11 April 2026
Beranda blog Halaman 38404

Menteri Marwan Usulkan Penambahan Dana Untuk Daerah Tertinggal

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengusulkan penambahan dana khusus bagi daerah-daerah tertinggal.

Menteri Marwan mengatakan dirinya sedang mengusulkan ada tambahan dana sehingga jika usulan disetujui akan ada tambahan dana bagi yang daerah yang tertinggal, Selasa (3/3).

Dalam kunjungan ke Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Marwan menyebut daerah tersebut akan mendapat bantuan dan program sesuai dengan kebutuhan karena merupakan salah satu daerah tertinggal.

Ia lantas berpesan agar Pemkab Ogan Ilir membantu pembangunanan di Desa Burai yang sedang membentuk sebagai desa minapolitan dan perajin kerajinan songket.

Untuk itu, ia berharap Pemda dapat membantu pembuatan BUMDes untuk produk perikanan seperti lele dan gurami, selain juga BUMDes untuk kain songket yang menjadi salah satu andalan kerajinan di desa tersebut sehingga meningkatkan perekonomian desa.

Dalam kesempatan tersebut Marwan juga meluruskan informasi terkait dana desa sebesar Rp1,4 miliar. Pasalnya, hingga saat ini masih terjadi kesalahpahaman di tingkat desa, bahwa angka rupiah tersebut akan dicairkan bulat setiap tahun.

Menurut dia, dana Rp1,4 miliar tersebut akan diberikan bertahap dalam lima tahun.

Alokasi dana desa dalam APBN 2015 mencapai Rp9 triliun untuk disalurkan ke sekitar 74 ribu desa se-Indonesia. Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menambah alokasi dana desa dari kompensasi pengurangan subsidi BBM sebesar Rp11 triliun.

Sehingga total alokasi dana desa 2015 yang akan disalurkan mencapai Rp20 triliun. Rata-rata setiap desa akan mendapatkan dana sekitar Rp140 juta pada tahun 2015 ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Terkait Kapal Besar, NTT Tagih Janji Menhub

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur Anwar Pua Geno mengatakan masyarakat NTT masih menunggu realisasi janji Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan menurukan kapal feri bertonase besar guna memperlancar pelayanan transportasi di daerah daerah berbasis kepualauan ini.

“Kapal feri bertonase besar ini memang cocok untuk NTT, agar memudahkan masyarakat menjual hasil pertaniannya dari satu pulau ke pulau lainnya,” katanya di Kupang, Selasa (3/3).

Ia menambahkan janji Menteri Perhubungan Ignasius Jonan itu sangat ditunggu warga karena ketika keadaan cuaca memburuk, kapal feri bertonase besar menjadi pilihan masyarakat untuk menggunakan jasa angutan feri.

Berdasarkan pengalaman selama ini, jika terjadi cuaca buruk seperti gelombang laut yang tinggi disertai angin kencang, membuat kapal-kapal feri milik ASDP harus “parkir” karena tak mampu menghadang gelombang. Pada pekan lalu, misalnya, manajemen ASDP Cabang Kupang menutup seluruh aktivitas pelayaran feri dari dan ke Kupang serta pulau-pulau karena cuaca ektrem yang melanda wilayah perairan NTT.

Akibatnya, kata Pua Geno, politisi dari FPG itu, aktivitas pelayaran antarpulau di NTT menjadi lumpuh total, karena semua armada kapal feri diparkir di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang, dan perusahaan pelayaran tersebut mengalami kerugian sekitar Rp1,2 miliar. Total kerugian tersebut merupakan asumsi dari perkiraan pencapaian target pendapatan per bulan sebesar Rp6 miliar atau rata-rata pemasukan setiap hari antara Rp200-Rp300 juta.

Mencermati situasi tersebut, kata Pua Geno, pemerintah perlu mengadakan kapal-kapal feri bertonase besar bagi NTT, karena lintasan penyeberangan beda dengan lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk atau Merak-Bakueheni.

“Kita berharap janji Menhub Ignasius Jonan bisa terpenuhi dalam tahun ini,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kabasarnas Temui Keluarga Korban AirAsia di Polda Jatim

Surabaya, Aktual.co — Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Bambang Sulistiyo menemui keluarga korban AirAsia QZ 8501 di Mapolda Jawa Timur, pada Selasa siang (3/3).
Bersama jajaran Polda Jatim termasuk Kepala DVI,  Kombes Pol Budiyono, Bambang Sulistiyo menemui keluarga korban di ruang tertutup, tepatnya di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur.
Diketahui, Kabasarnas yang dijadwalkan tiba di polda Jatim pada pukul 09.00, namun akhirnya tiba pada pukul  12.15, dan sudah ditunggu-tunggu oleh keluarga korban.
Kedatangannya sendiri kabarnya untuk memberikan penjelasan pada keluarga korban Air Asia QZ 8501 yang belum ditemukan, selama dua bulan terakhir.
Sementara hingga kini data yang dikeluarkan RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, tempat DVI mengidentivikasi jenasah korban sejak 28 Desember 2014 silam, berhasil ditemukan ada 104 body (badan utuh) dan body parts (potongan tubuh).  Dan total korban  yang teridentifikasi ada 94 jenasah.

Artikel ini ditulis oleh:

Dicurigai Gabung ke ISIS, Remaja Inggris yang Hilang Muncul di Video

Semarang, Aktual.co — Kecurigaan terhadap tiga remaja Inggris yang bergabung dengan ISIS yang diduga hilang sebelumnya muncul di ‘video surveillance’ di Turki, setelah balik dari Suriah. Stasiun televisi Turki HBR menunjukkan remaja tersebut naik bus di kota Istanbul.

Pihak berwenang Turki menyebutkan, mereka mempercayai bahwa mereka telah menyeberang ke negara tetangga, Suriah, sebagai bagian berpartisipasi bersama kelompok teror Islam, ISIS.

Demikian dilansir dari CNN, gambar pertama yang terekam oleh TV Turki memperlihatkan para remaja itu meninggalkan kota London, dua pekan lalu.

Nampaknya, mereka merupakan teman sekelas di sekolah London Timur, yakni Shamima Begum (15), Kadiza Sultana (16) dan Amira (15). Mereka naik pesawat Turkish Airlines dari Bandara Gatwick London ke Istanbul pada 17 Februari lalu.

Seorang petugas kontraterorisme Inggris menerangkan, bahwa polisi telah mencoba untuk mengajak remaja itu menggunakan media Turki serta media sosial lainnya, untuk membujuk mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing.  

“Orangtua gadis juga secara terbuka memohon bagi mereka untuk kembali pulang,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KKP Rekomendasikan Moratorium KJA di Perairan Danau Toba dan Waduk Citarum

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merekomendasikan langkah moratorium dan rasionalisasi terhadap pengelolaan keramba jaring apung (KJA) di kawasan perairan di Danau Toba, Sumatera Utara, dan Waduk Citarum, Jawa Barat.

“Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan demi mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat, Balitbang KP (Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan) merekomendasikan perlunya langkah moratorium dan rasionalisasi pengelolaan KJA di dua perairan penting tersebut,” kata Kepala Balitbang KKP Achmad Poernomo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Achmad Poernomo, kegiatan budidaya ikan di perairan Toba dan Citarum sudah berlebihan, jauh melebihi daya dukung alamiahnya. Produksi ikan budidaya melalui KJA di Danau Toba tahun 2012, misalnya sudah mencapai 75.559 ton.

Padahal, ujar dia, daya dukung maksimal untuk produksi ikan budidaya di tempat tersebut sekitar 50.000 ton. “Artinya terjadi over produksi sekitar 25.500 ton atau kelebihan sekitar 51 persen dari kapasitas daya dukungnya,” katanya.

Ia juga mengemukakan kegiatan budidaya ikan yang berlebihan telah mencemari lingkungan, mengurangi kualitas air, dan mengganggu keanekaragaman hayati di sana.

Sedangkan pengelolaan perikanan, baik tangkap maupun budidaya ikan KJA Citarum harus dilakukan secara terpadu dengan pendekatan ekosistem yang berbasis kemitraan sehingga tercapai pembangunan perikanan berkelanjutan.

Langkah-langkah strategis pengelolaan yang harus dilakukan antara lain rasionalisasi jumlah unit KJA yang boleh beroperasi, di Waduk Djuanda dari 27.800 unit KJA menjadi 2.364 unit, di Waduk Cirata dari 49.985 unit menjadi 7.037 unit, dan di Waduk Saguling dari 6.980 unit KJA harus diturunkan menjadi 3.625 unit dan kemudian harus diikuti dengan penataan kembali zonasinya.

Selain itu, kepemilikan KJA untuk setiap kepala keluarga harus didistribusikan secara adil dan rasional sesuai dengan skala ekonomis, pengaturan biomassa ikan yang dipelihara secara adil di antara pembudidaya.

Kemudian, pengembangan regulasi dan diikuti dengan penegakkan hukum melalui pengembangan kemitraan antara pembudidaya KJA dengan otoritas waduk, pengembangan sistem peringatan dini bagi pembudidaya, serta pengembangan prinsip budidaya KJA ramah lingkungan dengan pendekatan ekosistem.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendorong pengajuan gugatan ‘class action’ terhadap pihak yang dinilai merusak lingkungan seperti praktek jala apung yang merusak daya dukung lingkungan di Waduk Jatiluhur.

“Bila perlu kita mengadvokasi dengan mengajukan class action dari petani pembudidaya kepada otoritas bendungan,” kata Susi Pudjiastuti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (2/2).

Menurut dia, pengajuan somasi atau class action itu antara lain karena terdapat banyak sekali jala apung yang jumlahnya dinilai melebihi dari jumlah yang sebenarnya ditetapkan sehingga menggerus daya dukung lingkungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan, yang terjadi di bendungan tersebut juga terjadi di sejumlah daerah lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Ada Investor Yang Ingin Kondisi Penegakan Hukum Lumpuh

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Budi Setiono menyebutkan bahwa ada pihak investor yang menginginkan kondisi penegakan hukum di Indonesia lumpuh.
Menurutnya, konflik antara KPK-Polri bisa terjadi dikarenakan pihak investor tersebut memanfaatkan pihak-pihak tertentu yang saat ini tak sejalan dengan pemerintah.
“Ujung pangkal dari persoalan itu ya berada di balik layar. Kesepakatan antara mereka yang mungkin sekarang kesepakatan itu tidak diimplementasikan secara mulus, sehingga itu dimainkan oleh investor lain yang menginginkan kondisi penegakan hukum di Indonesia lumpuh,” ujar Budi, Selasa (3/3).
Budi menambahkan, ada sumbangsih dari investor yang menginginkan pemerintahan saat ini terbentuk, namun tak diketahui pasti kesepakatan apa yang didapat oleh masing-masing pihak. Oleh karena itu, segala kemungkinan bisa terjadi bila ada salah satu pihak yang kecewa karena ketika pemerintahan berjalan, namun tak mendapatkan apa yang telah disepakati.
Diketahui, mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan bahwa konflik KPK-Polri sengaja diciptakan oleh pebisnis busuk migas.
Ketika masuk ke sektor migas pada tahun 2008, KPK menemukan sistem korupsi yang terstruktur dan tersistem. Hasil kajian KPK pada 2012 terkait sistem model kebijakan di sektor migas menemukan 12.000 izin usaha pertambangan bermasalah di 12 provinsi.
Bahkan, Pengamat geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit, pernah menyebut bahwa saat ini mafia migas sudah dilindungi oleh sistem yang canggih. Sebagai contoh, Indonesia saat ini masih menggunakan dana asing dalam melakukan apapun di sektor migas.
“Mereka sudah berada dalam negara, bernegara dalam anggota DPR, tim perumus, bahkan pemegang kebijakan ditingkat kementerian,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain