12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38781

Program Mobil Nasional Menuai Kritik

Jakarta, Aktual.co — Ketua 1 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mempertanyakan  istilah mobil nasional (mobnas), karena sejak 1998 keberadaannya sudah tidak ada lagi.
“Selama ini (pemerintah) belum pernah mengajak bicara mobnas. Karena memang mobnas  semenjak 1998 tidak ada lagi. Dulu ada inpres nomor 2 1996. Tapi sejak itu tidak ada lagi,” kata Jongkie, Minggu (8/2).
Diceritakan, saat krisis 1998 Indonesia kalah di World Trade Organization (WTO), sehingga Indonesia diminta mencabut Inpres nomor 2 tahun 1996 tentang pengembangan mobil nasional.
Program mobil nasional menuai kontroversi terkait penandatanganan nota kesepahaman antara PT Adiperkasa Citra Lestari dengan perusahaan otomotif Malaysia, Proton, pada Jumat (6/2). 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Diminta Tegas Lindungi Perempuan

Jakarta, Aktual.co — Aktivis pemerhati perempuan dari lembaga advokasi Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan (JKP3) mengharapkan ketegasan pemerintah untuk melindungi perempuan di Indonesia.
“Kami harap presiden tegas dan serius untuk melindungi perempuan Indonesia salah satunya lewat perjuangan untuk mendesak DPR agar melahirkan kebijakan dalam bentuk Undang-Undang,” kata aktivis JKP3, Valentina Sagala, di Jakarta, Minggu (8/2).
Persoalan diskriminasi dan kekerasan seksual yang dialami perempuan merupakan pekerjaan rumah terdahulu, namun hingga saat ini dirinya melihat komitmen pemerintah untuk mendesak lahirnya kebijakan di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) masih kurang.
“Hal tersebut terkait dengan model kepemimpinan Presiden Jokowi yang kurang tegas,” ucapnya.
Dia menambahkan, ketegasan Presiden Joko Widodo untuk membawa agenda rakyat yang termasuk nawacita saat kampanyenya tersebut untuk dimasukan ke dalam kabinet kerja dan memastikan mereka mampu menerjemahkannya dalam bentuk sistem dan kinerja adalah suatu keharusan.
“Jika hal tersebut dilakukan maka posisi tawar pemerintah terhadap DPR dalam hal ini jadi kuat dan masyarakat juga tidak akan jadi korban akibat ketiadaan payung hukum itu,” ujar pengajar Hukum di Universitas Parahyangan itu.
Dia juga mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 100 hari, dimana tidak melihat ada upaya untuk menyelesaikan hal tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pola Rekrutmen Kepala Daerah Harus Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Akademisi Universitas Tadulako Palu, Dr. Adam Malik, mengatakan pola rekrutmen dan penilaian calon kepala daerah yang dilakukan partai politik di daerahnya harus transparan sehingga setiap calon yang gugur mengetahui titik lemahnya.
“Misalnya, tes psikologi dan visi misi bakal calon sebaiknya dibuka. Sehingga nanti diketahui berapa persen hasil tes psikologi dan visi misi mempengaruhi kelulusannya,” katanya di Palu, Minggu (8/2).
Adam Malik yang mantan Ketua KPU Sulteng itu mengatakan pola rekrutmen calon kepala daerah yang diberlakukan partai politik tidak terlalu jauh berbeda dengan pola sebelumnya hanya saja cenderung sudah terbuka.
Paling penting diantara semua tahapan itu sejauh mana pengaruhnya terhadap lolos atau tidaknya bakal calon yang mendaftar di partai itu. Dikhawatirkan tahapan yang dilalui bakal calon tidak memberi pengaruh jika nantinya penilaian akhir ditentukan oleh popularitas dan elektabilitas calon.
“Kalau hanya itu yang menjadi penilaian, maka walaupun visi misinya tidak bagus, atau tes psikologinya kurang mendukung maka bisa lolos,” katanya.
Oleh sebab itu, perlu dipadukan antara kemampuan sumber daya manusia, popularitas dan elektabilitas seorang bakal calon.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Bersih Sungai Deli Hasilkan 1 Ton Sampah

Medan, Aktual.co — Sejumlah warga Kecamatan Medan Maimun melakukan aksi bersih Sungai Deli sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang sehat dan nyaman, Minggu (8/2).
Dalam aksi bersih tersebut sebanyak 1 ton sampah yang mengendap di Sungai itu berhasil diangkat.
“Ini sungai kita, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi, kita ingin Sungai Deli ini bersih dari sampah, ini langkah yang baik untuk memperbaiki sungai kita,” ujar warga Gang Badur, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Arfan.
Terlihat, sampah-sampah tersebut dimasukkan ke dalam goni dan dibawa ke pinggir jalan untuk selanjutnya dimasukkan kedalam truk sampah. “Macam ragam sampahnya, mulai dari plastik kresek sampai popok bayi dan pakaian dalam pun ada,” katanya.
Sabil, Kepala Lingkungan (Kepling) IV mengatakan, aksi bersih sungai ini untuk menunjukkan bahwa warga pinggiran sungai Deli memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di sungai. Apalagi menurut Sabil, masyarakat juga sebenarnya tidak mau membuang sampah ke sungai.
“Kita maunya ada truk sampah yang datang secara rutin, dan menjangkau sampai ke yang rumahnya di pinggir sungai. Ini salah satu bukti bahwa kita warga pinggir sungai mampu menjaga sungainya, tinggal dari pemerintah, misalnya Dinas Kebersihan Kota Medan untuk bekerja sama dengan warga dalam mengatasi sampah agar tak dibuang ke sungai,” tutur Sabil.
Kegiatan itu tidak hanya aksi bersih saja, melainkan mempersiapkan lahan di bantaran sungai untuk lahan bercocok tanam, menciptakan taman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
“Walaupun lahannya kecil dan tantangannya banjir, tapi kita optimis, kita bisa membuatnya, membuat taman di pinggir sungai ini penting, sebagai tempat untuk apresiasi kegiatan-kegiatan seni yang sering digelar di sini, makanya, itu ada tempat yang biasanya jadi tempat pembuangan sampah, kita bersihkan dan rapikan dengan karung goni,” kata Sabil.

Artikel ini ditulis oleh:

HUT Ke-7, Gerindra Diharap Makin Solid

Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, berharap soliditas kader partainya kian mantap di usia ke-7 partai tersebut pada tahun ini.
“Saya berharap untuk internal partai, seluruh pengurus di tingkat provinsi, cabang hingga ranting tetap solid,” kata Taufik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/2).
Dia mengatakan, seluruh kader partai di tiap tingkatan tetap solid, menjunjung tinggi ideologi partai, dan melaksanakan program kerja untuk kesejahteraan masyarakat.
Wujud konsolidasi itu dicerminkan dengan terbentuknya pengurus di tingkat rukun warga (RW). “Pasalnya, pada pemilihan umum (pemilu) 2014 lalu, baru terealisasi sebesar 80 persen,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut berharap seluruh stakeholkder baik internal dan eksternal siap untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang hitungannya kian dekat, dua tahun lagi.
Acara HUT Gerindra turut diikuti sejumlah tokoh Betawi dan politikus Jakarta, seperti Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Ketua DPD Demokrat DKI Nachrowi Ramli, Ketua DPW PKS DKI Selamat Nurdin, dan Ketua Umum Front Betawi Rempug (FBR) KH Luthfi, serta sejumlah anggota fraksi dan pengurus Gerindra di Ibukota.

Artikel ini ditulis oleh:

Kader PAN Sebut Amien Rais Tak Netral

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPW Partai Amanat Nasional Nusa Tenggara Timur, Eurico Guterres menyebut bahwa Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, sudah tak netral karena memihak salah satu calon Ketum yaitu Zulkifli Hasan.
Amien yang sudah mendukung salah satu calon ketum dinilai tak bisa lagi dikatakan sebagai tokoh pemersatu PAN. Ketokohan Amien dianggap sudah surut.
“Faktanya hari ini Pak Amien sudah tidak netral‎. Pak Amien sudah tidak lagi sebagai tokoh pemersatu,” kata Eurico, di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (8/2).
Dalam kesempatan ini, ratusan kader PAN mendeklarasikan dukungan kepada Hatta Rajasa untuk kembali menjadi ketum PAN pada kongres 28 Februari 2015 di Bali.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain