9 April 2026
Beranda blog Halaman 38332

Kalahkan Unggulan Tiga, Pravem/Debby ke Babak Kedua All England

Jakarta, Aktual.co — Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto, sukses membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan tiga asal Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin. Mereka menang dua game langsung, 21-15 dan 21-14. Hasil ini memastikan posisi Praveen/Debby di babak kedua Yonex All England Open 2015.

“Bisa menang lawan Xu/Ma tentu kami merasa senang, apalagi bisa menang langsung straight game. Karena target kami sebenarnya bisa melewati babak pertama ini dulu,” kata Debby usai pertandingan di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Rabu (4/3).

Sejak game pertama dimulai, Praveen/Debby terus menekan lawan dan menguasai jalannya pertandingan. Keduanya tak memberi kesempatan bagi Xu/Ma untuk mengembangkan pertandingan.

“Dari awal kami sudah dapat permainannya, sudah enjoy, startnya juga bagus. Karena bolanya bisa dibilang kencang, jadi kami banyak main bola-bola datar dan nggak kasih kesempatan buat Xu untuk menyerang. Di situ kelihatannya Xu agak-agak bingung di lapangan. Kami tidak memberi kesempatan buat Xu mengeluarkan smash-nya,” kata Debby lagi.

Di babak dua, Praveen/Debby akan berhadapan dengan pasangan Hong Kong, Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet. Melihat peluang di atas kertas, Praveen/Debby yang berada di peringkat 14, lebih diunggulkan dari lawan yang berada di peringkat 27.

“Sudah bisa melewati Xu/Ma berarti kami harus lebih konsentrasi lagi. Karena ini kesempatan. Kami sudah mengalahkan unggulan, jangan sampai lengah dan malah kalah dari pemain yang bukan unggulan,” kata Praveen.

Melaju ke babak dua juga diikuti pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii. Kevin/Greysia mengalahkan pasangan Rusia, Vitalij Durkin/Nina Vislova, 21-17, 18-21 dan 21-17.

Sementara itu, kekalahan lebih awal dialami oleh pasangan Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Riky/Richi yang menjadi unggulan delapan harus kalah straight game dari pasangan Jepang, Kenichi Hayakawa/Misaki Matsutomo, 19-21 dan 13-21.

Artikel ini ditulis oleh:

Sheikh Salman Berpeluang Besar Pertahankan Jabatan Presiden AFC

Jakarta, Aktual.co — Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa dari Bahrain, berpeluang besar mempertahankan posisinya sebagai ketua sepak bola Asia untuk empat tahun mendatang, setelah tidak seorang pun menantangnya pada pemilihan presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bulan depan.

Bersamaan dengan kepresidenan AFC, Sheikh Salman juga akan mengamankan dirinya sendiri sebagai wakil presiden badan sepak bola dunia FIFA, menggantikan Pangeran Ali bin Al Hussein, yang berniat menantang Sepp Blatter untuk posisi presiden FIFA.

Sheikh Salman terpilih sebagai presiden AFC dua tahun silam, menggantikan Mohamed Bin Hammam, yang diskors seumur hidup oleh badan sepak bola dunia pada 2011 di tengah tudingan bahwa dirinya berupaya membeli suara.

Pemilihan presiden AFC berikutnya akan berlangsung di Bahrain pada 30 April, namun Sheikh Salman telah siap untuk mengamankan posisi teratas setelah ia menjadi satu-satunya kandidat ketika AFC mengumumkan nominasi final mereka pada Rabu (4/3).

Pertarungan lain yang lebih menarik adalah untuk posisi tiga komite eksekutif AFC di FIFA. Terdapat tujuh kandidat, termasuk dua pejabat petahana, Morawi Makudi asal Thailand, dan Zhang Jilong asal Tiongkok.

Calon lain adalah Saud Al Mohannadi, yang merupakan wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar, yang berupaya untuk terpilih sebagai anggota komite eksekutif FIFA menjelang negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Qatar telah mendapat banyak kritik sejak mendapat hak menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2010 dan mendapat suara untuk berada di susunan pengurus FIFA yang dapat membantu membungkam kritik yang ada.

Sheikh Ahmad Al Fahad, salah satu sosok paling berpengaruh di dunia olahraga, juga bersaing di sana.

Kuwait merupakan kepala Dewan Olimpiade Asia dan Komite Asosiasi Nasional Olimpiade, namun mereka tidak memiliki peran formal di AFC atau FIFA.

Jika sukses, Sheikh Ahmad, yang merupakan pendukung kuat Blatter dan presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, akan menjadi penghubung penting antara kedua organisasi itu, di mana Blatter akan kehilangan posisinya IOC pada 2016 ketika ia berusia 80 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Nelayan Bangka Dihimbau Waspada Gelombang Pasang

Jakarta, Aktual.co — Nelayan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diingatkan agar mewaspadai gelombang pasang di areal penangkapan ikan.

“Kami ingatkan kepada seluruh nelayan dengan semua jenis alat tangkap pada saat melaut untuk mewaspadai gelombang pasang yang biasanya disertai angin kencang,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka, Harrie Patriadie di Sungailiat, Rabu (4/3).

Ia menyebutkan, sebagaimana diinformasikan lembaga terkait akan potensi gelombang pasang mencapai 2,5 meter sampai tiga meter di perairan laut Bangka Belitung.

“Meskipun pada saat berangkat melaut kondisi air laut cukup aman, tetapi gelombang pasang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa disadari oleh nelayan,” katanya.

Sebelum berangkat melaut, dia sarankan agar para nelayan menyiapkan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung, tali dan peralatan keamanan lainnya yang dibutuhkan.

“Pada saat melakukan penangkapan hendaknya antara nelayan jangan saling berjauhan sehingga mudah untuk berkomunikasi jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Menurutnya, keselamatan dalam bekerja harus tetap diutamakan, jangan memaksa melaut kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, terlebih kapal yang digunakan berkapasitas di bawah 10 gross ton.

“Kapal nelayan Kabupaten Bangka yang berada di sejumlah sentra pendaratan ikan umumnya di bawah 10 gros ton, sehingga rawan jika melakukan penangkapan dalam kondisi gelombang air laut pasang yang biasanya disertai dengan angin kencang,” ujarnya.

Menurutnya, lebih baik sebelum berangkat melaut memastikan atau berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Syahbandar atau Polair di pelabuhan untuk memastikan kondisi air laut apakah aman atau berbahaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebanyak 20 Pemain U-22 Dibawa ke Vietnam Untuk Uji Coba

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas Indonesia U-22, Aji Santoso, membawa 20 pemain ke Vietnam guna menjalani pertandingan uji coba sebelum Timnas Garuda Muda turun pada kualifikasi Piala Asia U-22 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 27-31 Maret.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Tim Nasional (BTN) di Jakarta, Rabu (4/3), 20 pemain yang dipilih untuk memperkuat timnas menghadapi Vietnam di Hanoi, 9 Maret merupakan kombinasi dari mantan pemain Timnas Indonesia U-19 serta pemain dari klub ISL lainnya.

Mantan Timnas Indonesia U-19 yang dibawa ke Hanoi di antaranya adalah Evan Dimas, Paulo Sitanggang, Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pratama, Ilham Udin Armaiyn dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.

Sebelum ke Vietnam, Garuda Muda terus ditempa dengan program yang telah disiapkan Aji Santoso. Bahkan, mantan pelatih Persebaya Surabaya itu sudah menemukan formasi yang akan digunakan.

“Formasi bakunya 4-2-3-1. Namun, penerapan di lapangan bisa berubah sesuai dengan kebutuhan. Bisa 4-3-3 atau bisa menjadi 4-1-4-1. Saya terus berusaha memberikan pemahaman kepada anak-anak terkait dengan formasi,” kata Aji Santoso.

Meski telah menetapkan 20 pemain yang dibawa ke Vietnam, pelatih asal Malang itu masih terus mencari pemain karena ada beberapa pemain yang belum bisa bergabung seperti pemain Persebaya, Zulfiandi.

“Kami masih membutuhkan seorang gelandang. Makanya kami terus melakukan komunikasi dengan manajemen Persebaya. Semoga Zulfiandi bisa segera gabung,” kata mantan pemain nasional itu.

Berikut 20 pemain yang dibawa ke Hanoi, Vietnam:

1. Teguh Amiruddin (goalkeeper) Barito Putera 2. Muhammad Natshir Fadhil (GoalKeeper) Persib Bandung 3. Ravi Murdianto (GoalKepeer Mitra) Kumar FC 4. Hansamu Yama Pranata (Defender) Barito Putera 5. Muhammad Abduh Lestaluhu (Defender) Persija Jakarta 6. Manahati Lestusen (Defender) Barito Putera 7. Andik Rendika Rama (Defender) Persela Lamongan 8. Putu Gede Juni Antara (Defender) Persebaya Surabaya 9. Paulo Oktavianus Sitanggang (Midfielder) Barito Putera 10. Evan Dimas Darmono (Midfielder) Persebaya Surabaya 11. Hendra Adi Bayauw (Midfielder) Semen Padang FC 12. Wawan Pebriyanto (Midfielder) PBR Bandung Raya 13. Ahmad Nufiandani (Midfielder) Arema Crocus 14. Adam Alis Setyano (Midfielder) Persija Jakarta 15. Antoni Putro Nugroho (Midfielder) Barito Putera 16. Ilham Udin Armaiyn (Forward) Persebaya Surabaya 17. Christofer Manuel Sibi (Forward) Persipura Jayapura 18. Rudolof Yanto Basna (Defender) Mitra Kukar FC 19. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh (Forward) PSM Makassar 20. Jajang Maulana (Defender) Sriwijaya FC.

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti: Bisa Laba-laba Bisa jadi Obat Penahan Sakit

Jakarta, Aktual.co — Ilmuwan yang menganalisa kandungan kimia dari bisa laba-laba mengatakan, menemukan tujuh bahan yang dapat menghadang rasa sakit menuju ke otak.

Dalam penelitian terhadap 206 jenis laba-laba, mereka mencari molekul-molekul pada bisa yang dapat menghadang gerak syaraf, khususnya melalui saluran “Nav1.7”.

Para peneliti mengatakan, suatu saat akan menemukan kelompok yang berpotensi menjadi penahan rasa sakit baru.

Menurut perkiraan para ahli itu, satu dari lima orang di dunia menderita rasa sakit yang parah dan pengobatan dengan penghilang rasa sakit yang sekarang ada belum bisa memberikan pengaruh jangka panjang.

Beban ekonominya juga cukup tinggi, untuk rasa sakit yang parah diperkirakan memerlukan dana 600 miliar dolar setahun hanya di Amerika Serikat saja.

Manusia merasakan sakit di badan ketika gerak syaraf dari bagian tubuh yang sakit mengirimkan sinyal ke otak melalui saluran rasa sakit dan para ahli mencoba menghalangi saluran tersebut saat mencoba menemukan obat baru penahan sakit.

“Suatu bahan yang menghadang saluran Nav1.7 adalah yang khusus kami cari,” kata Glenn King yang memimpin penelitian di Universitas Queensland Australia, dilansir dari Reuters, Rabu (4/3).

Penelitian sebelum ini menurutnya, menemukan perbedaan rasa sakit dari tiap-tiap orang berdasarkan kebocoran Nav1.7 yang terjadi secara alami akibat mutasi genetik, sehingga bisa menghentikan rasa sakit pada orang-orang dengan saluran normal.

Penelitian untuk obat baru penahan sakit dipusatkan pada 45.000 jenis laba-laba, kebanyakan yang membunuh mangsanya dengan bisa yang berisi ratusan hingga ribuan molekul protein dan sebagian dengan penghadang gerak syaraf.

Karya peneliti yang disiarkan pada Jurnal Farmakologi, Kamis lalu, membangun sistem yang dapat cepat membaca kandungan bisa dari 206 jenis laba-laba dan menemukan 40 persen mengandung sedikitnya bahan yang menghadang saluran Nav1,7 pada manusia.

Dari tujuh zat yang sudah dikenali, ada satu yang secara khusus berpotensi dan memiliki susunan kimia dan juga kemungkinan mengandung bahan kimia serta panas dan stabilitas biologikal yang diperlukan untuk membuat obat.

“Dengan memakai sumber alami untuk obat baru akan memberikan harapan guna meningkatkan pengembangan kelompok baru obat penahan sakit,” ujar Klint.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden FIFA Sarankan Pengurangan Nilai Buat Klub Dalam Kasus Rasis

Jakarta, Aktual.co — Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyarankan agar, tim-tim yang terlibat dalam insiden-insiden rasisme, semestinya mendapat hukuman yang lebih besar seperti pengurangan nilai di liga.

“Masalah terbesar yang kami (FIFA) hadapi belakangan ini adalah masalah rasisme, diskriminasi. Ini tidak dapat diterima,” kata Blatter, dikutip dari Reuters, Rabu (4/3).

“Kita harus mengurangi angka, mendegradasi tim. Saat kami berani melakukannya, maka diskriminasi akan berakhir,” ucapnya kepada para presiden konfederasi-konfederasi sepak bola Amerika Selatan dan ofisial-ofisial lain pada awal Kongres CONMEBOL di markas mereka di Paraguay.

Kasus terkini terkait rasisme di Amerika Selatan melibatkan penyerang Panama Luis Tejada dari klub Peru Juan Aurich, yang meninggalkan lapangan saat pertandingan masih berlangsung, setelah mendapat pelecehan rasial oleh sejumlah penggemar Cienciano.

Terdapat sejumlah kasus pelecehan rasial terhadap para pemain di Eropa dan Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir, namun Blatter mengatakan denda atau penutupan stadion bukan merupakan hukuman yang cukup.

“Saya pikir bahwa suatu hari kelak (rasisme) itu akan lenyap dari sepak bola…namun itu tidak cukup, kita memerlukan kondisi-kondisi baru,” tutur Blatter.

“Kami memiliki peraturan-peraturan, namun mereka tidak diaplikasikan di seluruh dunia oleh badan-badan disiplin dan kendali,” kata Blatter, yang akan berupaya menjadi presiden FIFA untuk kelima kalinya saat pemilihan presiden baru dilangsungkan pada 29 Mei.

Kongres CONMEBOL akan meratifikasi Juan Angel Napout asal Paraguay sebagai presiden untuk masa kerja empat tahun, dan menegaskan dukungannya kepada Blatter di pemilihan presiden FIFA.

Pria Swiss itu akan bertarung melawan Michael van Praag dari Belanda, mantan pemain Portugal Luis Figo, dan wakil presiden FIFA Pangeran Ali bin Al Hussein dari Jordania, yang menghadiri kongres itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain