14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38787

Terlibat Narkoba, Polres Musirawas Pecat Anggotanya

Jakarta, Aktual.co — Polres Musirawas, Sumatera Selatan, memecat Briptu MA (30) salah seorang oknum anggota, karena terlibat Narkoba yang saat ini sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Muara Beliti setempat.
“Pemecatan itu berlangsung, Kamis (5/2) bersamaan saat memberikan penghargaan kepada 38 prajurit karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang anggota Brimob di Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas beberapa waktu lalu,” kata Kapolres Musirawas, AKBP Nurhadi Handayani, Minggu (8/2).
Briptu MA dikenakan sanksi pemecatan karena terbukti menyalahi kode etik polri dengan menjadi pengedar narkotika.
Selain itu MA saat ini menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti juga telibat kasus kepemilikan senjata api, setelah ditangkap Satuan Reskrim Polres Musirawas belum lama ini.
Pemecatan itu sebagai bentuk peringatan kepada polisi lain agar tidak melakukan kriminalitas dan menggunakan psikotropika.
“Kedepan saya mengharapkan tidak ada lagi pemecatan terhadap anggota seperti ini, dan anggota polisi betul-betul menjadi panutan masyarakat dalam penegakan hukum,” ujarnya.
Meskipun sudah dipecat dari anggota polisi, MA disarankan tetap tegar menghadapi semua masalah dan bisa berkarya lebih baik lagi diluar polri.
“Kita memberikan sanksi tegas pemecatan karena MA terbukti melanggar Pasal 11 huruf A tentang kode etik polri.”

Artikel ini ditulis oleh:

25 Calon Haji di Sukabumi Dipastikan Fiktif

Jakarta, Aktual.co — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendata 25 calon haji yang akan berangkat pada tahun ini dipastikan fiktif atau tidak ada alamat dan siapa calon yang akan berangkatnya.
“Temuan ini berasal berdasarkan hasil penelusuran tim verifikasi dan validasi data calon haji yang petugasnya berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Kemenag Kabupaten Sukabumi,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Umroh dan Haji (PUH) Kemenag Kabupaten Sukabumi, Hasen Candra, di Sukabumi, Minggu (8/2).
Menurutnya, untuk kouta haji Kabupaten Sukabumi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat pada tahun ini sebanyak 1.333 orang, untuk antisipasi adanya calon haji yang berangkat dengan menggunakan kuota haji Kabupaten Sukabumi maka kerjasama antara disdukcapil dan kemenag ditingkatkan.
Kerja sama ini untuk memfokuskan terhadap data calon haji yang akan berangkat sehingga tidak ada lagi calon haji dari luar daerah seperti pada 2014 ada 103 calon haji yang menggunakan kuota haji Sukabumi yang akhirnya menjadi permasalahan hukum, karena kasus ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Cibadak.
“Temuan ini akan menjadi pembahasan kami dan informasinya 25 calon haji fiktif itu belum melunasi ongkos naik haji dan yang pasti kami akan mencoretnya seluruh calon haji fiktif itu.”
Puluhan calon haji fiktif ini diduga masih berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya Makasar, karena pada 2014 ratusan calon haji yang berangkat dengan menggunakan kuota haji Kabupaten Sukabumi berasal dari Sulsel. Selain itu, diduga mereka merupakan sisa jemaah haji yang akan diberangkatkan melalui Sukabumi.

Artikel ini ditulis oleh:

Awal Tahun, Kasus Asusila Sudah Muncul di kalimantan Tengah

Jakarta, Aktual.co — Tindakan asusila menjadi perhatian serius Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, karena masih marak terjadi dan dikhawatirkan meningkat, bahkan sudah muncul di awal tahun ini.
“Ada beberapa beberapa kasus yang kami tangani. Untuk Februari ini, ada dua atau tiga kasus yang sedang ditangani,” kata Kapolres Kotim, AKBP Himawan Bayu Aji, di Sampit, Minggu (8/2).
Kasus asusila yang terjadi di Kotim ada beberapa kejadian. Ada yang terjadi antara dewasa dengan anak-anak, dewasa dengan dewasa, juga antara anak-anak.
Untuk menekan dan menangani masalah ini, Polres Kotim bekerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan instansi terkait. 
Salah satunya dengan melakukan penyuluhan untuk memberi pemahaman sehingga dapat menghindari kemungkinan menjadi korban asusila.
“Untuk penegakan hukumnya disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku. Kalau melibatkan anak-anak, maka diarahkan pada Undang-Undang Perlindungan Anak. Kalau melibatkan orang dewasa maka aturannya juga sudah jelas,” jelas Himawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Penemuan Jenazah, Harga Ikan di Mamuju Naik

Jakarta, Aktual.co — Harga ikan bandeng di pasaran Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan semenjak terjadinya peristiwa penemuan jenazah AirAsia QZ8501 di Perairan Kabupaten Majene.
Pemantauan di Mamuju, harga ikan bandeng di pasaran Kota Mamuju mengalami kenaikan karena sebagian besar masyarakat Mamuju enggan mengkomsumsi ikan laut semenjak penemuan jenazah Air Asia di Perairan Kabupaten Majene dua pekan terakhir.
Arman salah seorang pedagang ikan di pasar regional Mamuju mengatakan, pedagang ikan sebagian besar hanya menjual ikan bandeng, karena ikan laut tidak laku dijual dipasaran karena masyarakat enggan mengkomsumsi ikan laut.
Ia mengatakan karena permintaan yang tinggi maka harga ikan bandeng di pasaran mengalami kenaikan dari harga Rp10,000 per ekor menjadi Rp15,000 per ekor untuk ikan bandeng berukuran sedang, sementara ikan bandeng besar naik dari Rp20,000 per ekor menjadi Rp25,000 per ekor.
“Penemuan mayat pesawat AirAsia membuat masyarakat beralih mengkomsumsi ikan bandeng yang merupakan ikan air payau, dan tidak mau makan ikan laut, karena khawatir ikan makan mayat di laut, makanya pedagang juga menjual ikan bandeng yang cukup laku dijual, dan tinggi permintaan dari masyarakat,” katanya, Minggu (8/2).
Ikan bandeng yang dijual nelayan adalah ikan bandeng yang dibudidayakan nelayan lokal dan persediaan dipasaran cukup untuk dikomsumsi masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelajar Bantu Korban banjir di Bangka

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 62 siswa SMAN 1 dan SMPN 2 Lubuk Besar di Bangka Belitung, membantu dan mengevakuasi korban banjir di Bangka Tengah.
“Ada sebanyak 62 siswa menjadi relawan yang disebarkan di beberapa titik darurat banjir,” kata Juwita, seorang relawan dari kalangan siswa di Lubuk Besar, Minggu (8/2).
Siswa yang menjadi relawan tersebut tergabung ke dalam Tim Relawan Siswa Saka Bhayangkara dengan kekuatan personel sebanyak 62 orang.
Sebanyak 62 siswa tersebut dibagi menjadi tiga tim dan disebarkan ke lokasi banjir untuk membantu melakukan evakuasi korban.
“Tim Saka Bhayangkara ada tiga regu tersebar di lokasi banjir Kampung Magelang, Desa Lingkuk dan Dusun Lingkuk Desa Lingkuk,” ujarnya.
Tugas tim membagikan sembilan bahan pokok, pakaian bekas yang layak pakai dan membantu melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak banjir.
“Termasuk membantu pengguna kendaraan yang terjabak banjir di sejumlah ruas jalan menuju Lubuk Besar.”

Artikel ini ditulis oleh:

Diprioritaskan, Bantuan Sembako Korban Banjir di Bangka

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi memprioritaskan pendistribusian bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada korban banjir di Kabupaten Bangka Tengah.
“Semua pihak untuk memprioritaskan bantuan sembako untuk meringankan beban korban banjir,” kata Rustam, di Pangkalpinang, Minggu (8/2).
Selain itu, seluruh pihak seperti Dinsos, Dinkes, Badan Penanggulangan Bencana dan lainnya diminta saling bersinergi dan fokus membantu dan mengevakuasi korban bencana banjir.
Berdasarkan data Basarnas Babel, pada Sabtu (7/2) hingga Minggu (8/2), sebanyak 200 unit rumah warga di 10 desa di Kecamatan Koba dan Lubuk Besar terendam banjir yang cukup parah.
Air setinggi satu meter lebih merendam rumah warga, sehingga melumpuhkan kegiatan dan perekonomian warga di daerah itu.
“Kami berharap dengan adanya prioritas bantuan sembako ini, maka ketersediaan makanan mencukupi untuk kebutuhan warga di tenda-tenda pengungsian maupun warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Warga yang terkena musibah diminta bersabar dan melapor ke posko-posko evakuasi korban banjir terdekat, agar mendapatkan bantuan makanan dan obat-obatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain