9 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38768

Pusat Bangun Jalur Kereta di Kalimantan Timur

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah pusat akan bangun rel kereta api untuk angkutan penumpang di Kalimantan Timur. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan jalur kereta api untuk memudahkan akses transportasi masyarakat antar daerah di Kalimantan. 
“Untuk menghubungkan Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara),” kata dia, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (8/2).
Pembangunannya, dimulai dari Kecamatan Tanjung di Kabupaten Paser. Kemudian dilanjutkan ke PPU, Balikpapan, Samarinda hingga ke Maloy Sangatta. “Dari Samarinda juga akan menghubungkan ke Kutai Kartanegara hingga ke Kutai Barat. Itu rencana pembangunannya,” ucap dia.
Diakuinya, Pemprov sebelumnya sangat sulit mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Alasannya, dianggap tidak layak secara ekonomi. Tetapi saat ini pemerintah pusat berencana membangun rel kereta api di Kalimantan, khususnya Kaltim.
Awang mengklaim apa yang diberikan pemerintah pusat merupakan bagian dari perjuangan yang telah dilakukan saat ini, yaitu tuntutan otonomi khusus (otsus).
Ujar dia, pembangunan ini, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan, sepenuhnya menggunakan biaya APBN. “Rencana pembangunan dimulai tahun ini,” kata Awang.
Rencananya, 17 Februari 2015 ini Pemprov Kaltim akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menindaklanjuti rencana program tersebut. 
Dia jamin pembangunannya tidak akan mengganggu proses pembangunan rel kereta api sebelumnya yang diperuntukkan mengangkut batu baru. Yang dilakukan investor dari Uni Emirat Arab (UEA) Ras Al Khaimah dan perusahaan patungan Rusia-Indonesia, PT Kereta Api Borneo (KAB).

Artikel ini ditulis oleh:

Hatta Rajasa Nyatakan Siap Ikut Bursa Ketum PAN

Jakarta, Aktual.co —Ketua Umum DPP PAN periode 2010-2015 Hatta Rajasa menyatakan siap maju lagi sebagai calon Ketua Umum DPP PAN periode 2015-2020.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim saya menyatakan siap maju,” kata Hatta di deklarasi dukungan pengurus DPW dan DPD PAN se-Indonesia Timur di Manado, Minggu (8/2) malam.
Dari catatan panitia, ada 181 pemilik suara dari 217 pemilik suara di Indonesia Timur yang menyatakan mendukung Hatta.
Di kesempatan itu, Hatta mengatakan dirinya saat ini mempunyai waktu penuh untuk mengelola partai, setelah dirinya tak lagi duduk sebagai menteri seperti di kabinet-kabinet sebelumnya sejak awal reformasi. 
“Kalau pada saat itu saya hanya punya waktu pada akhir pekan untuk mengurusi partai, maka sekarang setelah tidak lagi duduk di kabinet, saya akan memiliki waktu penuh untuk mengelola partai,” kata dia.
Hatta juga berjanji akan fokus mengelola PAN selama lima tahun ke depan. “Kalau saya sekarang ingin berkidmad memimpin kembali PAN. Sejatinya saya ingin mendedikasikan diri untuk bangsa dan negara,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Hatta juga mengingatkan jangan sampai persaingan di kompetisi menuju kursi ketum jadi permusuhan. Persaingan, sambung dia, harus disikapi sebagai jalan menuju kebaikan.
“Menyikapi persaingan harus dengan santun dan komitmen untuk membangun bangsa dan negara,” kata dia.
Hatta juga mengingatkan agar dalam berkompetisi tidak melakukan kampanye hitam. Karena bukan karakter bangsa Indonesia, khususnya bukan karakter kader PAN. “Sangat tidak beretika orang yang lakukan kampanye hitam.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Dugaan Defisit di BPJS, Pemerintah Harus Suntik Dana

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah harus mengusahakan penambahan iuran dan pengawasan dalam bentuk penegakan hukum. 
Pendapat itu disampaikan peneliti senior Pusat Studi Nusantara (Pustara) Iskandar Zulkarnaen, terkait dugaan adanya defisit keuangan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. 
Kalaupun masalah itu benar ada, sambung dia, pemerintah harusnya menambah iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBN. 
“Dengan menambah jumlah orang miskin yang di-cover maupun jumlah iurannya naik dari 19.225 menjadi 25.500/bulan/ orang,” kata dia, dalam siaran pers, Minggu (8/2).
Terkait persoalan keuangan BPJS, Anggota Komisi IX DPR RI, Amelia Anggraini mengklaim Panja BPJS Kesehatan di DPR serius mengawal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Yakni dengan mengoptimalkan fungsi pengawasan dan anggaran. 
Kata dia, Panja akan memanggil Kemenkes dan BPJS Kesehatan terkait masalah pengawasan terhadap beberapa rumah sakit yang dianggap ‘nakal’. “Dalam pelayanan kepada pasien maupun dalam hal klaim,” ujar dia.
Panja juga akan menanyakan BPRS (Badan Pengawas Rumah Sakit) yang diperintahkan PP 49/2013 namun belum optimal berjalan. 
Terkait penarikan iuran, Panja akan menanyakan kesungguhan Direksi BPJS Kesehatan untuk mengembangkan sistem iuran seperti amanat Pasal 17A Perpres 111/2013.Sehingga peserta bisa dengan mudah membayar iuran ke BPJS Kesehatan. 
“Panja BPJS Kesehatan serius mengawasi masalah JKN ini dan juga menolak adanya masa aktivasi,” ujar politisi Nasdem ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Stanley

Jakarta, Aktual.co —Polisi masih belum bisa memastikan penyebab kematian Stanley Indra. Pelajar SMK yang ditemukan tewas di Perumahan Sunter Hijau, Jalan Taman Sunter Hijau, Jakarta Utara, Jumat (6/2). 
Meskipun saat ditemukan oleh kerabatnya, Stella, jenazah Stanley dalam kondisi tangan dan kaki terikat, mulut terlakban, dan kepala terbungkus plastik. Serta posisi tubuh menyamping di atas tempat tidur.
“Kita masih lakukan penyelidikan, kemungkinan bisa dibunuh atau juga bunuh diri,” ujar Kapolres Jakarta Utara, Kombes M Iqbal, Minggu (8/2).
Kata dia, untuk memastikannya, teman-teman korban akan diperiksa sebagai saksi. Otopsi juga masih dilakukan dan hasilnya diperkirakan keluar besok.
“Kita periksa teman-temannya, lalu kita cek dengan siapa dia terakhir berhubungan, semua kita periksa. Makanya jangan disimpulkan dulu ini dibunuh atau bunuh diri,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Semakin Lambat Lantik BG, Jokowi Akan Dianggap Peragu

Jakarta, Aktual.co — Pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri merupakan wujud pelaksanaan hak prerogratif presiden secara konsisten dalam sistem presidensial. Hak itu seutuhnya terbebas dari intervensi pihak manapun, termasuk tekanan publik. 
“Semakin lama presiden menunda pelantikan BG, maka ini akan membuat situasi politik tidak kondusif. Wibawa presiden sebagai pemilik hak prerogratif pun terdegradasi, dan dipersepsikan sebagai figur yang lambat serta peragu,” kata Direktur Eksekutif POINT Indonesia, Karel Susetyo di Jakarta, Minggu (8/2). 
Menurutnya, kondisi ini akan menjadi preseden buruk di masa mendatang, tatkala presiden ingin mengambil kebijakannya dengan menggunakan hak prerogratifnya.
“Padahal keberanian dan keteguhan Presiden Jokowi telah ditunjukkan dalam pengambilan keputusan atas kenaikan BBM pada tahun lalu,” kata Karel. Meski kebijakan itu tidak populis, Presiden mengambil jalan terjal untuk kemudian justru membawa pada kemaslahatan dengan mampu menjaga tidak defisitnya anggaran negara. 
“Ini pula yang seharusnya bisa mendasari pelantikan BG. Bahwa pelantikan tersebut dapat menghindari kondisi politik dan penegakan hukum menuju titik nadir, dengan mengambil kebijakan yang tidak populis,” jelas dia.
Dia mencontohkan, pada kasus kenaikan BBM, presiden juga akhirnya menurunkan BBM ketika harga minyak dunia turun. Analogi ini juga bisa dipakai sebagai landasan rasional pelantikan BG sebagai kapolri. 
“Kalau dianggap BG bermasalah nantinya ketika menjabat kapolri, maka presiden bisa saja mencopot jabatannya. Dan disinilah letak tanggung jawab presiden dengan kekuasaan hak prerogratifnya,” ujar Karel. 

Artikel ini ditulis oleh:

Gempa Tona Toraja, Terasa Hingga Sulbar

Jakarta, Aktual.co —Seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat ikut merasakan gempa yang terjadi di Kabupaten Tona Toraja Utara (Torut) Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu malam pukul 23.09Wita.
Petugas dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofikasi (BMKG) Kabupaten Majene, Ricard, mengatakan gempa berkekuatan 5.4 Skala Richter (SR) dan berpusat 47 kilometer barat laut Kabupaten Toraja Utara.
Gempa yang berada di kedalaman 10 kilometer tersebut, berpotensi menimbulkan gempa susulan. Meski kekuatannya tidak akan sebesar gempa awal. Gempa juga tidak berpotensi tsunami, karena pusat gempa di darat.
Mawardi, seorang warga Kabupaten Mamuju Utara, mengakui warga sempat panik akibat gempa. “Rumah warga bergoyang membuat masyarakat panik berlarian keluar rumah, menyelamatkan diri,” kata dia.
Hal senada dikatakan masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar yang berada di wilayah paling selatan Provinsi Sulbar.
“Gempa juga dirasakan masyarakat Polman, seperti yang dirasakan keluarga kami yang berada di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa yang berada bersebelahan dengan wilayah kami,” kata Amman salah seorang warga Polman.
Kejadian serupa juga dialami warga di Kota Mamuju, Ibukota Provinsi Sulbar. Gempa dirasakan sangat keras, sehingga masyarakat berlarian keluar rumah menyelamatkan diri.
“Sebagian masyarakat di Kota Mamuju sudah berlari keatas bukit takut gempa akan semakin keras,” kata Anas salah seorang warga Mamuju.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain