14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38799

Jokowi Terima Bintang Kehormatan dari Sultan Brunei

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama La dari Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. “Ini kehormatan bagi saya mendapat kehormatan tertinggi dari Kerajaan Brunei Darussalam,” kata Jokowi di Bandar Seri Begawan, Sabtu (7/2) malam.

Menurut Jokowi, bagi Indonesia, Brunei punya arti penting. “Saya merasa sangat beruntung memiliki mitra seperti Sultan Hassanal Bolkiah yang sangat dicintai rakyat Brunei, dan saya yakin Wawasan Brunei 2035 dapat dicapai di bawah kepemimpinan Yang Mulia,” katanya.

Selain itu, peran aktif Brunei yang mulai meningkat patut dihargai dalam menjaga perdamaian di tingkat global dan telah teruji dalam kerangka ASEAN.

Menurut Presiden, keberhasilan menjadi Ketua ASEAN 2013 telah mendapat penghargaan tinggi dari negara-negara anggota.  “Kita berpandangan pula, dua negara berperan konstruktif memperkuat perdamaian di tingkat global,” katanya.

Presiden juga menyampaikan harapannya agar Sultan Hassanal Bolkiah dapat menghadiri Konferensi Asia Afrika dan 10 Tahun New Asia-Africa di Bandung, 22-24 April 2015. Dalam kesempatan itu, Presiden pun menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kebangsaan Brunei ke-31 pada 23 Februari.

Artikel ini ditulis oleh:

APKLI Dukung Larangan Impor Pakaian Bekas

Jakarta, Aktual.co —Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendukung sepenuhnya larangan impor pakaian bekas yang diberlakukan pemerintah. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima Aktual.co hari Minggu (8/2).

Menurut Ali Mahsun, pedagang kaki lima (PKL) hanya menjual barang ke masyarakat dan tidak terkait langsung dengan sektor produksi. Dengan demikian, PKL tidak terpengaruh adanya kebijakan pemerintah melarang impor pakaian bekas. Disisi lain, PKL memiliki kemampuan yang sangat cepat melakukan adaptasi terhadap perubahan dan dinamika pasar.

Oleh karena itu, APKLI mendukung sepenuhnya kebijakan Kemendag RI melarang impor pakaian bekas. Di samping dapat menyebarkan berbagai penyakit ke konsumen, impor pakaian bekas telah sekian lama menyebabkan profesi tukang jahit, yang merupakan sumber pendapatan ekonomi dan mata pencarian rakyat, gulung tikar.

Hal ini terjadi di perkotaan maupun pelosok pedesaan, akibat serbuan barang impor pakaian bekas dan pakaian jadi. Akibat lainnya adalah usaha konveksi dan garmen ambruk dan hidup tersendat-sendat. Dengan adanya larangan impor, diharapkan terjadi kebangkitan dan revitalisasi usaha garmen dalam negeri, dan memperkuat kembali profesi tukang jahit dan usaha konveksi di Indonesia.

Namun Ali Mahsun, yang mengaku dokter ahli kekebalan tubuh, juga mengoreksi pernyataan Mendag RI Rahmat Gobel, yang menyatakan bahwa pakaian bekas bisa menularkan penyakit HIV/AIDS. Pernyataan itu keliru, karena virus HIV/AIDS tidak menular melalui pakaian, baik pakaian bekas maupun baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Simpanse Mampu Pelajari “Sebutan Makanan”

Jakarta, Aktual.co  —Simpanse mampu mempelajari istilah yang merujuk pada nama makanan tertentu, seperti apel, untuk berkomunikasi lebih baik dengan anggota lain spesies mereka. Demikian hasil studi tentang dua kelompok simpanse berbeda yang dikumpulkan bersama di Kebun Binatang Edinburgh, Inggris.

Temuan yang disiarkan di jurnal Amerika Serikat Current Biology, pekan lalu, menunjukkan bahwa bahasa manusia tidak seunik yang dikira dalam hal kemampuannya untuk merujuk kepada benda eksternal dengan simbol yang dipelajari secara sosial.

Simpanse diketahui membuat tanda bahaya dan panggilan makan yang merujuk pada benda di lingkungan mereka. Namun sejauh ini para peneliti berpendapat bahwa seruan-seruan itu hanya ungkapan kegembiraan mereka dan tak bisa dikendalikan oleh makhluk simpanse.

Tahun 2010, sekelompok simpanse dewasa dari Beekse Bergen Safari Park di Belanda diperkenalkan ke sekelompok simpanse di Edinburgh Zoo, dan itu memberi peneliti kesempatan untuk mempelajari apakah simpanse mampu mengubah seruan, supaya suaranya seperti tetangga baru mereka. Para peneliti mengamati bahwa sebelum penyatuan, kedua kelompok itu menghasilkan suara geraman berbeda untuk apel dan bahkan memiliki preferensi yang berbeda untuk apel.

Setelah penyatuan kedua kelompok tersebut, para peneliti mendapati bahwa struktur geraman anggota kelompok baru telah beradaptasi dengan suara kelompok simpanse yang sudah tinggal di sana. “Tiga tahun setelah penyatuan, suara geraman simpanse baru sangat mirip dengan suara yang dikeluarkan oleh simpanse di Edinburgh,” kata penulis studi tersebut, Simon Townsend dari University of Zurich di Swiss.

“Preferensi untuk apel pada simpanse-simpanse ini tetap sama selama periode ini, tapi suara geramannya berubah,” katanya seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Artikel ini ditulis oleh:

APKLI Realisasikan Kredit untuk Dongkrak Modal PKL

Jakarta, Aktual.co —Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) akan segera merealisasikan kredit tanpa agunan (KTA) bagi pedagang kaki lima (PKL) di seluruh Indonesia, agar modal dan daya saing usaha mereka terdongkrak. Demikian dinyatakan Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed di Jakarta, Sabtu (7/2), dalam siaran pers yang diterima Aktual.co hari Minggu (8/2).

Menurut Ali Mahsun, sudah saatnya PKL diberi akses kredit modal usaha. Dan negara, dalam hal ini pemerintah, harus menyudahi memanjakan pengusaha besar. Diskriminasi dan ketidakadilan atas akses kredit modal usaha terhadap PKL, yang berlangsung sejak Indonesia Merdeka, harus segera dihentikan.

PKL itu mandiri, ulet dan tangguh dalam menjalankan usahanya. Mereka tak pernah meminta kebijakan berlebihan kepada negara, kecuali menuntut hak konstitusional mereka sebagai warga negara. Sungguh ironis dan pilu, sejak Indonesia merdeka, PKL sulit mengakses modal usaha akibat kebijakan diskriminatif pemerintah,” kata Ali Mahsun.

“Dengan dalih unbankable, unreliable, tak memiliki agunan kredit, dan hambatan administrasi, PKL selalu dipersulit mengakses kredit modal usaha. Negara harus hadir dalam setiap upaya mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat, bukan sebaliknya. Kenyataan ini harus dihentikan karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” tambah Ali.

Untuk itu, ujar Ali, APKLI segera merealisasikan KTA Modifikasi Grameen Bank bagi PKL dengan pola terseleksi dan tanggung renteng, berbasis komunitas dan pendampingan. Langkah ini adalah keharusan dalam upaya mendongkrak akses modal dan daya saing usaha PKL, di tengah dahsyatnya arus ekonomi kapitalis dan liberalis yang saat ini.

Artikel ini ditulis oleh:

JPPI: Hilangkan Hukuman Fisik Dalam Pendidikan

Jakarta, Aktual.co —Kita prihatin bahwa para pendidik masih terus menggunakan hukuman fisik dalam pendidikan. Padahal hukuman fisik sering berubah menjadi bentuk penyiksaan yang pasti rendah fungsi pendidikannya, juga tidak ada bukti akurat bahwa tindakan tersebut efektif untuk mendidik seorang siswa.

Demikian dikatakan Abdul Waidl, Koordinator Nasional Jaringan Pementau Pendidikan Indonesia (JPPI), dalam siaran pers yang diterima Aktual.co hari Minggu (8/2).

Pernyataan Abdul Waidl dilatarbelakangi berita seorang siswi SMPN di Kabupaten Majalengka, Lintang (13), yang akhirnya meninggal di Puskesmas, setelah jatuh karena tidak kuat mengelilingi lapangan sebagai hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Abdul Waidl mengingatkan, guru selalu melarang anak-anak melakukan tawuran dan bullying. Larangan tersebut disebabkan kesadaran bahwa kekerasan sama sekali bukan jalan penyelesaian. Kekerasan menimbulkan dendam yang sulit usai, bahkan sering mereproduksi kekerasan baru dan berkelanjutan (terus-menerus).

Atas dasar tersebut, JPPI menyerukan, agar semua bentuk kekerasan atau hukuman fisik dihilangkan dari proses pendidikan. Semua pemangku kepentingan pendidikan bersama-sama mencari jalan keluar setiap kali ada masalah dalam proses belajar, termasuk ketika seorang anak tidak bersedia mengerjakan PR. Karena, bisa jadi hal tersebut disebabkan guru yang perlu lebih kreatif menjalankan proses belajar-mengajar, sehingga menjadi lebih menyenangkan dan anak tertarik untuk terlibat aktif.

Artikel ini ditulis oleh:

Prancis-RI Bahas Proyek “Marine Techno-Park” Minggu Ini

Jakarta, Aktual.co —Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Corinne Breuze mengatakan, pembahasan proyek pembangunan “Marine Techno Park” di Kalimantan Timur akan dilakukan minggu ini saat kunjungan Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Prancis Laurent Fabius ke Jakarta.

“Proyek maritim tersebut akan dibahas minggu ini bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Indroyono Soesilo dalam pertemuan dengan Menlu Fabius dan para pengusaha Prancis,” ujar Corinne Breuze kepada Antara di Jakarta, Sabtu (7/2).

Kunjungan resmi Menlu Laurent Fabius beserta belasan pengusaha tersebut diadakan atas undangan Menlu Indonesia Retno Marsudi dan dilaksanakan pada 10-11 Februari 2015.

Breuze melanjutkan, pihak Prancis dan Indonesia sama-sama tertarik akan proyek yang dilaksanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu.”Indonesia telah memberitahukan kepada kami rencana pembangunan ini dan Prancis sangat tertarik untuk bergabung dan merealisasikannya,” kata Corinne.

“Marine Techno-Park” ini sendiri merupakan pusat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kelautan. Nantinya direncanakan area ini difungsikan sebagai pusat teknologi kelautan, pangkalan kapal-kapal riset Indonesia serta kawasan industri pertambangan minyak dan gas lepas pantai.

Selain itu “Marine Techno-Park” akan menjadi pusat kegiatan riset biota-biota laut seperti mangrove, terumbu karang dan-lain-lain, serta pengembangan sumber daya kemaritiman yang bekerja sama dengan beberapa universitas Prancis.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain