarta, Aktual.co — Direktur ‘Poltracking Indonesia’, Hanta Yuda mengatakan, bahwa Pemerintahan Jokowi-JK diharapkan segera meningkatkan kualitas kinerja dengan menggenjot berbagai program serta agenda pemerintah agar sesuai dengan yang ditargetkan.

Pasalnya, evaluasi publik menyatakan kurang puas, terhadap enam bulan kepemimpinan Jokowi-JK.

“Program ‘Nawacita’ dan agenda  revokusi mental harus benar-benar direalisasikan sesuai janji kampanye,” ujar Hanta Yuda, di Jakarta, Minggu (19/4).

Hanta menyarankan kepada Pemerintah, sebaiknya membangun komunikasi politik dengan baik.

“Bisa jadi rendahnya kepuasan publik karena tidak adanya komunikasi yang sinergis, sehingga tidak terjalin komunikasi yang menghasilkan komunikasi publik yang efektif,” katanya lagi

Sementara itu, tambah ia, bila memang diperlukan, Presiden Jokowi dapat melakukan perombakana Kabinet.

“Sebagai langkah ekstrem perombakan (reshuffle, red) perlu dilakukan untuk memperbaiki performa Kabinet Kerja,” tuturnya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

James Cook adalah Penemu Pertama Benua Australia? Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta, Aktual.co — Meski sebelumnya, telah banyak orang mengklaim, bahwa James Cook sebagai penemu benua Australia. Namun saat ini, teori tersebut terbantahkan.

Usut punya usut, sebelum dirinya memutuskan pergi ke ‘Negeri Kangguru’ tersebut pelayaran yang dilakukan oleh pria berkewarganegaraan Inggris ini, diawali dari Inggris Raya pada tanggal 16 Agustus 1768 silam, dengan tujuan pertama pelayaran adalah Tahiti. Dimana ia akan melakukan tugasnya pertama yaitu mengamati “Transit Of Venus” pada bulan April 1769.

Setelah tugas pertamanya selesai Cook mulai bergerak untuk menemukan daratan disana, karena cuaca yang buruk sehingga Cook memutuskan untuk menyelidiki New Zealand yang sudah ditemukan Tasman pada bulan Oktober 1769, Cook berhasil mencapai New Zealand.  

Ia mendarat di pantai North Island kemudian melanjutkan pelayarannya ke arah Utara dan berhenti di sebuah Teluk.

Penemuan Cook sangat berarti, laporan demi laporan mereka tentang daerah New South Wales menimbulkan kesan yang sangat berbeda dengan kesan pemimpin VOC setelah menerima laporan ekspedisi Tasman.

Dengan begitu, laporan Cook beserta rombongan yang akhirnnya mendorong pemerintah Inggris untuk melakukan kolonisasi di Australia. Setelah James Cook berhasil menemukan benua Australia maka ia mendapatkan julukan ‘Columbus Australia’.

Sementara itu, lima koin kuno terbuat dari tembaga yang pernah ditemukan di Australia bagian utara ini bisa jadi akan memicu penulisan ulang sejarah Australia. Ini lantaran koin itu diperkirakan sudah ada sejak awal tahun 900-an dan diyakini berasal dari Afrika.

Laman DailyMail melaporkan sejarah tertulis mengenai Australia hanya bisa ditemukan pada 1606 silam, ketika penjelajah dari Belanda mendarat di wilayah itu. Namun, para peneliti dari Universitas Indiana, Amerika Serikat, ingin mengetahui bagaimana koin tembaga ribuan tahun itu bisa berakhir di sisi lain Samudera Hindia enam abad sebelum kedatangan para penjelajah itu.

Pemimpin penelitian, yang merupakan ilmuwan asal Australia, Ian McIntosh mengatakan koin itu pertama kali ditemukan oleh seorang tentara bernama Maurie Isenberg pada 1944.

Isenberg ditugaskan di Kepulauan Wessel, sebuah pulau tidak berpenghuni di sebelah Utara pantai Australia, saat Perang Dunia II. Dia menemukan koin-koin itu terkubur di bawah pasir.

Pada 1979, Isenberg mengirimkan koin-koin itu ke sebuah museum Australia dan sekarang McIntosh ingin melakukan penyelidikan bagaimana koin itu bisa sampai di Negeri Kangguru itu.

Isenberg juga menandai lokasi penemuan koin pada peta dengan menggunakan tanda ‘X’ ini diperkirakan berasal dari bekas Kesultanan Kilwa, di Afrika..

Di waktu yang sama, Isenberg juga menemukan empat koin yang diperkirakan berasal dari zaman Kongsi Perdagangan Hindia-Timur (VOC), pada 1690. Penemuan ini turut mendukung klaim bahwa penjelajah Belanda sebetulnya telah menemukan Australia sebelum penjelajah asal Inggris, Kapten James Cook, pada 1770.

Jika teori itu terbukti benar, ini berarti sudah ada peradaban lain yang menemukan dan melakukan hubungan dengan Australia enam abad sebelum bangsa Eropa mendarat di benua terletak di selatan Asia itu. Dengan begitu sejarah Australia berarti harus ditulis ulang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain