9 April 2026
Beranda blog Halaman 37979

2014, Laba Bersih Wijaya Karya Mencapai Rp 615,1 Miliar

Jakarta, Aktual.co — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mencatatkan perolehan laba bersih sepanjang tahun lalu mencapai Rp 615,1 miliar, naik 7,9% dibandingkan dengan periode 2013 yang mencapai Rp 569,9 miliar. Penjualan bersih perseroan mencapai Rp 12,46 triliun sepanjang tahun lalu. Perolehan itu naik dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 11,88 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan dalam keterbukaan informasi IDX, Selasa (17/3), beban pokok penjualan WIKA pada tahun lalu mencapai Rp11,03 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan periode 2013 yang mencapai Rp10,56 triliun. Laba kotor mencapai Rp1,42 triliun dari Rp1,32 triliun.

Wika juga mencatatkan perolehan laba ventura bersama mencapai Rp369,7 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp261,01 miliar. Sehingga, laba kotor setelah ventura bersama mencapai Rp1,79 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,58 triliun.

Laba usaha yang diperoleh WIKA pada 2014 sebesar Rp1,4 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,2 triliun. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp750,79 miliar, naik dari sebelumnya Rp624,37 miliar. Sementara itu, laba komprehensif mencapai Rp750,79 miliar, dari sebelumnya Rp624,37 miliar. Laba bersih per saham dasar mencapai Rp100,19 dari sebelumnya Rp92,84.

Hingga 31 Desember 2014, total aset WIKA melonjak menjadi Rp15,91 triliun dari setahun sebelumnya Rp12,59 triliun. Total liabilitas mencapai Rp10,93 triliun dari sebelumnya Rp9,36 triliun dan ekuitas Rp4,97 triliun dari Rp3,22 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Remisi Koruptor, Pasek: Kalau KPK Setuju Sebaiknya Direvisi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disarankan segera meminta DPR untuk merevisi Undang-undang yang mengatur tentang remisi untuk koruptor.
Menurut Politikus Partai Demokrat (PD), Gede Pasek Suardika, permintaan revisi UU itu sebagai perbaikan hukum Tata Negara di Indonesia.
“Kalau KPK tidak setuju baiknya direvisi. KPK mengusulkan revisi remisi sehingga hukum Tata Negara kita itu bagus,” kata Pasek saat berbincang dengan wartawan, Senin (16/3).
Pasek juga mengkritisi peraturan yang dibuat Denny Indrayana yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. Menurutnya, pemberian remisi kepada koruptor langkah mundur pemberantasan korupsi.
“Jadi mari kita revisi. Kita jangan sepeti zaman Denny Idrayana, ini kan negara hukum. Karena keputusan waktu zaman beliau itu kan berbeda. Mestinya pada zaman itu tidak perlu ada remisi.”
Bukan hanya Denny yang kena ‘semprot’, Pasek juga mengkritisi sikap KPK dan salah satu ‘sahabat’ Jimly Assidiq. Menurutnya, untuk menentang remisi keduanya jangan hanya beropini. Melainkan langkah yang konkret, seperti yang dia sarankan.
“Kita setuju saja, pernah gak agar KPK mengusulkan UU remisi direvisi DPR? Jadi kalau berbasis opini terus ya bagaimana. Disuruh ajukan praperadilan nggak mau, revisi nggak mau, terus?”
“Biar tidak berwacana saja, Prof Jimly atau KPK usulkan dong, normanya dirubah. Jangan beropini saja,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jelang Pertemuan The Fed; Dolar AS Melemah, Wall Street Melonjak

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin (Selasa pagi WIB) menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve, karena para investor khawatir bahwa bank sentral menjadi berhati-hati dalam menaikkan suku bunganya.

Para pejabat The Fed akan berkumpul pada Selasa waktu setempat dalam sebuah pertemuan kebijakan moneter di mana mereka diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam hampir satu dekade terakhir.

Greenback mengupas sebagian besar keuntungan dari sesi terakhir di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral mungkin tidak menghapus janji mempertahankan “bersabar” tentang menaikkan suku dalam pernyataannya pada Rabu. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,72 persen menjadi 99,610 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi AS, produksi industri naik 0,1 persen pada Februari, setelah menurun 0,3 persen pada Januari, Federal Reserve melaporkan Senin. Pada Februari, produksi manufaktur bergerak turun 0,2 persen, penurunan bulanan ketiga berturut-turut.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0583 dolar dari 1,0475 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4834 dolar dari 1,4726 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7642 dolar dari 0,7620 dolar. Dolar AS dibeli 121,40 yen Jepang, lebih tinggi dari 121,33 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 1,0078 franc Swiss dari 1,0067 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2778 dolar Kanada dari 1,2802 dolar Kanada.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar mundur dan pasar menunggu keputusan pertemuan kebijakan Federal Reserve dalam dua hari ke depan. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat naik 228,11 poin (1,29 persen) menjadi ditutup pada 17.977,42. Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 27,79 poin (1,35 persen) menjadi berakhir di 2.081,19, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 57,75 poin (1,19 persen) menjadi 4.929,51.

Kenaikan dolar baru-baru ini telah mengangkat kekhawatiran tentang hambatan pada perusahaan multinasional AS, tetapi pada Senin euro naik tipis terhadap dolar, menjadi 1,0590 dolar dari 1,0489 dolar pada Jumat.

Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, mengatakan data yang menunjukkan pertumbuhan hanya 0,1 persen dalam produksi industri AS pada Februari kemungkinan mengangkat keyakinan Fed akan mengambil pendekatan hati-hati untuk meningkatkan suku bunga mendekati nol bunga. Pertemuan kebijakan moneter dua hari The Fed akan dimulai pada Selasa waktu setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak AS Merosot ke US$43 per Barel, Terendah Enam Tahun

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak AS merosot ke tingkat terendah dalam enam tahun terakhir pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah sebuah laporan kartel minyak OPEC menunjukkan berlanjutnya kelebihan pasokan minyak.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 96 sen menjadi berakhir pada 43,88 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange setelah sebelumnya meluncur di bawah 43 dolar AS per barel. Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman April jatuh 1,23 dolar AS menjadi 53,44 dolar AS per barel di perdagangan London. Dalam laporan pasar minyak bulanan, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mempertanyakan validitas reli harga minyak pada Februari di tengah kelebihan pasokan hampir satu juta barel per hari di pasar. Kenaikan itu terjadi “meskipun faktanya pasokan global terus melebihi permintaan,” kata OPEC.

Laporan ini menyusul analisis yang sama minggu lalu oleh Badan Energi Internasional (IEA), yang mengatakan persediaan minyak mentah AS sudah mendekati tingkat kapasitas penyimpanan akibat ledakan produksi minyak dan pemeliharaan berat di kilang-kilang.

Harga minyak telah turun sekitar 60 persen sejak Juni karena meningkatnya persediaan AS, lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan keputusan OPEC untuk mempertahankan produksi tetap tinggi meskipun harga minyak turun. Penurunan harga minyak telah menyebabkan produsen-produsen energi AS membatasi beberapa investasi mereka, sehingga jumlah rig mingguan lebih rendah. Meskipun pengeboran minyak berkurang, Goldman Sachs pada Senin memperkirakan bahwa produksi minyak AS masih akan tumbuh 230.000 barel per hari pada kuartal keempat 2015 dibandingkan dengan setahun lalu.

Pada 2015, pasokan minyak non-OPEC diproyeksikan tumbuh sebesar 0,85 juta barel per hari, tidak berubah dari penilaian sebelumnya, sementara produksi minyak mentah OPEC turun 0,14 juta barel per hari menjadi 30,02 juta barel per hari, OPEC mengatakan dalam laporan pasar minyak bulanannya. Produksi minyak mentah AS naik menjadi 9,366 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 Maret, tingkat tertinggi sejak 1983, menurut Badan Informasi Energi (EIA), unit statistik Departemen Energi AS Dalam pekan yang berakhir 6 Maret stok minyak mentah AS meningkat 4,5 juta barel menjadi 448,9 juta barel, 78,9 juta barel lebih dari setahun sebelumnya.

Sementara itu, persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak, naik 2,3 juta barel menjadi 51,5 juta barel.

Artikel ini ditulis oleh:

Cabut Subsidi Premium, Menteri Sudirman Klaim Pemerintah Jawab Tantangan Pasar

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengklaim pemerintahan saat ini telah berhasil menjawab beberapa tantangan pasar, dengan mencabut subsidi pada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan penerapan subsidi tetap pada BBM jenis Solar sebesar Rp1000 per liter.

“Beberapa hari terakhir, ada beberapa kali rapat membahas sektor perekonomian,  tema yang diangkat adalah bagaimana melanjutkan structurally reform (reformasi terstruktur). Di awal Pemerintahan, Jokowi-JK kan ditantang apakah punya keberanian yang berikan perubahan fundamental. Market bertanya, sejauh mana selesaikan subsidi. Gimana sesuaikan harga BBM dan sudah kita jawab di awal November (2014),” ungkap Sudirman di kantornya, Jakarta, Senin malam (16/3).

Ia menjelaskan, dengan dicabutnya subsidi pada premium dan penerapan subsidi tetap pada solar, maka harga kedua bahan bakar tersebut berubah mengikuti pergerakan harga minyak dunia melalui kontrol Pemerintah.

“Kalau harga tinggi kita naikan, kemudian sesudah itu memanfaatkan momentum turunnya harga minyak dunia, melakukan fundamental mencabut subsidi premium dan subsidi fix solar,” pungkasnya.

Selain itu, saat ini Pemerintah juga tengah disoroti dalam membahas revisi UU Migas, dimana Pemerintah berupaya merancangnya dengan berikan insentif guna menarik perhatian para investor.

“Contoh kedua apakah dalam bahas UU Migas ke depan Pemerintah punya keteguhan untuk insentif agar investor lebih tertarik? Entar dibahas. Dirancang. Dengan berikan insentif. Kejelasan dalam proses investasi,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hasto: Pengesahan Golkar dan PPP Sepengetahuan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tentang pengesahan partai politik atas sepengetahuan Presiden Joko Widodo.
Demikian disampaikan oleh Plt Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto, di Jakarta, Senin (16/3).
“Dalam setiap pengambilan keputusan, para menteri pasti berkonsultasi dengan presiden,” ucapnya.
Hasto juga berpendapat bahwa Yasonna juga tidak akan bertindak di luar undang-undang, termasuk dalam keputusannya terkait kisruh Partai Golkar dan PPP.
Seperti diketahui, fraksi di DPR yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) melayangkan peringatan ke Menkum HAM Yasonna Laoly. Sebabnya, Yasonna telah mensahkan PPP kubu Romahurmuziy dan mungkin selanjutnya Golkar kubu Agung Laksono.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain