10 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36827

Pengamat: Gerakan “Mei Menggugat” Ditakutkan Mengarah Kekacauan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Geopolitik Hendrajit menilai gerakan aksi menuju ‘Mei Menggugat’ akan dimanfaatkan sebagian kalangan yang mengarah ke kekacauan.
Menurutnya, gerakan tersebut bisa dijadikan alat teror yang diakomodir kelompok tertentu.
“Saya tidak terlalu yakin ketika hari H itu sesuai bayangan, apalagi banyak kalangan khawatir terhadap gerakan massa itu cendrung ke arah kekacauan,” ujar Hendrajit di Jakarta, Selasa (14/4).
“Saya menduga itu hanya alat berginning dari elit yang sebetulnya memanfaatkan gerakan ini. Dimana gerakan ini bertumpu pada elemen kejut tertentu,” tambahnya
Namun, meski demikian, Hendrajit menghimbau mahasiswa untuk berhati-hati akan pengkordinasian kelompok-kelompok tersebut. Dan melakukan aksi untuk meluruskan kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi-JK.
“Sebaiknya tetap meluruskan kebijakan Jokowi- Jk dalam kontek mengembalikan dia pada janji-janjinya. Itu yang harus jadi acuan jika tidak saya kira gerakan ini hanya letupan-letupan. Mahasiswa harus bisa memperjelas kebijakan strategi ekonomi Jokowi-JK,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Kuliner ‘Halal’ di Italia: Disembelih Berdasarkan Hukum Islam

Jakarta, Aktual.co — Siapa yang tak kenal kuliner Italia? Dengan kelezatannya yang patut Anda nikmati, pun membuat kuliner asal negara pebalap MotoGP Valentino Rossi telah dikenal ke seluruh penjuru dunia. Bahkan, bisnis makanan ‘halal’ mulai merambah di Italia.

Salah satunya, di kota Roma, dimana Supermarket yang menjual daging ‘halal’ pertama pada hari Sabtu, yang disembelih sesuai dengan prinsip-prinsip Islam serta produk halal lainnya yang tersedia di Supermaket tersebut.

Sementara itu, di Supermarket dan Restoran Ipercoop di bagian Selatan wilayah Casilina Roma di mana hidangan tradisional Arab juga tersaji disini.

Menariknya, bila Wisatawan Muslim menyambangi Italia, beberapa dari Firenze steak yang disajikan di rumah-rumah dan Restoran Italia pun mengikuti pedoman Islam.

“Setidaknya ada tujuh restoran steak Florentine membeli dari kami,” kata Mustafa Abu, pemotong (jagal) daging sapi di Minimarket halal milik keluarganya di wilayah Basilika San Lorenzo, Florence.

“Mereka merasa bahwa daging halal yang dijual disini pada dasarnya lebih beraroma. Beberapa orang percaya daging yang kami jual disini itu lebih baik bagi kesehatan,” sambungnya.

Menurut Mustafa Abu semua daging di Mini Marketnya berasal dari tiga rumah pemotongan hewan di Italia, yang menghadirkan pemotong hewan profesional Muslim dari Maroko dan Mesir yang bekerja di gedung yang sama seperti tukang daging Italia.

Belum lagi, sektor rumah pemotongan hewan Muslim dan Pasar Mini Italia telah disertifikasi oleh Komunitas Islam Florence dan Milan, yang memeriksa bahwa hewan-hewan tersebut disembelih berdasarkan hukum Islam.

Dan, juga bahwa tidak ada produk babi yang telah terkontiminasi di daerah-daerah di mana hewan-hewan itu disembelih, dikemas, atau pun pada pisau yang dipakai di atasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perbankan Syariah Punya Daya Tahan Kuat Hadapi Krisis

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan menilai perbankan syariah dinilai memiliki daya tahan yang kuat dibandingkan dengan perbankan konvensional. Hal ini berdasarkan beberapa studi pada tahun 2008-2009 yang mengatakan bahwa perbankan syariah memiliki daya tahan yang kuat saat menghadapi krisis global

“Bank konvensional banyak bermain di instrumen spekulatif, sedangkan islamic bank tidak ada di area itu, cenderung konservatif dan mengutamakan kehati-hatian,” ujar Bambang saat mengisi seminar keuangan syariah di kantoe Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (14/4).

Lebih lanjut dikatakan Bambang, daya tahan perbankan syariah yang baik bukan berarti menjadi yang terbaik. Menurutnya, masih ada beberapa hal di perbankan syariah yang perlu diperbaiki.

“Mungkin bank syariah tidak berisiko, kecuali ada risk management. Pastikan manajemen terjaga, jangan sampai ada kalau daya tahan baik, tapi salah urus, ada bank syariah collaps langsung orang lihat kalau bank syariah ngga menjamin,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Evaluasi Pemerintah, PDIP: Presiden Akan Perbaiki Komunikasi

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin mengatakan bahwa dalam evaluasi yang dilakukan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi-JK di Kongres ke IV PDIP, setidaknya menghasilkan dua kesepakatan.
Pertama, yakni DPD PDIP se-Indonesia akan mengawal pemerintahan Jokowi hingga berakhirnya masa jabatan sebagai presiden.
“Kita 34 Ketua DPD sepakat bicara dengan pak Jokowi, kita akan tetap mengawal pemerintahan Jokowi lima tahun, kalau perlu 10 tahun,” kata Hasanuddin, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (14/4).
Selain itu, sambung anggota Komisi I DPR RI ini, dalam pembicaraan yang dilakukan oleh 34 pimpinan DPD se-Indonesia, Presiden Jokowi akan memperbaiki komunikasi dengan para partai pengusung, khususnya kader partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut.
Bahkan, presiden mengusulkan agar setiap ketua DPD melaporkan ikhwal kondisi kekinian daerahnya masing-masing per tiga bulan kepadanya.
“ita akan memperbaiki komunikasi, kemarin 34 ketua DPD se-Indonesia menyampaikan situasi di daerahnya, dan itu secara rutin pak Jokowi yang menawarkan tiap tiga bulan sekali ketua DPD akan ketemu dengan presiden. Sebagai kader PDIP dan kemudian kita dari daerah akan melaporkn situasi dan kondisi yang berkembang di daerah dan keluhan serta kebutuhan demi masyarakat di daerah masing-masing,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

BNN: Penjual Brownies Isi Ganja Merupakan Sindikat Baru

Jakarta, Aktual.co — Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan beredarnya kue brownies yang berisi narkotika jenis ganja yang diedarkan oleh para pelaku merupakan jaringan baru. 
“Mereka jaringan baru,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/4).
Dikatakan Slamet kalau sindikat pembuat kue brownies berisi ganja ini dalam menjalankan peredarannya sejak enam lalu. Dan yang menjadi pangsa pasar adalah para mahasiswa.
“Kami masih lacak pelakunya,”tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kasus Suap Politikus PDIP, KPK Geledah Kantor PT MMS

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melakukan penggeledahan terkait kasus yang menjerat Politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adriansyah yang tertangkap tangan di Sanur, Bali pada Kamis (9/4) lalu. 
Penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor PT Mitra Maju Sukses (MMS) yang beralamat di Menara Batavia, Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (13/4). 
Kantor yang digeledah itu merupakan milik Direktur PT MMS, Andrew Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Adriansyah.
“Terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi hasil OTT (operasi tangkap tangan) yang melibatkan tersangka A (Adriansyah) dan AH (Andrew Hidayat), penyidik menggeledah kantor PT MMS, di Menara Batavia lantai 41,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha kepada wartawan, Senin (13/4) malam.
KPK, sambung dia, telah mengerahkan 10 penyidik untuk melakukan penggeledahan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIB sore. Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan izin tambang Batubara di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
“Mencari dokumen yang berkaitan dengan penyidikan perkara ini (suap perizinan tambang Batubara),” kata dia.
Tak hanya mengusut dugaan suap terkait pengurusan izin usaha PT MMS di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, KPK saat ini juga tengah mengusut dugaan korupsi pada usaha-usaha lainnya terkait pertambangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut yang sempat dipimpin Adriansyah selama dua periode. Diduga, tindak pidana penyuapan yang menjerat Adriansyah tidak hanya dilakukan PT MMS, tetapi juga pengusaha lainnya.
“Akan didalami,” kata Priharsa.
Namun, Priharsa masih enggan membeberkan yang dimaksud usaha-usaha lain terkait pertambangan tersebut. Termasuk adanya dugaan keterlibatan pihak swasta atau pemilik perusahaan tambang lainnya dalam kasus ini. Priharsa menegaskan, KPK tak segan menjerat pihak yang terlibat dalam praktik korupsi di sektor pertambangan jika dalam pengembangan yang dilakukan pihaknya ditemukan dua alat bukti yang kuat.
“Ia (dapat dijerat sebagai tersangka) jika ditemukan dua alat bukti dari hasil pengembangan.”
KPK menangkap tangan anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah saat menerima suap dari Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat melalui anggota Polsek Metro Menteng Briptu Agung Krisdiyanto, di sebuah hotel di kawasan Sanur, Bali, pada Kamis (9/4). Adriansyah yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
Sementara Andrew Hidayat yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain