4 April 2026
Beranda blog Halaman 380

Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Perhatikan Sumatera

Jakarta, aktual.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam perayaan Hari Natal tahun ini hati dan pikiran hampir seluruh rakyat Indonesia tertuju kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam siaran resminya, Presiden pun berdoa Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera, serta warga di daerah lainnya yang juga mengalami kesulitan karena bencana.

“Saudara-saudara sekalian, di tengah perayaan Natal tahun ini, hati kita juga tertuju kepada saudara-saudara kita yang tengah menghadapi akibat bencana di sejumlah tempat di tanah air, di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dan juga di beberapa tempat di tanah air kita,” kata Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (25/12), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Presiden, Jumat (26/12).

“Semoga saudara-saudara kita di tempat-tempat tersebut diberi lindungan Yang Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka, juga marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita,” kata Presiden.

Dalam ucapan yang sama, Presiden kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan, semangat solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita jadikan Natal sebagai momentum untuk memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, dan meneguhkan semangat gotong royong. Kita harus bersatu, bekerja sama mengatasi segala perbedaan untuk kepentingan rakyat yang kita cintai,” ujar Presiden Prabowo.

“Atas nama Pemerintah, dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di tanah air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia,” sambung Presiden.

Di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak bencana, khususnya di Sumatera Utara, masyarakat merayakan Natal dengan sederhana di bangunan-bangunan gereja yang telah dibersihkan dari timbunan lumpur bekas banjir bandang. Di daerah-daerah lainnya, para jemaat melaksanakan ibadah bersama di tenda-tenda pengungsian.

Sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bulan lalu (25/11) menghadapi bencana banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan seribuan lebih warga meninggal dunia, ratusan orang hilang, dan puluhan ribu rumah rusak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Kamis (25/12) jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera mencapai 1.135 orang, sementara 173 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Kemudian, BNPB juga melaporkan per Kamis, terdapat 489.864 warga yang tinggal di pengungsian.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menjaga Arah Pendidikan Nasional: Catatan Akhir Tahun dan Harapan 2026

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Aktual/HO

Oleh: Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP
Ketua Komisi X DPR RI

Jakarta, Aktual.com – Menjelang berakhirnya tahun 2025, saya memandang perlu menyampaikan refleksi jujur atas perjalanan kebijakan pendidikan nasional. Sepanjang tahun ini, pemerintah telah melaksanakan berbagai program strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, memperluas akses, serta memperkuat kesejahteraan pendidik.

Sebagai Ketua Komisi X DPR RI, saya mengapresiasi berbagai upaya tersebut. Namun, apresiasi harus selalu disertai evaluasi yang kritis agar kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan zaman dan keadilan sosial.

Salah satu kebijakan penting pada 2025 adalah pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Pendidikan. Program ini menunjukkan capaian kuantitatif yang cukup signifikan, terutama pada revitalisasi sekolah dan penguatan infrastruktur pembelajaran.

Namun, memasuki 2026, saya meyakini bahwa orientasi kebijakan pendidikan harus bergeser. Kita tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik dan distribusi perangkat, tetapi harus melangkah lebih jauh pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru, serta pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Digitalisasi pendidikan, misalnya, tidak cukup diukur dari jumlah perangkat Papan Interaktif Digital yang terdistribusi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bermakna di ruang kelas, didukung oleh guru yang kompeten dan konten pembelajaran yang berkualitas.

Demikian pula pengembangan SMA Unggul Garuda, yang ke depan perlu diperluas agar tidak hanya melahirkan sekolah unggulan di pusat-pusat tertentu, tetapi juga membuka akses pendidikan bermutu bagi anak-anak bangsa di wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Program Sekolah Rakyat dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), walau bukan dilaksanakan langsung oleh mitra Komisi X, juga menjadi perhatian serius kami. Kedua program ini menyasar kelompok masyarakat paling rentan dan memiliki dampak sosial yang besar. Karena itu, pelaksanaannya harus dibangun di atas sistem yang adil, transparan, dan akuntabel.

Sekolah Rakyat membutuhkan kejelasan kriteria penerima manfaat, penentuan lokasi berbasis data, serta pembagian kewenangan yang tegas agar tidak terjadi tumpang tindih dan konflik di lapangan. Sementara itu, MBG yang telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat perlu memasuki fase konsolidasi kualitas pada 2026, agar anggaran besar yang dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan mendukung kesiapan belajar peserta didik.

Tahun 2025 juga menandai langkah maju dalam peningkatan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN. Transfer langsung tunjangan profesi, pemberian insentif bagi guru honorer, serta dukungan peningkatan kualifikasi akademik merupakan kebijakan yang patut diapresiasi.

Namun, saya memandang kebijakan kesejahteraan guru harus diperkuat dengan penataan status, perlindungan kerja, serta integrasi yang lebih erat dengan pembinaan karier dan peningkatan kompetensi. Guru adalah pilar utama reformasi pendidikan; tanpa kesejahteraan dan dukungan yang adil, sulit berharap pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, maraknya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang 2025 menjadi alarm keras bagi kita semua. Sekolah dan kampus seharusnya menjadi ruang aman dan bermartabat bagi peserta didik. Karena itu, pada 2026 saya mendorong penguatan pencegahan kekerasan berbasis sekolah dan kampus secara lebih sistemik, dengan memastikan regulasi yang ada benar-benar diimplementasikan dan satuan tugas di semua jenjang pendidikan bekerja efektif.

Pengalaman penanganan pendidikan di wilayah terdampak bencana di akhir tahun 2025 juga memberikan pelajaran penting. Pendidikan tidak boleh menunggu situasi benar-benar pulih. Ia harus hadir sejak masa tanggap darurat sebagai kebutuhan dasar. Respons yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi perlu menjadi standar baru ke depan.

Akhirnya, saya melihat 2026 sebagai momentum penting pembaruan regulasi pendidikan melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Pendekatan kodifikasi yang sedang disiapkan diharapkan mampu menyederhanakan regulasi, memperkuat pelindungan dan kesejahteraan guru, serta menjamin pendanaan pendidikan.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Evaluasi atas 2025 dan harapan untuk 2026 bukan semata catatan administratif, melainkan komitmen moral dan politik untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu, aman, dan berkeadilan. Komisi X DPR RI akan terus mengawal agenda ini dengan keberpihakan yang jelas dan tanggung jawab penuh kepada masa depan Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Kejagung Klarifikasi 27 Perusahaan, Banjir Bandang Sumatera Diduga Bukan Sekadar Faktor Alam

Jaksa Agung Burhanuddin. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap telah melakukan klarifikasi terhadap puluhan perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menyampaikan, klarifikasi tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sebagai bagian dari langkah awal investigasi untuk menelusuri kemungkinan kontribusi aktivitas usaha terhadap terjadinya bencana.

“Satgas PKH telah melakukan identifikasi dengan temuan didapati sejumlah besar entitas korporasi dan perorangan terindikasi kontribusi terhadap bencana bandang, dan Satgas PKH telah melakukan klarifikasi terhadap 27 perusahaan yang tersebar di 3 provinsi tersebut,” kata Burhanuddin dalam agenda Penyerahan Laporan Capaian Penguasaan Kembali Kawasan Hutan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Rabu (24/12/2025).

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil klarifikasi yang diperkuat analisis Pusat Riset Interdisipliner ITB, Satgas PKH menemukan adanya korelasi kuat antara peristiwa banjir bandang dan alih fungsi lahan di daerah aliran sungai (DAS).

Dengan temuan tersebut, Burhanuddin menegaskan bahwa bencana banjir bandang tidak dapat dipandang semata sebagai fenomena alam. Menurutnya, kerusakan tutupan vegetasi di kawasan hulu sungai turut berperan signifikan karena menurunkan daya serap tanah.

“Dampak hilangnya tutupan vegetasi di hulu daerah aliran sungai yang menyebabkan daya serap tanah berkurang, aliran air permukaan meningkat tajam, hujan ekstrem dan banjir bandang akibat volume air meluap ke permukaan,” tegasnya.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Satgas PKH, lanjut Burhanuddin, merekomendasikan investigasi lanjutan terhadap seluruh subjek hukum yang diduga terlibat, baik dari unsur korporasi maupun perorangan. Proses penanganan akan melibatkan berbagai instansi terkait guna mencegah tumpang tindih kewenangan serta memastikan efektivitas penegakan hukum.

“Kita pastikan bahwa kehutanan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa merupakan kekayaan milik bangsa Indonesia harus dikelola dan dilestarikan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok orang,” tekannya.

Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin juga menyampaikan bahwa Kejaksaan Agung melalui Satgas PKH telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara dengan nilai mencapai Rp6.625.294.190.469,74 dari penertiban kawasan hutan dan penanganan perkara korupsi.

Jumlah tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH sebesar Rp2.344.965.750.000, serta penyelamatan keuangan negara dari penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan RI sebesar Rp4.280.328.440.469,74.

Selain itu, Burhanuddin mengungkapkan Kejaksaan Agung juga menyerahkan hasil penguasaan kembali kawasan hutan Tahap V dengan total luas mencapai 896.969,143 hektare.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ketika Mobil Mewah Mulai Kehilangan Tahta di China

Jakarta, Aktual.com – Selama bertahun-tahun, China adalah panggung utama bagi mobil-mobil mewah dunia. Jalanan kota besar dipenuhi sedan Eropa berlogo bintang tiga, kidney grille, dan kuda jingkrak, simbol keberhasilan ekonomi sekaligus prestise sosial. Namun kini, panggung itu mulai berubah. Mobil mewah asing perlahan kehilangan daya pikatnya di pasar otomotif terbesar dunia.

Laporan Associated Press (14/12/2025) mencatat, penurunan permintaan mobil mewah impor di China dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan ekonomi, krisis sektor properti, serta meningkatnya kehati-hatian konsumen kelas menengah-atas membuat pembelian kendaraan premium tak lagi dianggap kebutuhan, melainkan keputusan berisiko.

Mobil mewah yang dulu menjadi lambang status kini berhadapan dengan realitas biaya, pajak, dan depresiasi nilai jual.

Namun ekonomi bukan satu-satunya faktor. Perubahan selera konsumen China menjadi kunci penting. Generasi muda perkotaan yang melek teknologi dan sensitif terhadap isu lingkungan, kian menjauh dari mobil bermesin pembakaran internal.

Mereka beralih ke kendaraan listrik dan hybrid, terutama mobil China dari merek lokal seperti BYD, NIO, dan Li Auto. Kendaraan ini tidak hanya menawarkan teknologi terkini dan konektivitas tinggi, tetapi juga harga yang lebih kompetitif berkat insentif pemerintah.

Di titik inilah merek-merek Eropa menghadapi tekanan berlapis. Mercedes-Benz, BMW, Porsche, hingga Ferrari masih membawa aura prestise global, tetapi reputasi panjang saja tidak lagi cukup.

Kendaraan listrik buatan pabrikan Barat kerap diposisikan sebagai produk premium dengan harga tinggi, sementara pesaing lokal menawarkan teknologi serupa. Bahkan lebih adaptif terhadap ekosistem digital China dengan banderol lebih rasional.

Reuters dan Bloomberg mencatat bahwa sejumlah pabrikan mobil mewah mulai meninjau ulang strategi mereka di China. Target penjualan direvisi, ekspansi jaringan dealer diperlambat, dan investasi diarahkan ulang ke pengembangan EV yang lebih agresif.

Pasar yang dulu dianggap stabil kini berubah menjadi arena kompetisi keras, di mana kecepatan inovasi dan efisiensi biaya menjadi penentu utama.

Bagi industri otomotif global, kondisi ini lebih dari sekadar fluktuasi pasar. China bukan hanya konsumen terbesar, tetapi juga penentu arah masa depan industri.

Ketika konsumen China beralih ke kendaraan listrik lokal, dampaknya menjalar hingga pusat-pusat produksi otomotif di Eropa. Penurunan penjualan mobil mewah di China menjadi sinyal jelas bahwa peta kekuatan otomotif dunia sedang bergeser.

Di era baru ini, kemewahan tak lagi ditentukan oleh mesin besar dan sejarah panjang. Ia ditakar dari kecerdasan teknologi, keberlanjutan energi, dan kemampuan membaca perubahan zaman.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Zulhas Optimistis Pangan Nasional 2026 Makin Kuat: Swasembada Tercapai, MBG Diperluas

Petani memamen padi di desa Teja Timur, Pamekasan, Jatim, Senin (14/3). Petani mengaku produksi padi pada musim tahun ini turun sekitar 30 persen dibanding pada musim panen tahun lalu diperiode yang sama, akibat serangan hama dan penyakit. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/nz/15

Jakarta, Aktual.com — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meyakini kinerja sektor pangan nasional akan semakin menguat pada 2026. Optimisme tersebut didasarkan pada capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah sepanjang 2025.

Zulhas menilai, keberhasilan swasembada pangan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Kalau bidang saya, pangan, tahun ini kita sudah swasembada. Tahun depan saya kira akan jauh lebih baik,” ujar Zulhas usai menghadiri agenda di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Zulhas menegaskan, sektor pangan menjadi fokus utama pemerintah di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu program prioritas yang berada di bawah koordinasi Kemenko Pangan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dan akan rampung pada Maret 2026.
“Targetnya tuntas Maret tahun depan,” katanya.

Selain MBG, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini ditargetkan membangun 40 hingga 50 ribu koperasi desa sepanjang 2026 guna memperkuat distribusi pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi Desa Merah Putih target kita tahun depan dibangun sekitar 40 sampai 50 ribu,” ucap Zulhas.

Ia menegaskan, swasembada pangan dimaknai secara luas, mencakup komoditas pokok seperti beras dan jagung, serta sumber protein seperti ikan dan hasil peternakan. Program ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.

.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Paus Leo Kecam Buruknya Situasi Kemanusiaan di Gaza

Ramallah, aktual.com – Paus Leo XIV mengecam keras memburuknya situasi kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di Jalur Gaza dalam pidato Natalnya, seraya menyerukan perhatian dan kepedulian dunia internasional terhadap penderitaan sipil yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Dalam pesan yang disampaikan dari Vatikan pada Kamis itu, Paus menempatkan krisis Gaza sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling mendesak saat ini, di tengah konflik berkepanjangan dan terbatasnya akses bantuan.

Ia menegaskan bahwa perayaan Natal seharusnya menjadi momentum refleksi global atas penderitaan sesama manusia, khususnya mereka yang hidup dalam bayang-bayang perang, pengungsian, dan ketidakpastian masa depan.

“Bagaimana mungkin kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza yang selama berminggu-minggu terpapar hujan, angin, dan dingin?” ujar Leo XIV, Paus pertama asal Amerika Serikat itu, dalam pidatonya.

Pada 30 November Paus Leo XIV mengatakan solusi dua negara menjadi satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel yang hingga kini masih berlangsung.

Paus Leo menekankan bahwa resolusi apa pun harus mencakup pendirian Negara Palestina, seraya menegaskan kembali posisi Vatikan terkait isu tersebut.

“Kami semua tahu bahwa pada saat ini Israel masih belum menerima solusi itu, namun kami memandangnya sebagai solusi satu-satunya”, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain