15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36854

Peringati KAA, Polisi Beri Pengamanan Khusus untuk Delagasi Korut

Jakarta, Aktual.co — Polda Jawa Barat akan memberlakukan pengaman khusus untuk delagasi Korea Utara (Korut) yang akan hadir pada Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, di Kota Bandung, 24 April 2015.
“Delagasi Korea Utara, yakni Presiden atau Ketua Presidiumnya akan datang ke Indonesia. Tentu itu ada (pengaman khusus), Termasuk untuk delagasi China,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochammad Iriawan di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Caraka Lodaya 2015, di Lapangan Gasibu Bandung, Selasa (14/4).
Dia menuturkan, pengaman khusus untuk delagasi Korea Utara dan Tiongkok tersebut salah satunya ialah dengan cara menempelkan petugas khusus dari Polda Jawa Barat terhadap delagasi tersebut.
“Kita tentu lakukan penempelan kepada delagasi Korea, kemudian yang jelas melakukan ekstra pengamanan ketat kepada mereka,” kata dia.
Kedatangan delagasi dari Korea Utara dan Tiongkok tersebut pada Peringatan KAA ke-60, lanjut dia, hal tersebut menandakan bahwa mereka percaya dengan keamanan di Indonesia.
“Beliau itu kan ibaratnya jarang sekali keluar dari ‘sarangnya’. Berarti berkenan dengan keadaan di wilayah Indonesia, di Kota Bandung, di Jawa Barat,” ujarnya.
Dia menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan di Kota Bandung selaku tuan rumah pelaksanaan Peringatan KAA Ke-60.
“Saya berkomitmen dengan masyarakat, TNI untuk mengamankan jalannya KAA Ke-60. Ini perlu kita banggakan karena tidak ada konferensi tingkat dunia yang diperingati setiap 10 tahun sekali, kecuali di Indonesia,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mendagri: Ahok Jangan Jadikan Telatnya APBD Sebagai Alasan

Jakarta, Aktual.co —Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ingatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar tak jadikan telatnya pengesahan APBD 2015 sebagai alasan mandeknya pembangunan di Ibu Kota DKI Jakarta.
Kalau pun di tengah berjalannya anggaran 2015 nanti, yakni sekitar bulan Juli perlu dilakukan perubahan, kata Tjahjo itu harus dilakukan sesuai mekanisme Undang-Undang yang berlaku. 
Selain itu, Tjahjo juga mengingatkan fungsi pengawasan penggunaan anggaran agar berjalan. “Saya kira ini yang ingin kita tekankan dari musrenbang,” ujar politisi PDI-P itu saat hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi DKI di Balai Kota, Selasa (14/4). 
Diketahui, Kemendagri memangkas anggaran DKI 2015. Alasannya, masa berlaku anggaran sudah terpotong 4 bulan.
Kata dia, anggaran APBD Tahun Anggaran 2015 tidak bisa sama dengan APBD-Perubahan tahun anggaran 2014. Ahok, ujar dia, harusnya memahami Pagu anggaran APBD-P 2014 dengan magnitude/substansi kegiatannya sesuai Pasal 314 ayat 8 tentang Pemerintahan Daerah.
“Karena anggaran itu untuk membiayai gaji 12 bulan. Sedangkan sisa kebutuhan di tahun ini sudah hilang empat bulan, jadi tersisa 8 bulan lagi,” ujar dia, melalui pesan singkat kepada Aktual.co, Senin (13/4) kemarin.
Dibeberkan Tjahjo, penjumlahan anggaran DKI 2015 adalah: Anggaran Belanja Rp 63,65T (APBD-Perubahan 2014) ditambah Pengeluaran Pembiayaan yang committed. Yakni proyek transportasi, seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan TransJakarta, sebesar Rp 5,636 triliun.
“Sehingga anggaran berjumlah Rp 69,286 triliun. Jadi tidak bisa Rp 72 triliun sebagaimana dalam asumsi Gubernur Ahok. Sudah hilang 4 bulan, dan daya serap DKI  tidak rasional kalau Kemendagri menyetujui Rp 72 triliun,” kata Tjahjo.
Dengan adanya penambahan Rp 5,6 triliun untuk transportasi, kata Tjahjo, menunjukkan kalau Kemendagri ‘commit’ mendukung pembangunan di DKI. Lagipula, ujar dia, angka anggaran sebesar Rp 69,286 ini justru lebih tinggi dari Rp 67,269 yang diproyeksikan Ahok di anggaran belanja 2015. 

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Teroris, Polri Siagakan Penembak Jitu di Acara KAA

Jakarta, Aktual.co — Guna mengsukseskan perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Polri mengerahkan tim penembak jitu ‎Brimob untuk pengamanan para kepala negara dan tamu undangan KAA di Jakarta dan Bandung, tanggal 19-25 April 2015.
Kepala Bagian Operasional Korp Brimob Polri Kombes Leo Bona Lubis menuturkan, pihaknya akan melibatkan tim penembak jitu untuk mengamankan jalannya KAA.
Dimana sebanyak 500 diantaranya dikerahkan untuk membantu pengamanan KAA di Polda Metro Jaya. Sementara 2500 lainnya disiagakan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
“Detail sniper tidak bisa disebutkan, itu rahasia. Yang jelas mereka akan ditempatkan di titik-titik tertentu,” kata Leo di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (14/4).
Nantinya, lanjut Leo, penempatan penembak jitu Brimob Mabes Polri akan berkoordinasi dengan pihak TNI. ‎Khusus untuk anggota Brimob, Leo menambahkan pengamanan di Bandung, Polda Jabar mengerahkan 1015 personel Brimob Polda Jabar. Sedangkan di Polda Metro, dikerahkan 400 personel Brimob Polda Metro.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Aneh, Jokowi Tunjuk Luhut Panjaitan Jadi Ketua Panitia KAA

Jakarta, Aktual.co — Penunjukan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Kepala Penanggungjawab (Panitia Nasional) Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika ke-60 Tahun 2015 menuai kritik. Sebab, umumnya penyelenggaraan hajat besar yang menghadirkan banyak negara dipegang oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Ini semua serba tertutup, seharusnya SC (Steering Comitte) atau panitia nasional dipegang Menlu Bu Retno Marsudi. Nah Walikota daerah (Ridwal Kamil) sebagai OC,” tegas Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit di Jakarta, Senin (13/4) kemarin.

Penunjukan Luhut diketahui dilakukan pemerintahan Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2015 tentang Panitia Nasional Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Sesuai Keppres yang ditetapkan pada 5 Februari tersebut, keberadaan Kemenlu dalam KTT Asia Afrika ‘hanya’ diberikan porsi sebagai Ketua Bidang Substansi.

Menurut Hendrajit, susunan kepanitiaan itu menimbulkan berbagai pertanyaan publik karena tidak umum. Apalagi, hingga kini pemerintah tidak pernah terbuka mengenai apa saja persiapan penyelenggaraan KAA. Dari hal-hal kecil seperti penggunaan logo hingga menyangkut pendanaan KAA.

Ia mengingatkan mengenai hal ini, sebab KAA merupakan ajang besar sekaligus pertaruhan kepemimpinan Presiden Jokowi. Bila diawali dengan penunjukan demikian, ia khawatir anggapan publik mendapatkan pembenaran dari Istana. Bahwa Jokowi disetir oleh pihak-pihak dilingkungan Istana.

Di sisi lain, KAA juga bisa menjadi ajang pembuktian pemerintahan Jokowi kepada rakyat Indonesia. Apakah mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu merupakan antek atau kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia. KAA menjadi sarana masuknya kepentingan asing secara lebih masif.

“Kalau Presiden sadari, semestinya kepanitiaan tidak seperti ini. Ingat, Konferensi Asia Afrika juga ajang pembuktian bahwa Jokowi bukan komparador asing,” demikian Hendrajit.

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Teror di KAA, Polri Kerahkan 3000 Brimob

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri akan mengerahkan 3000 anggota Brimob untuk menjaga berlangsungnya perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung, pada tanggal 19 hingga 25 April 2015 mendatang.
Kepala Bagian Operasional Korp Brimob Polri Kombes Leo Bona Lubis menuturkan, dari 3000 pasukan yang dikerahkan sebanyak 500 diantaranya akan dikerahkan untuk membantu pengamanan KAA di Polda Metro Jaya. Sementara 2500 lainnya siap di Mako Brimob Klapa Dua, Depok.
“500 diperbantukan ke Polda Metro, sisanya 2500 stanby di Mako Brimob apabila dibutuhkan sewaktu-waktu siap dikerahkan,” kata Leo di Mako Brimob, Selasa (14/4).
Khusus untuk anggota Brimob, lanjut Leo, pengamanan di Bandung sebanyak 1015 anggota siap di Polda Jabar. Sedangkan di Polda Metro, sebanyak 400 personel anggota Brimob Polda Metro akan disiagakan.
“Kami membantu bakeup Polda Metro Jaya berkaitan dengan seluruh ambang gangguan yang mungkin terjadi. Termasuk meniadakan seluruh ancaman yang dapat menggagalkan atau menghambat KAA. Termasuk masalah terorisme.”
Pasukan yang dikerahkan, Leo menambahkan dari pihak Brimob yakni Unit Anti Anarkis, Pasukan Pengendali huru-hara, spiner, Jibob, hingga intel. Sementara peralatan yang disiapkan seperti tameng, barakuda, motor trail, senjata dan lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Anggaran Dipangkas, Hanya Dua BUMD DKI Dapat Kucuran PMP

Jakarta, Aktual.co —Hanya dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI saja yang dapat kucuran dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015. Yaitu PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kebijakan tersebut dilakukan setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya menyetujui anggaran DKI sebesar Rp 69,286 triliun. Tidak seperti di pagu anggaran 2014 yang mencapai Rp72,9 triliun. “PMP tahun ini hanya bisa kita berikan kepada PT MRT Jakarta dan PT Transjakarta,” kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Senin (13/4).
Awalnya, ada tiga perusahaan pelat merah milik DKI yang juga akan dikucuri PMP. Yakni Bank DKI, PT Food Station Tjipinang Jaya dan PT Jakarta Propertindo. Namun akhirnya batal karena anggaran yang disetujui berkurang.
Kendati demikian, Ahok ternyata tetap berharap tiga bulan nanti DKI bisa dapat anggaran seperti pagu anggaran 2014. Yakni lewat perubahan. “Nanti Mendagri juga bisa melihat bagaimana kerja kita selama tiga bulan ini. Kalau seluruh penerimaan bisa sesuai, maka kita juga akan sesuaikan dengan pagu anggaran tahun lalu,” ujar dia. 
Besar pengeluaran pembiayaan PMP untuk PT MRT Jakarta sebesar Rp4,63 triliun dan PT Transjakarta sebesar Rp1 triliun.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan dengan adanya penambahan Rp 5,6 triliun untuk proyek transportasi, menunjukkan komitmen Kemendagri dukung pembangunan DKI.
Dibeberkan Tjahjo, penjumlahan anggaran DKI 2015 adalah: Anggaran Belanja Rp 63,65T (APBD-Perubahan 2014) ditambah Pengeluaran Pembiayaan yang committed. Yakni proyek transportasi, seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan TransJakarta, sebesar Rp 5,636 triliun. “Sehingga anggaran berjumlah Rp 69,286 triliun,” ujar dia kepada Aktual.co, Senin (13/4).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain