16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38831

Jateng Rawan Serangan DBD

Semarang, Aktual.co — Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah rawan diserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berstatus endemik.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Jateng, Yulianto Prabowo meminta masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian luar biasa DBD tersebut. “Hampir seluruh kabupaten/Kota seluruhnya berpotensi endemik. Makanya, kita harus waspada semua. Moga-moga masyarakat tergerak,” kata dia di Semarang, Jumat (6/2).

Menurutnya, nyamuk jenis Aides Aigepsi yang menularkan penyakit DBD di Jateng itu, berkembang biak saat musim hujan. Disisi lain, kondisi faktor cuaca dan udara yang mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk tersebut.

“Ini sekarang musim hujan banyak air tampungan. Itu dapat meningkatkan perkembangbiakan nyamuk lebih cepat,” terang dia.

Saat ini, sepanjang Januari 2015, tercatat kasus DBD terjadi di kabupaten Brebes sebanyak 64 kasus. Dari jumlah itu, tujuh orang diantaranya meninggal dunia akibat terserang penyakit DBD. Disusul tingkat prevalensi kasus lain ada di Jepara dan Rembang.

“Kasus DBD di Brebes begitu signifikan. Disusul kasus DPD di Jepara lebih tinggi. Itu disebabkan bak-bak penampungan yang mempercepat perkembangbiakan untuk usaha meluber,” beber dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Gerindra Targetkan Enam Kemenangan di Pilkada Jateng

Jakarta, Aktual.co — Partai Gerakan Indonesia Raya menargetkan memenangi lima atau enam pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan serentak di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada akhir 2015.
“Dari 16 pilkada yang akan diselenggarakan di Jateng, kami menargetkan memenangi 30 persen,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid, di Semarang, Jumat (6/2).
Menurut dia, target kemenangan di lima atau enam pilkada di Jateng itu merupakan hal yang wajar karena Partai Gerindra masuk dalam posisi tiga besar partai politik pemenang Pemilu 2014.
Dirinya enggan mengungkapkan daerah mana saja yang menjadi target pemenangan pilkada tersebut, namun secara tersirat mengatakan bahwa Partai Gerindra mengincar posisi kepala daerah di wilayah Jawa Tengah bagian Barat, Timur, dan Utara.
“Yang jelas target utama kami adalah memenangi pilkada Kota Semarang karena Semarang merupakan jantungnya Provinsi Jateng sehingga harus direbutkan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jenazah Pilot TransAsia Ditemukan

Jakarta, Aktual.co —Pilot pesawat TransAsia yang jatuh di Taipei, Taiwan, masih memegang tongkat kemudi atau joystick saat tubuhnya ditemukan. Pilot itu dianggap pahlawan karena mencegah pesawat menabrak gedung dan menjatuhkannya di Sungai Keelung. Mayat pilot bernama Liao Cheing-tsung dan co-pilotnya ditemukan masih berada di dalam kokpit pesawat turboprop ATR 72-600 tersebut. Mereka tewas dengan kaki yang terluka parah. Tangan pilot 42 tahun itu masih kencang memegang joystick.

“Mereka masih mencoba menyelamatkan pesawat itu hingga menit terakhir,” tulis media Taiwan yang mengutip seorang penyidik, diberitakan Reuters, Kamis (5/1). Liao dianggap pahlawan atas tindakannya sesaat sebelum pesawat GE235 itu jatuh dan menewaskan 31 orang. Pemerintah Taiwan mengatakan, jika saja pilot tidak mampu mengendalikan pesawat, kemungkinan akan menabrak bangunan dan korban tewas akan semakin banyak.

Dalam sebuah rekaman video, terlihat pesawat itu berputar dan hampir mengenai gedung sebelum akhirnya jatuh di sungai. Lima belas penumpang selamat, namun 11 lainnya masih belum ditemukan.

Menurut rekaman di menara pengawas, komunikasi terakhir pilot adalah “Mayday Mayday engine flameout”. Pesawat terbakar jika aliran bahan bakar ke mesin terganggu atau ada percikan api, tapi biasanya pesawat bermesin ganda seperti ATR 72-600 bisa terbang dengan hanya satu mesin.

Pesawat itu terbang dari bandara Songshan di Taipei menuju pulau Kinmen. Dari 58 penumpang di dalamnya, sebanyak 31 di antaranya adalah wisatawan asal Tiongkok. Badan penerbangan Taiwan memerintahkan maskapai TransAsia dan Uni Air, perusahaan cabang EVA Airways, melakukan pemeriksaan mesin dan sistem bahan bakar di 22 pesawat ATR yang masih beroperasi.

Pariwisata Indonesia Harus Kalahkan Malaysia

Jakarta, Aktual.co —Industri pariwisata di Indonesia harus bisa melewati apa yang sudah dicapai Malaysia, atau minimal bersaing ketat. 
Disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Malaysia mencapai 9,6 persen. Meningkat dari 20,9 juta wisman di 2013 jadi 22,9 juta wisman di 2014. Membuat Malaysia menjadi negara dengan nilai pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara.
Sedangkan Indonesia, di 2014 jumlah kunjungan wisman hanya  9.435.411 atau tumbuh 7,2 persen dibanding 2013 sebanyak 8.802.129 wisman. 
Meskipun dengan angka pertumbuhan itu industri pariwisata Indonesia terus tumbuh, karena lebih tinggi dari angka rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,7 persen. “Namun belum cukup kompetitif,” kata Arief, ketika menjadi pembicara di acara ASEAN Summit for State-Owned Enterprises and Media di Batam, Jumat (6/2).
Untuk itu, ujar dia, pertumbuhan industri pariwisata Indonesia harus mendekati kompetitor terdekatnya di regional ASEAN, yakni Malaysia. Targetnya, di 2019 nanti pemerintah menargetkan bisa menggaet 20 juta wisman. 
“Walaupun sudah 20 juta, angka itu masih kalah dengan Malaysia,” ujar dia.
Menurutnya, untuk mewujudkan target wisman di 2019, tidak cukup hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun pemerintah harus menyiapkan strategi. 
Antara lain memperbaiki infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology), kebersihan dan higienitas serta mempermudah akses dan konektifitas ke daerah tujuan wisata.
Perbaikan infrastruktur diharapkan sekaligus akan mendongkrak daya saing pariwisata Indonesia di tataran global yang saat ini berada di ranking 70 ke ranking 30 dunia pada 2019 nanti.

Artikel ini ditulis oleh:

Permintaan Pakai Mobil Lama Ditolak F1

Jakarta, Aktual.co — Upaya Marussia untuk bersaing di kejuaraan dunia Formula Satu (F1) tahun ini, mengalami kemunduran besar setelah permintaan mereka untuk memakai mobil 2014 ditolak tahun ini.

Tim yang berbasis di Inggris ini tengah menghadapi krisis keuangan yang berdampak pada administrasi tim.

Mereka pun telah melewatkan tiga grand prix penutup pada 2014 di Amerika Serikat, Brasil dan Abu Dhabi.

Marussia masih berharap untuk keluar dari masalah administrasi bulan ini, namun adanya keputusan untuk tidak mengizinkan mereka menggunakan mobil di musim terakhir telah menutup kesempatan mereka untuk berbaris di balapan musim pembuka yang dihelat di Melbourne, 15 Maret 2015.

Permintaan mereka ditolak oleh Grup Strategi F1 saat pertemuan di Paris, Kamis (5/2) waktu setempat.

“Mereka ingin berlaga dengan mobil tahun lalu dan itu tidak bisa diterima,” kata Presiden Manajemen Formula 1 (FOM) Bernie Ecclestone dalam surat kabar Britain’s Independent, Jumat (6/2).

“Semua tim harus setuju dengan keputusan ini dan ada tiga atau empat orang yang tidak setuju,” kata supremo F1 tersebut menambahkan.

Ditolaknya permintaan Marussia terjadi pada hari yang sama saat aset sesama “backmarker” F1, Caterham, siap dilelang yang berarti tidak ada pemasukan untuk mereka di 2015, seperti yang terjadi pada Marussia di Oktober 2014 Menurut laporan media Inggris, Marussia masih berharap ada pemilik baru yang membantu mereka untuk berlaga di balapan musim 2015.

Berdasarkan aturan FI, tim diperbolehkan untuk melewatkan tiga balapa selama satu musim. Ini berarti mereka masih bisa berbaris di Bahrain pada April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Blusukan, MenDes PDTT Dapat Sorotan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Polcomm Institute, Heri Budianto menilai jika ada sejumlah gebrakan positif yang dilakukan oleh menteri di kabinet Presiden Joko Widodo.
Salah satunya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar yang dinilai mampu menarik perhatian media massa, dan mendapatkan apresiasi publik.
“Menteri yang mendapatkan penilaian positif di media itu tampil berbeda, disitu bisa dilihat dari kebijakan, dan menarik bagi media massa,” kata Heri, di Jakarta, Jumat (6/2).
Lebih lanjut, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa lebih dikarenakan karena aksi nyata di lapangan.
“Kebijakan pada soal desa itu mengemuka. Misalnya program tentang desa di perbatasan,” ujar dia.
“Saya melihat menteri Marwan gemar blusukan, dan kebijakan yang diambil memang di luar kebiasaan. Sehingga mendapatkan apresiasi publik dan menjadi indikator penilaian,” pungkas dia.
Sebelumnya, Lembaga Klimatologi Politik (LKP) merilis hasil riset terbaru terkait kinerja kabinet kerja Jokowi-JK dalam 100 hari masa pemerintahannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain