15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38270

Dolar Melemah Pasca Pernyataan Yellen di Kongres

Jakarta, Aktual.co —  Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen dalam kesaksiannya di Kongres menyatakan bank sentral akan tetap bersabar dalam menaikkan suku bunganya.

Dalam penjelasan kebijakan moneter semi-tahunannya, Yellen mengulangi bahwa janji Fed untuk bersabar berarti kenaikan suku bunga tidak mungkin dilakukan pada “setidaknya beberapa pertemuan kebijakan Fed berikutnya”.

Yellen mengatakan kepada Komite Perbankan Senat bahwa meskipun pembangunan ekonomi, terlalu banyak orang Amerika masih menganggur atau setengah menganggur, pertumbuhan upah masih lesu dan inflasi tetap di bawah target jangka panjang The Fed dua persen.

Greenback berada di bawah tekanan setelah komentar Yellen. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,12 persen menjadi 94,458 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, kepercayaan konsumen AS turun pada Februari, kata kelompok riset Conference Board yang berbasis di New York pada Selasa dalam sebuah laporannya. Indeks Keyakinan Konsumen The Conference Board tercatat 96,4 pada Februari, turun dari 103,8 pada Januari.

Harga rumah AS tidak berubah banyak pada Desember lalu. Komposit 10-kota naik 4,3 persen tahun-ke-tahun, naik dari 4,2 persen pada November, sementara Komposit 20-kota naik 4,5 persen tahun-ke-tahun, dibandingkan dengan 4,3 persen pada November, Komite Indeks S&P Dow Jones Indeces mengatakan pada Selasa.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1338 dolar dari 1,1335 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris datar di 1,5455 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7826 dolar dari 0,7798 dolar.

Dolar AS dibeli 118,93 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,87 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun tipis menjadi 0,9501 franc Swiss dari 0,9506 franc Swiss, dan menurun menjadi 1,2508 dolar Kanada dari 1,2577 dolar Kanada.

Artikel ini ditulis oleh:

Minyak Dunia Turun Dipicu Perkiraan Pedagang Atas Persediaan AS

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pedagang memperkirakan laporan utama akan menunjukkan peningkatan lain dalam persediaan minyak mentah AS yang sudah berada pada tingkat rekor, sehingga memperburuk kelebihan pasokan global.

Kontrak acuan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 17 sen, menjadi ditutup pada 49,28 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April, kontrak acuan global, ditutup pada 58,66 dolar AS per barel, turun 24 sen dari tingkat penutupan Senin.

Kedua kontrak berjangka telah turun tajam pada Senin dan Jumat karena para pedagang khawatir tentang melimpahnya pasokan global di tengah pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, dengan tidak ada tanda-tanda pelambatan dalam kenaikkan stok minyak mentah di Amerika Serikat.

Pada Rabu (25/2), Departemen Energi AS (DoE) akan menerbitkan laporan mingguan AS tentang stok minyak mentah dan produk-produknya. “Kami mungkin akan memiliki tumpukan lain dalam persediaan AS yang akan menempatkan tekanan turun pada harga,” kata James Williams dari WTRG Economics.

Para ahli yang disurvei oleh Bloomberg News, menyatakan persediaan proyek telah meningkat 3,75 juta barel pada pekan lalu, dari total 425,6 juta barel minggu sebelumnya. Secara global, pasokan minyak mentah meningkat karena ladang minyak di Libya timur memulai kembali pemompaan ke pelabuhan Hariga setelah jaringan pipanya diperbaiki. “Kembalinya sebagian pasokan dari Libya membebani harga Brent meskipun keberlanjutannya tak pasti,” analis Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.

Harga minyak mentah telah jatuh lebih dari 50 persen sejak Juni. Harga telah meningkat dari posisi terendah Januari menyusul pelambatan dalam kegiatan pengeboran AS, tetapi para analis mengatakan volatilitas kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu. “Sangat jelas mulai sekarang bahwa pengeboran minyak di AS akan melambat, pertumbuhan produksi global diperkirakan akan lebih rendah, dan permintaan, setidaknya di AS, bereaksi secara positif terhadap harga yang lebih rendah,” kata bank Inggris Barclays dalam sebuah laporan.

“Singkatnya, pasar diperkirakan akan tetap kelebihan pasokan untuk sebagian besar tahun 2015, tetapi harapan di luar itu adalah fundamental yang lebih seimbang,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupanya, Bibi Kim Jong Un Masih Hidup

Jakarta, Aktual.co —Bibi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang lama absen dari publik sejak suaminya dieksekusi dikabarkan dalam keadaan hidup. Demikian dinas intelijen Korea Selatan, Selasa (24/2), seperti yang dilansir CNN. Keberadaan dan nasib Kim Kyong Hui (68) selama ini menjadi fokus pemberitaan setelah suaminya, Jang Song Taek dihukum mati pada akhir 2013 karena dituduh merencanakan makar dan melakukan korupsi.

Setelah lama tak terlihat di hadapan publik memunculkan spekulasi bahwa perempuan yang dulu sangat berkuasa ini jatuh sakit, bahkan salah satu media ternama Korea Selatan menduga Kyong Hui sudah meninggal dunia. Namun, Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) membantah berbagai laporan yang menyebut Kyong Hui sudah meninggal dunia.

“Mereka (NIS) mengatakan dia masih hidup,” kata Shin Kyoun-min seorang anggota parlemen setelah menggelar rapat dengan NIS, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kim Kyong Hui pernah memiliki pengaruh besar saat menjadi petinggi di masa pemerintahan Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un.

Kyong Hui dan suaminya juga berperan besar dalam memuluskan jalan keponakannya Kim Jong Un untuk menduduki tampuk pemerintahan Korea Utara sepeninggal Kim Jong Il. Namun, kemudian Kim Jong Un menangkap dan mengeksekusi Jang Song Taek setelah dituduh berencana untuk menggulingkan pemerintah Korea Utara.

Jelang Pidato The Fed, IHSG Berpotensi Melemah

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bertahan di zona hijau. Meskipun minim sentimen dan diikuti dengan kembali melemahnya laju nilai tukar Rupiah.

Selain itu, penguatan laju IHSG ini bersamaan dengan ramainya penyerapan hasil lelang Sukuk pemerintah. Dari sisi nominal, penawaran yang masuk lebih rendah dari lelang Sukuk pemerintah sebelumnya.

“Namun jumlah nominal yang dimenangkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya sehingga menghasilkan bid-to-cover ratio yang lebih besar,” ujar Analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Rabu (25/2) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.390-5.403 dan resisten 5.427-5.432. Masih adanya aksi beli, kata dia, membuat laju IHSG meninggalkan utang gap 5.342-5.372.

“Meski kami berharap adanya penguatan lanjutan, namun kami pun juga mewaspadai akan adanya potensi pelemahan dimana secara historis selama berlangsungnya pidato The Fed jarang sekali IHSG berada di zona positif,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Pidato The Fed, Rupiah Diperkirakan Melemah

Jakarta, Aktual.co — Pasca menguat, laju Rupiah kemarin kembali berada di zona merahnya. Setelah pelaku pasar mentransaksikan Dolar AS, seiring jelang pidato Gubernur The Fed.

“Pelaku pasar masih menunggu akan adanya kepastian dari The Fed terhadap penentuan waktu kenaikan suku bunganya. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan sikap dari Komisi Uni Eropa yang telah menerima proposal reformasi Yunani untuk perpanjangan bailout,” ujar Analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Rabu (25/2), Reza memperkirakan Rupiah berada di di bawah target level support 12.825, yakni Rp12.876-12.860 (kurs tengah BI). Menurutnya, Rupiah diperkirakan kembali tertekan jelang pidato The Fed tersebut sehingga harapan pengutan lanjutan Rupiah kembali sirna.

“Tetap mewaspadai pelemahan lanjutan.” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menag : Islam Tidak Mengenal Mayoritas dan Minoritas, Islam Untuk Semua



Jakarta, Aktual.co —Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim, tradisi keislaman dan pemikiran Islam sangat mengakar kuat di negara ini. Fikih yang banyak dijadikan rujukan dalam kehidupan sehari-hari masyarkat muslim juga berkembang di negara ini. Oleh karena itu, fikih harus mampu menjawab berbagai persoalan bangsa yang tejadi saat ini.
Berikut pandangan Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, dalam agenda diskusi yang diselenggarakan Maarif Institute bertema “Fikih dan Tantangan Kepemimpinan dalam Masyarakat Majemuk” di Jakarta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Berita Lain