6 April 2026
Beranda blog Halaman 38370

BKPM: PMA Januari-Februari Diprediksi Capai USD2,7 Miliar

Jakarta, Aktual.co —   Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan investasi asing (PMA) yang masuk ke Indonesia sejak 1 Januari-27 Februari 2015 sebesar 2,7 miliar dolar AS.

“Kami mencatat sampai Februari 2015 terdapat minat investasi asing sebesar 43 miliar dolar AS, tapi dari jumlah tersebut yang sudah serius sekitar 2,7 miliar dolar AS,” ujar Kepala Marketing Officer (MO) BKPM Ikmal Lukman di Jakarta, Selasa (3/3).

Jumlah 2,7 miliar dolar AS tersebut, menurut dia, terdiri atas investasi di bidang industri padat karya sebesar 1,26 miliar dolar AS, substitusi impor 1,16 miliar dolar AS, hilirisasi pertanian (kakao, karet, CPO) 216 juta dolar AS, dan kelistrikan 10 juta dolar AS.

“Investor yang sudah serius ini kami beri waktu enam bulan untuk mengajukan izin prinsip (IP), kalau tidak mengajukan dalam jangka waktu tersebut maka kami akan turunkan ke level minat,” ujarnya.

Terkait kriteria untuk menentukan level investor asing berdasarkan tingkat keseriusannya, Ikmal mengatakan bahwa BKPM memiliki tiga level yaitu serius, minat, dan prospektif.

“Kriteria investor yang serius yaitu mereka sudah beberapa kali bertemu dengan ‘marketing officer’ BKPM di Indonesia dan sudah meninjau lokasi yang akan digunakan untuk proyek investasi mereka,” katanya.

Selain itu, investor asing tersebut harus memiliki “local partner” sebagai mitra kerja di Indonesia dan rencana bisnis yang jelas.

“Minimal mereka sudah tahu apa saja yang dibutuhkan dari mulai luas lahan, penyerapan tenaga kerja, kapasitas produksi, impor mesin-mesin, dan persentase ekspor produk,” tuturnya.

Sedangkan yang termasuk dalam kriteria minat, kata Ikmal, biasanya investor telah bertemu dengan MO di Jakarta tetapi baru satu kali dan masih mempertimbangkan kendala untuk menjalankan bisnis mereka.

“Misalnya ada investor yang mau membangun pabrik obat tapi mereka mendengar ada kesulitan untuk memperoleh izin BPOM, maka kita akan dampingi dan sebisa mungkin kami carikan jalan untuk mengatasi kendala-kendala yang ada,” ujarnya.

Mengenai kriteria prospektif, Ikmal menjelaskan bahwa investor yang masuk ke kategori ini biasanya masih dalam tahap “penangkapan” oleh tim MO BKPM berdasarkan informasi yang didapat dari kantor perwakilan BKPM di beberapa negara (IIPC) dan KBRI.

“Yang jelas kami tim ‘marketing officer’ bertugas untuk mencari dan mendampingi para investor dari awal hingga penerbitan IP,” tuturnya.

BKPM sendiri sepanjang 2015-2019 menargetkan total IP sebesar Rp5.864 triliun PMA dan Rp2.158 triliun PMDN untuk memenuhi target realisasi investasi sebesar Rp3.500 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Elpiji 3 Kg Langka, APEGAS Minta Pemerintah Pecat Dirut Pertamina

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Untuk Gas Rakyat (APEGAS) menggelar aksi memprotes langkanya gas elpiji 3 kg di depan Istana Wapres, Jakarta, Selasa (3/3/2015). Aksi ini menuntut pemerintah Jokowi-JK untuk mengusut dan menindak tegas oknum yang terlibat permainan sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg. AKTUAL/MUNZIR

Soal APBD DKI, FITRA: Harus Ada Uji Publik

Jakarta, Aktual.co — – Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai harus ada uji publik terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami pandang harus dilakukan uji publik dalam waktu dekat ini, kan sudah ada dokumen versi DPRD dan draf dari eksekutifnya,” kata Sekretaris Jendral Fitra Yeni Sucipto di Jakarta, Selasa (3/3).

Hal tersebut diungkapkan Yenni seusai acara Konferensi Pers yang digagas Fitra dengan mengusung tema “Jalan Keluar Kisruh APBD DKI Jakarta” di Jalan K, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Yenni juga mengatakan hal-hal yang perlu diuji tersebut adalah terkait tuduhan-tuduhan pelanggaran dari kedua belah pihak baik legislatif maupun eksekutif yang harus diperjelas hingga melahirkan hak angket DPRD dan pelaporan dewan ke Komisi Pemberantasan Korupsi oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

“Pengujian tersebut bertujuan untuk memperjelas duduk perkaranya, seperti ‘dana siluman’ Rp12,1 triliun yang dituduhkan Gubernur pada DPRD lalu 11 pelanggaran aturan yang dituduhkan anggota dewan pada Basuki. Itu semua harus dibuktikan dengan melibatkan publik kan sudah ada dokumen dari masing-masing pihak tersebut,” katanya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan dengan adanya pengujian tersebut nantinya juga jadi masukan pada Kemendagri dalam menengahi dan mengoreksi APBD itu. “Sehingga tata kelola keuangan yang diinginkan di DKI Jakarta agar ada transparansi, partisipasi dan akuntabilitas terbangun,” ujarnya.

Yenni juga mengharapkan adanya keterbukaan dari mediasi lanjutan oleh Kemendagri untuk membahas APBD DKI yang menurutnya juga akan dilakukan pemanggilan elit politik secara personal.

“Kita harapkan adanya keterbukaan itu agar tidak ada peluang proses transaksional di dalam mediasi tersebut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dengan melibatkan masyarakat, kata Yenni sehingga pertisipasi masyarakat akan ada dengan melihat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka apakah versi Pemprov atau yang dari DPRD.

Dengan tidak kunjung disahkannya APBD DKI 2015 Fitra memprediksi ibu kota akan rugi Rp11,4 triliun dari dana pengembangan. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 903/6865/SJ yang ditujukan kepada gubernur, bupati/wali kota, ketua DPRD provinsi, ketua DPRD kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa jika APBD terlambat ditetapkan, maka akan mendapatkan sanksi tidak dibayarkannya hak-hak keuangan daerah selama enam bulan sesuai dengan amanat UU Pemerintahan Daerah Nomor 23 tahun 2014 pasal 312 ayat (2)

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Semen Indonesia Janji Perbaiki Kerusakan Teluk Balikpapan

Jakarta, Aktual.co — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyatakan siap memperbaiki kondisi Teluk Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, apabila pembangunan pabrik pengepakan semen dan dermaga yang sedang dikerjakan di kawasan tersebut merusak lingkungan.

“Kalau memang dalam proses pembangunan ada lingkungan di Teluk Balikpapan yang mengalami kerusakan, kami akan benahi sehingga fungsi-fungsi lingkungan bisa kembali seperti semula,” kata Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto ketika dihubungi dari Balikpapan, Selasa (3/3).

Agung juga menjelaskan bahwa Semen Indonesia mendedikasikan sekitar 40 persen dari dua hektare lahan yang dikuasainya di kawasan Teluk Balikpapan sebagai lahan terbuka hijau untuk mewujudkan “green industry”.

Jetty atau dermaga dan pabrik pengepakan semen yang dibangun PT Semen Indonesia berada di wilayah Teluk Balikpapan di Kawasan Industri Kariangau (KIK) Kota Balikpapan.

PT Semen Indonesia bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Wimar Nabati Indonesia (WINA), PT Dermaga Kencana Indonesia (DKI), Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, dan H Sanusi yang mereklamasi lahan di antara Sungai Tempadung dan Sungai Berenga, Teluk Balikpapan, dilaporkan sejumlah aktivis lingkungan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan karena merusak hutan mangrove.

Agung Wiharto menegaskan bahwa lahan PT Semen Indonesia berada di KIK Balikpapan yang memang diperuntukkan untuk industri dan sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan.

“Saat ini kami masih dalam tahap pembangunan. Kami juga berusaha seminimal mungkin mengubah bentang alam dan ekosistem mangrove yang sudah ada. Untuk efisiensi, bila semua pembangunan fasilitas sudah selesai, kita perbaiki lagi hutan mangrove yang mungkin terkena dampak pembangunan itu,” papar Agung.

Pembangunan “packing plant” Semen Indonesia semula diharapkan selesai pada September 2014, tetapi hingga kini pengerjaan masih berlangsung.

Dermaga khusus yang dibangun perusahaan pelat merah itu akan mampu disandari kapal berbobot hingga 10.000 ton. Selain itu, ada dua silo (tempat penyimpanan semen curah) berkapasitas masing-masing 6.000 ton, dengan mesin pengepak (rotary packer) berkapasitas 2.200 kemasan per jam atau 110 ton per jam.

Menurut informasi, lahan yang ditempati PT Semen Indonesia tersebut menyewa dari Pemprov Kaltim. Perjanjian sewa berlaku untuk lima tahun sejak 2013 dengan nilai sewa sekitar Rp1,38 miliar dan naik 5 persen setiap tahun dari Rp260 juta di tahun pertama.

Secara keselurhan, KIK Balikpapan memiliki luas lahan 2.721 hektare. Kawasan itu dimiliki Pemprov Kaltim, Pemkot Balikpapan dan swasta yang investasinya pada 2013 mencapai Rp757,76 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mahasiswa Indonesia Gelar Pameran Budaya di NTUST Taiwan

Jakarta, Aktual.co — Mahasiswa asal Indonesia menggelar pameran budaya di kampus National Taiwan Universtiy of Science and Technology (NTUST) Taipei pada 2-3 Maret 2015.

Beberapa anjungan di acara bertemakan “Indonesian Culture Exhibition 10th” itu ramai dikunjungi mahasiswa NTUST dari berbagai negara, termasuk mahasiswa asal Taiwan.

“Ini merupakan kegiatan tahunan. Tahun ini kami gelar selama dua hari. Pada tahun-tahun sebelumnya hanya sehari,” kata Ketua Panitia “Indonesian Culture Exhibition 10th”, Sasongko, di Taipei, Selasa (3/3).

Pihaknya menggelar acara tersebut tidak pada hari libur itu bertujuan untuk menggaet sebanyak-banyaknya pengunjung dari kalangan mahasiswa.

“Kalau hari libur, justru malah sepi. Oleh sebab itu, kami sengaja menggelar acara ini pada hari aktif,” katanya didampingi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan, Imam Adipurnama, mengenai acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Agung Sepande, itu.

Para pengunjung yang kebanyakan mahasiswa Taiwan dan dari berbagai negara itu mendapatkan kesempatan belajar menulis aksara Jawa, membatik, menjajal permainan tradisional, dan mencicipi makanan khas Nusantara.
Selain itu, para pengunjung juga bisa mencoba memainkan alat musik tradisional, seperti angklung dan kendang, bermain wayang kulit dan wayang golek, serta foto dengan mengenakan pakaian tradisional Nusantara.

Anjungan foto pakaian tradisional, belajar membatik, dan menulis aksara Jawa paling diminati para pengunjung. Mereka mendapatkan bimbingan dari para mahasiswa NTUST yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Makanan Indonesia terkenal karena pedasnya. Kami sangat menyukainya,” ucap Sarah, mahasiswa NTUST asal Kenya, saat mendapatkan kesempatan mencicipi soto dan wedang ronde.

Meskipun tidak sama dengan cita rasa masakan di negaranya, dia merasa makanan Indonesia cocok dengan lidahnya.

“Selama di Taiwan ini kami juga sering membeli makanan khas Indonesia yang dijual di dekat masjid di Taipei karena jelas kehalalannya,” kata Hawa, mahasiswa NTUST asal Gambia, menimpali.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai atraksi kesenian tradisional dan promosi objek-objek wisata Nusantara. Bahkan, para pengunjung juga antusias mengikuti pelatihan membuat rujak uleg.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Ditutup Melemah, Analis: Saham Mengalami “Rally”

Jakarta, Aktual.co —  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)ditutup melemah 3,21 poin (0,06 persen) menjadi 5.474,61. Pelemahan terjadi akibat sebagian pelaku pasar saham mengambil posisi ambil untung. Sementara kelompok 45 saham unggulan(indeks LQ45) melemah 0,57 poin (0,06 persen) ke level 953,10.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa koreksi yang terjadi pada beberapa saham di BEI pasca mengalami “rally” kenaikan dalam beberapa hari terakhir dapat dijadikan peluang untuk kembali diakumulasi.

“Beberapa saham yang mengalami koreksi dapat dijadikan kesempatan untuk pelaku pasar kembali melakukan transaksi jangka pendek,” ujar Yuganur di Jakarta, Selasa (3/3).

Dalam data BEI, saham-saham yang mengalami penguatan diantaranya Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik Rp50 menjadi Rp1.115, Astra International (ASII) naik Rp125 menjadi Rp8.000, dan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp50 menjadi Rp5.350.

Sedangkan saham-saham yang melemah diantaranya Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp75 menjadi Rp14.825, Matahari Department Store (LPPF) turun Rp750 menjadi Rp17.750, dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp100 menjadi Rp11.900.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 251.987 kali dengan volume mencapai 4,29 miliar lembar saham senilai Rp5,80 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 143 saham, yang melemah 169 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 100 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 184,66 poin (0,74 persen) ke 24.702,78, indeks Bursa Nikkei turun 11,72 poin (0,06 persen) ke 18.815,16, dan Straits Times menguat 23,52 poin (0,69 persen) ke posisi 3.427,41.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain