12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36830

Pelajari Putusan Century, KPK Buka Peluang Telusuri Keterlibatan Boediono

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, menegaskan, bahwa pihaknya masih membuka peluang untuk menelusuri keterlibatan Boediono Cs di dalam kasus Bank Century.
Dia mengatakan, untuk bisa menelusuri keterlibatan jajaran petinggi Bank Indonesia (BI), pihaknya masih harus menganalisa putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap terdakwa kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century, Budi Mulya.
“Setelah selesai mempelajari putusan itu (MA atas Budi Mulya) baru disimpulkan (kelanjutan kasus Bank Century,” jelas Johan saat berbincang dengan Aktual.co, Selasa (14/4).
Lebih jauh disampaikan Johan, saat ini lembaga antirasuah masih mempelajari putusan MA terkait dikabulkannya kasasi yang diajukan. “Kami masih memperlajari putusan Kasasi Budi Mulya,” pungkasnya.
MA memutuskan untuk mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan KPK terhadap terdakwa kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century, Budi Mulya.
Selain mengabulkan permohonan kasasi, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Artidjo Alkostar, juga memperberat hukuman pidana mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, menjadi 15 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsidair 8 bulan kurungan. Putusan tersebut diambil Majelis Hakim dengan suara bulat tidak ada dissenting opinion.
“Mengadili, mengabulkan kasasi Penuntut Umum serta membatalkan putusan Pengadilan Negeri/Pengadilan Tinggi mengadili sendiri,” demikian petikan amar putusan kasasi yang diterima, ‎Kamis (9/4).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

ISIS Kembali Klaim Kuasai Ladang Kilang Minyak Terbesar di Irak

Semarang, Aktual.co — ISIS mengklaim telah menguasai ladang kilang minyak terbesar di wilayah Irak, pada Minggu lalu, dari foto atau gambar yang di-posting secara online.

Dari foto-foto yang diunggah situs tersebut, menunjukan penyerbuan fasilitas umum, perang yang sengit dan gumpalan asap hitam yang membumbung naik ke atas.

Kelompok tersebut mengatakan telah melancarkan serangan pada kilang minyak di kawasan Baiji, pada Sabtu.

Dua hari sebelumnya, ISIS mengatakan, bahwa pejuangnya berada di dalam kilang dan berhasil mengendalikan beberapa bangunan penting.

Namun demikian di tempat berbeda, para pejabat keamanan pemerintah Irak membantah keras, bahwa klaim ISIS itu tidak benar. Dan, pasukan Irak masih mengontrol ladang minyak tersebut.

CNN tidak bisa langsung mengkonfirmasi lebih lanjut atas klaim ISIS tersebut. Dilansir dari laman CNN, bahwa klaim ISIS, bahwa beberapa kali militannya berhasil menguasai kilang minyak terbesar.

Untuk diketahui, sumber kilang minyak di Irak merupakan sumber daya strategis yang menjadi target kelompok teroris ISIS.

Bila serangan ISIS merusak ladang minyak atau sejumlah mesin disana, maka bisa memiliki dampak yang signifikan. Kilang tersebut berjarak hanya 40 kilometer (25 mil) dari kota Irak utara, Tikrit.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa UI Tewas, Polisi Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

Jakarta, Aktual.co — Tim dokter Rumah Sakit Polri Kramatjati menemukan tanda bekas pukulan benda tumpul pada tubuh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Aksyena Ahad Dori (18) yang ditemukan meninggal dunia di Danau Kenanga.
“Bisa macam-macam pukulannya akibat pukulan stik (tongkat) atau tangan,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak di Jakarta Selasa (14/4).
Musyafak mengatakan terdapat beberapa luka memar pada sejumlah tubuh korban tersebut berdasarkan hasil otopsi.
Namun, Musyafak menyatakan luka memar pada tubuh korban juga dapat disebabkan akibat benturan lain.
Ia enggan menyimpulkan penyebab kematian Aksyena karena dibunuh atau bunuh diri, disebabkan ditemukan luka memar itu.
Musyafak menduga Aksyena belum meninggal dunia saat tenggelam, karena terdapat pasir dan air pada tubuh mahasiswa jurusan Biologi tersebut.
“Artinya korban masih bernafas saat tenggelam ke dalam air,” ungkap Musyafak.
Namun, hasil forensik tidak dapat memastikan korban tenggelam dalam kondisi sadar atau tidak sadarkan diri.
Sebelumnya, mahasiswa jurusan Biologi UI Aksyena Ahada Dori ditemukan tewas di Danau Kencana pada 26 Maret 2015.
Warga menemukan korban meninggal dunia dengan kondisi menggendong tas berisi batu bata yang diduga sebagai pemberat agar korban tenggelam.
Penyidik menemukan surat wasiat di kamar kos berisi permintaan agar keluarga maupun pihak lainnya tidak mencari keberadaan korban.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Obral Senyum Waryono Karno Usai Diperiksa KPK

Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno meninggalkan gedung KPK usai diperiksa di Jakarta, Selasa (17/3). Waryono diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi sosialisasi sepeda sehat dan perawatan gedung kantor SESDM. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pertimbangan KAA, DPR Percepat Proses Paripurna Calon Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa ada permintaan Paripurna DPR dengan agenda penetapan calon kapolri agar dipercepat. 
Hal ini lantaran digelarnya Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015.
“Kami dapat SMS bahwa karena ini ada KAA, komisi III minta paripurna lebih cepat. Kemarin tidak ada masalah yang penting komisi III menjalani proses maka paripurna kita gunakan untuk menyetujui dan tidak menyetujui ada opsi,” ucap Fahri, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (14/4).
Untuk diketahui, Komisi III sendiri menjadwalkan proses rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon Kapolri terhadap Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti selama tiga hari berturut-turut, mulai dari kunjungan ke kediaman Badrodin pada 15 April, pendalaman fit n proper test di komisi pada 16 April dan pleno keputusan 17 April.
“Nah, bila paripurna dipercepat sebelum tanggal 20 April, kemungkinan dilakukan Jumat (17/4), setelah pleno komisi III. Setelah itu kemudian presiden segera melantik atau tidak melantik. Saya setuju karena ini konsennya keamanan nasional dan pengamanan tamu-tamu, dipercepat saja,” pungkas dia.
Paripurna penetapan kapolri sedianya akan dilakukan pada Kamis (24/4).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Bareskrim Batalkan Gelar Perkara BG

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri membatalkan pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka Komjen Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang semula rencananya akan dilangsungkan hari ini, Selasa (14/4).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan ulang pelaksanaan gelar perkara tersebut. Ekspose kasus Kalemdikpol Polri itu akan melibatkan sejumlah ahli, Kejaksaan, KPK dan PPATK.
“‎Memang acara gelar perkara hari ini dibatalkan, secepatnya akan ditindaklanjuti kapan diagendakan ulang,” kata Agus Rianto di Mabes Polri.
Dijelaskan Agus, alasan dibatalkannya gelar perkara sore ini ialah lantaran ada beberapa pihak yang tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain.
Termasuk, adanya kegiatan pengungkapan kasus oleh Kabareskrim Komjen Budi Waseso, kasus narkoba jaringan Freddy budiman di Jakarta Barat, siang ini pukul 14.00 WIB.
“Alasannya kemarin baru kami programkan, kirim undangan ada beberapa pihak bilang belum mendapat undangan, dan ada juga yang konfirmasi berhalangan. Jadi diputuskan dari pada tidak optimal maka ditunda saja,” ungkapnya.
Saat disinggung adanya pihak yang mengaku diundang atau tidak, Agus enggan menanggapi hal tersebut. Lantaran sudah dibatalkan, lanjut Agus, maka pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang. “Semoga tidak ada pembatalan lagi karena persiapannya lebih lama,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain