8 April 2026
Beranda blog Halaman 37985

Kim Kurniawan Masuk Dalam Skuat Timnas Senior

Jakarta, Aktual.co — Pemain naturalisasi Kim Jeffry Kurniawan, akhirnya dipanggil masuk Timnas Indonesia Senior setelah bermain bagus selama turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim lalu bersama Pelita Bandung Raya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Tim Nasional (BTN) di Jakarta, Senin (16/3), pemain keturunan Indonesia-Jerman itu, masuk dalam 23 pemain yang dipanggil Pelatih Benny Dolo untuk menghadapi Kamerun dan Myanmar.

Sesuai dengan jadwal yang ada, Timnas Garuda akan menjalani pertandingan yang masuk agenda FIFA yaitu melawan Kamerun di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 25 Maret dan 30 Maret melawan Myanmar.

Dari 23 pemain yang dipanggil, selain Kim Kurniawan, pemain naturalisasi yang dipanggil masuk Timnas Garuda adalah pemain Arema Indonesia, Viktor Iqbonefo dan Cristian Gonzales serta pemain Sriwijaya FC, Raphael Maitimo.

Setelah ditetapkan oleh BTN, selanjutnya pemain yang dipanggil akan segera masuk pemusatan latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo mulai 22 Maret. Mereka akan digembleng Benny Dolo yang didukung Asisten Pelatih Widodo Cahyono Putro dan Wolfgang Pikal.

Sementara itu terkait dengan keputusan penunjukkan pelatih tetap Timnas Indonesia sesuai dengan rencana, akan ditentukan akhir Maret atau selambatnya awal April.

Berikut adalah daftar nama pemain Timnas Indonesia Senior: – Kiper: Dian Agus (Sriwijaya FC), I Made Wirawan (Persib), Choirul Huda (Persela).

– Bek: Viktor Igbonefo (Arema), Anis Tjoe (Persipura), Fachrudin (Sriwijaya FC), A. Jufriyanto (Persib), Hasim Kipuw (Arema), Supardi (Persib), Johan Alfarizi (Arema), Toni Sucipto (Persib).

– Tengah: Imanuel Wanggai (Persipura), Raphael Maitimo (Sriwijaya FC), Hariono (Persib), I Gede Sukadana (Arema), Tantan (Persib), Rizki Ramdani Lestaluhu (Persija), Kim Kurniawan (PBR), Bayu Gatra (Bali United).

– Depan: Cristian Gonzales (Arema), Zulham Zamrun (Persipura), Boaz Solossa (Persipura), Ferdinand Sinaga (Sriwijaya FC).

Artikel ini ditulis oleh:

Laporan: Tiongkok jadi Negara Terbesar Ketiga Pengekspor Senjata di Dunia

Jakarta, Aktual.co — Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Institut Penelitian Perdamaian Internasional (SIPRI), menyebutkan bahwa, Tiongkok menjadi negara terbesar ketiga pengekspor senjata dunia.

Dengan demikian, posisi Tiongkok ini menggantika posisi Jerman.

Lembaga penelitian yang berpusat di Stokholm, Swedia ini menyebutkan, ekspor senjata Tiongkok meningkat 143 persen selama 2010-2014, bila dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya saat Tiongkok masih berada di peringkat sembilan dunia.

Sementara itu, impor senjata Tiongkok turun 42 persen pada 2010-2014 bila dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya.

“Negara Asia terus mengembangakan kemampuan militernya, terutama di bidang kelautan,” kata peneliti utama SIPRI di bidang belanja militer dan senjata, Siemon Wezeman dalam siran persnya, seperti dikutip Reuters, Senin (16/3).

Sebanyak 68 persen senjata buatan Tiongkok diekspor ke Pakistan, Bangladesh dan Myanmar. Beijing juga menjadi pemasok utama senjata ke 18 negara di benua Afrika.

Peneliti mengatakan pelanggan senjata Tiongkok merupakan negara-negara yang bertentangan dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Pemerintah Tiongkok menyatakan “sangat berhat-hati dan bertanggung jawab” terkait ekspor senjata ini.

“Melalui ekspor senjata, kami membantu negara-negara yang memiliki kemampuan persenjataan yang wajar. Tiongkok tidak akan merusak perdamaian dan stabilitas global, juga tidak mencampuri urusan politik negara lain,” kata juru bicara kementerian Tiongkok, Hong Lei dalam sebuah pernyataan rutin.

Namun, Tiongkok tidak mengumumkan angka penjualan senjatanya tersebut.

Pengeluaran sektor militer Tiongkok meningkat lebih dari 10 persen selama sepuluh tahun terakhir dan dimanfaatkan untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya, seiring terlibatnya negeri Tirai Bambu dalam beberapa sengketa perbatasan di wilahnya.

Walau belum ada bukti akurat, peneliti meyakini beberapa peralatan militer Tiongkok bisa disejajarkan dengan buatan AS dan Rusia.

Beberapa negara tetangga Tiongkok telah menyatakan ketidaksetujuannya dengan pengembangan peralatan militer tersebut, yang meliputi pembuatan kapal induk yang kedua, pesawat tanpa awak dan pesawat tempur “siluman”.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Satu Grup dengan Inggris dan Denmark di Piala Sudirman

Jakarta, Aktual.co — Tim Indonesia berada di Grup 1C bersama Denmark dan Inggris pada perebutan piala bulu tangkis dunia beregu campuran Piala Sudirman di Kota Dongguan, Tiongkok, 10-17 Mei 2015.

“Saya tidak dapat menyebut siapa saja yang akan bertanding. Tapi, kesiapan tim sangat kami fokuskan ke sana (Piala Sudirman),” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky di Jakarta, Senin (16/3).

Rexy mengatakan, tim Indonesia tetap menargetkan masuk putaran final dalam turnamen bulu tangkis internasional yang digelar pada tahun ganjil itu.

Dalam hasil undian grup Piala Sudirman 2015 seperti tercantum dalam situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Indonesia masuk sebagai salah satu dari 12 tim negara pada Grup 1.

Tim Indonesia menempati peringkat kelima dengan total poin 267.326 berada di bawah Tiongkok dengan poin 393.031, Korea Selatan (342.552), Denmark (312.214), dan Jepang (269.431).

Tuan rumah Tiongkok berada satu grup dengan Thailand dan Jerman dalam Grup 1A. Kemudian, Jepang, Taiwan, dan Amerika Serikat masuk dalam Grup 1B. Pada Grup 1D, terdapat Korea Selatan, India, dan Malaysia.

Tim Rusia, Hong Kong, Kanada, dan Spanyol berada pada Grup 2A. Grup 2B diisi Singapura, Belanda, Prancis, dan Brazil.

Pada Grup 3A akan bertanding Ceko, Turki, Afrika Selatan, dan Austria. Lalu, Vietnam, Australia, Italia, dan Swiss masuk dalam Grup 3B.

Negara-negara dengan peringkat tim bulu tangkis bawah masuk dalam Grup 4 yaitu Nigeria, Israel, Filipina, Sri Lanka, Seychelles, Islandia, dan Kazakhstan.

Tim Tiongkok telah merajai Piala Sudirman sebanyak lima turnamen Piala Sudirman terakhir yaitu pada 2005, 2007, 2009, 2011, dan 2013.

Sementara, tim Indonesia pernah menjadi juara Piala Sudirman pada penyelenggaraan pertama Piala Sudirman 1989 di Jakarta.

Tim Bulu Tangkis Indonesia meraih peringkat kedua pada Piala Sudirman 2005 dan 2007. Kemudian meraih tempat ketiga pada Piala Sudirman 2009 dan 2011.

Panitia Piala Sudirman 2015 menetapkan 27 April 2015 sebagai batas terakhir penentuan nama-nama atlet yang akan turun mewakili tim masing-masing negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Kementan Ubah Regulasi Pengadaan Barang Secara Tender

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pertanian mengubah regulasi pengadaan barang cara tender menjadi cara pengadaan langsung agar barang tidak terlambat diterima petani.

“Ada regulasi yang harus diperbaiki, sebelumnya untuk pengadaan benih dan pupuk harus tender sehingga lama, dan kini kami mempercepat pengadaan dengan penunjukkan langsung,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan panen dan tanam padi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (16/2).

Sistem tender, kata dia, selalu mengakibatkan pupuk dan benih terlambat diterima petani sehingga membawa kerugian besar setiap tahunnya. Ia mencontohkan keterlambatan pengiriman pupuk bersubsidi pada petani untuk keterlambatan satu hingga dua minggu membawa kerugian hingga sekitar tiga juta ton dalam setahun.

Dalam mengubah regulasi itu, ujar dia, diperlukan tarik menarik persetujuan dari beberapa lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tapi dengan keseriusan perubahan regulasi dapat dilakukan.

Mentan menilai kebijakan pemerintah yang keliru harus segera diubah karena potensi kerugian dari kebijakan yang keliru tersebut bisa lebih besar dari kerugian dari korupsi.

Dalam kesempatan itu, Mentan memanggil dua pejabat penyebar pupuk dan benih Dinas Pertanian Kalsel serta menyebarkan nomor HP mereka pada para petani, dengan tujuan petani dapat menghubungi mereka saat pupuk dan benih mengalami keterlambatan atau terdapat penarikan uang lebih untuk dua hal tersebut.

Permasalahan pertanian di sejumlah daerah hampir seragam, yakni soal irigasi yang rusak hingga puluhan tahun, pupuk dan benih yang telat, serta kekurangan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan tenaga penyuluh.

Selain itu, ia juga menuturkan Kementan tengah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp4,1 triliun yang tadinya untuk rapat dan acara seremonial, dialihkan untuk perbaikan irigasi dan pengadaan bantuan untuk petani. Dalam kesempatan itu, Mentan juga menyerahkan dua traktor dan bantuan alat pertanian lain pada petani Kabupaten Tapin.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Beras Masih Bertengger Rp10.300/Kg

Semarang, Aktual.co — Harga kebutuhan bahan pokok, khususnya beras kualitas medium di pasaran kota Pekalongan, Provinsi Jaw Tengah masih bertahan hingga Rp10.300/kilogram selama minggu ketiga bulan Maret, paska paceklik kemarin.

KUD Makaryo Mino, sebagai koperasi yang mengelola kebutuhan pokok nelayan di Pekalongan masih membeli dengan harga tinggi dari distributor.

“Kualitas beras bagi nelayan cukup medium saja harga sudah segitu. Apalagi beras yang bagus harganya mencapai Rp11 ribu,” ucap Manajer operasional KUD Makaryo Mino, Musaat Munaris dihubungi Aktual.co, Senin (16/3).

Dia mengatakan meski masa paceklik telah berangsur, namun harga beli beras tetap tinggi. Itu pun kualitas beras medium seperti beras pasar murah, dan beras bakti sosial.

Kenaikan itu antara lain faktor cuaca yang sedang turun hujan, sehingga menghambat pengeringan gabah. Disamping itu, para petani sawah baru akan menanam padi musim hujan (rendeng).

Akibat tingginya harga beras, KUD yang melayani sebanyak 180 kapal di atas maupun di bawah 30 grass ton mengeluhkan kenaikan harga paska paceklik. Padahal stok beras sudah kembali stabil.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PLTU Merapi Timur Mulai Beroperasi Akhir Mei

Jakarta, Aktual.co — Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang di Merapi Timur, Lahat, Sumatera Selatan dengan kapasitas 230 mega watt diperkirakan mulai beroperasi pada akhir Mei 2015 karena sedang memasuki proses verifikasi proyek.

Direktur Utama Dadan Kuswandana di Palembang, Senin (16/3), mengatakan kemungkinan besar otoritas yang ditunjuk pemerintah yakni anak perusahaan PT PLN, Jasa Sertifikasi akan merilis hasil verifikasinya pada akhir April.

“Proyek sudah rampung hampir 99 persen, saat ini tinggal tahapan komisioning (verifikasi proyek, red) jika sudah selesai maka PLTU siap beroperasi,” kata Dadan seusai menghadiri acara penandatangan nota kesepahaman (Mou) antara perusahaannya dan Kejaksaan Tinggi Sumsel terkait bantuan hukum perdata dan tata usaha negara.

Ia mengemukakan, nantinya energi yang dihasilkan dari dua pembangkit berkapasitas 115 MW ini akan dikirim ke Jawa melalui jaringan interkoneksi antara Sumatera dan Jawa. “Negara terus mendorong pihak swasta mau menggeluti bisnis di pembangkit listrik karena untuk memenuhi kebutuhan di seluruh Indonesia, hingga saat ini PLN belum mampu,” ujar dia.

Ia menambahkan, energi yang dihasilkan ini harus dikirimkan ke luar Sumatera Selatan karena daerah asal dalam keadaan surplus atau menjadi tumpuan energi provinsi lain di Indonesia. “Tidak mudah untuk merealisasikan proyek ini, banyak kendala yang dihadapi sejak mulai merintis di 2007. Proyek juga sempat terhenti, namun pada 2011 mulai kelihatan geraknya seiring dengan program MP3I yang diusung pemerintah,” ujar dia.

Terkait dengan kendala yang dihadapi dalam penyelesaian proyek ini, ia mengemukakan yakni finansial dan pembebasan lahan. “Setelah mendapatkan pemenang tender dari Tiongkok, justru pemenang ini terkendala biaya karena pengajuannya terlalu murah. Namun, setelah dibicarakan dengan pemerintah, akhirnya didapatkan titik temu nilai proyek yang baru pada 2011,” ujar dia.

Sementara, dari sisi pembebasan lahan seluas 40 hektare, pihaknya harus menghadapi masyarakat yang enggan lahannya dialiri jalur transmisi (untuk kali pertama, PT PLN tidak hanya membeli energi tapi juga meminta perusahaan swasta menyediakan jalur transmisi). Jalur transmisi proyek ini mencapai 25 kilometer dengan 78 tower.

Pemilik lahan berkeinginan seluruh miliknya dibeli, sementara aturan pemerintah mengatur hanya tanah yang dilewati jalur transmisi. “Ini tidak mudah, berbeda dengan Tiongkok yang menganut aturan bahwa tidak ada lahan milik warga. Jika negara menginginkan maka harus diserahkan,” kata dia.

Investasi 200 juta USD Sementara itu, Direktur PT BPI Sri Andini mengatakan perusahaannya telah menggelontorkan investasi sekitar 200 juta dolar Amerika Serikat untuk membangun PLTU ini dengan menggunakan teknologi dari Tiongkok.

Dana investasi ini diperoleh dalam bentuk pinjaman jangka panjang dengan BNI sebesar 70 persen, dan pemegang saham sebesar 30 persen. “Dari investasi yang ditanam ini, diperkirakan tahun ke-10 baru akan kembali dalam bentuk jual energi ke PT PLN, sementara kerja sama dengan PT PLN disepakati selama 30 tahun,” ujar dia.

Pemerintah mendorong kalangan swasta terlibat dalam penyediaan listrik bagi masyarakat yang hingga kini masih defisit sekitar 35 ribu MW.

PT BPI yang merupakan perusahaan konsorsium yang dimiliki oleh tiga perusahaan yakni PT Bukit Asam, PT PLN, dan PT Navigate Innovate Indonesia. Perusahaan ini mendapatkan asupan batu bara dari PT Bukit Asam, tenaga ahli untuk mengawal teknologi dari PT PLN, dan manajemen perusahaan dari PT NII.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain