18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38479

Korupsi Program Siap Siar TVRI, Kejagung Bidik Tersangka Baru

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengendus ada keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI tahun 2012. Dalam perkara ini komedian Mandra Naih alias Mandra sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Tribagus Spontana mengatakan, kecurigaan adanya pihak lain dalam perkara tersebut muncul berdasarkan hasil pemerikaan yang dilakukan kemarin, Senin (16/2).
“Penyidik sudah menemukan indikasi keterlibatan pihak lain di dalam kasus ini. Apabila nanti penyidik telah mendapatkan bukti awal yang cukup untuk meminta pertanggungjawaban yang bersangkutan, maka akan ditetapkan tersangka baru,” kata Tony di Kejagung, Rabu (18/2).
Tony mengatakan, indikasi tersebut muncul setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, yakni Sekretaris Panitia Pengadaan Doni Putra dan Ketua Panitia Pengadaan Riyanto Budi.
Dalam perkara yang menyeret aktris yang tenar dalam film “si doel anak sekolahan” ini, kerugian negara sekitar 3,6 miliar. “Untuk sementara kerugian negara Rp 3,6 miliar,” ujarnya.
Sebelumnya, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung menetapkan pelawak Mandra Naih alias Mandra ‘Si Doel’ sebagai tersangka pada 10 Februari 2015 lalu. Mandra ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI pada 2012.
Selain menetapkan Mandra sebagai tersangka, Kejagung juga telah menetapkan tersangka lain, yakni IC (Iwan Chermawan) selaku Direktur PT Media Art Image dan YKM (Yulkasmir) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) yang adalah pejabat teras di TVRI. 
Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas surat perintah penyidikan tertanggal 11 Februari 2015.
Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Rossi Akan Hijrah ke WSBK?

Jakarta, Aktual.co — Pebalap Yamaha, Valentino Rossi mengungkapkan, dirinya akan hijrah ke seri balap World Superbike. Ini akan terjadi ketika pebalp asal Italia itu, sudah pensiun dari balapan MotoGP.

“Beberapa tahun lalu, saya memang berencana ke WSBK, ketika waktu saya telah habis di MotoGP suatu saat nanti,” kata pebalap berusia 36 tahun itu dikutip dari Crash.net, Rabu (18/2).

Ditegaskan pebalap yang menyandang sembilan gelar juara dunia ini, untuk saat ini dirinya lebih memilih berkonsentrasi pada MotoGP.

The Doctor, julukannya itu, mengaku belum menentukan kapan dirinya akan pensiun dari kelas balap motor kasta tertinggi itu.

“Saya ingin turun di sana (MotoGP) selama mungkin. Saat ini saya bisa katakan saya tak mau ke WSBK,” tegasnya.

Rossi sendiri tak asing dengan WSBK. Ia kerap kali menontonnya langsung di sirkuit dan pernah berlatih dengan motor YZF-R1 di Misano, San Marino setelah mengalami cedera kaki pada tahun 2010.

Artikel ini ditulis oleh:

Panglima TNI Lepas 800 Prajurit ke Darfur

Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat melepas 800 prajurit TNI, yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/UNAMID (United Nations Mission In Darfur), di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2015). Mereka dilepas sebagai pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di wilayah Darfur, Sudan. Ratusan prajurit itu terdiri dari, 650 dari TNI AD, 100 dari TNI AL dan 50 dari TNI AU. AKTUAL/PUSPEN TNI

ESDM Panggil Petinggi Perusahaan Tambang Besar

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Barubara (Minerba) Kementerian ESDM memanggil perusahaan tambang emas dan konsentrat besar, PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara dan PT Gorontalo Mineral guna membahas rencana pembangunan smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat.

Direktur Jenderal Minerba Sukhyar mengatakan, pemanggilan petinggi-petinggi perusahaan tambang besar untuk mengetahui secara detail jumlah produksi dari masing-masing perusahaan.

“Nanti dari situ bisa diketahui berapa kebutuhan smelter nasional,” kata Sukhyar saat ditemui sebelum pertemuan itu di kantornya, Jakarta, Rabu (18/2).

Ia menambahkan, usai mengetahui secara rinci jumlah produksi dari masing-masing perusahaan tambang besar tersebut, selanjutnya pemerintah dapat menentukan kapasitas smelter baru yang akan dibangun para perusahaan tambang tersebut.

“Dari pertemuan ini kapasitas smelter tembaga bisa dipastikan,” singkatnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi Belum Berikan Sinyal Soal BG

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo belum memutuskan untuk melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Menurut salah seorang petinggi PDIP, dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi. Namun dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi tidak memberikan signal sama sekali.
“Saya bertemu dengan pak Presiden. Ya gitu, masih belum ada tanda-tanda untuk melantik Budi Gunawan,” kata sumber aktual.co di Jakarta,
Ketika ditanya, apa alasan Jokowi, sumber tersebut menyebutkan, tidak jelas alasan apa sehingga menunda pelantikan Jokowi.
Sumber itu menambahkan, bila Presiden Jokowi tidak melantik Jokowi, maka Presiden melanggar UU dan etika.
“DPR RI kan bekerja sesuai UU. Sudah ada putusan PN Jaksel. Kalau tidak, sama saja Presiden melanggar UU,” kata sumber itu.
Terkait dengan pimpinan KPK, Presiden akan mengeluarkan Perppu yang isinya akan mem
“Saya dengar, Presiden Jokowi akan mengeluarkan Perppu untuk mengisi kekosongan,” katanya.
Untuk pimpinan KPK, kata sumber itu, mantan Ketua KPK, Taufiqqurahman Ruki akan menjadi Plt KPK

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi VI Peringatkan Mendag Terkait Perubahan Sistem Distribusi Beras

Jakarta, Aktual.co —  Menanggapi keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel terkait perubahan sistem distribusi beras, anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar meminta pemerintah untuk tidak coba-coba mengganti sistem distribusi beras.

“Jangan sampai niat karena sistemnya yang tidak siap dan coba-coba justru menaikkan dan membuat langka beras,” ungkapnya kepada wartawan.

Yang perlu dilakukan Kementerian Perdagangan, lanjut Nasril, adalah bagaimana meningkatkan pengawasan penjualan harga beras. Lantaran yang menimbulkan banyaknya penyelewengan dalam penjualan beras itu adalah lemahnya pengawasan yang kemudian membuka peluang oknum pedagang untuk memainkan harga.

Nasril menegaskan, Kementerian Perdagangan harus menghapus mata rantai penyaluran beras. Pun harus dibuat kebijakan early warning di beberapa daerah remote supaya ketika ada tanda-tanda lonjakan harga bisa segera diantisipasi.

Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel melakukan pengurangan pasokan  stok beras Bulog ke Pasar Induk beras Cipinang, lantaran menurutnya banyak beras yang dijual dengan harga lebih mahal. Pemberlakuan perubahan penyaluran beras tersebut mulai dilakukan pada Senin (17/2).

Menurut Gobel, banyak konsumen yang protes lantaran harga beras hasil operasi pasar (OP) Bulog di Cipinang dijual di atas Rp 10.000 per liter. Banyaknya keluhan masyarakat ini, menurut Gobel, lantaran selama ini penyaluran beras Bulog dilakukan melalui dua pihak, yakni food station di Cipinang dan satuan tugas (satgas).

Gobel mengungkapkan, saat pihaknya melakukan sidak ke tempat penimbunan beras, ditemukan beras Bulog yang selama ini digunakan untuk operasi pasar diproses kembali dan diedarkan ke pasar lain dengan harga yang lebih mahal. “Saya masuk ke tempat penimbunan beras. Itu (beras Bulog) diproses lagi, malah masuk ke tempat lain. Seka­rang kita ubah strateginya ke masyarakat langsung melalui satgas,” tandasnya.

Oleh karenanya, pemerintah akan lebih banyak menyalurkan beras melalui satgas. “Yang selama ini kita salurkan ke food station akan diubah jadi lebih banyak ke masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya perubahan sistem penyaluran tersebut diharapkan masyarakat bisa merasakan langsung harga beras yang sebenarnya.

Sebelumnya, Ketua Koperasi Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Zulkifli mengatakan, saat ini harga beras di pasar Cipinang sudah melonjak tinggi dari awal bulan Januari. “Saat ini harga beras paling jelek di pasar Cipinang capai Rp 10.000 per liter hingga Rp 12.000 ribu per liter. Jauh dari klaim pemerintah yang hanya Rp 8.300 per liter,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain