6 April 2026
Beranda blog Halaman 38001

Pangdam Cendrawasih: Sertu Murib Tak Terbukti Jual Senjata

Jakarta, Aktual.co — Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan mengungkapkan Sertu Murib dibebaskan karena tidak terbukti menjual amunisi kepada Kelompok Separtis Bersenjata (KSB) di daerah Papua itu.

“Setelah diperiksa tidak ada keterkaitan. Jadi tidak terlibat. Ini masih menurut laporan dari Danpom bahwa dia (Sertu Murib) tidak ada bukti keterlibatannya,” kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan di Jayapura, Papua, Minggu (15/3).

“Kalau ada bukti berarti enam orang kan, tapi ini hanya lima kan? Jadi saya bilang kalau tidak terbukti ngapain kita tahan,” lanjutnya.

Mengenai lima orang oknum TNI yang sedang menjalani persidangan, Fransen menyampaikan tidak mentoelir prajuritnya yang menjual senjata atau amunisi kepada kelompok berseberangan dengan NKRI.

“Kami berharap lima oknum prajurit TNI itu mendapat hukuman yang terberat, untuk mereka adalah hukuman mati. Paling ringan itu hukuman seumur hidup ditambah dengan pemecatan. Dan tidak ada toleransi yang mengkhianati bangsa ini,” katanya.

Terkait pembebasan itu, lima oknum TNI yang sudah menjadi tersangka dan pasti merasa iri serta kecewa karena Sertu Murib diduga merupakan otak dari penjualan amunisi kepada KSB tetapi dibebaskan, Fransen mengatakan hal itu sah-sah saja, asalkan ada bukti.

“Boleh saja sakit hati, tapi buktinya mana? Kita berdasarkan proses hukum dan delik aduan. Jadi jangan sampai kita hukum ternyata tidak terbukti lalu kita dipraperadilankan. Apa lagi saat ini lagi musim praperadilan,” katanya.

Ketika ditanya apakah pembebasan Sertu Murib ada intervensi dari pihak luar seperti yang diisukan bahwa ada permintaan dari salah satu pejabat berkuasa di Papua, Fransen menjawab jika hal itu tidak demikian.

“Tidak pernah pak pejabat menelepon saya terkait masalah ini. Ingat yah, kalau masalah hukum tidak ada intervensi. Tidak ada yang berani. Siapapun dia tidak ada intervensi. Jadi jangan ada yang dipolitisir seperti itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Pabrik Sabu-Sabu Kalsel Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta, Aktual.co — Kasus pabrik sabu-sabu yang digerebek oleh Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel saat ini berkas acara pemeriksaannya sudah rampung dan telah dinyatakan lengkap selanjutnya akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Kalsel.

“Berkas sudah dinyatakan lengkap dan rencananya kami akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut,” ucap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Edy Saprianadi di Banjarmasin, Minggu (15/3).

Ia mengatakan, proses penyidikan terhadap kasus ini terlihat memakan waktu sekian bulan dari awal penggerebekan Desember 2014 hingga saat ini baru dinyatakan rampung dan lengkap.

Lamanya penyidikan yang dilakukan dalam kasus ini dikarenakan pihak penyidik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti hasil tangkapan di tempat kejadian saat melakukan penggerebekan itu.

“Tes uji labfor itu harus antri karena selain kami masih ada yang lebih duluan dari satuan lain yang mengirimkan barang bukti,” tuturnya kepada awak media.

Untuk diketahui terbongkarnya kasus pabrik sabu-sabu itu karena sebelumnya polisi dari Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel menangkap seorang tersangka bernama Rustam yang akan melakukan transaksi sabu-sabu dengan seseorang di kawasan jalan Ampera Banjarmasin Barat.

Saat Rustam tertangkap, polisi langsung melakukan introgasi dan alangkah terkejutnya barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka sabu-sabu seberat 4,38 gram itu merupakan olahannya sendiri.

Mendengar hal tersebut polisi langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka di jalan Sungai Andai Komplek Herlina Blok D Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Saat berada di dalam rumah tersangka polisi menemukan berbagai alat pembuat sabu-sabu dan bahan kimia lainnya sebagai bahan campuran untuk membuat barang haram tersebut.

Menurut keterangan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel pada saat penangkapan bahwa Rustam belajar membuat sabu-sabu itu dari internet dan alat-alat produksi ia beli dengan bermodalkan uang sebanyak Rp20 juta.

Terus dikatakannya, hasil keterangan Rustam awalnya ia sempat gagal dan pada percobaan kedua berhasil. Dalam satu bulan bisa memproduksi sabu-sabu seberat 30 gram.

“Menurut pengakuan tersangka yang kami peroleh ia menjalankan bisnis haram ini sudah dua bulan dan sudah 60 gram sabu-sabu ia produksi,” ujarnya.

Tersangka nekat melakukan bisnis haram dan berani membuat sabu-sabu itu dikarenakan usahanya sebagai seorang pemborong mengalami gulung tikar alias bangkrut.

Artikel ini ditulis oleh:

Proses Ekskavakasi Jalan Masuk Candi Boko Dimulai

Jakarta, Aktual.co — Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta dijadwalkan mulai melakukan ekskavasi jalan masuk ke Gapura Candi Ratu Boko, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (16/3).

“Pemugaran jalan masuk Gapura Candi Ratu Boko tersebut memakan waktu sekitar 2,5 bulan, proses pemugaran ini dapat dimanfaatkan pengunjung yang mempunyai minat khusus berkaitan dengan ekskavasi, terutama turis-turis asing,” kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti, Minggu (15/3).

Menurut dia, pemugaran jalan masuk ke Gapura Candi Ratu Boko ini tidak akan terlalu mengganggu pengunjung yang datang di objek wisata sejarah budaya tersebut.

“Pemugaran ini nanti justeru bisa menjadi salah satu daya tarik. Wisatawan yang mempunyai minat khusus, ingin melihat langsung bagaimana pemasangan batu-batu candi seperti aslinya,” katanya.

Ia mengatakan, wisatawan yang mempunyai minat khusus tersebut, pengalamannya terutama wisatawan manca dari Jepang, karena dinegara mereka tidak mempunyai candi.

“Mereka biasanya terheran-heran. Batu-batu candi disatukan kembali seperti aslinya,” katanya.

Wahyu mengatakan, jalan masuk ke gapura yang akan dipugar tersebut saat ini bukan dalam bentuk aslinya, yakni memakai konblok, terpaksa dipasang karena untuk peresmian yang dilakukan Presiden Soeharto sekitar 1996-1997.

“Masyarakat sekitarnya selama ini belum tahu, kalau jalan masuk ke gapura itu bukan aslinya,” katanya.

Candi Ratu Boko ini terletak di atas kawasan perbukitan Prambanan di wilayah Desa Bokoharjo dan Sambirejo, Prambanan, Sleman.

“Dengan adanya ekskavasi seperti ini, diharapkan pengunjung bisa meningkat. Ini kan menjual, menjadi atraksi wisata khusus,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pemugarannya ini BPCB Yogyakarta tidak hanya bekerja bersama dengan para ahli saja. Namun juga tetap melibatkan masyarakat setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nurdin Halid: 80 Persen Mandat Munas Ancol Dipalsukan

Denpasar, Aktual.co — Wakil Ketua DPP Partai Golkar, M Nurdin Halid memaparkan data mengejutkan. Di depan ratusan kader Golkar Bali ia menyebut jika 80 persen surat mandat Munas Ancol versi Agung Laksono dipalsukan.

“Mandat Munas Ancol itu 80 persen dipalsukan,” beber Nurdin pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Golkar Bali, Minggu (15/3).

Menurut dia, berdasarkan AD/ART partai, utamanya pasal 23 mengatur tentang sistem surat menyurat di internal partai asuhan Aburizal Bakrie (ARB) tersebut. “Yang berhak menandantangi surat mandat dan surat strategis lainnya hanya ketua dan sekretaris,” katanya.

Sementara pada Munas Ancol versi Agung Laksono, mayoritas tak sesuai dengan aturan tersebut. “Di Sumenep Ketua yang sudah meninggal dua tahun lalu menandatangi surat mandat. Ini aneh. Di Jakarta Selatan surat ditandatangi oleh pengurus dari daerah lain. Bahkan ada surat mandat yang ditandatangani oleh orang PPP (Partai Persatuan Pembangunan),” papar dia.

Seluruh bukti tersebut, ia melanjutkan, kini telah berada di Bareskrim Mabes Polri. Di sampung dipalsukan, Nurdin menegaskan jika Munas Ancol versi Agung Laksono penuh kebohongan dan penipuan. “Maaf, yang beginikah yang mau diresmikan, disahkan dan diakui pemerintah,” katanya.

Menurut dia, untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat pengurus Golkar siap berkorban. Tetapi, katanya, ada dua hal yang tak bisa dikorbankan. “Keyakinan dan harga diri,” tegas Nurdin.

Menurutnya, sedari awal Munas Bali-lah yang sah. “Kita sah, kita legal. AD/ART menyatakan demikian. Munas Ancol yang menyatakan sah adalah oknum para pembohong. Dia menyatakan punya legalitas, tapi 80 persen palsu,” ucapnya lagi.

Menurutnya, ada segelintir oknum pemerintah yang tengah mengobok-obok Partai Golkar. Ia pun menyerukan kepada kader Golkar Bali untuk bangkit melakukan perlawanan atas kezaliman yang tengah menimpanya. “Ayo, bangkit melawan! Negeri ini tidak boleh demokrasinya dibangun di atas order seseorang,” imbuhnya.

Ia menganalogikan apa yang tengah menimpa Golkar seperti suami istri. “Kita punya istri sah, terdaftar resmi. Masak mau dirampok orang lain. Nyawa taruhannya,” papar Nurdin.

Ia meyakinkan jika kader Golkar tidak tengah berkonflik satu sama lain. “Di partai lain antara DPD A dengan B saling bertengkar, ada konflik. Di Golkar tidak ada. Tidak ada perserteruan antar pengurus DPD Golkar di tingkat I maupun II. Berbeda dengan partai lain yang kisruh dengan lainnya. Ada oknum pusat mengobok-obok partai kita. Karena tidak berhasil, mereka membuat konflik di tingkat DPD I dan II dengan mengangkat Plt (pelaksana tugas),” demikian Nurdin

Artikel ini ditulis oleh:

Tangkal ISIS, Pancasila Harus Benar-benar Dipahami

Jakarta, Aktual.co — Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono menegaskan Pancasila harus benar-benar dipahami oleh masyarakat Indonesia untuk mengantisipasi masuknya paham seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Pancasila harus dipahami betul supaya tidak terpengaruh ideologi lain. Mereka (orang-orang yang ingin masuk ISIS–red) harus diberi penjelasan, Pancasila itu sudah luar biasa,” kata Pangdam IV Diponegoro di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/3).

Ia mengatakan hal tersebut usai memimpin apel kebangsaan anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang.

Ia menuturkan masyarakat jangan ragu-ragu untuk memperkuat kembali Pancasila sebagai falsafah dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini mengingat adanya sinyalemen degradasi pemahaman Pancasila di lingkungan pemuda dan masyarakat.

Ia mengatakan salah satu langkah antisipasi penyebaran ISIS menugaskan bintara pembina desa (Babinsa) untuk memberikan penjelasan dan pengertian kepada masyarakat, bahwa Indonesia sudah mempunyai ideologi yang luar biasa, yakni Pancasila dan tidak perlu mengikuti yang lain.

“Mungkin ini belum tersampaikan pada mereka, ada informasi yang kurang,” katanya.

Ketua FKPPI Jawa Tengah, Kecuk Hendra Riyadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodam IV/Diponegoro yang nantinya akan memberikan pelatihan di daerah, antara lain masalah wawasan kebangsaan sebagai bekal anggota FKPPI untuk mewujudkan persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Selain itu, katanya juga perlu dilakukan pembekalan tentang pencegahan narkoba, ISIS, terorisme dan sebagainya sehingga mereka di daerah masing-masing sebagai “informan”.

“Mereka memantau lingkungan masing-masing. Ini sangat strategis, jika menemukan sesuatu yang mencurigakan mereka dapat lapor TNI/Polri,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kaltim Peringkat Tiga Pengguna Narkoba di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD Kaltim Rita Barito mengaku prihatin meningkatnya jumlah pengguna narkoba di provinsi Kaltim hingga menempati ranking ke-3 di Indonesia, setelah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau.

Rita Barito di Samarinda, Minggu (15/3), membeberkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Juni 2014, tingkat prevalansi pengguna narkoba di Kaltim mencapai 3,1 persen atau sekitar 97.000 jiwa.

Jumlah tersebut terdiri dari pemakai coba-coba, teratur pakai dan pecandu. Ditambah lagi dengan maraknya narkoba jenis baru yang beredar luas di masyarakat.

“Setiap tahun penyalahgunaan narkoba di Kaltim semakin meningkat.  Hal ini harus mendapat perhatian serius dan seksama. Mengingat hal ini memberi ancaman terhadap kelangsungan hidup Bangsa indonesia sebagai akibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba”kata Rita.

Rita menjelaskan, adapun kabupaten/kota yang menjadi pengguna terbesar narkoba untuk wilayah Kaltim adalah Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara.

“Kami mengimbau pihak-pihak terkait merazia rutin tempat hiburan dan kos. Ini bisa menjadi langkah antisipasi paling utama untuk mencegah semakin tingginya peredaran dan penggunaan narkoba di daerah ini,”jelas Rita.

Ia berharap masyarakat turut memberikan peran dalam rangka mengatasi ancaman yang terjadi.

Peran langsung dari masyarakat khususnya ditingkat RT untuk melaporkan apabila ada hal hal dan aktivitas yang mencurigakan adalah bagian penting menanggulanginya.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat ini mengingatkan agar tak perlu ragu-ragu melaporkan bila mengetahui aktivitas peredaran narkoba. Pentingnya laporan warga memang menjadi temuan yang diperlukan oleh pihak kepolisian.

“Berdasarkan fakta yang ada, bahwa memang rata-rata terungkapnya penemuan peredaran narkoba adalah dari laporan warga sekitar,”tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain