3 April 2026
Beranda blog Halaman 37845

350 PHL Monas Baru Dibayar Dua Bulan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, membayarkan gaji terhadap sebanyak 350 pekerja harian lepas (PHL) kebersihan di dalam kawasan wisata Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

“Gaji para PHL kebersihan di Monas dibayarkan untuk dua bulan, yakni Januari dan Februari 2015. Gaji dibayar dengan sistem transfer ke buku rekening Bank DKI masing-masing PHL,” kata Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas Rini Hariyani di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/3).

Menurut dia, besaran gaji yang diterima oleh setiap PHL tersebut, yaitu sebesar Rp2.600.000 untuk satu bulan, sehingga totalnya menjadi Rp5.200.000 selama dua bulan.

“Gaji itu kita bayarkan setelah mendapatkan persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melalui anggaran mendahului. Hari ini juga, pembuatan sebanyak 350 buku tabungan milik para PHL sudah selesai, dan langsung kita bagikan,” ujar Rini.

Meskipun demikian, dia menuturkan pembayaran gaji tersebut saat ini baru dapat dilakukan kepada sebanyak 326 PHL, sedangkan 24 lainnya masih dalam proses sinkronisasi antara absensi dengan lama waktu pekerjaan di lapangan.

“Karena kita ingin pembayaran gaji ini dilakukan secara teliti dan hati-hati. Maka dari itu, kita lakukan validasi dan verifikasi data terlebih dahulu supaya tidak terjadi kesalahan dalam alokasi gaji masing-masing PHL,” tutur Rini.

Dia mengungkapkan gaji yang diterima oleh para PHL Monas sudah tertera didalam Daftar Pengisian Anggaran (DPA) Kantor Pengelola Kawasan Monas sebesar Rp2.700.000 juta per bulan dan dipotong pajak penghasilan (pph), sehingga gaji yang diterima adalah senilai Rp2.600.000.

Lebih lanjut, Rini menambahkan selain gaji, para PHL kebersihan di Kawasan Wisata Monas juga akan memperoleh jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dibayar melalui anggaran Kantor Pengelola Kawasan Monas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tak Sopan, Wajar Masyarakat Marah Terhadap Ahok

Jakarta, Aktual.co — Anggota Majelis Nasional Prodem, Bob Randilawe, menyebutkan bahwa secara etika politik, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki masalah di wilayah psikologi sosial.
“Ahok ngga sopan, ada problem habit (kebiasaan), ada problem di wilayah psikologi sosial, problem ‘low konteks culture’, dari sisi etika komunikasi politik,” kata Bob, saat dihubungi, Jumat (20/3).
Menurutnya, masyarakat dinilai wajar bila marah melihat sikap ‘low konteks culture’ yang ditampilkan Ahok.
Masyarakat Indonesia terbiasa dengan sesuatu (bahasa) secara tidak langsung. Terlebih, sebagai seorang pejabat Ahok harus memperlihatkan muatan keteladanan.
“Sehingga cara berkomunikasi politik Ahok kurang bisa menjadi teladan, walau masalah jadi lebih praktis,” ujar Bob.
Sebelumnya, ahok megeluarkan kata-kata yang tidak pantas dalam sebuah wawancara secara langsung (live) dengan salah satu stasiun TV. Meski telah diingatkan oleh pembawa acara bahwa wawancara disiarkan secara langsung, Ahok tetap mengeluarkan kata-kata tak pantas dan menyebut bahwa apa yang dikatakannya benar.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Dalam Negeri menindaklanjuti kata-kata Ahok saat melakukan wawancara tersebut.
“KPAI menilai dialog yang menampilkan kata-kata kotor dan kasar itu sangat buruk dan tidak pantas disampaikan oleh pejabat publik. Gubernur telah memberikan teladan sangat buruk bagi anak-anak,” kata Ketua KPAI, Asrorun Ni’am Sholeh.
Pihaknya meminta Mendagri sebagi penanggungjawab pembina teknis aparatur daerah untuk melakukan proses penegakan hukum dan etika kepada gubernur terkait. Pasalnya, yang bersangkutan merupakan wakil pemerintah pusat di daerah, dan perlu diberikan peringatan agar ada efek jera.

Artikel ini ditulis oleh:

Peringati PD II, Presiden Korut Direncanakan Hadir di Moskow

Jakarta, Aktual.co — Presiden Korea Utara, Kim Jong Un direncanakan akan menghadiri perayaan ulang tahun Perang Dunia II (PD II) di kota Moskow, Rusia, pada bulan Mei mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh seorang Pejabat Rusia, Kamis (19/3). Kedatangan Kim akan menjadi kunjungan resmi ke luar negeri pertama, sejak memimpin Korut pada 2011 lalu.

“Undangan ini dikirim ke Kim Jong Un. Pimpinan Korea Utara diperkirakan akan mengambil bagian dalam perayaan hari kemenangan di Moskow,” kata pejabat Rusia, demikian dilansir dari CNN.

Hingga kini, media pemerintah Korut belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait undangan tersebut. Rusia dan Korea Utara saat ini tengah membina hubungan yang hangat. (Laporan: Karel Ratulangi)

Artikel ini ditulis oleh:

Kabareskrim: Kasus Payment Gateway Bakal Ada Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso mengaku, telah mengantongi calon tersangka dikasus payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM.
“Hasilnya sudah bisa ditetapkan jadi tersangka,” kata Budi di Mabes Polri, Jumat (20/3).
Menurut dia, kasus yang diduga kuat melibatkan bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana itu, telah memenuhi unsur  terjadi tindak pidana.
Karena itu, lanjut Budi, pihaknya akan memanggil ulang pemeriksaan terhadap Denny untuk dimintai keterangan soal pengadaan program pembayaran paspor secara elektronik itu.
“Selasa (Denny_red) dipanggil. Mungkin besok kalau minta dampingi sesuai aturan KUHAP mungkin.”
Program pembayaran paspor secara elektronik yang bergulir selama 3 bulan sejak juli hingga Oktober 2014 itu, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 32 miliar.
Selain itu juga ada pungutan liat (pungli) dari hasil potongan pembuatan paspor senilai Rp 605 juta. Adapun modus pengalihan uang dari potongan pembuatan paspor itu dengan cara membuka rekening di bank swasta.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bareskrim Periksa Keaslian Surat Munas Ancol

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri terus mendalami dugaan adanya pemalsuan surat mandat peserta Musyawarah Nasional Partai Golkar kubu Agung Laksono di Ancol beberapa waktu lalu.
Penyidik Polri akan membandingkan surat asli dan palsu yang sebelumnya dilaporkan oleh Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) terkait dugaan pemalsuan surat mandat Munas Ancol ke Bareskrim.
“Sudah beberapa (diproses). Dilaporkan pemalsuan, itu harus ada pemeriksaan lab, antara asli dan palsu ada pembandingan, kita lagi cari pembandingan,” kata Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso di Mabes Polri, Jumat (20/3).
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Kubu Aburizal Bakrie (Ical), Idrus Marham, melaporkan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, ke Bareskrim Mabes Polri terkait pemalsuan surat mandat penyelenggaraan Munas Ancol.
“Terlapor Agung Laksono, Zainuddin Amali, Ibnu Munsir, Djasri Marin, Yorrys Raweyai, Sabil Rahman dan beberapa nama terkait,” kata Idrus di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/3). Nama-nama yang dilaporkan adalah pengurus teras DPP Partai Golkar kubu Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kitab Al-Hikam: Pemimpin Harus Miliki 7 Kriteria Seperti Ini

Jakarta, Aktual.co — Dalam kitab klasik Al-Ahkam Al-Sultaniyah karya Imam Mawardi disebutkan tujuh kriteria pemimpin, yaitu adil, berilmu pengetahuan, sehat jasmani, bersih, cerdas, berani, dan tegas. Hal yang dimaksud disini yaitu, seseorang pemimpin berarti harus bersiap untuk menjadi pembelajar.

Di sisi lain, sebagai pemimpin mungkin kita harus belajar memimpin dengan menggunakan posisi atau jabatan tertentu.  Tetapi tidak masalah, teruslah belajar dan jadilah pemimpin yang dapat merangkul semua elemen pekerjaan.

Sementara itu, bila hujatan atau pun fitnah datang pada diri seorang pemimpin. Seorang pemimpin itu, harus menyelesaikannya dengan bijak. Jadi buktikanlah hasil dari kepemimpinan Anda dan pupuk selalu kredebiltas pribadi hingga akhirnya orang mengikuti kita, karena prestasi bagus yang telah kita capai.

Ibarat pepatah mengatakan “Carilah ilmu sampai ke negeri Tiongkok”. Terkait masalah ini, bagi seorang pemimpin teruslah belajar. Selain itu, masukkanlah nilai-nilai spiritual dalam kepemimpinan kita, dan akhirnya buatlah orang lain menjadikanmu pemimpin mereka karena semua kualitas pribadi kita dan daya pikat spiritulitas kita pada mereka.

Ulasan singkat ini merupakan ‘prophetic leader’ yang bukan hanya memenangkan posisi Anda sebagai pemimpin, tetapi intinya sebagai pemimpin

Anda juga dituntut untuk memenangkan hati para pengikutnya. Jadi, jika Anda seorang Muslim patutnya mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW. Suri ketauladanan yang dimilikinya, hingga kini terus diikuti Umatnya.

Terakhir, tak hanya pandai memenangkan hati pengikutnya, tapi  dalam kepemimpinannya itu, ia mampu memberikan pemimpin bijak sesuai apa yang telah diajarkan dalam syariah Islam.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain