14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38468

Harga Minyak Sawit Mentah Sumsel Alami Kenaikan

Jakarta, Aktual.co — Dinas Perkebunan Sumatera Selatan mencatat harga minyak sawit mentah di provinsi ini, Rabu, dipatok Rp7.652 per kilogram, atau berangsur naik dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya hanya Rp7.558 per kg. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel Benyamin, di Palembang, Rabu (17/2), mengatakan harga beli minyak sawit mentah (CPO) di daerah ini berangsur naik dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya.

Ia menjelaskan, naiknya harga tersebut menyesuaikan dengan pasaran di luar negeri (ekspor), juga berdasarkan kesepakatan melalui rapat rutin dua kali sebulan antara Dinas Perkebunan setempat dengan pengusaha perkebunan besar swasta nasional di daerah ini.

Menurut dia, dalam rapat rutin itu, harga CPO pekan ini ditetapkan menjadi Rp7.652 per kilogram, ternyata ada terjadi kenaikan dibandingkan dengan kondisi dua pekan sebelumnya kisaran Rp7.558 per kg. Ia menyebutkan, naiknya harga CPO tersebut diikuti perkembangan harga buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Rp1.386 per kg naik menjadi Rp1.405 per kg.

Hasil CPO sumsel selain di ekspor, sebagian diolah di dalam negeri dan khusus di Sumatera Selatan ada beberapa industri sudah mampu mengolah menjadi minyak goreng curah, bahkan dua pabrik lagi mampu memproses menjadi minyak goreng kemasan bermerek. Khusus minyak goreng kemasan bermerek biasanya dipasarkan melalui sejumlah toko swalayan dan supermarket dengan harga lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk minyak goreng curah.

Menurut dia, Sumsel merupakan salah satu provinsi sentra perkebunan kelapa sawit dan karet di Indonesia, dan hasilnya sebagian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta selebihnya diekspor. Sementara, sentra perkebunan kelapa sawit di Sumsel, antara lain di Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Musirawas dengan total luas areal mencapai lebih kurang 700.000 hektare.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR minta Jokowi Cepat Ambil Putusan Pelantikan BG

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan DPR meminta Presiden Jokowi mengambil keputusan secara cepat terkait melantik atau tidaknya Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Namun, ia mengatakan keputusan tersebut merupakan kewenangan penuh presiden.
“Dari kami, putusan presiden harus cepat, apakah dilantik atau tidak, itu merupakan kewenangan penuh Jokowi. Kpk dan polri harus diselesaikan secepatnya, keduanya harus menang, Penting untuk korupsi dan hukum,” ujar Agus di sebelum rapat Paripurna DPR, Jakarta, Rabu (18/2).
Menurutnya, pertimbangannya sudah jelas, ada yang ingin supaya Budi Gunawan dilantik karena praperadilan sudah ada. Kemudian ada input tim 9 untuk tidak melantik. “Ini harus ada pertimbangan matang, tapi situasi sudah kondusif,” katanya
Agus menambahkan persoalan dua institiusi, yakni KPK dan Polri harus diambil putusan secepatnya apalagi hari ini akan dilangsungkan rapat paripurna sebelum masa reses DPR RI.
“Agendanya sudah jelas, penutupan paripurna dan MKD, namanya paripurna interuspi banyak. Tapi sesuai janji Jokowi, dia akan ambil kebijakan secepat mungkin. Kita tunggu saja, kalau hari ini bisa kenapa tidak,” katanya
Selain itu, ia menuturkan agenda paripurna hari ini adalah penutupan masa sidang dan penegsahan tatib yang kemarinn tertunda. “Hari ini rapat pimpinan, agendanya pengambilan keputusan tapi harus diambil rapat pimpinan dulu dan diagendakan di rapur, kemarin masih ada yg harus disesuaikan,kemungkinan akan dibawa ke paripurna lagi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakil Ketua Komisi III: Tim Independen Abal-abal

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi III DPR Benny Kabur Harman menegaskan, Tim Konsultasi Independen yang diketuai oleh Syafii Maarif adalah tim abal-abal.
“Tim apa itu? Tim abal-abal,” kata Benny di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).
“Memang ada keppres-nya?,” dia menambahkan.
Sementara anggota Komisi III DPR RI, Jhon Kenedy Aziz menyatakan hal sama.
“Tim 9 yang diketuai oleh Syafii Maarif itu tim tidak resmi, non formal. Jadi apa landasan hukumnya mereka meminta presiden untuk tidak melantik Budi Gunawan,” kata Jhon Kenedy.
Dia menambahkan, dirinya tidak mengerti sikap Buya Syafii Maarif yang seolah-olah tidak mengerti dengan hukum.
“Saya istighfar dengan Buya. Seharusnya Buya lihat permasalah secara keseluruhan, bukan dari kulit luar saja. Undang juga Budi Gunawan, interogasi dia. Jangan sepihak saja,” kata politisi Golkar itu.
Ditambahkannya, karena Tim 9 tidak memiliki landasan hukum, maka Presiden tak perlu mendengarkan, menerima masukan dari tim tersebut.
“Presiden harus laksanakan UU, bukan melaksanakan rekomendasi dari tim 9,” kata Jhon.

Artikel ini ditulis oleh:

Dapat Alat Pencetak, DKI Yakin Bisa Kebut E-KTP

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, mengklaim pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) akan lebih cepat dibanding sebelumnya. Karena Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberi wewenang Dinas Dukcapil DKI melakukan pencetakan langsung e-KTP.
Kepada Dinas Dukcapil DKI Edison Sianturi mengatakan alat pencetak e-KTP juga sudah didistribusikan ke tiap Suku Dinas Dukcapil di enam wilayah Provinsi DKI Jakarta. Tiap Sudin dapat dua alat cetak. Sebagian masih digunakan untuk pelayanan pencetakan di Gedung DPRD, sekaligus untuk launching pendistribusian alat.
Dia yakin wewenang pencetakan e-KTP di tingkat kota akan mempercepat proses penerimaan warga untuk e-KTP. Sebab mesin cetak per hari bisa menghasilkan 100 lembar e-KTP. Artinya, dalam sehari tiap kota bisa mencetak sebanyak 200 lembar e-KTP. 
“Saya yakin, akhir 2015 nanti, penduduk Jakarta seluruhnya sudah memiliki e-KTP,” ujar dia Gedung DPRD DKI, Selasa (17/2).
Nantinya tiap alat cetak akan dijalankan operator yang sudah dilatih Kemendagri. Sedangkan untuk penerimaan e-KTP, tetap didistribusikan hingga ke tingkat Kelurahan. Dia berharap pihak Kemendagri juga siap di penyediaan blanko e-KTP selama proses pencetakan berlangsung.
Saat ini, dari 7,1 juta warga DKI yang wajib KTP, baru 85 persen atau 6,3 juta yang sudah tercetak di e-KTP. “Sisanya belum bisa kami cetak karena terkendala pencetakan di Kemendagri,” kata Edison.
Data e-KTP DKI yakni: 7,1 Juta Warga Wajib e-KTP, 6,4 Juta Warga Terekam atau 90 Persen, 6,3 Juta e-KTP atau 85 Persen Tercetak, 800 ribu warga belum e-KTP, 100ribu warga sudah terekam namun belum cetak. “Untuk yang sudah terekam akan mendapat prioritas untuk pencetakan e-KTP,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Mangkir Pemeriksaan, Bareskrim Akan Kembali Panggil Novel Baswedan

Jakarta, Aktual.co — ‎Bareskrim Mabes Polri kembali membuka kasus yang melibatkan penyidik KPK, Novel Baswedan, yang sempat geger pada tahun 2012 lalu. Penyidik sebelumnya sudah memanggil Novel pada Jumat, (13/2) lalu.
“Itu sudah dipanggil Hari Jumat lalu tapi tak hadir,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Rabu (18/2).
Ditambahkan Rikwanto, atas dasar tak mengindahkan pemanggilan sebelumnya, lantas penyidik akan kembali melayangkan panggilan untuk Novel. ‎”Akan dipanggil lagi.” ujarnya.‎
Kasus yang menjerat anak buah Abraham Samad ini bergulir pada saat Novel masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polda Bengkulu.
Namun, ketika ditanya kenapa polri masih menggarap kasus lama ini, Rikwanto menjawab bahwa kasus ini memang belum ditutup.
‎”Kasus di Bengkulu tahun 2004, penganiayaan belum ditutup. Kemarin kan terhenti karena kemelut waktu itu. Memang belum kadaluarsa,”jawab Rikwanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Gubernur Texas Tambah Anggaran untuk Pengamanan Perbatasan AS-Meksiko

Jakarta, Aktual.co —  Gubernur Texas, Greg Abbott berjanji melipatgandakan belanja Negara dalam hal pengamanan perbatasan dengan Meksiko. Ia mengatakan, pemerintah Federal belum berbuat cukup banyak untuk menghentikan imigrasi illegal beberapa waktu yang lalu.

 Abbott mencoba untuk memposisikan Negara bagian, Texas sebagai penantang atas kebijakan imigrasi Presiden AS, Barack Obama. Wilayah Texas mempelopori gugatan yang dipimpin seorang Hakim Federal pada Senin (16/2) untuk memblokir instruksi Obama dalam melindungi jutaan imigran ilegal dari deportasi .

“Di Texas kita tidak akan duduk diam sementara Presiden mengabaikan hukum dan gagal untuk mengamankan perbatasan,” terang Abbot di Texas, Amerika Serikat, Selasa (17/2)

 Abbot berencana, untuk menambah dua kali lipat pengeluaran saat ini untuk keamanan perbatasan AS-Meksiko. Namun, ia tidak memberikan nominal pengeluaran. Uang itu akan mencakup mempekerjakan lebih dari 500 polisi negara bagian tersebut. 

Abbott telah meminta pemerintah federal untuk mengambil tagihan dalam belanja Negara. Anggota parlemen memperkirakan negara telah menghabiskan setidaknya $500 juta untuk memenuhi tantangan imigrasi .

“Negara menghabiskan sekitar $12.000.000 per bulan untuk menyebarkan Texas National Guard Pasukan di perbatasan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain