12 April 2026
Beranda blog Halaman 38412

Terkait Mafia Beras, Jokowi: Kita Nggak Ngerti Soal Ada Permainan

Jakarta, Aktual.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa harga beras di Pasar Induk Cipinang sudah berangsur turun hingga Rp 700/kg.

“Tapi di Cipinang sudah turun rata-rata Rp 700-an. Coba dicek,” ujar Jokowi kepada wartawan di ruang media di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Penurunan harga beras, untuk kembali ke angka normal, kata Jokowi,  masih butuh waktu, lantaran operasi pasar beras di Cipinang belum sampai ke pedagang yang lebih kecil, sehingga mungkin butuh waktu pada hingga pekan ini.

Menurut Jokowi, ada sejumlah faktor yang menyebabkan tidak normalnya kenaikan harga beras beberapa waktu lalu. Kendati demikian, ia menegaskan, belum mendapatkan laporan soal indikasi adanya mafia beras.

“Pertama karena panen, yang sebelumnya agak terlambat. Kedua pasokan yang sedikit terhambat dan ada ketidaknormalan distribusi. Kita nggak ngerti apakah ini karena ada permainan, kita nggak ngerti. Ini lagi dicari. Kalau pasokan sudah kita terus pasok,” katanya.

Berdasarkan laporan menteri pertanian, lanjut Jokowi, kini sudah mulai masuk panen raya seperti di Ngawi, Sragen, Demak, Kudus, dan Ponorogo

“Alhamdulillah ada kenaikan per hektar. Artinya secara produksi ada kenaikan per hektarnya, ada yang sampai 8 ton/hektar,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Tertekan, Pengamat: Jokowi Effect Tak Mempan

Jakarta, Aktual.co — Rupiah semakin tak berkutik terhadap dolar AS. Kini Rupiah tembus 13.000 per USD. Belum lepas dari ingatan kita soal Jokowi Effect, momentum penguatan Rupiah saat Joko Widodo mencalonkan diri menjadi calon presiden dan saat ditetapkan memenangkan pemilihan presiden.
Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa nilai rupiah yang tembus dikisaran Rp 13 ribu membuktikan bahwa fenomena ‘Jokowi Effect’ diakui hanya sesaat menggairahkan Rupiah.
“Kini setelah hampir enam bulan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjalankan roda pemerintahan, Rupiah justru terus terpuruk,” katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa  (3/3).
Masih segar dalam ingatan, sambungnya, Presiden Jokowi  mengatakan nilai tukar rupiah ini masih aman, tapi ternyata dampaknya pada ekonomi dan rakyat indonesia sangat signifikan sekarang ini. “Nyatanya semua harga menjadi ikutan naik dan mahal, rakyat yang menjadi korban,” ujar Gandhi.
Saran dia, ke depan Presiden Jokowi harus membuat suatu kebijakan yang mempertimbangkan kelangsungan hidup banyak rakyat Indonesia. 
“Jokowi harus melihat ke bawah seperti  harga sembako, harga beras, harga elpiji sudah naik yang menyusahkan rakyat jangan hanya mengikuti pasar internasional saja, tapi pikirkan juga untuk kelangsungan hidup rakyat dong ” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaksa Agung: Persiapan Eksekusi Mati 95 Persen

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung sampai saat ini terus merampungkan persiapan eksekusi mati terhadap 10 narapidana, yang akan dilakukan di Pulau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah.
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, eksekusi mati terhadap 10 narapidana akan berlangsung dalam waktu dekat. “Kita laksanakan tunggu persiapan sudah benar-benar selesai, ada beberapa hal yang harus disempurnakan. 95 persen sudah tinggal 5 persen lagi evakuasi,” kata Prasetyo di Sasana Baharuddin Lopa, Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (3/3).
Dia mengatakan, jika tak ada hambatan evakuasi bakal dilaksanakan pekan ini. “Sekarang ini masih mencar ada di Lapas Kerobokan, Madiun dan Yogya akan dikumpulkan di Nusakambangan,” ucap dia.
Prasetyo menegaskan bahwa acuan eksekusi mati ini tak lain adalah putusan grasi Presiden.  “Sementara acuan kita grasi kita ketahui si terpidana sudah mengaku bersalah dan menerima putusan dan minta ampun ke Presiden sudah mengajukan grasi tidak bisa dan tidak perlu lagi apapun,” tandasnya.
Pada gelombang kedua narapidana yang akan dieksekuksi mati antara lain, Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia), Serge Areski Atlaoui (WN Perancis), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Zainal Abidin (WN Indonesia). 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ulama Irak: Muslim Syiah yang Benar Bukan Pencaci

Jakarta, Aktual.co — Muslim Syiah yang benar adalah mereka yang mengikuti ajaran Imam Ali. Sedangkan Imam Ali mengatakan, beliau tidak menghendaki para pengikutnya menjadi tukang mencela dan mencaci. Termasuk di sini mencela dan mencaci para sahabat Nabi Muhammad SAW yang lain.
Demikian dinyatakan Direktur Lembaga Darul Quran, Syekh Hasan Mansouri, menjawab pertanyaan Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar, yang melaporkan langsung dari Baghdad, ibukota Irak, Selasa (3/3). Syekh yang juga salah satu tokoh Syiah di Karbala ini sedang melakukan kunjungan silaturahim ke Dubes RI untuk Irak, Safzen Nourdin, di KBRI Baghdad.
Syekh yang memimpin lembaga penghafal Al-Quran ini menyatakan, dalam menilai ajaran Muslim Syiah harus hati-hati memilah siapa yang jadi standar penilaian. Diakuinya, memang ada umat Syiah yang berbicara sumbang dan suka mencela sahabat Nabi. Namun tindakan mereka tidak sesuai dengan ajaran Imam Ali, atau Ali bin Abi Thalib dalam tradisi Muslim Sunni.
Syekh Hasan Mansouri, yang pernah berkunjung ke Indonesia, berharap, “Yang dijadikan rujukan sebaiknya adalah ulama-ulama Syiah yang moderat, yang menjadi pembimbing masyarakat Syiah.”
Dalam upaya mewujudkan ukhuwah Islamiyah, Syekh Hasan Mansouri mengatakan, pihaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan dakwah lewat hafalan Al-Quran, yang  melibatkan kelompok-kelompok di luar Muslim Syiah. “Sejauh ini, pihak-pihak itu menerima kami dengan baik dan menghargai kami,” lanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahfud MD: Mundurnya Dradjad Dalam Perpolitikan, Indonesia Merugi

Jakarta, Aktual.co — Pengunduran diri Dradjad Wibowo dan Tjatur Sapto Edy dari dunia politik pascakongres PAN mengagetkan sejumlah tokoh politik Indonesia.
Satu diantaranya, Mantan Ketua MK Mahfud MD. Mahfud menyatakan dalam akun twitternya @mohmahfudmd, secara pribadi ia kenal baik dengan Dradjad dan Tjatur. Dimatanya, keduanya adalah politisi muda yang baik, jujur, sportif, dan bisa diharapkan.
“Menurut saya kalau Drajat mundur dari politik, bukan hanya PAN yang rugi tapi juga dunia politik Indonesia. Ia adalah politisi yang berprinsip bersih,” cuitan Mahfud, Selasa (3/3).
Selain itu, Mahfud juga mempertanyakan mundurnya dua politisi PAN ini, “Tjatur adalah kader PAN yang dekat Amien Rais. Dia politisi muda yang lincah mengemban misi partainya. Mengapa pasca kongres mereka mundur?” tanyanya.
Mahfud juga berasumsi, ada yang salah dalam politik kita dewasa ini. Karena setiap selesai kongres/muktamar/munas selalu ada tokoh terbaik partai yang hengkang. Dulu, sambung dia, pada 1950-an, pimpinan selalu lahir karena permintaan yang masif dari bawah dan tanpa tim sukses, setelah pimpinan terpilih semua membantu. 
“Kongres telah memilih Zulkifli secara sah dan demokratis (menurut mereka). Lalu mengapa mereka tidak terus membantu Zulkifli berkhidzmah melalui PAN?,” tulisnya lagi.
“Mas Dradjad dan Mas Tjatur, perpolitikan kita yang buram masih perlu kehadiran anda untuk memperbanyak jumlah politisi-politisi yang bersih. Mas Dradjad dan Mas Tjatur, mungkin anda takkan bisa mengubah wajah perpolitikan kita yang becek, tapi minimal bisa menjadi penanda: masih ada,” demikian Mahfud.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Minta Polri dan TNI Deteksi Dini Pergerakan Teroris

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) instruksikan para pimpinan Polri dan TNI untuk mengawal target pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas nasional.
Hal itu disampaikan Jokowi usai membuka rapat pimpinan (Rapim) Polri dan TNI tahun 2015 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Selasa (3/3).
“Saya menyampaikan dalam Rapim TNI dan Polri mengenai tantangan dihadapi saat ini maupun kedepan, baik berkaitan dengan politik, hukum dan keamanan maupun ekonomi,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers.
“Stabilitas keamanan betul-betul kita jaga agar target pertumbuhan ekonomi pembangunan infrastruktur yang kita lakukan betul-betul terkawal hingga tercapai,” paparnya. Salah satu upaya menjaga stabilitas, kata Jokowi adalah dengan tidak adanya permasalahan terorisme. Karena itu, presiden ke 7 itu meminta Polri dibantu TNI mampu mendeteksi pergerakan teroris sebelum terjadinya aksi.
“Masalah terorisme, tekanannya adalah pencegahan, jangan sampai kejadian baru kita selesaikan,” tegas Jokowi.
Lebih jauh dirinya meminta peran intelijen dan pencarian data-data di lapangan diperkuat guna mendukung upaya pencegahan terorisme.
“Informasi harus kita punyai. Jangan sampai sudah bergerak atau melakukan sesuatu baru kita bergerak,” pesannya.
Dalam Rapim kali ini, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol), Komjen Budi Gunawan yang tersangkut kasus dugaan gratifikasi tak tampak hadir. Namun, Presiden juga enggan berkomentar mengenai persoalan BG dan pimpinan KPK non aktif yang sempat membuat hubungan disharmonis Polri dan KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain