7 April 2026
Beranda blog Halaman 37989

Margarito : Berdasarkan UUD, DPRD Memiliki Hak Untuk Merubah RAPBD



Jakarta, Aktual.co —Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis Mengatakan bahwa sebagai negara yang demokratis, sudah semestinya Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) dibahas bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pasalnya, menurut Margarito, hingga saat ini belum ada aturan yang mengatur bahwa DPRD tidak benarkan merubah RAPBD yang diajukan pemerintah, maka dengan demikian pemerintah tidak memiliki landasan hukum apapun untuk melarang DPRD merubah RAPBD yang diajukan, karena hal itu sesuai dengan Undang-Undang dasar 1945. Hal itu dia katakan dalam agenda diskusi Aktual Forum, bertema “kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya” di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 15, Maret, 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Langkah Ahok Membahayakan Sistem Demokrasi

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dianggap membahayakan sistem demokrasi karena telah merubah RAPBD 2015 secara sepihak tanpa sepengetahuan DPRD DKI.
Selain menghambat pembangunan, langkahnya juga mengganggu peredaran dan perputaran uang di Jakarta.
“Persoalan itu kan memunculkan Ahok dianggap bersih dan stigma DPRD tidak bersih. Tapi kemudian langkah Ahok yang dibenarkan sepihak itu berbahaya terhadap sistem demokrasi kita,” ujar pengamat politik, Medrial Alamsyah, di Jakarta, Senin (16/3).
Secara pribadi dirinya mengapresiasi substansi yang dilakukan Ahok, namun navigasi proseduralnya dianggap membahayakan demokrasi.
“Saya setuju dengan substansi yang diungkapkan Ahok tetapi prosedur dia dan pilihan kata yang kasar, kemudian cenderung menavikan DPRD dan politisi partai, itu secara tidak sadar membahayakan demokrasi. Dia harus bijak sebagai kepala daerah,” katanya.
Menurutnya, dengan sistem e-budgeting yang direncanakan harusnya bisa dibuat lebih baik tanpa harus ada keributan. “secara substansi harus bisa dijaga, kalau Bu Risma kan santai-santai aja tuh dia bisa kontrol, dia kan yang pertama lakukan itu. Nah Ahok harusnya kontrol juga ketika perubahan ada, saat itu juga jaga, supaya tahu, bukan belakangan,” ujar dia.
Sementara itu, Ahok juga dituding menghambat pembangunan karena tidak lancarnya anggaran rutin yang bisa dicairkan.
“Menunda itu menghambat pembangunan, anggaran rutin di kecamatan dan kelurahan sudah bobrok, anggaran ditunda-tunda, nah selama itu duitnya darimana kan nggak bisa cairkan anggaran tahun sekarang. Belum lagi penundaan terhadap tender,  itu kan bukan hanya mengganggu pembangunan DKI tapi mengganggu uang beredar di Jakarta.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bulan Terbesar di Planet Jupiter Simpan Air Asin Laut Bawah Tanah?

Jakarta, Aktual.co — Sistem Tata Surya, bulan terbesar di Planet Jupiter ternyata menyimpan rahasia yang mendalam yakni, air asin laut bawah tanah.

Teleskop Luar Angkasa NASA, Hubble memantau tanda-tanda lautan yang luas bersembunyi di bawah permukaan bulan Jupiter, Ganymede.

Pertanyaannya bagaimana lautan tersebut terbentuk cukup besar? Ya, lautan diperkirakan memiliki lebih dari H2O, komponen air yang terdapat di permukaan Bumi.

“Tata Surya kini tampak seperti tempat yang cukup basah,” ungkap Jim Green, Direktur ilmu planet, di kantor NASA, Washington DC, mengatakan pada konferensi pers, demikian Associated Press melaporkan.

Air diyakini terdapat di Bulan lain pada Tata Surya kita – termasuk Bulan Jupiter, Europa dan Bulan Saturnus, Enceladus serta Bulan kita sendiri.

Para ilmuwan menduga sejak tahun 1970 silam, Ganymede memiliki lautan. Dan tim peneliti yang dipimpin oleh Joachim Saur, seorang profesor Geofisika dari University of Cologne di Jerman, baru-baru ini mengambil kesimpulan dari pengamatan terdekat gugusan ‘pita’ bersinar gas panas, di Bulan-disebut aurora-dalam memecahkan misteri tersebut.

Untuk diketahui, Ganymede merupakan satu-satunya Bulan di Tata Surya kita dengan medan magnet sendiri – dan, seperti magnet seluas Aurora Bumi, demikian juga ada Ganymede. Aurora yang terhubung dengan medan magnet di dekatnya, termasuk pada Jupiter.

Aurora memberikan efek yang berasal dari medan magnet Jupiter. Namun, peneliti harus mengamati efek dari medan magnet sub-permukaan asin laut dari dekat-  serta mengamati Ganymede dengan Hubble selama tujuh jam untuk melacak gerakan Aurora tersebut, demikian lapor New Scientist.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Dasar Hukum Hadi Poernomo Ajukan Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus korupsi permohonan keberatan pajak PT Bank Central Asia (BCA) Tbk tahun 2003, Hadi Poernomo (HP), resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (16/3).
Menurut kuasa hukum HP, Yanuar P Wasesa gugatan tersebut diajukan dengan tiga alasan. Dia mengatakan, sesuai dengan Pasal 25 dan 26 Undang-undang (UU) 1999/1994 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan (UU Pajak), Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak memiliki kewenangan untuk memeriksan permohonan keberatan wajib pajak.
“Alasannya KPK, tidak berwenang menyidik kewenangan Dirjen Pajak. Karena sesuai dengan UU Pajak, Dirjen Pajak punya kewenangan yang diberikan oleh UU Pajak untuk memeriksa permohonan keberatan wajib pajak,” tegas Yanuar ketika dikonfirmasi, Senin (16/3).
Selain itu, lanjutnya, keputusan menerima permohonan keberatan pajak PT BCA yang dilakukan HP sewaktu menjabat sebagai Dirjen Pajak periode 2002-2004 merupakan kewenangan penuh kliennya.
Nota dinas yang memerintahkan semua bank termasuk BCA untuk menyerahkan NPL (non performing loan)-nya ke BPPN dengan nilai nihil, merupakan usulan yang disampaikan Direktur Pajak Penghasilan (PPh). Dan bukan keputusan Dirjen Pajak.
“Kedua, keputusan menerima permohonan keberatan pajak PT BCA tahun 1999 adalah wewenang penuh Dirjen Pajak. Ketiga, nota dinas Dirjen Pajak pada 17 Juni 2004 ke Direktur PPh merupakan pendapat atas pendapat Direktur PPh,” terangnya.
“Jadi Direktur PPh, pada 13 Maret 2004 menyampaikan usul dan dibalas dengan nota dinas, nota dinas pak Hadi untuk melaksanakan instruksi atau perintah Menteri Keuangan Nomor 117 Tahun 1999 Pasal 10 (soal NPL),” tambahnya.
Lebih jauh disampaikan Yanuar, persoalan Nota Dinas kliennya seharus tidak dianggap sebagai persoalan serius. Dia berpendapat, dibuat nota tersebut justru dinilai sebagai sikap transparansi dan akuntabilitas Dirjen Pajak.
“Nota dinas itu sifatnya tidak wajib. Jadi Dirjen Pajak tidak membuat Nota Dinas pun tidak persoalan, tidak melanggar apapun justru untuk transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Dan apabila dalam menerima keberatan pajak BCA dianggap salah, maka Dirjen Pajak selanjutnya bisa memperbaiki dan menasehati serta mengajukan surat Ketetapan Kurang Bayar Pajak Tambahan (KKBPT).
“Apabila Dirjen Pajak pengganti pak Hadi memandang atau bersikap bahwa Dirjen Pajak terdahulu itu kewenangannya di dalam menerima keberatan pajak dianggap salah maka wajib diperbaiki dinasihatkan atau diterbitkan surat KKBPT sesuai dengan Pasal 15, 16, 36 UU 9 tentang Kitab Undang-undang Pajak (KUP),” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Bahas Riview Ulang Penempatan TKI

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri (tengah) didampingi Menteri Sumber Manusia Malaysia Dato Sri Richard Riot Anak Jaem (kedua kiri) memberikan keterangan seusai menggelar pertemuan di Kantor Kemnakertrans di Jakarta, Senin (16/3/2015). Pertemuan ‎ini membahas review ulang penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia yang kerap bermasalah. AKTUAL/MUNZIR

BPOM Ajak Masyarakat Awasi Produk Berbahaya

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa mengatakan pengawasan obat dan makanan harus didukung pembinaan kepada masyarakat ikut melindungi diri dari bahaya produk, baik obat-obatan maupun makanan.

“Masyarakat diedukasi pemberdayaan sehingga mereka bisa mengungkapkan hak dan kewajiban untuk melindungi diri sehingga partisipasi publik meningkat,” katanya, Jakarta, Senin (16/3).

Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BPOM RI dengan tema “Penguatan Kemitraan Pengawasan Obat dan Makanan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia dan Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Untuk meningkatkan pembinaan terhadap masyarakat sehubungan dengan pengawasan obat-obatan dan makanan, lanjutnya, BPOM akan terus melakukan kerjasama lintas sektor mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.

Untuk itu, BPOM akan mengubah paradigma untuk bertindak lebih proaktif menangani permasalahan obat dan makanan sehingga upaya preventif dapat ditingkatkan dalam pelaksanaannya.

“Pengawasan dan pembinaan harus seiring. Jadi kita akan bahas temuan-temuan di Badan POM, bagaimana meningkatkan dalam rangka perlindungan masyarakat,” katanya.

Selain itu, BPOM juga terus membantu masyarakat terutama pelaku usaha memenuhi persyaratan, registrasi dan produksi sesuai dengan standar ketentuan keamanan, manfaat dan mutu produk.

Untuk itu, penyuluhan dan pembinaan adalah kerja tepat yang perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu melindungi diri dari obat dan makanan berbahaya seperti penggunaan zat kimia pada makanan yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Lebih lanjut ia mengatakan BPOM juga turut berperan dalam mendorong terciptanya daya saing masyarakat dalam menghadapi MEA terutama terkait produksi obat-obatan dan makanan.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat berkompetisi secara global dan diharapkan mereka dapat memiliki akses pasar.

Ia mengatakan pengawasan dan pembinaan dapat beriringan dilakukan dengan bantuan dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dan pemerintahan terkait.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain