13 April 2026
Beranda blog Halaman 37951

Khasiat Daun dan Buah Sirsak bagi Penyembuhan Berbagai Penyakit

Jakarta, Aktual.co —  Tahukah Anda, bahwa sebenarnya banyak jenis obat di alam ini, yang berasal dari alam. Ya, salah satunya  buah dan daun sirsak.

Selain memberikan rasa segar alami karena pada buah sirsak yang memiliki tekstur manis dan asam. Di sisi lain, ada hal terpenting pada bagian daun sirsak telah banyak digunakan banyak orang untuk penyembuhan dengan cara tradisional untuk beberapa penyakit. Di antaranya untuk penyembuhan penyakit asam urat dan kanker.

Belum lagi, dari penelitian para ahli, di dalam buah sirsak dan daun sirsak ini terdapat di dalamnya kandungan acetogenins, annohexocin, annocatacin, anonol, anomurine, annomuricin dan masih banyak kandungan serta manfaat lainnya, sebagai berikut:

Daun Sirsak dan Manfaatnya untuk Kanker
Banyak penelitian menyebutkan, bahwa daun sirsak memiliki kemampuan 100 kali kemoterapi untuk melawan kanker. Anda pun bisa melakukannya sendiri, siapkan 10 lembar daun sirsak tua kemudian rebus dengan tiga gelas air hingga menyisakan satu gelas. Minum larutan daun sirsak tersebut dua kali setiap hari selama 2 minggu.

Daun Sirsak dan Manfaatnya untuk Asma
Bagi Anda penderita asma maka Anda juga bisa memanfaatkan daun sirsak untuk mengobatinya. Anda bisa menyiapkan tujuh lembar daun sirsak yang dibuat sarang oleh semut rang-rang. Lalu, Anda bisa merebusnya kemudian remas dan tampung  air ramuan tersebut. Anda bisa meminumnya setiap pagi agar asma Anda bisa sembuh.

Daun Sirsak dan Manfaatnya bagi Asam Urat
Daun Sirsak juga bisa dimanfaatkan sebagai obat yang bisa mengatasi penyakit asam urat. Cara untuk membuat ramuan dari daun sirsak ini juga sangat mudah. Anda hanya cukup menyiapkan enam hingga 10 lembar daun sirsak tua yang hijau.

Kemudian, cuci sampai bersih kemudian potong sampai keluar sari yang terkandung di dalamnya. Rebus dengan dua gelas air dan biarkan sampai mendidih hingga airnya tersisa satu gelas saja.

Anda bisa meminum air dua kali dalam satu hari, pagi dan malam hari.  Selamat mencoba, semoga cara alami ini dapat membantu Anda guna mendapatkan penyembuhan melalui cara alami.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Pelabuhan Cilamaya, KSPMI: Menhub Jonan Harus Ubah Cara Pikirnya

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan diminta untuk mengkaji ulang lokasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat. Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat area operasional anak usaha PT Pertamina (Persero) yang terancam terganggu akibat pembangunan tersebut.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra mengatakan, seharusnya pemerintah dalam membuat visibilitas study dari proyek pelabuhan Cilamaya harus melihat dari situasi existing.

“Itu yang paling mendasar dalam ilmu polemik. Paling mendasar. Apa kondisi yang ada di lapangan. Bahwa disana sudah ada operasi anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), yang pipanya sudah terpasang luas, yang menyuplai PLN dan industri hilir lainnya,” ujar Faisal di Jakarta, Rabu (18/3).

Menurutnya, hal itu sudah semestinya menjadi pertimbangan untuk tidak melanjutkan pembangunan pelabuhan Cilamaya.

“Sebetulnya harus menjadi pertimbangan, jadi kalau itu ternyata menjadi hambatan, itu harus dilihat, dimanapun proyek seperti itu. Misalkan kita mau buat proyek, di sana ada bangunan maka proyek itu yang harus menyesuaikan, bukan existing-nya yang menyesuaikan,” ungkapnya.

Jadi dalam situasi ini, sambung dia, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan harus sadar bahwa dengan proyek ini dilanjutkan, maka kedaulatan energi negara dapat terganggu. Pasalnya, proyek tersebut dapat menggangu proses produksi dari ONWJ yang benilai triliunan rupiah dalam setahun.

“Sebetulnya, siapa sih yang berdaulat, kita selalu bicara berdaulat ekonomi, pangan dan migas hanya demi bisa terbangun soal kedaulatan ekonomi, dimana bahwa proyek ini adalah untuk memberikan, memuaskan pihak investor yang berasal dari Jepang,” jelasnya.

“Jonan harus mengubah pikirannya, pelabuhan Cilamaya harus dipindah dari tempat yang semula karena itu mengganggu operasi Pertamina. Tidak layak, situasi ditempat itu tidak layak. kami rekomendasikan disitu tidak layak,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ekonom: Kapabilitas Individu Penting Bagi Pembangunan Ekonomi

Jakarta, Aktual.co — Teori ekonomi pada tahun 1950-1960an yang mengatakan bahwa pembangunan identik dengan pertumbuhan ekonomi dirasa kurang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini, khususnya bagi Indonesia. Ekonom Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa pembangunan ekonomi dari tradisional ke modern, seperti sektor pertanian yang beralih ke industri hanya bisa tercapai jika diiringi dengan kapabilitas individu yang baik.

“Untuk Indonesia menjadi lebih rumit, karena memindahkan dari tradisional ke modern itu bukan hanya fisiknya, tapi juga kapabilitas, pendidikan misalnya. Kecepatannya tidak sama antara pembangunan tersebut dengan kapabilitas yang kita miliki,” ujar Erani di Jakarta, Rabu (18/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, isu penguatan kapabilitas individu menjadi sangat penting, mengingat kapabilitas individu di Indonesia sudah tertinggal dengan negara-negara lain.

“Kualitasnya harus diperbaiki, pendidikan, kesehatan. Rata-rata tenaga kerja kita itu lulusan SMP ke bawah, agar mereka bisa memiliki kapabilitas yang baik, harus didukung dengan kebijakan pemerintah yang baik juga,” kata dia.

Erani juga mengatakan bahwa hal tersebut dapat menimbulkan kesenjangan sosial. Maka dari itu, menurutnya harus diselesaikan dari hulu ke hilir.

“Sesuatu yang timpang di hulu akan menyebabkan ketimpangan di hilir, maka penyelesaiannya harus dari hulunya, kapabilitas itu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Golkar, Yusril Sebut Mustahil Jokowi Keluarkan Perpres

Jakarta, Aktual.co — Kuasa hukum Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra menilai mustahil Presiden Jokowi akan mengeluarkan peraturan presiden mengenai pendaftaran kepengurusan partai politik, seperti yang diutarakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
“Mustahil Presiden akan menerbitkan perpres dalam mensahkan pendaftaran pengurus parpol. Karena perpres berisi norma yang bersifat mengatur. perpres mustahil berisi penetapan, apalagi penetapan pengesahan pengurus parpol,” tulis Yusril, dalam akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, yang dikutip dari Jakarta, Selasa (18/3).
Yusril mengaku heran dengan pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang mengatakan bahwa Presiden akan mengeluarkan perpres terkait pendaftaran kepengurusan partai politik.
“Entah apa dasar hukum yang digunakan menkumham untuk mengatakan bahwa untuk mensahkan kepengurusan parpol gunakan Peraturan Presiden atau perpres,” tulis Yusril lagi.
Dia menekankan dalam UU Parpol diatur bahwa untuk mendaftarkan pengurus parpol dilakukan ke kemenhumkam bukan ke presiden.
Menurut Yusril, Menkumham Yasonna Laoly bak tidak paham tugasnya sendiri, bahwa kewenangan mendaftarkan kepengurusan parpol ada pada dirinya sebagai menkumham.
“Menkumhamlah yang harus terbitkan Kepmen, bukan Permen, tentang pencatatan pengurus parpol. Bukan presiden yang harus terbitkan Kepres,” jelas dia.
Yusril mempertanyakan langkah Yasonna itu, apakah karena tidak paham tugas atau justru ingin melempar tanggung jawab kepada presiden akibat kesalahannya sendiri.
Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan kepengurusan Partai Golkar versi Agung Laksono kepada Presiden Jokowi. Presiden akan segera mengeluarkan Peraturan Presiden terkait hal ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Gagal, Ujicoba Sistem Rupiah Per Kilometer Angkutan Umum

Jakarta, Aktual.co —Rencana Pemprov DKI mengubah sistem pembayaran angkutan umum, dari setoran menjadi rupiah per kilometer, gagal terwujud dalam waktu dekat. Padahal rencana revitalisasi angkutan umum tentang perubahan sistem setoran menjadi sistem rupiah per kilometer pada Kopaja S 66 (Manggarai-Blok M) sebagai percontohan akan dilaksanakan Maret.
Alasannya, Pemprov DKI meminta Kopaja harus mengganti dulu armadanya, dari bus ukuran sedang dengan ukuran besar. Sedangkan hingga hari ini belum ada kepastian kapan pergantian armada bakal terealisasi.
“Kami akan tanyakan ke pak Tanto (Deputi Gubernur Bidang Industri, perdagangan dan Transportasi DKI Jakarta, Sutanto Soehodo) dulu bagaimana konsep pergantian bus,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit, di Balai Kota, Rabu (18/3).
Alhasil, rencana revitalisasi Maret masih ditunda sampai ada kejelasan. Permintaan Deputi untuk menjadikan Kopaja sebagai bus besar itu bertujuan untuk mengangkut penumpang yang selama ini masih menumpuk di halte-halte TransJakarta. 
Januari lalu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menargetkan sistem setoran bus kota bisa dihapus di 2016. Untuk awal, di 2015 ujicoba dilakukan di beberapa trayek. 
Kata dia, penghapusan sistem setoran untuk mengatasi bus-bus yang ngetem sembarangan yang dianggap salah satu penyebab kemacetan di Jakarta. Secara bertahap seluruh angkutan umum di DKI akan dikelola di bawah manajemen BUMD PT Transportasi Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji 10 Persen Untuk Sumsel

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina awal 2015 telah menambah pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram sebesar 10 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan.

“PT Pertamina (Persero) melalui kilang di Plaju dan perusahaan rekanan swasta PT Perta Samtan mampu memproduksi elpiji (LPG) sendiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan,” kata General Manajer Operasional Pertamina Region II, Ageng Griyono di Palembang, Rabu (18/3).

Dijelaskannya, produksi elpiji kilang Plaju mencapai 800 metrik ton per hari didistribusikan ke hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan, dibantu 128 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) termasuk 37 unit di antaranya berada di Kota Palembang khususnya gas tiga kg.

Menurut dia, berdasarkan catatan pihak Pertamina, terjadi lonjakan konsumsi elpiji dari masyarakat terutama gas ukuran 12 kg. Sedangkan selama Februari 2015 saja dari kebutuhan masyarakat sebelumnya 79 metrik ton, telah meningkat menjadi 140 metrik ton per hari.

Melihat kondisi tersebut, kata dia, telah terjadi kenaikan kebutuhan gas tiga kg dan 12 kg yang kemungkinan disebabkan beberapa faktor, seperti urbanisasi dan peningkatan tersebut akan dievaluasi kembali sejauh mana penyerapan berdasarkan kebutuhan jumlah rumah tangga.

“Jadi hal ini bukan isu kenaikan jumlah permintaan gas elpiji atau kekosongan seperti yang terjadi di luar Sumsel baru-baru ini,” katanya.

Ia menambahkan, jika dilihat dari tingkat kebutuhan gas elpiji saat ini kisaran 500 metrik ton per hari, termasuk tambahan alokasi 10 persen guna mencukupi permintaan masyarakat di Sumsel dengan produksi rata-rata 800 metrik ton per hari dari kilang Plaju, diharapkan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain