2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38524

Soal AirAsia QZ8501, Komisi V: Kemenhub dan Angkasa Pura Bakal Dipanggil

Jakarta, Aktual.co — Komisi V DPR RI melalui Panitia Kerja Keamanan, Keselamatan, dan Kualitas Penerbangan berencana memanggil Kemenhub dan Angkasa Pura selaku regulator terkait verifikasi jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501. 
Selain itu, Komisi V juga akan memanggil LPPNPI-Airnav Indonesia, KNKT, INACA, Basarnas, BMKG, pengamat penerbangan dan pihak-pihak terkait penerbangan lainnya, serta mengundang Prof. DR. Ir. B.J. Habibie sebagai ahli struktur pesawat.
Sebagai langkah awal, Panja bentukan Komisi V akan mengadakan rapat dengan beberapa pakar penerbangan.Wakil Ketua Komisi lima mengatakan pihaknya akan mengundang sejumkah pakar penerbangan ke DPR untuk membicarakan masalah penerbangan pasca jatuhnya AirAsia.
“panggil pakar penerbangan, besok siang,” ujar Yudi di Jakarta, Minggu (15/2)
Rencananya pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada siang esok hari Senin,16 Februari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Aksi Panggung Afgan di Konser Dari Hati

Aksi panggung solois, Afgan Syah Reza atau Afgan saat tampil pada konsernya yang bertajuk ‘Dari Hati’ di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2015).Afgan menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya yang bertajuk “Dari Hati” dengan diiringi komposer Erwin Gutawa dalam moment Valentine. Afgan membawakan sekitar 18 lebih lagu dalam konsernya, dan berduet dengan beberapa penyanyi seperti Rossa, Sherina Munaf  dan DJ Dipha Barus. AKTUAL/VINA FATMA SARI

Ini Dugaan Motif Aksi Teror Penembakan di Rumah Ketua PMMU

Medan, Aktual.co —  Aksi teror menggunakan senjata softgun terjadi di kediaman ketua Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) Safruddin di Jalan Pancing 5, Lingkungan II, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Perumahan Permata Hijau, Martubung, No 1.A, sekitar pukul 01.35 Wib, Minggu (15/2) dini hari.

Safruddin yang dikonfirmasi Aktual.co melalui selulernya menyebutkan, aksi koboy itu diduga ditengarai aksi-aksi terkait beberapa dugaan kasus korupsi di Sumatera Utara. “Saya dan kawan-kawan dahulu aktif menyoroti kasus dugaan korupsi, terakhir kita mendesak mantan ketua DPRD langkat di proses, itu satu, selasa ini berencana melakukan aksi soal dugaan korupsi di Bina Marga Sumut,” tutur Safruddin.

Selain itu, lanjut Safruddin, indikasi lain yakni dimana dirinya juga saat ini sedang berjuang menggugat penjualan Gedung Nasional Kota Medan. “Kita saat ini sedang berjuang menggugat penjualan Gedung Nasional Kota Medan dengan bang Sohibul Ansor, kemudian rencana melaksanakan silaturahmi nasional di Sibolangit,” timpalnya.

Namun menurut Safruddin, yang paling mencurigakan dirinya, yakni kasus dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Bina Marga Sumut dan dugaan korupsi di Kabupaten Langkat. “Yang paling mencurigakan, soal bina marga dan duagaan korupsi langkat,” katanya.

Diketahui, aksi koboy dengan melakukan penembakan menggunakan senjata softgun itu dilakukan oleh 4 orang tak dikenal. Sebanyak 8 peluru ditemukan dan telah diserahkan kepada pihak kepolisian resort Labuhan.

Ketua Angkatan Muda Melayu Indonesia (AMMI) Kota Medan, Muchtar menjadi korban tertembak pada paha bagian kiri atas peristiwa itu. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Delima Martubung, Belawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengacara: Tidak Ada Kepentingan Politik Dalam Kasus BG

Jakarta, Aktual.co — Kuasa hukum Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG) menegaskan bahwa tidak ada kepentingan politik yang menunggangi kasus yang menjerat kliennya.
“Saya tegaskan tidak ada kepentingan politik,” tegas Razman, Minggu (15/2).
Dia menilai proses praperadilan yang diajukan oleh kliennya merupakan ujian yang harus dilalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena menurutnya, apa yang dilakukan KPK terhadap BG adalah sebuah pelanggaran. Dirinya pun yakin jika status tersangka kliennya tidak melalui proses hukum yang benar.
“KPK diuji, apakah benar penetapan status tesangka kepada pak BG,” ujarnya.
Bukan hanya Razman, pengacara BG lainnya, Maqdir Ismail mengatakan bahwa proses praperadilan tersebut menunjukkan bahwa masih banyak undang-undang, khususnya terkait tindak pidana korupsi, yang masih memiliki celah hukum.
“Oleh sebab itu, praperadilan ini adalah titik awal menegakkan proses hukum. Bukan hanya di KPK, tapi juga di Polri,” papar Maqdir.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pelaku Penembakan Kediaman Ketua PMMU Medan Sebanyak 4 Orang

Medan, Aktual.co —  Pelaku penembakan menggunakan senjata softgun di rumah kediaman Ketua Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU), Safruddin disebutkan dilakukan oleh 4 orang tak dikenal.

“Pelaku ada empat orang, naik dua sepeda motor, semuanya menggunakan softgun,” ujar Safruddin kepada Aktual.co, Minggu (15/2).

Menurut Safruddin, anggotanya Munial yang selamat dari penembakan mengaku mengenali ciri-ciri para pelaku. “Saya gak tau persis, karena saya kan ganti baju, tapi anggota saya tau persis ciri-ciri,” katanya.

Diketahui, aksi koboy dengan melakukan penembakan menggunakan senjata softgun itu terjadi di rumah kediaman ketua Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU), Safruddin yang berada di Jalan Pancing 5, Lingkungan II, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Perumahan Permata Hijau, Martubung, No 1.A, sekitar pukul 01.35 Wib, Minggu (15/2) dini hari.

Ketua Angkatan Muda Melayu Indonesia (AMMI) Kota Medan, Muchtar menjadi korban tertembak pada paha bagian kiri atas peristiwa itu. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Delima Martubung, Belawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Djohar Klaim Reformasi di PSSI Alami Perbaikan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengklaim reformasi di tubuh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), induk organisasi sepak bola Tanah Air, telah berjalan dan terus mengalami perbaikan ke arah yang lebih baik.

“Kita berani mengatakan, reformasi sudah dilaksanakan dan berhasil termasuk reformasi organisasi PSSI seperti Asprov PSSI daerah mengelola secara penuh sepak bola diwilayahnya, sebab dulu Asprov itu hanya perpanjang tangan PSSI,” kata Djohar saat berada di Kota Jayapura, Papua, Minggu (15/2).

Ia menyontohkan perubahan dan perbaikan pada jenjang kompetisi profesional yang dulunya bisa mencapai lima tingkat, tetapi sekarang menjadi ramping tinggal tiga kompetisi.

“Dulu kompetisi dimulai dari Divisi 3, Divisi 2, Divisi I, Divisi Utama dan Liga Super Indonesia. Tapi sekarang menjadi tiga saja yaitu, Liga Nusantara yang mengakomodir Divisi 3, Divisi 2 dan Divisi I, lalu ada Divisi Utama dan Liga Super Indonesia, demikian hal ini diharapkan sepak bola Tanah Air makin bergairah,” katanya.

Dengan adanya perubahan jenjang kompetisi atau format, akan berdampak pada pembinaan pemain yang bermuara pada pemilihan pemain di tubuh Timnas karena penjejangannya cukup sederhana.

“Jadi Timnas tidak fokus pada senior tim saja, tetapi mulai dari jenjang umur 14, 16, 18, 21, 23 dan senior yang bisa mengecilkan dana dengan harapan prestasi yang dicapai tidak secara instan. Kita bersyukur dana yang didapatkan melebihi dari yang kita butuhkan sehingga tidak membutuhkan dana-dana dari pemerintah, malah kita surplus pada dua tahun terakhir 2013 dan 2014,” katanya.

Selain itu, lanjut Djohar, peningkatan SDM untuk wasit dan pelatih juga diperhatikan dan untuk memperbaiki hal itu PSSI terus berkonsultasi dengan FIFA agar bisa mendatangkan instruktur pelatih dan wasit.

“Kita minta kepada FIFA instruktur untuk pelatih. Setelah FiFA memberikan beberapa nama kita teliti dan seleksi dan sudah ditetapkan. Demikian juga dengan Direktur Teknik kita minta ke FIFA dan dikirimkan enam nama dan kita pilih satu yakni Peter Huistra,” katanya.

“Kemudian masalah wasit, kita harapkan mendapat instruktur dari FIFA, karena sepak bola kita di Indonesia masih labil, bukan sekali ini saja, tetapi sejak 1960-an dimana, sebentar bagus, sebentar hilang. Dan itu berimbas pada permainan klub dan tim, namun pada periode kami saja di 2013 panen gelar-gelar untuk Timnas U-19 tetapi 2014 turun lagi,” tambahnya.

Menurut Djohar, masalah pelatih dan wasit ternyata bisa berdampak pada gelar juara karena kualitas pertandingan sehingga hal ini menjadi bagian yang utama juga untuk diperhatikan “Kenapa terjadi demikian ternyata kita tidak punya pondasi yang benar. Pondasi inilah yang kita hendak perbaiki, dengan memperbanyak pelatih sehingga anak-anak kita mendapat banyak ilmu, bagaimana berlari, menendang dan bermain bola dengan benar ini yang kita kejar,” katanya.

Djohar mengatakan, negara-negara maju sudah melakukan itu, di Indonesia meski terlambat tetapi PSSI tidak mau menyerah.

“Jepang dan Korea membuat pondasi piramida yang besar, dari bawah mnegerucut keatas, ini yang kita kejakan. Ini juga ditiru oleh Thailand sehingga mereka maju. Inilah yang kita kejar sehingga kita bisa maju, nanti kita punya sentra-sentra latihan disetiap wilayah dimana anak-anak terbaik mulai umur 14, 16, 18 dilatih, dari Papua juga akan kita masukkan dan itu proyek dari PSSI,” katanya.

“Nanti juga ada di Kalimantan, Sulawsi, Sumatra dan Jawa. Inilah yang menyiapkan pemain dan kontrol dari tenaga teknik sehingga persiapan untuk senior kita bisa panen pemain. Disinilah terlihat persaingan ketat anak-anak yang bagus akan masuk didalam sampai ke Timnas. Inilah yang kita kerjakan dengan target lima-enam tahun kedepan ini sudah berhasil,” lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Djohar, dukungan semua pihak terutama pemerintah pusat dan daerah dapat membantu dukungan infrastruktur dengan membangun lapangan-lapangan standar disetiap provinsi, kabupten dan kota sehingga pembinaan bisa terbangun dengan baik.

“Tentunya daerah harus dukung dengan penyediaan infrastruktur lapangan yang baik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain