2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38745

60 Pengusaha Pemula di Bali Siap Hadapi MEA

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 60 pengusaha pemula di Kota Denpasar yang merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali siap menghadapi perdagangan bebas di era Masyarakat Ekonomi Asean 2015.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra mengaku, dalam kurun waktu satu tahun terakhir para pegusaha pemula binannya terus meningkatkan produktivitas dan kualitas barang yang dibutuhkan oleh pasar.
“Kami terus memberikan motivasi kepada para pengusaha pemula itu agar mampu bersaing dalam menghadapi MEA,” ujar dia di Denpasar, Minggu (8/2).
Prioritas program pendampingan tentang tata cara mengatur usahanya tersebut, lanjut dia, sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah Bali dalam meningkatkan peluang usaha khusunya bagi para pemula dalam menghadapi MEA.
Selain memprioritaskan pendampingan tersebut, pemerintah juga membantu dalam permodal. “Pemerintah memberikan bantuan modal tersebut agar para pemuda bali tidak terpaku pada mencari pekerjaan saja. Namun, dapat membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
“Saya berharap para pemuda Bali siap menghadapi MEA sehingga hasil produknya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” katanya.
Sebelumnya pada 2013, Diskop Bali mengundang 1000 peserta dari mahasiswa dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk terjun menjadi pengusaha.
Namun, yang serius dalam mengembangkan usaha tersebut sebanyak 40 orang dari 1000 peserta yang hadir dalam acara seminar itu dan Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan modal usaha dengan jumlah total Rp700 juta.
Kemudian, Tahun 2014 mengundang 1000 peserta kembali dan yang serius menjalankan usaha itu sebanyak 60 orang dan diberikan keterampilan mengelola usahnya dengan memfasilitasi modal dengan jumlah total Rp800 juta.
“Harapanya saya sebanyak 60 pengusaha pemula tersebut dapat memberikan motivasi kepada yang lainnya dan pemberian bantuan modal tersebut masing-masing orang itu nominalnya bervariasi tergantung pada usaha yang digelutinya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemberlakuan Tarif Baru AKDP Banten Efektif

Jakarta, Aktual.co — Pemberlakuan tarif baru angkutan Antara Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Banten sudah berjalan efektif sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang tarif baru bagi 44 trayek AKDP di Banten yang diberlakukan 28 Januari 2014.
“Sejauh ini kami tidak menerima keluhan dan pengaduan dari masyarakat mengenai tarif AKDP yang diturunkan. Kami beranggapan itu, sudah dilaksanakan dengan efektif oleh perusahaan angkutan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banten Refri Aroes di Serang, Minggu (8/2).
Refri mengatakan, semenjak diberlakukan SK penurunan tarif angkutan tersebut, pihaknya bersama pihak terkait seperti Organda dan Direktorat Lalu lintas Polda Banten, terus melakukan pengawasan supaya penurunan tarif tesebut dilaksanakan oleh perusahaan angkutan.
“Sejauh ini tidak ada masalah. Kalau memang tidak dilaksanakan penurunan tarif itu, pasti ada yang ‘teriak’,” kata dia.
Dia juga mengaku sudah mengimbau perusahaan angkutan AKDP melalui Organda, untuk memasang daftar tarif baru tersebut did alam kendaraan serta diupayakan untuk penggunaan tiket. Namun demikian, Dishub juga berharap dengan penurunan tarif, pelayanan angkutan kepada masyarakat tidak menurun.
Pemerintah Provinsi Banten menerbitkan Surat keputusan (SK) gubernur tentang tarif baru 44 trayek angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), yang ditandatangani Plt Gubernur Banten Rano Karno. 
Penurunan tarif di Banten ditetapkan dengan jarak batas atas dan jarak batas bawah sesuai dengan AKDP jenis premium yang tarifnya disepakati turun sebesar 13,16 persen, dan AKDP jenis bahan bakar solar yang turun sebesar 8,57 persen.
Penurunan tarif angkutan tersebut tersebut sebagai upaya penyesuaian dengan turunnya bahan bakar jenis premium menjadi Rp6.700 per liter dari sebelumnya Rp7.600 serta bahan bakar solar menjadi Rp6.500 dari sebelumnya Rp7.250 per liter.
Ketua Organda Banten Emus Mustagfirin mengatakan, pemberlakuan penyesuaian tarif untuk jenis angkuta umum AKDP di Banten sudah berjalan dengan baik dan sudah dipatuhi oleh pengelola angkutan umum. 
Begitu juga untuk angkutan dalam perkotaan, penurunan tarif yang sudah disepakati di tingkat kabupaten/kota juga sudah dijalankan dengan baik.
“Kami juga sudah melakukan sosialisasi dan ikut memantau. Ini demi kepentingan masyarakat umum, kami ikut bertanggung jawab agar semua berjalan dengan baik,” kata Emus.
Dia mengatakan penurunan tarif AKDP jenis bahan bakar solar sebesar 8,57 persen, jika dibulatkan menjadi 10 persen. Sehingga jika dicontohkan tarif angkutan dari Serang-Pandeglang biasanya Rp10 ribu, setelah ada kebijakan penurunan 8.57 persen, maka tarif yang berlaku rata-rata dibulatkan menjadi Rp9.000.
“Kami mencontohkan jika tarif biasa dari suatu daerah ke Serang Rp10 ribu. Karena turunnya 8,57 persen, maka bisa saja dibulatkan menjadi Rp9.000, turunnya sekitar Rp1.000,” kata Emus.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

KY Tingkatkan Pencegahan Pelanggaran Kode Etik Hakim

Jakarta, Aktual.co — Komisoner Komisi Yudisial Ibrahim mengaku, akan meningkatkan program pencegahan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim.
“Pada tahun ini kami berencana berkeliling ke berbagai pelosok pengadilan untuk melakukan program pencegahan,” kata Ibrahim usai melakukan kunjungan kerja ke Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Watampone Kabupaten Bone, Minggu (8/2).
Dia mengatakan, program pencegahan dengan mendatangi langsung ke pengadilan dinilai lebih efektif. “Program pencegahan seperti ini lebih efisien, karena bisa berbicara dengan hakim langsung serta panitera terkait permasalahan yang dihadapi,” katanya.
Ibrahim mengungkapkan pihaknya sudah memulai dengan melakukan kunjungan kerja di PN se-Jabodetabek. “Untuk wilayah ini masih minus PN Bekasi, Banten dan Karawang,” kata dia.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga melakukan kunjungan kerja ke tanah kelahirannya di Kabupaten Bone. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Ibrahim mengatakan KY mengingatkan kepada seluruh para hakim maupun para panitera untuk selalu berhati-hati di dalam melaksanakan tugas.
Dalam kunjungan kerja tersebut di terima langsung oleh Ketua PN Watampone H Adhar yang di dampingi oleh seluruh hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Watampone. Ibrahim mengingatkan kepada seluruh para hakim maupun para panitera untuk selalu berhati-hati di dalam melaksanakan tugas.
“Hakim dan panitera merupakan bagian yang berbeda tanggung jawabnya tetapi tidak dapat di pisahkan. Hakim bertugas sebagai pemeriksa dan pemutus suatu perkara sedangkan panitera bertugas di bidang administrasinya, kerjasama keduanya adalah sebuah keharusan dan keniscahayaan,” ujar dia.
Ibrahim mengatakan keberhasilan suatu pengadilan itu ditentukan sejauh mana ada sinergitas positif antara panitera dan hakim.
“Mari kita para hakim untuk selalu menjunjung tinggi wibawa peradilan, karena profesi hakim adalah amanah, dan setiap amanah akan selalu ada pertanggungjawabannya” kata Ibrahim.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BW Hadiri Deklarasi Anti Korupsi di PP Muhammadiyah

Jakarta, Aktual.co — Bambang Widjojanto menghadiri deklarasi gerakan berjamaah lawan korupsi yang diadakan oleh pimpinan pusat Pemuda Muhamadyah dan Sahabat Indonesian Corruption Watch di gedung Pusat Dakwah Muhamadyah, Menteng, Jakpus, Minggu (8/2).
Bambang Widjojanto saat ini menyandang sebagai status tersangka di Bareskrim Polri itu sudah hadir dan mendukuki kursi yang telah di sediakan panitia deklarasi.
Semenjak kehadiran BW, belum sepatah kata pun yang dia ucapkan dalam acara tersebut. Dia lebih memilih bungkam ketika dicecar awak media perihal kasusnya.
Namun demikian, rencananya Bambang,  dijadwalkan akan memberikan orasi anti korupsi pada acara deklarasi anti korupsi yang di pelopori oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhamadyah, sekaligus launching Madrasah Anti Korupsi itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

“Say No To Valentine’s Day”

Sejumlah anak-anak muda yang tergabung dalam Qur’anie Generation (QGen) melakukan aksi ‘Say No to Valentine’ di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/2/2015). Dalam aksinya, mereka mengimbau masyarakat umum, terutama muslim untuk tidak merayakan Hari Valentine. Mereka juga mengajak umat Islam untuk lebih banyak membaca Alquran dari pada ikut-ikutan merayakan Hari Valentine. AKTUAL/MUNZIR

Penjual Batu Akik Mulai Menjamur di Palembang

Jakarta, Aktual.co — Perajin batu akik di Kota Palembang, Sumatera Selatan ‘menjamur’ seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang gemar memakai dan mengoleksi batu bernilai seni tinggi itu.
Pantauan di Palembang, Minggu (8/2), perajin batu akik yang sebelumnya hanya terdapat beberapa orang, kini bisa dengan mudah dijumpai di kawasan permukiman penduduk dengan membuka kios khusus.
Banyaknya bermunculan perajin batu akik di Bumi Sriwijaya ini menimbulkan masalah baru seperti kemacetan arus lalu lintas, karena setiap lokasi yang dijadikan tempat perajin membuka pelayanan jasa memotong, membentuk, dan mengasah batu fosil menjadi batu akik selalu ramai dikunjungi pemburu barang tersebut.
Melihat kondisi tersebut mendorong Gubernur Suamtera Selatan Alex Noerdin dan Plt Wali Kota Palembang Harno Joyo mencari solusinya dengan berencana membuat pasar khusus bagi perajin batu akik.
Salah seorang perajin batu akik Rifki mengatakan, dalam kondisi masyarakat ‘demam’ batu akik sekarang ini, dia berupaya memanfaatkan momentum tersebut membuka usaha pelayanan jasa memproses batu fosil menjadi batu akik yang bisa dijadikan cincin, gelang, dan aksesoris lainnya.
Usaha tersebut awalnya dimulai dengan memanfaatkan keterampilan memotong batu dan mengasahnya menjadi batu cincin untuk dipakai sendiri di halaman samping rumah yang terletak di pinggir jalan utama menuju kawasan permukiman penduduk Maskarebet KM 11 Palembang.
Untuk membentuk batu akik, menurut Rifki dikenakan biaya jasa pemotongan dan pengasahan batu berkisar Rp 25.000 hingga Rp 40.000 perbuah. Sedangkan beberapa hasil karyanya yang sudah diolah dan siap diikat menjadi cincin dan bentuk perhiasan lainnya dijual berkisar Rp 150.000 hingga Rp 7,5 juta per buah.
Penghasilan yang diperoleh khusus dari palayanan jasa pembentukan dan pengasahan batu tersebut lumayan besar, setiap harinya minimal Rp 250.000.
Selain perajin batu akik, sejak semakin banyaknya masyarakat menggemari koleksi barang tersebut, perajin cincin dan perhiasan juga mendapat berkah.
Perajin cincin dan perhiasan di Kota Palembang, kewalahan menerima pesanan karena terjadi peningkatan yang cukup tinggi permintaan pembuatan cincin untuk mengikat batu akik.
“Sejak maraknya masyarakat menggemari koleksi batu akik dalam satu tahun terakhir, permintaan pembuatan cincin terutama berbahan baku perak dan swasa mengalami peningkatan sehingga dengan berat hati banyak pesanan yang ditolak,” kata salah seorang pengrajin cincin dan perhiasan Alpian.
Menurut dia, setiap hari terdapat beberapa penggemar batu akik yang meminta dibuatkan cincin untuk mengikat batu akik.
“Permintaan pembuatan cincin tersebut tidak bisa dipenuhi semuanya karena pesanan sekarang ini masih banyak yang belum selesai,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain