9 April 2026
Beranda blog Halaman 37977

Meski Sudah Panen, Harga Beras di Tingkat Petani Masih Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Bulog Sulawesi Tengah hingga kini belum juga membeli beras untuk kebutuhan stok nasional karena harga beras di tingkat petani saat ini masih tinggi, kata Kepala Bulog Sulteng, Mar’uf.

“Panen sudah berlangsung di sejumlah sentra, Bulog belum bisa membeli karena harganya masih jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP),” kata Kepala Bulog Sulteng, Mar’uf di Palu, Selasa (17/3).

Ia mengatakan, harga beras di tingkat petani berkisar Rp9.300,00/kg. Sementara HPP beras yang ditetapkan pemerintah dan hingga kini belum mengalami perubahan yaitu Rp6.600,00/kg. “Selisihnya cukup besar dan Bulog tidak mungkin bisa membeli beras dengan harga di atas HPP,” katanya.

Ia mengatakan di beberapa sentra produksi seperti di Kabupaten Parigi Moutong dan Sigi sekarang ini sudah mulai panen. Namun panen secara merata baru akan berlangsung akhir Maret sampai Mei 2015.

Bulog Sulteng rencanakan pembelian beras untuk tahun ini sebanyak 36.000 ton.

Suleman, salah seorang pemilik penggilingan padi dan juga mitra Bulog dalam kegiatan pengadaan beras di Sulteng membenarkan harga beras di tingkat petani mencapai Rp9.300,00/kg. Menurut dia, dengan kondisi harga seperti itu, Bulog akan sulit merealisasi pembelian karena HPP jauh dibawa harga pembelian pedagang pengumpul. Apalagi, katanya sekarang ini bayak pedagang dari Sulut dan Gorontalo membeli beras petani di sejumlah daerah di Sulteng.

Mana memungkin petani atau pemilik penggilingan padi akan menjual kepada Bulog atau mitra dengan harga yang ditetapkan pemerintah itu. “Pemerintah harus menaikan HPP mendekati harga pembelian pedagang pengumpul,” katanya.

Jika tidak, Bulog sebagai penyedia dan penyalur beras untuk kalangan warga miskin di daerah ini tidak akan berhasil merealisasi target pengadaan yang telah ditetapkan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Koki Australia Pecahkan Rekor dalam Pembuatan Kue Terpanjang di Dunia

Jakarta, Aktual.co — Pada Minggu kedua bulan Maret 2015 ini, Australia, kembali membuat kejutan. Namun bukanlah persoalan grasi atas warganya yang terjerat narkoba di Indonesia, yang pernah diajukan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott kepada Presiden Jokowi sebelumnya.

Melainkan apa yang dilakukan oleh Chef  (Koki) asal ‘Negeri Kangguru’ kembali memecahkan rekor dalam pembuatan kue terpanjang di dunia. Kue itu dikenal dengan nama cake lamington, yakni penganan khas asal Australia.

Seperti dilansir dari laman DailyMail, Jumat (12/3/15) lalu, cake lamington itu dibuat sepanjang lebih dari 1 kilometer, tepatnya 1.073,8 meter yang dibuat di lokasi Adelaide convention Centre (ACC). Dimana jarak panjang kue lamington tersebut pun mengalahkan rekor sebelumnya dengan kue sepanjang 885 meter.

Menariknya, sebanyak 20 ribu potongan kue disusun mengitari gedung tersebut dan melewati beberapa ruangan seperti ballroom, ruang pertemuan, dan seputaran lokasi gedung ACC.

Chief Executive ACC, Alec Gilbert mengatakan, dalam pembuatan kue tersebut para Chef yang membuat cake lamington itu menggunakan resep tradisional dari Asosiasi Perempuan Australia. Hal tersebut dimaksudkan sebagai jawaban atas tantangan ke-autentikan cake lamington sebagai kue khas Australia.

“Dengan kegiatan ini, kami harus percaya diri menciptakankan rekor dunia baru serta bekerja keras untuk memastikan kami mematuhi pedoman Guinness World Records yang ketat,” harap Alec Gilbert, dengan nada optimis.

Kabarnya dalam pembuatan cake lamington sepanjang 1 kilometer tersebut, dalam pembuatannya menggunakan sebanyak 150 orang Chef, dalam hitungan waktu pembuatan lebih dari 600 jam atau sekitar 25 hari.

Sementara itu, bahan yang digunakan dalam pembuatan cake lamington ini para koki sedikitnya membutuhkan 400 kg tepung, 8 kg baking powder, 360 kg susu cokelat, 220 kg gula, 550 kg kelapa kering, 380 lusin telur, dan 5 liter esens vanilla.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM: Pemerintah Akan Izinkan Swasta Bangun Jaringan Transmisi Listrik

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said  mengemukakan, pemerintah akan mengizinkan pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) membangun jaringan transmisi. Dalam hal ini, kata Sudirman, pemerintah sudah mendiskusikan rencana penerapan service company pada PT PLN (Persero).

Hal tersebut, imbuh Menteri Sudirman, seperti apa yang telah direncanakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dimana  pembangunan pembangkit listrik hanya dilakukan oleh IPP sedangkan PLN hanya mengatur listrik yang masuk ke jaringannya.

“Pak JK tentu punya visi yang jelas untuk mengelola energi. Beliau bukan saja lama di pemerintahan dan pebisnis tahu betul yang di lapangan. Sudah kami diskusikan bagaimana kalau PLN fokus pada service company,” kata Sudirman kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (17/3).

Kendati demikian, menurut Sudirman, berjalan atau tidaknya hal tersebut bergantung pada banyak hal, seperti melihat realisasi proyek 35 ribu Mega Watt (MW), lantaran mayoritas proyek sebesar 25 ribu MW digarap oleh IPP.

“Apakah itu akan berjalan, tapi tergantung banyak hal tentu arah pemerintah bagaimana kami lihat dari proyek 35 ribu MW.  Tapi wacana terakhir dimungkinkan IPP ikut bangun transmisi. Ini yang disebut natural monopoli. Jadi transmisi distribusinya dipegang oleh PLN  kemudian pembangkitnya di serahkan ke IPP,” papar Sudirman.

Sudirman menilai, peran swasta dalam sektor kelistrikan bagi negara maju memang besar dan dalam hal ini pemerintah sudah seyogyanya mendorong hal itu.

“Di mana-mana semakin maju peran listrik itu, karena semakin besar peran swastanya semakin besar dan itu yang akan kami capai dengan investasi yang besar. Lihat situasi ke depan ide itu bukan ide yang jelek saya kira situasi kelistrikan akan bertambah baik,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Jokowi Belum Efektif Atasi Problem Bangsa, Pergerakan Mahasiswa Mulai Bangkit

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Ubedilah menyebutkan munculnya pergerakan mahasiswa disebabkan ketidakmampuan rezim mengelola ekonomi politik Indonesia saat ini. Pasalnya, aksi mahasiswa ini hampir serupa dengan gerakan mahasiswa tahun 1998 pada rezim orde baru.
“Faktornya adalah ketidakmampuan rezim mengelola problem ekonomi politik, termasuk instabilitas politik. Juga mulainya ada gerakan mahasiswa yang melakukan konsolidasi dari beberapa aksi,” ujar Ubed saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/3).
Ubed mengatakan ada indikasi-indikasi ketidakpuasan rezim misalnya ada kemunculan beberapa organisasi mahasiswa yang mulai turun ke jalan, dan sebetulnya ada indikasi bahwa mahasiswa mulai merespon secara serius.
Selain itu, indikator lainnya adalah tidak efektifnya rezim bekerja menangani problem ekonomi misalnya klien-klien ekonomi yang dikelola negara tidak terkordinasi denga baik termsuk juga tidak mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan ekonomi. Contoh, harga beras sangat lemah orientasinya dan harga-harga sembako yang lainnya.
“Saya lihat termasuk juga paket kebijakan ekonomi nasional kita untuk mengembalikan harga diri rupiah atau menguatkan rupiah. Menurut saya juga paketnya tidak sistemik untuk mengantisipasi posisi rupiah,” katanya
Ubed menambahkan situasi krusial bisa meluas seiring mulai responsifnya gerakan mahasiswa yang lakukan aksi.
“Jadi kalau mahasiswa sudah mulai responsif dengan persoalan bangsa skala nasional. Kemudian rezim juga belum bisa efektif menangani problem ekonomi. Saya lihat ini potensial untuk satu situasi dimana gerakan krusial itu bisa meluas,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Marak Praperadilan, MA Dituding Pihak yang Bertanggungjawab

Jakarta, Aktual.co — Mahkamah Agung (MA) ditudih sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait banyaknya tersangka yang mengajukan praperadilan. 
“MA sebagai puncak berwenang dan bertamggung jawab secara struktral untuk segera mengatasai dengan minimal SE kepada KPN-KPN,” kata mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas saat dihubungi, Jakarta, Selasa (17/3).
Terkait dengan membludaknya praperadilan yang diajukan tersangka, MA harus mengeluarkan solusi. Jika tidak ada upaya hukum untuk menghentikanya, Busyro mengatakan aparat penegak hukum selain KPK yakni Kepolisian dan Kejaksaan akan kewalahan.
“Jika tidak diantisipasi akan terjadi pembiaran atas upaya penegakan hukum bukan oleh KPK saja. Polri dan kejaksaan akan kewalahan jika tersangka kasus narkoba dan teror mengajukan praperdilan ramai-ramai.”
Menurut dia, KPK dan aparat penegak hukum lain akan menghadapi posisi sulit antaral lain tersangka berpeluang untuk menghilangkan bukti-bukti. “Bagaimanapun MA bertanggung jawab sebagai puncak peradilan tidak bisa bersikap pasif.”
Untuk diketahui, gelombang gugatan praperadilan penetapan tersangka dimulai pascagugatan yang  Komisaris Jenderal Budi Gunawan.
Budi menggugat penetapannya sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dan hadiah oleh KPK. Oleh pengadilan, penetapan tersangka Budi Gunawan dinyatakan tidak sah.
Tersangka KPK lainnya mulai meniru jejak langkah Budi. Mereka yang sudah mendaftarkan gugatan adalah bekas Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bathoegana, bekas Menteri Agama Suryadharma Ali, dan bekas Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Strategi Stabilisasi Kurs Cegah Pelemahan Rupiah di Atas Rp 13.000

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Joubert Maramis mengatakan jangan sampai rupiah melemah di atas Rp13.000 per dolar Amerika Serikat.

“Upaya yang harus dilakukan dalam penguatan rupiah yakni dengan jangka pendek gunakan strategi stabilisasi kurs dulu dengan tujuan kurs jangan sampai melemah jauh diatas Rp13.000,” kata Joubert, di Manado, Selasa (17/3).

Dia mengatakan stabilisasi kurs saat ini berarti Bank Indonesia dan pemerintah harus sanggup mengidentifikasi kebutuhan permintaan dolar baik dari sisi pengusaha, pemerintah, masyarakat dan investor luar negeri dan spekulan serta institusi yang terlibat langsung dalam perdagangan atau lalu lintas valas.

Joubert mengatakan “informasi detail tentang jumlah dolar yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkan memang sulit namun untuk volume besar saya kira tidak mustahil diidentifikasi.” jelasnya.

Setelah diidentifikasi, katanya, kemudian dinegoisasikan atau diatur agar permintaan dolar tidak sekaligus masuk ke pasar uang. “Dinegoisasikan atau diimbau untuk menunda permintaan dolar sehingga kelebihan dolar yang diminta dapat di-“cover” oleh cadangan devisa kita,”katanya.

Tujuan negoisasi atau imbauan ini agar tidak ada penimbunan dolar yang tidak dibutuhkan, sehingga permintaan masuk dalam kategori wajar bukan abnormal. Juga perlu dijaga iklim investasi yang konsisten atau stabil kepastian hukumnya, artinya membina trust atau kepercayaan dan komitmen jangka panjang,” jelasnya.

“Saya kira jika pemerintah sungguh-sungguh maka dimasa depan kita tidak mempersoalkan lagi impact of exchange risk ini,” jelasnya.

Untuk itu penguatan ekspor atas industri kita dan secara berangsur -angsur menurunkan ketergantungan impor bahan baku maupun produk pengguna akhir. Serta menimgkatkan rencana reinvestment dari perusahaan besar luar negeri ke project investasi di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain