3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38762

Menkopolhukam: Pengamanan Perairan Malut jadi Prioritas

Jakarta, Aktual.co — Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, pengamanan perairan di Maluku Utara (Malut) jadi prioritas pemerintah, karena perairan daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Semua daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malut ini diprioritaskan pengamanannya untuk mencegah terjadinya pencurian ikan yang dilakukan nelayan asing,” katanya di Ternate, Sabtu (7/2).

Ia mengatakan, pemerintah akan menambah armada pengamanan untuk mengawasi perairan Malut dan daerah lainnya yang berbatasan dengan negara tetangga, termasuk memaksimalkan peran TNI-AL dan Polairud.

Menurut dia, sebagian besar wilayah Malut merupakan laut, sehingga pemerintah memprioritaskan armada yang akan ditempatkan di sejumlah titik rawan masuknya kapal nelayan asing yang akan mencuri ikan di perairan Malut.

Oleh karena itu, dirinya optimistis dengan dukungan armada dan personel yang kuat, maka wilayah perairan Malut bisa terjaga dari masuknya nelayan asing yang berusaha masuk di wilayah teritorial Indonesia untuk mencuri ikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Basarnas Makassar Perluas Titik Pencarian Korban AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kota Makassar fokus memperluas titik pencarian korban pesawat AirAsia QZ-8501 ke sejumlah titik yang dianggap berpotensi ditemukan jenazah korban.

“Ada tujuh titik yang kita fokus untuk mencari jenazah korban ataupun serpihan pesawat, dan kita perluas sampai ke Palu dan Sulawesi Barat,” sebut Kepala Badan dan Operasional Basarnas Kota Makassar, Deden Ridwansyah, Sabtu (7/2).

Ia menyebutkan titik-titik fokus yang berpotensi ditemukan korban seperti di perbatasan Palu Sulawesi Barat di Kabupaten Topoyo, Mamuju, Majene, Polewali Madar. Sementara di Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang dan Barru.

“Kami juga dibantu nelayan, BPBD setempat dan Kepolisian dengan menelusuri wilayah pesisir pantai serta tujuh titik wilayah perairan di Sulawesi,” sebutnya.

Saat ditanyai kapan berakhirnya masa pencarian korban yang sudah memakan waktu sebulan lebih secara nasional, kata dia, pencarian korban tersebut terus dilakukan sampai batas tidak ditentukan.

“Belum ada perintah dari Basarnas Pusat untuk menghentikan pencarian, sampai kapan di lakukan pencarian, kami belum tahu pasti,” katanya.

Sebelumnya, jumlah jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 sebanyak delapan orang di wilayah terpisah. Enam jenazah di Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Sulbar) dan dua jenazah Kabupaten Pinrang Sulsel.

Berdasarkan penemuan delapan jenazah tersebut, pihak Basarnas bersama tim gabungan mulai mendapat titik terang, dan memperluas pencarian di wilayah Majene Sulbar dan di Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Di Jakarta, Kepala Basarnas Marsdya F.H.B. Soelistyo mengatakan jumlah korban saat ini sebanyak 98 jenazah korban itu, termasuk jenazah yang ditemukan nelayan di Perairan Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 6 Februari 2015.

“Siang tadi, nelayan lokal kembali mengevakuasi satu jenazah yang diduga sebagai penumpang QZ8501 yang ditemukan di bibir pantai Pinrang, Sulawesi Selatan,” kata manajemen maskapai Airasia dalam pernyataan tertulisnya.

Jenazah tersebut kemudian dibawa menuju Makassar selanjutnya diterbangkan ke Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Republik Indonesia di Jawa Timur.

Tim DVI Polri di Surabaya mengumumkan berhasil mengidentifikasi satu jenazah bernama Ingrid Jessica Winata dan selanjutnya diserahkan pihak AirAsia Indonesia untuk dibawa pulang keluarganya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wali Kota Banda Aceh Bertekad Tangkal Penyebaran Aliran Sesat

Banda Aceh, Aktual.co — Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Saaduddin Djamal menyatakan, pihaknya komit untuk menangkal penyebar aliran sesat di kota itu. Selain itu, dia berusaha membawa persoalan aliran sesat itu menjadi isu nasional.

Wali Kota menilai, penyebaran aliran sesat cenderung berpindah-pindah tempat. Sehingga, patut diwaspadai semua pihak.

“Saya juga baru bertemu pengurus MUI Pusat dan membawa berkas soal Gerakan Fajar Harapan (Gafatar) untuk dikaji dan nantinya disampaikan ke Menteri Agama agar isu ini menjadi isu nasional,” sebut Hj Illiza di Banda Aceh, Sabtu (7/2).

Disebutkan pihaknya meminta semua pihak terus membentengi diri dengan pengetahuan agama, sehingga tidak terpengaruh aliran sesat yang dikembangkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Sebelumnya, sambung Illiza, Majelis Permusyawartan Ulama (MPU) Aceh telah menyatakan kelompok Gafatar menyebarkan aliran sesat. Untuk itu, wali kota perempuan satu-satunya di Aceh itu meminta agar seluruh lapisan membantu pemerintah untuk menangkal penyebaran aliran sesat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim DVI Identifikasi Jenazah AirAsia Melalui DNA

Jakarta, Aktual.co — Tim “Disaster Victim Identification” (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur, telah mengidentifikasi empat jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 melalui pemeriksaan DNA.

“Mayoritas berdasarkan pemeriksaan DNA, keempat korban bisa dikenali identitasnya,” ujar Kepala DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiyono kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (7/2).

Pertama, jenazah berlabel B073 diketahui bernama Hendra Theodoros (44), laki-laki asal Surabaya yang teridentifikasi dari pemeriksaan DNA dengan pembanding ibu kandungnya.

“Kemudian didukung pemeriksaan medis antropologi yang sesuai antara jenis kelamin dan usianya,” kata perwira menengah tersebut.

Jenazah kedua adalah Jo Indri (80), wanita juga asal Surabaya yang teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA dengan data pembanding anak kandung serta diperkuat data medis antropologi sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan tinggi badan.

Berikutnya, jenazah berlabel B079 bernama Mulya Hadi Kusuma Ranuwidjojo (35), laki-laki asal Mojokerto yang berdasarkan analisa gigi sesuai pemeriksaan cocok dengan semasa hidup korban. “Didukung properti yang melekat pada tubuh korban, berupa SIM dan KTP yang sesuai dengan data ante mortemnya,” tukasnya.

Jenazah keempat yakni Djoko Satryo Tanoe Widjaja (40) laki-laki asal Surabaya yang teridentifikasi berdasarkan analisis gigi korban cocok dengan data ante mortemnya “Pada jenazah berlabel B090 tersebut juga masih terdapat properti melekat di tubuh, berupa SIM dan KTP,” kata dia.

Dengan teridentifikasinya empat jenazah maka jumlah korban pesawat jurusan Surabaya-Singapura tersebut total sudah 73 jenazah, sedangkan sisa 23 jenazah lainnya masih diperiksa oleh Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, tim dokter hari ini menerima kembali satu potongan tubuh, berupa kaki, dari Makassar, yang diterbangkan menggunakan penerbangan Lion Air nomor JT801.

Dengan demikian, jenazah korban AirAsia yang sudah dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya berjumlah 94 korban.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpan: Gaji PNS DKI Terlalu Besar

Malang, Aktual.co — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yudy Chrisnandi, mengatakan rencana kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, dinilai terlalu besar.

“Kalau menurut saya pribadi, ini terlalu besar, sehingga masyarakat menilai akan ada ketimpangan,” kata Yuddy di Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/2).

Karenanya, sesuai perintah Presiden Joko Widodo, Menpan bakal meminta keterangan kepada Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama untuk menjelaskan mengenai besarnya gaji PNS itu. “Saya sudah diperintah untuk bertanya kepada Gubernur DKI agar dapat klarifikasi terkait hal ini,” imbuhnya.

Menurutnya, gaji pokok semua PNS sesuai dengan tingkatannya adalah sama, namun, bisa berbeda ketika ditinjau dari dua hal. Pertama adalah tunjangan kemahalan suatu daerah yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain dan kedua adalah tunjangan kinerja daerah.

“DKI itu APBD-nya Rp73 triliun dan PAD-nya Rp40 tirilun, saya dengar ada efisiensi terkait upah pungut pejabat yang dihapus dan uangnya dikumpulkan untuk tambahan gaji tersebut,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Maroko Diskors Untuk Piala Afrika Mendatang

Jakarta, Aktual.co — Maroko diskors untuk dua turnamen Piala Afrika mendatang, sebagai hukuman karena mengundurkan diri dari menjadi tuan rumah edisi 2015, dengan alasan kecemasan terhadap penyebaran virus Ebola.

“Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) juga didenda sebesar satu juta dolar dan diwajibkan membayar 8,05 juta euro kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika dan mitra-mitranya,” demikian pernyataan Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF), dikutip dari Reuters, Sabtu (7/2).

Komite eksekutif CAF menolak klaim-klaim ‘force majeure’ dari FRMF dan mendapati bahwa federasi itu harus bertanggung jawab secara finansial untuk keputusan mengundurkan diri dari menjadi tuan rumah.

Maroko meminta turnamen itu ditunda setahun untuk meredakan masalah Ebola yang terjadi di Afrika barat.

Negara Afrika utara itu dicoret haknya untuk menjadi tuan rumah oleh CAF pada November, ketika turnamen itu dipindahkan ke Guinea Equatorial.

CAF mengatakan saat itu bahwa kecemasan-kecemasan Maroko menimbulkan kegelisahan, khususnya kecemasan bahwa kompetisi itu akan menarik puluhan ribu pengunjung dari Afrika barat di mana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 9.000 orang meninggal karena Ebola.

Menteri Pemuda dan Olahraga Maroko Mohamed Ouzzine saat itu memberi kemungkinan bahwa para pemain yang berkarier di Eropa tidak akan ambil bagian di turnamen, yang akan mengacaukan banyak hal, namun hal itu tidak terwujud.

CAF juga memberi waktu sampai 31 Maret kepada Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF) untuk meminta maaf atas tingkah laku para pemain mereka dan presiden (TFF) Wadie Jary, menyusul kekalahan kontroversial di perempat final dari Guinea Equatorial atau menghadapi pencoretan dari edisi 2017.

Jary telah diskors dari semua aktivitas CAF setelah ia menuduh organisasi itu bias terhadap negaranya, menyusul penalti yang diberikan kepada Guinea Equatorial yang membuat pertandingan antara keduanya harus diteruskan ke masa perpanjangan waktu.

CAF mengatakan Jary harus meminta maaf atau memberikan surat dengan “bukti tangible, tak terbantahkan” untuk mendukung klaim-klaimnya.

Tunisia telah didenda 50.000 dolar untuk apa yang disebut CAF sebagai “tingkah laku agresif sebagian pendukungnya di tribun, invasi lapangan setelah peluit akhir berbunyi oleh para pemain dan para pemain pengganti… Menghina wasit dan berusaha menyerangnya secara fisik dan perilaku yang disesalkan dari presiden Federasi Sepak Bola Tunisia.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain