12 April 2026
Beranda blog Halaman 38064

Siang Ini, Persipura Bertolak ke Maladewa

Jakarta, Aktual.co — Tim Persipura Jayapura, akan bertolak ke Male, Maladewa Sabtu (14/3) siang, dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, untuk pertandingan Piala AFC 2015 melawan tuan rumah Maziya.

“Besok siang kami bertolak ke Male via Kuala Lumpur,” kata juru bicara Persipura Jayapura, Bento Madubun di Jakarta, Jumat (13/3).

Bento menyampaikan kepastian keberangkatan tim Mutiara Hitam yang pada musim lalu hanya mencicip semifinal AFC Cup itu usai latihan terakhir Jumat sore di Lapangan C Senayan, Jakarta.

Mengenai pemain yang akan diboyong ke markas klub Maziya, mantan wartawan harian Bintang Papua itu mengemukakan bahwa, 20 pemain yang akan dibawa ke Maladewa.

“Ada 20 pemain yang akan dibawa ke Maladewa, seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya,” katanya.

Hanya saja, untuk bek Persipura Bio Paulin Pierre dipastikan tidak akan bersama Boaz TE Salossa dan kawan-kawan ke Maladewa, karena harus mempersiapkan diri untuk jalani upacara pindah kewarganegaraan.

“Bio digantikan oleh Yohanis Tjoe. Hal itu dilakukan karena Bio harus mempersiapkan diri untuk hadapi sumpah sebagai WNI yang direncanakan dilakukan dalam pekan ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 20 pemain yang akan dibawa pelatih Oswaldo Lessa ke Maladewa yaitu kiper Dede Sulaiman dan Ferdiansyah, Ricardo Salampessy, Dominggus Fakdawer, Ruben Karel Sanadi, dan Izaak Wanggai.

Gerald Pangkali, Nelson Alom, Imanuel Wanggai, Robertino Pugliara, Lim Jun Sik, Ferinando Pahabol, Ian Louis Kabes dan Lancine Kone.

“Lalu, Boaz TE Solossa, Jaelani Arey Sibi, Zulham Zamrun, Yustinus Pae, Ronny Esar Beroperay dan Yohanis Tjoe,” kata Bento Madubun.

Usai memenangi laga home menjamu JSW Bengaluru FC dengan skor 3-1 pada Selasa (10/3), keesokan harinya tim Persipura Jayapura langsung berangkat ke Jakarta guna pemantapan latihan di Lapangan C Senayan.

Artikel ini ditulis oleh:

MK Jerman Putuskan Guru Perempuan Boleh Kenakan Hijab di Kelas

Jakarta, Aktual.co — Mahkamah Konstitusi Jerman, memutuskan bahwa, guru perempuan di negara itu, diperbolehkan untuk mengenakan hijab/jilbab dalam kelas, selama tidak menimbulkan gangguan.

Hal ini, diperkirakan akan memicu debat, mengenai gejala islamisasi seperti yang disebut-sebut oleh kelompok nasionalis.

Mahkamah Konstitusi membalikkan sendiri pelarangan bagi guru mengenakan hijab yang dikenakannya pada 2003, sehingga sekolah-sekolah di beberapa negara bagian Jerman, melarang hijab namun mengizinkan penggunaan simbol-simbol Kristen seperti salib dan kebiasaan para biarawati.

Sidang di Karlsruhe yang memutuskan kasus diajukan seorang perempuan Muslim yang dilarang mengajar, karena mengenakan hijab, mengatakan bahwa simbol-simbol keagamaan hanya dilarang ketika ia menimbulkan “bukan hanya risiko tersembunyi namun juga nyata atas terjadinya gangguan di sekolah”.

“Ini saat yang tepat untuk kebebasan beragama,” kata Volker Beck, legislator dari partai oposisi Greens, dikutip dari Reuters, Jumat (13/3).

Ia berpendapat bahwa penutup kepala yang dikenakan wanita maupun pria Muslim, Yahudi dan Kristen tidak terlalu menjadi ancaman bagi masyarakat Jerman dibandingkan “penentang keberagaman” seperti sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), neo-Nazi, dan ekstrimis Muslim Salafi.

Kepala badan antidiskriminasi federal Christine Lueders menyambut baik keputusan itu untuk “menegakkan kebebasan beragama di Jerman”. Dengan pendidikan yang dilaksanakan di 16 negara bagian Jerman, ia menyerukan kepada otoritas daerah untuk mengkaji kembali aturan-aturan yang relevan.

Namun, harian di Berlin TAZ memperingatkan bahwa kelompok anti-Islam PEGIDA, yang mulai melakukan aksi-aksi kecil di Dresden dan segera melakukan aksi serupa di seluruh Jerman, akan menangkap keputusan itu untuk memperlihatkan bahwa Eropa tengah diambil alih oleh Islam.

“PEGIDA akan merayakan ini,” kata TAZ di halaman muka, di bawah sebuah foto hijab warna-warni di sebuah etalase toko di Berlin.

Antusiasme PEGIDA (Patriot Eropa Menentang Islamisasi Barat) melempem setelah anggota-anggotanya kalah jumlah dari pengunjuk rasa antirasis dan pendiri PEGIDA Lutz Bachmann berpose dalam foto dengan kumis ala Hitler.

Artikel ini ditulis oleh:

IMI Sulsel Butuh Dana Rp180 Juta Hadapi PraPON

Jakarta, Aktual.co — Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan menyatakan membutuhkan sekitar Rp180 juta untuk membiayai seluruh keperluan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2015.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi IMI Sulsel, Adifar Hakim,  berharap KONI setempat bisa merealisasikan anggaran itu demi menjaga peluang meraih hasil terbaik termasuk meloloskan banyak atlet tampil di PON XIX Jabar 2015.

“Jumlah yang kami ajukan ke KONI Sulsel untuk pra-PON, yakni sekitar Rp180 juta. Mudah-mudahan bisa disetujui sehingga makin mendukung peluang kami lolos,” jelasnya di Makassar, Jumat (13/3).

Untuk anggaran sebesar itu, kata dia, akan digunakan untuk pengadaan suku cadang, dana mengikuti kejurnas, serta anggaran berlaga di pra-PON 2015.

Dari sejumlah kebutuhan tersebut, kata dia, pengeluaran terbesar dialokasikan untuk pembelian suku cadang, seperti ban, onderdil dan pendukung yang lain. Untuk kebutuhan itu diperkirakan menelan biaya hingga Rp40 juta.

Sementara untuk sisanya tentu saja untuk biaya akomodasi, transportasi, konsumsi saat mengikuti try out termasuk pra-PON.

Menurut dia, pihaknya hanya mengajukan berdasarkan kebutuhan. Adapun berapa yang akhirnya disetujui KONI tentu diserahkan sepenuhnya ke yang besangkutan.

Namun demikian, pihaknya berharap KONI Sulsel tidak memberikan anggaran terlalu kecil seperti halnya pada pelaksanaan 2011. KONI Sulsel saat itu justru hanya memberikan anggaran yakni sekitar Rp20 juta untuk pra-PON.

Apalagi KONI dikabarkan mendapatkan anggaranyang lebih besar yakni mencapai Rp29 miliar untuk membiaya kebutuhan setiap cabang olahraga menghadapi pra-PON 2015.

“KONI Sulsel pada pra-PON 2011 memberikan anggaran sebesar Rp20 juta sehingga kita terpaksa memangkas sejumlah kebutuhan. Mudah-mudahan kali ini lebih besar apalagi KONI mendapatkan dana hibah APBD sebesar Rp29 miliar,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti: Seekor Singa Jantan Terlihat di Gabon Sesudah 20 Tahun

Jakarta, Aktual.co — Seekor singa terlihat di Gabon untuk pertama kali dalam hampir 20 tahun belakangan, yang meningkatkan harapan akan binatang itu, yang lama dikhawatirkan punah di negara itu, kembali berkembang biak, kata pelestari, Jumat (13/3).

Ratusan singa acap ditemui di Afrika Tengah pada pertengahan abad lalu. Namun, jumlahnya telah turun tajam akibat perburuan dan kehilangan lingkungan hidupnya.

Kamera tersembunyi, yang dipasang sebagai bagian dari kajian simpanse di Plato Bateke, Gabon, menangkap gambar seekor singa jantan tiga kali sejak Januari, kata Dr Philipp Henschel, Koordinator Program Survei untuk kelompok kampanye Panthera.

“Saya tidak bisa percaya. Begitu saya bisa, saya pergi ke sana untuk memasang kamera lagi,” katanya dikutip dari Reuters, Jumat, dengan menambahkan bahwa penelitian baru diluncurkan dengan harapan menemukan lebih banyak kucing besar itu.

Singa dikenal hidup beberapa ratus kilometer dari negara itu, tepatnya di Republik Demokratik Kongo dan menurut Henschel hewan itu bisa berenang menyeberangi Sungai Kongo, salah satu sungai terbesar di dunia, dan melakukan perjalanan ke savanah Gabon.

Singa jantan sering hidup sendirian dan dapat melakukan perjalanan panjang untuk mencari pasangan.

Henschel mengatakan bahwa peneliti mempertimbangkan memberi nama singa itu berdasarkan nama Presiden Gabon Ali Bongo, yang diketahui mencintai kucing, dan ayahnya, Omar Bongo, pada satu waktu memiliki harimau sebagai hewan peliharaan di rumahnya.

“Kami berpikir untuk menamai singa itu ‘Ali’ sesuai nama presiden, karena dia adalah seorang pecinta kucing,” kata Henschel.

Sejak Bongo terpilih pada 2009, Gabon meningkatkan patroli anti-perburuan di 13 taman nasional yang juga tempat tinggal bagi gajah dan gorila. Singa terakhir, betina, terlihat di Gabon pada 1996.

Artikel ini ditulis oleh:

BMKG Kembali Rekam Puluhan Titik Panas di Riau

Jakarta, Aktual.co — Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru kembali merekam puluhan titik panas melalui satelit modis sensor terra dan Aqua, Sabtu (14/3) petang.
“Data terbarui pada 14 Maret 2015 pukul 16.00 WIB, menunjukan secara keseluruhan di Pulau Sumatera terdapat 50 ‘hotspot’, dan yang terbanyak berada di Riau yakni berjumlah 46 titik,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Sugarin mengatakan, dari 46 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Bengkalis dengan total 33 titik.
Selanjutnya, daerah penyumbang titik panas lainnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota, diantaranya terdapat tiga titik yang terdeteksi di Kabupaten Siak, dan dua titik lainnya tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir.
Sementara itu untuk tingkat akurasi di atas 70 persen yang menandakan bahwa titik panas tersebut benar merupakan titik api terdeteksi sebanyak 30 titik api.
“Untuk tingkat akurasi diatas 70 persen, satelit merekam sebanyak 30 titik api, dimana Bengkalis merupakan daerah penyumbang titik api terbanyak dengan 27 titik api. Kemudian Rokan Hilir sebanyak satu titik api dan Meranti sebanyak dua titik api,” ujarnya.
Jumlah titik api yang tercatat pada Sabtu ini merupakan yang terbanyak dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya titik api mulai berkurang dengan turunnya hujan buatan atas upaya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menaburkan garam sejak awal Maret 2015 lalu.
Namun, kembalinya titik api menurut Kepala bidang Damkar BPBD Bengkalis, Suiswantoro adalah disebabkan cuaca yang kembali panas dalam tiga hari terakhir.
“Sebelumnya sempat ada hujan, namun ketika cuaca kembali panas, titik api kembali bermunculan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BMKG Kembali Rekam Puluhan Titik Panas di Riau

Jakarta, Aktual.co — Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru kembali merekam puluhan titik panas melalui satelit modis sensor terra dan Aqua, Sabtu (14/3) petang.
“Data terbarui pada 14 Maret 2015 pukul 16.00 WIB, menunjukan secara keseluruhan di Pulau Sumatera terdapat 50 ‘hotspot’, dan yang terbanyak berada di Riau yakni berjumlah 46 titik,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Sugarin mengatakan, dari 46 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Bengkalis dengan total 33 titik.
Selanjutnya, daerah penyumbang titik panas lainnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota, diantaranya terdapat tiga titik yang terdeteksi di Kabupaten Siak, dan dua titik lainnya tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir.
Sementara itu untuk tingkat akurasi di atas 70 persen yang menandakan bahwa titik panas tersebut benar merupakan titik api terdeteksi sebanyak 30 titik api.
“Untuk tingkat akurasi diatas 70 persen, satelit merekam sebanyak 30 titik api, dimana Bengkalis merupakan daerah penyumbang titik api terbanyak dengan 27 titik api. Kemudian Rokan Hilir sebanyak satu titik api dan Meranti sebanyak dua titik api,” ujarnya.
Jumlah titik api yang tercatat pada Sabtu ini merupakan yang terbanyak dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya titik api mulai berkurang dengan turunnya hujan buatan atas upaya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menaburkan garam sejak awal Maret 2015 lalu.
Namun, kembalinya titik api menurut Kepala bidang Damkar BPBD Bengkalis, Suiswantoro adalah disebabkan cuaca yang kembali panas dalam tiga hari terakhir.
“Sebelumnya sempat ada hujan, namun ketika cuaca kembali panas, titik api kembali bermunculan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain