2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36643

Gubernur Aceh akan Evaluasi Seluruh Izin Tambang

Banda Aceh, Aktual.co — Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyatakan, akan mengevaluasi seluruh izin tambang di wilayah Aceh. Selain itu, pihaknya juga memastikan akan menghentikan pemberian izin baru untuk perusahaan di Aceh. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam (SDA) di kota ‘Serambi Mekah’ tersebut harus dijaga dengan baik.
 
“Sejauh ini, belum ada sumber daya manusia (SDM) asal Aceh yang bisa mengolah sumber daya alam itu. Sebaiknya, sumber daya alam Aceh itu dikelola oleh putra Aceh sendiri,” ujarnya di Lhokseumawe, Minggu (19/4).

Dia mencontohkan, di negara Swedia yang telah dikenal memiliki bijih besi terbaik. Pemerintah negara Skandinavia itu memoratorium seluruh izin tambang hingga sumber daya manusia mereka memadai untuk mengelola bijih besi itu.

“Sekarang mereka dikenal memproduksi bijih besi terbaik di dunia. Aceh juga kita inginkan begitu. Makanya, kita evaluasi izin tambang, izin baru kita stop dulu,” sambungnya.

Selain itu, dia meminta agar sumber daya alam di Aceh dirawat dengan baik. Sumber daya alam itu harus mendatangkan dampak positif untuk kemajuan rakyat Aceh.

“Saya ingin sumber daya alam kita, bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Aceh. Semua tujuan itu untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas dr Zaini.

Artikel ini ditulis oleh:

4 Tumbuhan Alami Ini Hilangkan Bau Tak Sedap pada Vagina Wanita

Jakarta, Aktual.co — Bagi sebagian wanita, bau tidak sedap pada bagian vagina seringkali muncul setelah dibersihkan. Biasanya hal yang mengganggu itu, karena disebabkan oleh beberapa hal antara lain, kombinasi sekresi vagina, ‘apocrine’, keringat ‘accrine’, dan faktor eksternal seperti urine atau feses.

Para ahli kesehatan mengatakan, selain disebabkan beberapa hal di atas, bau menyengat pada vagina juga bisa disebabkan karena adanya infeksi atau penyakit kelamin seperti keputihan yang berlebihan.

Namun bila hal ini terjadi pada Anda, khususnya perempuan, kami sarankan Anda untuk tidak panik. Untuk mengatasinya Anda bisa memakai bahan alami sebagai berikut.

1. Daun Kemangi
Daun kemangi mengandung euganol yang mampu membunuh kuman dan jamur penyebab bau tak sedap di vagina. Kandungan minyak atsiri dalam kemangi juga mampu mengharumkan vagina.  Tapi, sebaiknya daun kemangi tidak digunakan seperti sabun yang langsung dibilas di vagina, karena dapat membuat vagina tersebut kering.

Dalam mendapatkan hasil yang optimal, daun kemangi bisa Anda makan langsung atau diolah menjadi minuman. Sebagai pengobatan air hasil tumbukkan daun kemangi bisa dikonsumsi setiap hari.

Setelah terlihat hasil positif, Anda bisa mengonsumsi air sari kemangi setiap dua minggu sekali. Namun, kemangi tidak disarankan bagi penderita asam urat karena dapat memperburuk penyakitnya.

2. Daun Sirih
Daun sirih juga mengandung euganol dan antiseptik yang bermanfaat untuk membasmi kuman penyebab bau menyengat di vagina. Pengolahan daun sirih menjadi obat penghilang bau di vagina sangatlah mudah.

Cara melakukannya, Anda hanya diminta merebus 5-10 lembar daun dalam 350 cc air lalu biarkan hingga menjadi setengahnya. Kemudian, bilaslah vagina dengan air rebusan daun sirih yang sudah dingin setipa pagi dan sebelum tidur. Lakukan 3 kali seminggu untuk mendapatkan vagina wangi dan kesat.

3. Daun Pandan
Daun pandan juga mengandung euganol dan minyak atsiri yang dapat membuat vagina menjadi lebih wangi. Daun pandan sebaiknya diolah menjadi minuman untuk menghilangkan bau tidak sedap di vagina.

Caranya yakni, ambil 10 lembar daun pandan yang sudah dicuci bersih lalu ditumbuk hingga halus. Saring daun yang sudah halus untuk diambil sarinya. Campurkan sedikit garam dan satu sendok teh madu agar lebih nikmat.

Minumlah air sari daun pandan setiap hari sebelum tidur selama dua minggu. Setelah diperoleh hasil yang sesuai, cukup dikonsumsi 2-3 kali dalam sepekan.

4. Lidah Buaya
Penggunaan lidah buaya untuk mengharumkan vagina tidak boleh langsung dibilas ke organ intim karena dapat mengeringkan vagina. Sebaiknya lidah buaya diolah menjadi minuman.

Penerapannya yaitu, tumbuk lidah buaya yang sudah dicuci bersih hingga halus. Tambahkan sedikit madu agar lebih nikmat diminum. Minumlah setiap hari selama dua minggu sebelum tidur malam. Jika telah mendapatkan hasil yang diinginkan dapat diminum 2-3 kali dalam seminggu. Selamat mencoba!.

Artikel ini ditulis oleh:

Capai Rp181,3 Miliar, Anggaran KAA Dinilai Tidak Rasional?

Jakarta, Aktual.co — Direktur Centre For Budget Analysis‎, Uchok Sky Khadafi meminta kepada Pemerintah agar transparan terkait anggaran dalam perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung pada 19-24 April mendatang.

Kata Uchok, acara ini disebut-sebut menelan dana yang cukup besar. Informasi anggaran yang saat ini mencuat sebesar Rp171,3 miliar dari Pemerintah Pusat. Kemudian, Rp10 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Maka total yang diketahui oleh publik baru sebesar Rp181,3 miliar. Artinya, Presiden Jokowi belum menerapkan transparansi anggaran untuk penyelenggaraan KAA ini. Masih banyak, alokasi yang disembunyikan dari mata publik,” kata Uchok dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (19/4).

Ia menilai, anggaran tersebut terlalu besar untuk sekedar hanya acara seremonial. Ini menandakan bahwa Pemerintah Jokowi itu paling gampang atau bermurah hati memberikan anggaran untuk acara seremonial tersebut.

“Alokasi anggaran acara KAA Bandung, bukan hanya mahal. Tapi, dasar perhitungan juga tidak rasional, masa  untuk sebuah acara seremonial, bisa menghabiskan sebesar Rp181,3 miliar,” ucapnya.

Uchok kembali membeberkan, dari alokasi tersebut rinciannya sebanyak Rp101,3 miliar pengelolaan dari sekretariat negara. Lalu, Rp70 miliar dari  pengelolaan Kementerian Luar Negeri, dan Rp10 miliar dari Pemkot Bandung. Minimnya dana yang dikelola oleh Pemkot Bandung menunjukan sikap tak menghargai dari Pemerintah Pusat.

“Padahal, Ridwan Kamil yang punya wilayah. Sudah dapat sedikit, pencairan tertunda tunda lagi. Memang dari dulu itu, Pemerintah Pusat itu tidak pernah menghargai Pemerintah Daerah,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nasihat Rohani Minggu: ‘Etos Kerja’ Muslim, Tepat Waktu & Disiplin!

Jakarta, Aktual.co — Islam banyak mengatur berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Baik dalam kehidupan spiritual maupun kehidupan ‘material’ termasuk di dalamnya mengatur masalah ‘Etos Kerja’.

Seperti yang disebutkan di dalam ayat Al Quran menganjurkan umatnya untuk bekerja keras, dan mencari nafkah itu hukumnya wajib, diantaranya dalam Quran surat Al Insirah ayat 7-8, yang artinya, “Apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), maka kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Sementara  itu, dijelaskan dalam Hadis Rasulullah SAW, yang berbunyi, “Berusahalah untuk urusan duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya.”

Al Quran dan Hadis tersebut menganjurkan kepada manusia, khususnya umat Islam agar memacu diri untuk bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin, dalam arti seorang muslim harus memiliki etos kerja tinggi sehingga dapat meraih sukses dan berhasil dalam menempuh kehidupan dunianya di samping kehidupan akherat-nya.

Mirisnya, fakta kehidupan menunjukkan masih banyak umat Islam di Indonesia yang masih terlihat bersikap malas, tidak disiplin, tidak mau kerja keras, dan bekerja seenaknya maupun tidak tepat waktu di saat menyelesaikan tugasnya.

Hal ini didukung kenyataan berupa kebiasaan yang disebut dengan, ‘molor’ atau tidak tepat waktu. Ini berarti bahwa sebagai Umat Muslim, terutama di Indonesia masih memiliki etos kerja rendah.

Namun demikian, jika kita mengimani hal yang bersifat baik. Di saat kita untuk menjalankan tugas. Maka kita tidak perlu lagi memakai cara-cara kotor dan dilarang oleh Allah SWT dalam mendapatkan uang atau rezeki.

Dengan demikian, kita juga tetap harus diminta bersabar dengan jalan yang ‘halal’, walaupun kadang-kadang jalan yang halal itu agak susah, akan tetapi dalam hubungannya dengan memperoleh rezeki yang sulit itu, tidak membuat ‘Etos Kerja’ yang kita miliki terkesan  ‘kendor’.

Artikel ini ditulis oleh:

Seperti Ini Cara Pemerintah Tingkatkan Kualitas Garam Nasional

Jakarta, Aktual.co — Guna meningkatkan kualitas garam nasional, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyampaikan, bahwa pihaknya telah mencanangkan program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan penggaraman. Pada program intensifikasi akan dilakukan optimalisasi lahan penggaraman yang ada (eksisting) melalui beberapa langkah.

“Pertama penataan lahan, waduk penampungan, lahan penguapan dan meja penggaraman,” kata Saleh, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (19/4).

Kedua, kata ia, yaitu, dengan perbaikan saluran primer termasuk pintu air laut masuk, saluran sekunder ke kolam penguapan dan saluran tersier ke meja garam.

“Ketiga, pengadaan alat pencucian dan iyodisasi. Kegiatan intensifikasi ini telah dilakukan di sentra-sentra produksi garam eksisting dan dilakukan secara bertahap,” imbuhnya.

Sementara itu, Saleh menjelaskan, bahwa program ekstensifikasi merupakan program pemanfaatan lahan-lahan potensi dan belum dikelola secara optimal. Salah satunya di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki lahan sangat luas dan musim kemarau yang sangat panjang sekitar tujuh hingga delapan bulan.

“Program intensifikasi ini sebagian besar akan dilakukan di provinsi Nusa Tenggara Timur,” tukas Saleh.
Diberitakan sebelumnya, Saleh meminta produsen garam nasional agar meningkatkan kualitas garam produksinya supaya dapat memenuhi kebutuhan garam di sektor industri dalam negeri.

“Garam merupakan salah satu komoditi yang strategis bagi industri karena banyak dibutuhkan di sektor kimia, aneka pangan dan minuman, serta farmasi dan kosmetika. Selain itu, lanjutnya, garam juga menjadi kebutuhan pokok bagi manusia untuk dikonsumsi,” kata Saleh.

Ia memperkirakan, sepanjang tahun ini kebutuhan garam nasional diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, dimana sektor industri yang paling mendominasi penggunaaannya.

“Namun saat ini masih harus diimpor karena kualitas garam kita belum dapat memenuhi standar industri, sedangkan garam lokal hingga saat ini hanya baru memenuhi untuk kebutuhan konsumsi (masyarakat),” ungkap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Isu Basis Rekrutmen Anggota ISIS, Ganggu Kunjungan Wisman ke Sulsel

Makasar, Aktual.co — Isu terkait dengan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai salah satu provinsi berbasis rekrutmen anggota ISIS ternyata, berdampak secara ekonomi khususnya menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan, bahwa jumlah kunjungan wisatawan domestic atau pun mancanegara ke Sulsel pada Triwulan pertama 2015 menurun dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penyebabnya,  untuk turis ASEAN terpengaruh dengan isu keamanan terkait dengan ISIS. Dimana Sulsel disebut sebaga provinsi yang salah satu provinsi  basis rekruitmen ISIS,” kata Jufri Rahman, Minggu (19/4).

Selain isu ISIS, menurut Jufri Rahman, turunnya jumlah turis ke Sulsel juga disebabkan lantaran negara-negara di benua Eropa sedang mengalami perlambatan ekonomi

“Sementara turis dari Australia turun karena ‘travel warning’ yang diberlakukan pemerintah Australia sekaitan dengan hukuman mati ‘Duo Bali Nine’,” tutur Jufri Rahman.

Sektor pariwisata, lanjut Jufri, memang sangar sensitif terhadap masalah keamanan di daerah tujuan wisata. Disamping itu, sering terjadinya aksi brutal geng motor di kota Makassar juga sangat mempengaruhi minat wisatawan untuk datang.

Semakin minimnya acara MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), kata ia, juga turut andil mempengaruhi kunjungan wisatawan.

“Biasanya kan peserta MICE setelah kegiatan selesai akan berwisata sambil belanja oleh-oleh khas daerah,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Disbudpar Sulsel, event MICE sendiri turut menyumbangkan 40 persen porsi turis domestik.

Data kunjungan wisatawan di Tanah Air sepanjang Triwulan pertama 2015 hanya 768.960 orang. Sedangkan pada triwulan pertama 2014 mencapai 1.244.453 orang.

“Turis mancanegara juga turun dari 47.627 orang menjadi 37.462 orang,” jelas Jufri Rahman.

Namun demikian, Kadisbudpar tetap optimis jumlah turis yang berkunjung ke Sulsel sepanjang 2015 bisa melampui target.

“Kita target tahun ini turis Nusantara 6 juta orang dan turis mancanegara 175 ribu orang,” harapnya menutup pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain