10 April 2026
Beranda blog Halaman 37895

Izinkan Newmont Ekspor Konsentrat, Menteri ESDM Dituntut Mundur

Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, R Sukhyar mengatakan Newmont mendapatkan izin ekspor untuk enam bulan ke depan hingga 18 September 2015 sebanyak 447.000 ton konsentrat tembaga. Izin tersebut setelah tercapai kesepakatan membangun smelter dengan PT Freeport. Sukhyar memastikan, Newmont tidak akan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih mineral (smelter) sendiri.

“Perpanjangan Izin Eksport Konsentrat yang diberikan Kepada Newmont jelas melanggar UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara. Tidak lagi dibenarkan bahan mentah diekspor tanpa harus melewati pengolahan,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3).

Untuk diketahui, dalam UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara ada larangan eksport barang tambang dalam bentuk konsentrat setelah 5 tahun sejak UU Minerba di berlakukan atau sejak 12 Januari 2014 jam 00:00 WIB. Kewajiban perusahaan pertambangan yaitu mengolah hasil tambangnya di dalam negeri sebelum diekspor.

UU Minerba ini diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2014 sebagai tindak lanjut sekaligus aturan turunan dari UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

“Sepertinya ada yang tidak beres di kementerian ESDM, KPK serta PPATK harus mengusut Rekening Menteri ESDM Sudirman Said dan pejabat di Kementerian ESDM karena disinyalir ada hanky-panky dengan Freeport dan Newmont. Keduanya kerap mencari celah untuk menolak diberlakukannya UU minerba dan tidak punya niat baik dalam melakukan bisnis di Indonesia dengan tidak mau membangun smelter,” ujar Arief yang juga merupakan koordinator Koalisi Rakyat Pembela Trisakti Dan Nawacita.

Menurutnya, Kedua perusahaan yang berafiliasi ke Amerika Serikat ini meraup untung besar dari ekspor mineral mentah. Sementara Indonesia tidak mendapat untung apapun kecuali royalti yang besarannya sangat rendah

“Izin Eksport Konsetrat pada Newmont telah menimbulkan akibat hukum, berupa hilangnya hak masyarakat untuk sejahtera,” jelasnya.

Oleh Sebab itu, Izin Eksport Konsentrat Pada Newmont adalah produk tata usaha negara yang merugikan masyarakat Indonesia dengan cara memperkosa UU dan peraturan yang sudah disepakati  serta melanggar janji Kampanye Jokowi-JK saat pilpres yang tertera didalam Tri Sakti dan Nawacita.

Dirinya meminta DPR Untuk mengajukan hak angket terkait dua izin eksport konsetrat bahan tambang Kepada Freeport dan NewMont yang sudah melanggar UU Minerba

“Jokowi harus segera mencopot Menteri ESDM Sudirman Said yang telah melanggar UU dan melakukakan pelecehan terhadap cita cita Jokowi yang tertera pada trisakti dan nawacita,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tes Jari Sederhana untuk Ketahui Pria Derita Skizofrenia

Jakarta, Aktual.co — Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa rasio panjang jari telunjuk pria pada jari manisnya dapat diketahui, apakah Anda menderita gangguan mental skizofrenia.

Dari riset penelitian, yang dilakukan antara tahun 2012 hingga 2013, para ilmuwan di Turki mengukur jari sekitar 103 pasien laki-laki penderita skizofrenia dan pria dari 100 orang yang sehat.

Kemudian, dihitung ‘rasio digit’ setiap peserta – panjang jari telunjuk dibandingkan dengan panjang jari manis – untuk masing-masing tangan.

Apa yang ditemukan oleh peneliti? Dibandingkan dengan pria sehat, pria yang mengalami skizofrenia memiliki rasio digit yang secara signifikan lebih tinggi di bagian tangan kanan.

Dengan kata lain, pria yang menderita skizofrenia cenderung memiliki jari telunjuk lebih panjang di sisi kanannya dan jari manis kanan lebih pendek. Di sisi kiri, pria yang mengalami skizofrenia memiliki ‘rasio digit’ signifikan lebih rendah dibandingkan laki-laki yang sehat.

Ini bukan pertama kalinya peneliti menghubungkan ‘rasio digit’ kesehatan dan perilaku. Studi sebelumnya telah terindentifikasi hubungan antara rasio digit dan orientasi seksual, prestasi akademik, aktivitas fisik, dan penyakit jantung.

Kemudian apa lagi yang dijelaskan oleh teori menarik itu? Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa seperti paparan tingkat ‘abnormal tinggi’ testosteron dan hormon lainnya di dalam rahim dapat mempengaruhi perkembangan otak dan cara yang mampu menimbulkan risiko skizofrenia dan gangguan mental lainnya, juga mempengaruhi perkembangan jari.

Karena penelitian tersebut hanya melibatkan laki-laki, namun belum mengungkapkan tentang kemungkinan adanya hubungan antara ‘rasio digit’ penderita skizofrenia pada wanita. Dan, para peneliti menerangkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguatkan temuan mereka pada pria.

Sebuah makalah yang menjelaskan penelitian tersebut dipublikasikan secara online pada  16 Maret lalu, dalam Clinical Anatomi Journal.

Artikel ini ditulis oleh:

Hasil Investasi Asuransi Jiwa Melejit 458,2 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Hasil atau keuntungan premi industri asuransi jiwa yang diinvestasikan mencatatkan pertumbuhan hingga 458,2 persen pada 2014, dan berkontribusi signifikan untuk pendapatan industri menjadi Rp167,7 triliun atau tumbuh 33,3 persen dibanding 2013 sebesar Rp125,82 triliun.

“Pertumbuhan hasil investasi pada 2014 itu menjadi Rp40,8 triliun dibanding 2013 yang hanya sebesar Rp7,32 triliun,” ujar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, hasil investasi karena didukung kondisi iklim investasi yang baik. Paling banyak ditopang oleh instrumen investasi saham, kemudian ada juga dari obligasi, dan lainnya.

“Selain investasi, pendapatan industri dipicu dari pertumbuhan pendapatan premi yang tercatat Rp121,62 triliun atau naik 6,7 persen dibanding 2013,” tambahnya.

Asosiasi melihat masyarakat pemegang polis asuransi semakin sadar untuk mempertahankan manfaat proteksi dan investasi dari asuransi, yang ditunjukkan dengan pertumbuan premi lanjutan sebesar 22,2 persen atau sebesar Rp51,59 triliun.

Meskipun demikian, asosiasi mengakui, jumlah premi dari masyarakat yang baru bergabung dengan asuransi menurun, jika melihat pertumbuhan premi bisnis baru yang melambat 2,4 persen menjadi Rp70,04 triliun dari 2013 yang sebesar Rp71,73 triliun.

Hendrisman menyebutkan faktor melambatnya premi bisnis baru karena ekses dari momentum politik Pemilihan Umum 2014 yang menyebabkan masyarakat dan investor “wait and see”.

Pelambatan itu diklaim Asosiasi hanya terjadi dari sisi nilai premi baru yang dibeli, namun tidak terjadi dari jumlah masyarakat yang tertanggung.

“Namun meski demikian, pendapatan premi di kuartal IV 2014 merupakan yang tertinggi sepanjang 2014,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Isu ISIS, Masyarakat Diminta Fokus Pada Pembangunan Nasional

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengingatkan agar rakyat Indonesia tidak terlalu fokus dengan isu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). 
Masyarakat diminta mendorong pemerintah agar fokus pada pembangunan nasional.
“Mari kita lalui isu (ISIS) ini dengan cara mengatasinya. Lebih baik kita membangun daya tahan nasional secara serius,” kata Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3).
Fahri berpandangan, isu ISIS dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari isu dalam negeri yang lebih penting. Jangan sampai perhatian masyarkat menjadi lebih berfokus pada isu internasioanl tersebut.
Isu ISSI saat ini tengah menjadi perdebatan di tingkat dunia. Bahkan, terlihat secara jelas jika saat ini dunia internasional bingung menghadapi ulah kelompok tersebut.
“Saya ingin Indonesia melampaui persoalan-persoalan kecil ini. Dan lebih baik memberikan solusi kepada dunia,” ungkapnya.
Wakil Sekjen PKS itu mengatakan, mayoritas Islam di Indonesia sangat lekat dengan demokrasi. Sementara ISIS memaknai Islam dengan faham radikal. Sehingga, diyakini akan sangat mudah terdeteksi.
“Kita bisa bicara tema Islam dan demokrasi secara bersamaan. Sebagai bangsa yang besar, bahkan demokrasi terbesar nomor tiga di dunia, seharusnya kita menajdi leader dalam hal itu.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PGN Teken Kerjasama dengan Tiga Perusahaan Keramik

Jakarta, Aktual.co — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan gas bumi dengan tiga perusahaan keramik dalam negeri. PGN menilai kerja sama ini merupakan upaya memperkuat daya saing industri dalam negeri, khususnya industri keramik.

“Kami konsisten mendukung tumbuh dan berkembangnya industri di dalam negeri terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai berlaku tahun ini,” ujar Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda Hasjim di Jakarta, Kamis (19/3).

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di sela pameran keramik di Jakarta Convention Center, Jakarta, mencakup amandemen perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Platinum Ceramics, PJBG dengan PT Sinar Karya Duta Abadi, dan nota kesepahaman (MOU) penyaluran gas dengan PT Jui Shin Indonesia.

Jobi mengatakan, hingga akhir 2014, jumlah pelanggan PGN di sektor industri keramik mencapai 796 pelanggan dengan total volume lebih dari 940 juta meter kubik.

Menurut dia, PGN akan terus mendorong pemanfaatan gas bumi di Indonesia untuk berbagai segmen mulai industri, transportasi, komersial, UKM, dan rumah tangga.

Melalui sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya, lanjutnya, maka pihaknya optimistis pemanfataan gas bumi akan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional dan memperkuat perekonomian Indonesia.

“Komitmen perseroan untuk memasok gas bumi di sektor industri, merupakan dukungan terhadap upaya pemerataan perekonomian di Indonesia. Gas bumi merupakan energi alternatif yang memiliki nilai lebih, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Peningkatan penggunaan gas bumi oleh sektor industri, tambahnya, juga menjadi bagian dari program pemerintah dalam percepatan konversi energi ke gas bumi.

Saat ini, PGN mengoperasikan sekitar 6.000 km pipa transmisi dan distribusi dengan penyaluran gas ke konsumen domestik setara dengan 23 juta liter per hari.

PGN menyuplai gas bumi ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG serta rumah tangga.

Pemerintah memiliki saham PGN sebesar 56,96 persen dan 43,04 persen lainnya dikuasai publik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI: Peredaran Uang Tidak Layar Edar Meningkat Menjadi Rp1,5 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat terjadi peningkatan uang tidak layak edar di provinsi itu pada triwulan IV 2014 mencapai Rp1,5 triliun.

“Pada triwulan IV 2014 pemusnahan uang tidak layak edar mencapai Rp1,5 triliun, jumlah itu naik dibandingkan triwulan III 2014 yang mencapai Rp1,4 triliun,” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Kamis (19/3).

Menurut dia, peredaran uang tidak layak edar cenderung meningkat di akhir tahun mengingat hasil akumulasi peredaran uang tunai di masyarakat sepanjang tahun menyebabkan penurunan kualitas uang.

“Sebaliknya, menjelang akhir tahun permintaan uang tunai dalam kualitas hasil cetak sempurna (HCS) meningkat,” tambahnya.

Ia mengatakan uang yang dianggap tidak layak edar disetorkan oleh perbankan untuk ditukarkan dengan uang hasil cetak sempurna baru.

Lalu uang yang tidak layak edar tersebut dimusnahkan untuk menjaga jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dalam kondisi yang layak, ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk memperlakukan uang dengan dengan baik agar kondisinya tetap layak.

Menurut dia, uang kertas yang tidak diperlakukan dengan baik akan menjadi tidak layak dengan kriteria lusuh, kusam, terdapat bekas lipatan, ada coretan, robek kemudian disambung dengan selotip.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain