6 April 2026
Beranda blog Halaman 38016

Pembunuh TNI di Kalimatan Tenggara Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Pelaku pembunuhan anggota TNI AD Kodim 0911/Nunukan, Kaltara akhirnya berhasil ditangkap dalam pelariannya di wilayah Negara Malaysia pada Jumat (13/3) sekitar pukul 13.00 wita.

Berdasarkan rilis yang diperoleh dari kalangan TNI AD dan kepolisian setempat, pelaku bernama Syarif tersebut diamankan atas kerjasama Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Kodim 0911/Nunukan, Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri dan kepolisian Kabupaten Nunukan yang melakukan pengejaran hingga memasuki perkebunan kelapa sawit di wilayah negara itu.

Penangkapan terhadap pelaku tersebut setelah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian Tawau, Malaysia (setingkat Polres) bahwa telah ditemukan oleh aparat kepolisian Wallace Bay wilayah Pulau Sebatik, Malaysia (setingkat polsek) pada Jumat (13/3) sekitar pukul 13.00 wita kata Kapolres Nunukan, AKBP Christian Tory di Nunukan, Sabtu (14/3) malam.

Namun pelaku yang melarikan diri ke Pulau Sebatik, Indonesia melalui Pelabuhan Bambangan Kecamatan Sebatik Barat ini dengan menggunakan speedboat belum diserahkan kepada aparat di Kabupaten Nunukan.

Sesuai keterangan Kapolres Nunukan, pelaku akan diserahkan kepada aparat di Kabupaten Nunukan pada Minggu (15/3) walaupun demikian belum diketahui apakah penyerahan melalui jalur darat di Pulau Sebatik atau langsung diantar dan dijemput di wilayah perbatasan perairan di Pulau Nunukan.

Pengejaran pelaku selama empat hari tersebut, sejumlah anggota Polres Nunukan pun ditangkap aparat kepolisian Malaysia karena memasuki wilayah negara itu tanpa menggunakan dokumen keimigrasian.

Aparat kepolisian Nunukan tersebut sempat digiring ke Tawau, namun diserahkan kembali dan tiba di PLBL Lamijung pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 19.00 wita dijemput di wilayah perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia dengan menggunakan speedboat milik Polisi Air setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPR Pertanyakan Penundaan Eksekusi Mati Bali Nine

Jakarta, Aktual.co — Meski sudah dilakukan sejumlah persiapan dalam bentuk pengamanan hingga pemindahan dua tahanan gembong narkoba “Bali Nine” asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, namun pemerintah Indonesia belum juga melakukan eksekusi mati kedua WNA tersebut. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan  tegas mengaku tidak akan memberikan grasi kepada dua terpidana tersebut.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mengaku aneh dengan pemerintah Indonesia yang belum melakukan eksekusi mati tersebut.

“Saya tidak tahu pemerintah menunggu apa lagi, kok ditunda-tunda (eksekusi hukuman mati),” kata Hasanuddin, di Jakarta, Minggu (15/3)

Ia berpandangan bahwa saat ini pemerintah dianggap tidak menghiraukan kondisi psikologis para terpidana tersebut, pasalnya, semakin hari kondisi kejiwaan duo Bali Nine tersebut akan terguncang lantaran dalam menunggu eksekusi hukuman mati tersebut.

“Disamping secara psikologis, penundaan eksekusi mati tidak baik untuk terpidana, secara politis juga tidak menguntungkan (untuk Indonesia),” ujar Ketua DPD PDIP Jawa Barat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Ketum PBNU: Ulama NU Kembangkan Islam Nusantara di Dunia

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Islam Nusantara kini mulai diterima dunia, karena Islam Nusantara yang dikembangkan para ulama NU itu bisa bergandengan secara damai dengan siapapun.
“Para ulama Afghanistan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan sejumlah negara Timur Tengah juga mulai menyekolahkan anak-anak mereka ke Indonesia untuk belajar Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya dalam sambutan pada Peluncuran Sukses Muktamar ke-33 NU di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (14/3) malam.
Dalam peluncuran yang ditandai dengan istighatsah (doa bersama memohon keselamatan), tahlil, shalawat, dan pagelaran wayang dengan lakon “Nur Kala Kalidasa” oleh dalang Ki Enthus Susmono itu, ia mengaku dirinya juga baru saja menerima penghargaan dari AS sebagai pemimpin dunia nomor 17 yang mewujudkan kedamaian dunia.
“Pak Imam Aziz (salah seorang Ketua PBNU yang kini menjabat Muktamar Ke-33 NU) juga akan segera ke Patani, Korea untuk menerima penghargaan dari negara itu atas prestasi dalam mengembangkan rekonsiliasi dengan beberapa keluarga PKI yang masih hidup,” katanya.
Di hadapan Gubernur Jatim Soekarwo, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, ulama dan pengurus cabang NU se-Jatim, ia mengatakan Islam Nusantara (Aswaja) yang dikembangkan para ulama NU merupakan jalan tengah yang menyelamatkan masyarakat dari konflik dari zaman ke zaman.
“Konflik politik Mu’tazilah-Khawarij melahirkan Aswaja (Imam Hasan Al-Basri), konflik antara rasionalitas dan spiritualitas melahirkan Ilmu Kalam (Imam Abu Hanifah), konflik dalam penafsiran Quran dan Hadits melahirkan Ilmu Fiqih dengan Ijmak dan Qiyas (Imam Syafii), serta konflik hakikat dan syariat yang melahirkan tarekat (Imam Ghazali),” katanya.
Perkembangan terakhir adalah konflik antara negara dengan agama “Konflik negara-agama itu dirumuskan KH Hasyim Asyari (Pendiri NU) dengan konsep Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam satu agama), Ukhuwah Basyariah (persaudaraan dalam satu bangsa), dan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan dalam satu negara),” katanya.
Bahkan, katanya, Ukhuwah Wathoniyah mungkin lebih utama daripada lainnya. “Itu karena kita lahir, bertindak, bekerja, dan beribadah di atas Tanah Air ini. Tidak mungkin kita bisa beribadah kalau kita tidak memiliki Tanah Air, karena itu para ulama NU menyatakan cinta Tanah Air itu sebagian dari iman,” katanya.
Oleh karena itu, ajaran Islam yang dikembangkan para ulama melalui organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) yakni Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) itu kini menjadi perhatian dunia, karena itu Muktamar Ke-33 NU di Jombang pada 1-5 Agustus 2015 mengangkat tema Islam Nusantara.
“Islam Nusantara yang berpaham Aswaja yang dimotori NU juga sering tanyakan para diplomat asing yang berkunjung ke Kantor PBNU, terutama duta-duta besar dari Eropa,” kata Said Aqil yang mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum dalam Muktamar 2015 di Jombang itu.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim Soekarwo juga menyampaikan terima kasih atas peran NU yang menghargai kebhinnekaan bangsa Indonesia, karena hal itu menyebabkan terjadinya titik temu antara agama dan negara, sehingga kehidupan masyarakat menjadi aman dan nyaman yang akhirnya masyarakat bisa sejahtera.
Muktamar Ke-33 NU itu akan dihadiri 4.000-an peserta dan 5.000-an penggembira. Lokasi pembukaan di Alun-alun Jombang, tapi lokasi muktamar akan tersebar pada empat pesantren yakni Pesantren Tebuireng, Pesantren Denanyar, Pesantren Bahrul Ulum, dan Pesantren Rejoso-Peterongan.
“Lokasinya mungkin agak ruwet, tapi kita menghormati para pendiri NU. Kita ingin napak tilas, sekaligus mencari barokah dan belajar kepada para pendiri NU,” kata Ketua Panitia Daerah Muktamar Ke-33 NU H Saifullah Yusuf yang juga Wagub Jatim.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Penghuni Rutan Olah Batu Alam Jadi Batu Akik

Jakarta, Aktual.co —   Sejumlah penghuni rumah tananan kelas II B Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau memanfaatkan waktunya untuk mengolah batu alam menjadi batu akik bermotif tinggi.

“Ini adalah salah satu bentuk usaha yang bisa dilakukan sehingga bisa menjadi trend tersendiri dan bekal nantinya untuk terjun ke masyarakat,” kata Kepala Rutan Rengat Indragiri Hulu Gumilar Budi Rahayu di Rengat, Minggu (15/3).

Ia mengatakan, hobi dan kegemaran memiliki batu akik sudah menjadi motivasi sendiri di lingkungan masyarakat, demam batu akik juga merambah ke Rutan hingga kesempatan yang ada dimanfaatkan oleh sejumlah penghuni Rutan untuk mengolah batu alam menjadi bernilai.

Btu akik yang diambil dari berbagai tempat yang dinilai biasa saja dapat djadikan sebuah batu cincin yang unik dan berharga, justru kepintaran mengasahnya tidak semua orang mampu.

“Kemampuan mengasah batu ini juga perlu diberikan apresiasi tinggi bagi penghuni Rutan Rengat, hasilnya tidak kalah dengan yang di luar sana,” ujarnya.

Kasi Pelayanan Tahanan Rudinur menyebutkan, virus batu akik tersebut telah merebak hingga ke Rutan Rengat, berawal beberapa orang warga binaan atau narapidana yang tertarik memiliki batu cincin, lalu mencoba mengasah batu dengan alat seadanya.

“Melihat hasilnya bagus, lalu menjadikannya sebagai usaha pengisi waktu,” ujarnya.

Beberapa warga binaan Rutan tengah asik mengasah batu akik secara amatir dengan alat seadanya itu, pihak Rutan terinspiraasi untuk menyalurkan bakat mereka dengan baik dan terkoordinir.

“Ya, kami berikan fasilitas dan alat yang lengkap, seperti alat pemotong, dinamo dan gerinda,” sebutnya.

Pengrajin batu akik yang merupakan warga binaan Rutan seperti ES (24) dan MR (45) diminta keterangannya menjelaskan, karena diberikan kesempatan maka dilaksanakan dengan sepenuh hati pekerjaan itu.

“Kami bangga bisa berekspresi dan menyalurkan bakat,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

APBD 2015 DKI, Ahok Pentingkan Gaji Pegawai Daripada kepentingan Masyarakat

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik anggaran Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) versi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tahun anggaran 2015 lebih mengutamakan gaji pegawai daripada kepentingan masyarakat.

“Jadi nonsen Ahok berantas korupsi, anggarannya saja lebih banyak untuk gaji pegawai ketimbang kepentingan masyarakat,” ujar Uchok dalam Acara Aktual Forum dengan tema “APBD DKI Jakarta, Siapa Silumannya”, di Warung E-Komando Jakarta, Minggu (15/3).

Lebih lanjut Uchok menjelaskan bahwa APBD ditangan Ahok banyak mengalami penurunan yang sangat memprihatinkan. Sebagai contoh kecil misalnya fungsi biaya pendidikan itu sebesar Rp14,5 triliun atau 21,6 persen dari total belanja.

Padahal tahun lalu 2014 biaya pendidikan Rp16,4 triliun atau 25,3 persen. Sementara saat ini mengalami penurunan 3,7  persen dari total belanja pendidikan.

“APBD untuk kepentingan masyarakat saat ini di tangan Ahok mengalami penurunan,” jelasnya.

Kemudian belanja modal atau belanja pembangunan yang pada tahun 2014 sebesar Rp25,5 triliun atau 40,1 persen namun pada tahun 2015 APBD belanja modal mengalami penurunan 7,4 persen. Sedangkan biaya kesehatan mengalami 3,7 persen penurunan.

“Penurunan ini disebabkan karena Gubernur Ahok lebih peduli meningkatnya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dari pada peduli dengan belanja kesehatan dan belanja pembangunanan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bima Arya Jamin Hatta Rajasa Tidak Akan Bentuk Partai Lain

Jakarta, Aktual.co — Meski sudah selesai dan sudah mendapatkan ketua umum yang baru, namun banyak kalangan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) masih dilanda perseteruan oleh dua kubu pendukung pada kongres di Bali lalu.

Perseteruan yang diprediksi pecah itu, ketika beberapa pendukung ketua umum PAN incummbent Hatta Rajasa yang kalah dalam pemilihan menyatakan mengundurkan diri dari partai bentukan  jabatannya, hingga muncul kabar adanya ormas yang nantinya cikal bakal partai baru yang diduga diusung oleh kubu petahana.

Salah satu politisi PAN, Bima Arya membantah adanya indikasi pembentukan partai baru yang diduga dibentuk oleh Hatta Rajasa.

“Saya jamin bang Hatta tidak akan mendirikan partai baru. Bang Hatta itu kelasnya sudah negarawan, dan tidak akan turun kelas,” kata Bima saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (14/3).

Politisi yang juga Walikota Bogor ini menjelaskan, jaminan yang dilontarkannya Hatta Rajasa ketika dikonfirmasi adanya gerakan untuk membuat partai baru. Ia berpandangan bahwa apa yang disampaikan calon wakil presiden dalam pemilihan 2014 itu sudah lugas dan berulang-ulang dihadapan para pendukung setianya.

“Bagi saya (Hatta,red), berpartai itu sekali seumur hidup jangan sampai perbedaan politik membuat perpecahan diantara kita. Partai ini (PAN) adalah milik semua dan banyak yang masa depannya ditemtukan langkah kita kali ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Berita Lain