14 April 2026
Beranda blog Halaman 37925

Tingkatkan Akses Keuangan, Mandiri Dukung Inovasi “Branchless Banking”

Jakarta, Aktual.co — Bank Mandiri mendorong “branchless banking” atau layanan bank tanpa kantor dalam meningkatkan akses keuangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Layanan ‘branchless banking’ Bank Mandiri sudah mulai jalan dan akan terus ditingkatkan lagi sehingga mampu menjangkau masyarakat di perdesaan tanpa harus datang ke bank,” kata Vice President Area Manager Manado Bank Mandiri Hotman Nainggolan di Manado, Kamis (19/3).

Hotman mengatakan bahwa pihaknya menargetkan layanan bank tanpa kantor cabang (branchless banking) hingga perdesaan. “Ini merupakan target kami bahwa pelayanan Bank Mandiri akan menyentuh masyarakat hingga tingkat perdesaan melalui ‘branchless banking’,” kata Hotman.

Program itu, lanjut dia, secara perlahan-lahan akan diberlakukan di tiga wilayah kerja Bank Mandiri Manado, yakni Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.
 “Branchless banking”, kata dia, merupakan kegiatan jasa layanan sistem pembayaran dan keuangan terbatas yang dilakukan tidak melalui kantor, tetapi dengan menggunakan sarana teknologi atau jasa pihak ketiga, terutama untuk melayani masyarakat yang tak terjangkau sistem jaringan perbankan konvensional.

Hotman menjelaskan bahwa Bank Mandiri memanfaatkan ponsel (teknologi) sebagai pengganti kantor cabang. Lewat ponsel bisa dilakukan kegiatan, seperti menabung dan transfer uang. Namun, nominal kegiatan masih dibatasi tidak terlalu banyak.

Asisten Direktur BI Perwakilan Sulut Ignatius Adhi mengatakan bahwa “branchless banking” merupakan inovasi layanan perbankan yang memungkinankan jasa sistem pembayaran dan keuangan tidak harus melalui kantor fisik bank, tetapi melalui teknologi, seperti electronic data capture (EDC) dan ponsel.

Branchless banking, lanjut dia, mampu mengefisienkan investasi perbankan karena menggunakan bantuan operator telekomunikasi.

Bank Indonesia berharap perbankan yang ada di Sulut dapat menerapkan layanan bank tanpa kantor untuk meminimalkan pembuatan kantor kas yang bisa memakan biaya yang relatif cukup tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenperin Komitmen Selesaikan Kendala Lahan Investasi Garam

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk menyelesaikan kendala lahan yang akan digunakan untuk investasi pengolahan garam oleh PT Cheetam Garam Indonesia di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

“Kami akan meminta Bupati Nagekeo mau datang untuk membicarakan hal ini, tentunya dengan Menteri Agraria terkait kendala lahan ini,” kata Direktur Industri Kimia Dasar Ditjen Basis Industri Manufaktur Muhamad Khayam di Jakarta, Rabu (18/3) malam.

Khayam mengatakan, Cheetam membutuhkan lahan seluas 1.000 hektar untuk membangun industri garam di wilayah tersebut, namun sekitar 230 hektar di dalamnya masih belum dapat dibebaskan, karena lahan tersebut dibagikan untuk rakyat pasca-Reformasi Agraria. “Kami minta yang 230 hektar, yang dibagikan ke rakyat itu dipindah ke luar lahan yang 1.000 hektar. Lahan tersebut juga terbilang tidak subur, jadi kami harap bisa dipindahkan ke lahan yang subur,” kata Khayam.

Menurut dia, industri garam membutuhkan lahan yang tidak subur dengan musim kemarau yang lebih panjang dari musim hujan, di mana Kabupaten Nagekeo memiliki musim kemarau selama delapan setengah bulan, hampir sama dengan di negara pengekspor garam ke Indonesia yakni Australia.

Khayam mengatakan, apabila pembebasan lahan tersebut berhasil dilakukan, maka tidak hanya Cheetam yang akan berinvestasi pada industri garam, namun juga beberapa perusahaan seperti PT Rodamas dan PT Indofood.

Khayam menambahkan, dari beberapa investasi tersebut, diharapkan industri dalam negeri mampu memproduksi 1,5 juta ton garam dalam setahun dari total kebutuhan 2 juta ton garam setiap tahun. “Ini program ekstensifikasi, istilahnya kalau bicara untuk swasembada, harus dimulai dari produksi dalam negeri. Dan ini terjadi kalau ada lahan minimal seluas 1.000 hektar,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Cheetam Garam Indonesia Arthur Tanudjaja mengatakan, apabila sudah mulai berproduksi, Cheetam akan menghasilkan 200.000 ton garam setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Ditambah produksi plasma petani sekitar 20 ribu ton sampai 40 ribu ton. Jumlah ini bisa mensubtitusi impor garam, yang selama ini angkanya mencapai 2 juta ton. Namun, memang masih sangat kecil, hanya 10 persennya,” ujar Arthur.

Menurut dia, dengan nilai investasi sekitar 25 juta hingga 35 juta dollar AS, perusahaan akan menyerap sekitar 100 orang pekerja. “Kami berharap Kemenperin mengakselerasi persoalan lahan ini di tingkat tinggi. Kami memberikan waktu hingga Juni 2015. Kalau jadi, ini akan mendukung swasembada garam,” ujar Arthur.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Jero Wacik, KPK Periksa Dua Saksi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi yang menjerat bekas politikus Partai Demokrat, Jero Wacik (JW) terkait penyalahgunaan wewenang ketika menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) periode 2008-2011.
Untuk melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut, KPK memanggil dua orang saksi. Adapun saksi yang diperiksa yakni seorang pegawai swasta Muhammad Agus Sumarta, serta Mantan Kepala Biro Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Didi Dwi Sutrisnohadi.
“Iya benar, keduanya diperiksa untuk tersangka JW,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsan Nugraha di gedung KPK, Kamis (19/3).
Seperti diketahui, JW diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penggunaan anggaran untuk meperkaya diri atau orang lain. Akibat korupsi yang dilakukan JW, KPK menaksir kerugian negara senilai Rp 7 miliar.
Sebelumnya, KPK juga menetapkan JW sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM. Dalam kasus pertama, penetapan Jero sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno.
Selama menjadi Menteri ESDM, Jero melalui Waryono dan bawahannya yang lain diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian tersebut. Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, menurut KPK, total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kerjasama Maskapai Irak dengan GMF Aero Asia Indonesia

Baghdad, Aktual.co — KBRI Baghdad memfasilitasi kerjasama Maskapai penerbangan, Iraqi Airways dengan Garuda Maintenance Facility atau PT. GMF Aero Asia Indonesia. Untuk itu Dubes RI untuk Irak, Safzen Noerdin, melepas keberangkatan pesawat Iraqi Airways di Bandara Internasional Baghdad, Selasa (17/3) malam.

Pesawat milik Maskapai pelat merah Irak itu akan mendapat perawatan di PT. GMF Aero Asia Indonesia, Jakarta.

“Ini merupakan kerjasama nyata yang menunjukkan hubungan sangat dekat RI-Irak. Sebab, selain pertimbangan bisnis, pemilihan Indonesia juga didasarkan atas hubungan dan kerjasama yang telah terjalin baik selama ini,” ungkap Dubes RI.

Untuk tahap pertama, Iraqi Airways telah mengirim satu armadanya, pesawat B 747-400 IAW 1119 pada 17 Maret 2015. Pesawat tersebut akan mendapatkan engineering service dan line maintenance di GMF selama sekitar sebulan dengan biaya 757.700 dollar AS. Selain 4 crew (pilot dan co-pilot), 3 orang engineering Iraqi Airways juga akan ikut dalam pelaksanaan maintenance.

Saat ini, Iraqi Airways sedang mengembangkan bisnis penerbangannya baik untuk rute-rute domestik maupun internasional ke sejumlah negara Timur Tengah dan Eropa.

“Ini merupakan potensi dan peluang yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang layanan perawatan pesawat yang lebih baik dengan pihak Irak di masa mendatang. Selain itu, ini salah satu kerja konkret yang dapat mendatangkan devisa bagi Indonesia,” jelas Dubes RI.

Tareef T. Othman, Kepala Engineering Iraqi Airways menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Dubes RI atas bantuan yang diberikan. Tareef juga menyampaikan rencana Iraqi Airways untuk terus meningkatkan kerjasamanya dengan mitra di Indonesia, khususnya dalam bidang perbaikan dan perawatan armada Iraqi Airways.  (Laporan: Satrio Arismunandar/ Redaktur Senior Aktual.co)

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi VI: Sinergi BUMN dari Pusat Hingga Daerah Mutlak

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengharapkan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari pusat hingga ke daerah sesuatu yang mutlak.

“Penyertaan Modal Negara (PMN) ke sejumlah BUMN pada hakekatnya sebagai stimulus untuk membantu pengusaha kecil. Tidak boleh hanya dinikmati pengusaha kalangan menengah,” kata Anggota Komisi VI DPR RI M. Nasim Khan di Kendari, Rabu (18/3).

Komisi VI yang menjadi mitra BUMN, Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dalam kunjungan kerja di Kendari menyelesaikan sejumlah agenda. Komisi pimpinan Achmad Hafis Tohir menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah Sultra, mengunjungi pelabuhan Nusantara Kendari, PLTU Nii Tanasa, Dekranasda dan melakukan rapat bersama sejumlah BUMN.

Di Sultra, kata Nasim yang juga politisi PKB, diperlukan forum BUMN untuk mendorong pelaku usaha kecil yang bergerak di sektor wisata, pertanian, perikanan dan industri rumah tangga. “Di daerah pemilihan saya Kabupaten Wonosobo dan Bondowoso, Jawa Timur telah membentuk forum BUMN sebagai sarana menyatukan persepsi untuk mendukung pelaku usaha kecil,” katanya.

Ia berharap metode penyatuan BUMN untuk mendukung kiprah pelaku usaha kecil dapat diterapkan di Sultra karena terbukti mengatasi kendala permodalan. “Wakil rakyat di DPR RI harus berpikir untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh saya hanya memikirkan rakyat Situbondo dan Bondowoso tetapi rakyat Indonesia,” kata Nasim.

Oleh karena itu, kata dia, ide pembentukan forum BUMN yang bersinergi hingga ke daerah-daerah akan akan didiskusikan pada rapat dengar pendapat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nama Muhammad dan Ali Sulit Keluar Bandara, DPR: Itu Sudah SARA

Jakarta, Aktual.co — Pemilik paspor dengan nama Muhammad dan Ali yang dipersulit masuk autogate Imigrasi Bandara Soekarno menuai persepsi miring dari sejumlah kalangan.
Meskipun dibantah oleh Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM bahwa ada kebijakan pengetatan atau mempersulit pemberian izin ke luar negeri pemilik paspor yang bernama Muhammad dan Ali saat pemeriksaan di Bandara.
“Semua orang bisa ke luar negeri dengan pemeriksaan autogate asal memenuhi persyaratan,” jelas Kabag Huma Ditjen Imigrasi, Heriyanto saat dihubungi, Rabu (18/3).
Menanggapi hal itu, Muhammad Toha anggota Komisi V DPR RI mengatakan jika benar ada kebijakan men-screening orang yang bernama Muhammad dan Ali agar diawasi ketat, ini merupakan kebijakan yang SARA.
“Kalau benar ada kebijakan ini, itu sudah SARA,” ucapnya saat dihubungi Aktual.co, Kamis (19/3).
Seharusnya, lanjutnya, pemerintah jangan terlalu berlebihan untuk mewaspadai gerakan ISIS sampai-sampai mengawasi ketat orang yang nama awalnya Muhammad dan Ali.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain