14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38865

Tentara AS Sering Berbohong

Jakarta, Aktual.co —Sebuah studi yang dilakukan oleh US Army War College menunjukkan bahwa tentara Angkatan Darat AS sering “berdalih dan menipu”, dan semua orang di Pentagon mengetahui hal itu. “Dengan kata lain, dalam kinerja rutin tugas mereka sebagai pemimpin dan komandan, perwira Angkatan Darat AS berbohong,” kata studi yang dilakukan oleh Institut Studi Strategis di War College.

Laporan 33 halaman yang disusun menyusul wawancara dengan petugas di Angkatan Darat, menyimpulkan bahwa budaya Angkatan Darat ini penuh dengan “ketidakjujuran dan penipuan” di semua tingkatan lembaga—dari anggota yang paling junior hingga ke pejabat senior Angkatan Darat.

CNN melansir, Hasil studi keluar setelah Menteri Pertahanan Chuck Hagel—yang secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (17/2)—menyatakan kekhawatiran terkait etika dalam militer. Laksamana John Kirby, sekretaris pers Pentagon, mengatakan dua pekan lalu bahwa Hagel “sangat terganggu” atas serentetan investigasi soal etika di militer.

“Saya pikir dia secara umum khawatir bahwa mungkin pada tingkat tertentu gangguan perilaku etis dan dalam demonstrasi keberanian moral,” kata Kirby soal Hagel. Ahad lalu, beberapa hari sebelum Menteri Pertahanan Ash Carter menggantikannya, Hagel menulis sebuah memo kepada para pemimpin paling senior militer AS yang menekankan perlunya peningkatan akuntabilitas dan standar yang lebih tinggi untuk perilaku etis—termasuk mereka yang menjadi para pemimpin senior militer.

“Sebagian besar pemimpin senior kami adalah laki-laki dan perempuan yang telah mendapatkan kepercayaan dan keyakinan khusus yang diberikan oleh rakyat Amerika. Namun, ketika para pemimpin senior menyalahgunakan kepercayaan ini melalui perilaku tidak profesional, tidak etis atau moral yang dipertanyakan, tindakan mereka menyebabkan efek negatif yang sangat besar pada profesi,” tulis Hagel.

Para pejabat senior yang menerima memo itu kemungkinan tidak mengindahkan pesan Hagel, karena studi War College yang dipublikasikan pekan ini menunjukkan bahwa para pemimpin senior—baik sipil maupun berseragam—juga termasuk dari mereka yang memiliki perilaku tidak jujur dan etis, atau setidaknya menyadari bahwa perilaku itu berkembang.

Studi ini menjelaskan “budaya di mana menipu diterima dan dianggap biasa”. Para perwira dihadapkan pada lingkaran birokrasi, dan untuk menghindari hal itu, kebanyakan dari mereka akhirnya merasionalisasi jawaban mereka. Hasilnya? “Para perwira menjadi mati rasa,” kata Leonard Wong, profesor riset di Institut Studi Strategis dan pensiunan Angkatan Darat. Penelitian ini juga muncul setelah serangkaian skandal yang melibatkan personel tingkat tinggi di militer AS, diantaranya adalah yang melibatkan petugas rudal nuklir serta satu kasus korupsi besar yang di tubuh Angkatan Laut AS.

Lion Air Dituntut Minta Maaf dan Lakukan Perbaikan

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Krisna Mukti meminta pihak maskapai Lion Air beritikad baik kepada para calon penumpangnya, terkait keterlambatan jadwal penerbangan yang terjadi di sejumlah rute.
“Lebih bijak kalau pihak Lion Air menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya kepada masyarakat, sambil minta maaf,” kata anggota Komisi X DPR RI itu melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Jumat (20/2).
Lebih lanjut, anggota dewan yang berasal dari kalangan entertain itu mengaku sempat merasakan delay selama kurang lebih enam jam ketika akan berangkat ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Orang Indonesia gampang memaafkan kok,” ucap dia.
Kendati mudah memaafkan, pihak manajemen perusahaan yang dipimpin oleh salah satu anggota Watimpres Rusdi Kirana juga harus melakukan perbaikan.
“Ya harus dong (perbaikan manajemen) kan nanti masyarakat sendiri yang akan menilai pihak Lion Air ini minta maaf nya beneran atau cuma formalitas aja, kalau tidak dibarengi dengan perbaikan sana sini.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Delay Berhari-hari, Menhub Jonan Hentikan Rute Lion Air

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan sanksi bagi maskapai penerbangan Lion Air karena jadwal penerbangan mengalami keterlambatan selama berjam-jam.

“Sebagai sanksi awal, penghentian rute baru untuk Lion Air diberlakukan. Ini sampai ada komitmen SOP pelayanan penumpang dengan baik,” kata Menhub Ignasius Jonan, di Jakarta Timur, Jumat (20/2).

Kemenhub akan memanggil Lion Air untuk menjelaskan caranya manangani krisis ini. Apakah Lion memiliki standar untuk mengatasi permasalahan seperti ini, karena penumpang maskapai itu lebih banyak dari Garuda.

Kemenhub juga tidak akan ikut campur soal pendanaan ganti rugi Lion Air terhadap penumpangnya yang mengalami keterlambatan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

“Itu tanggung jawab finansial Lion Air, bukan tanggungjawab pemerintah,” kata Jonan.

Setelah proses ini selesai, baru pemerintah akan fokus pada pemberian sanksi terhadap Lion Air.

“Setelah itu kami panggil. Kami minta lagi bahwa ada analisa cara penanganan penumpang dengan baik,” kata Jonan.

Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan bahwa kerusakan tiga pesawat Lion Air menjadi penyebab utama penundaan keberangkatan selama tiga hari sejak Rabu (18/2) hingga Jumat (20/2). Penyebab awal delay yang berkepanjangan pada Rabu (18/2) pagi  berawal ketika tiga pesawat yakni satu pesawat di Semarang rusak karena mesinnya kemasukan burung dan dua pesawat lagi di Bandara Soekarno – Hatta untuk jurusan Denpasar pun tidak siap terbang.

Akibat dari penundaan penerbangan tersebut, lalu berimbas kepada penerbangan lainnya. Seperti 21 penerbangan pada Rabu hingga kini.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Waspada! Pen Tak Berijin Beredar di Sejumlah Rumah Sakit

Surabaya, Aktual.co — Plat besi yang biasa disebut ‘pen’ yang ditanam dalam organ tubuh manusia untuk menyambung  tulang   yang patah, beredar di rumah sakit-rumah sakit di Surabaya tanpa ijin kementerian kesehatan sejak dua tahun terakhir.
Padahal alat tersebut bisa jadi membuat organ tubuh menjadi infeksi lantaran tidak ada jaminan berkualitas bagus.
Itu sebab, Polrestabes Surabaya menangkap seorang pimpinan dan direktur dari  perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat-alat kesehatan khususnya orthopedi.
Kedua tersangka ER dan SP, ditangkap di tempat produksinya di Pergudangan Permata Jabon, Sidoarjo.
Kasat reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, mengatakan jika alat-alat tersebut sengaja dijual di rumah sakit yang ada di Surabaya, termasuk rumah sakit besar melalui Dharmawangsa Medical Suplier selaku agen penjualan alat-alat kesehatan beserta pengirimannya. Alat-alat tersebut beragam harga mulai 100 ribu hingga jutaan rupiah.
“Dua orang selaku pimpinan dan direktur sudah kita tangkap. Kita akan kembangkan lagi penyidikan ini, apakah orang dari pihak rumah sakit yang membeli bisa kita jadikan tersangka atau tidak. Sebab, pihak rumah sakit belum kita panggil, apakah mereka tahu atau tidak jika alat tersebut tidak ada ijin,” ujar AKBP Sumaryono.
AKBP Sumaryono mengakui sejauh pihaknya memang belum mengetahui apakah plat tersebut akan berbahaya atau tidak jika ditanam di dalam organ manusia, lantaran belum dilakukan pengujian. 
Tetapi, pelanggaran yang dilakukan ialah perusahaan tersebut tidak mempunyai ijin untuk memproduksi alat-alat kedokteran.
Akibat perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat undang-undang tentang kesehatan dengan ancaman penjara 15 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Bintang Kemungkinan Terdapat Kehidupan di Luar Tata Surya Ditemukan

Jakarta, Aktual.co — Astronomi kembali mengeluarkan karya terbarunya. Penelitian terbaru, menunjukkan bahwa 70 ribu tahun yang lalu, sebuah bintang redup terlihat hanya berjarak 8 triliun kilometer (5 triliun mil) berada dari sistem Tata Surya kita.

Itu sekitar seperlima jarak dari Tata Surya ke Proxima Centauri, Bintang yang saat ini paling dekat dengan sistem Bintang kita, dan yang paling dekat yang pernah ditemukan berjarak dengan Bintang yang pernah hadir ke sistem Galaksi Bima Sakti.

Bintang kecil kerdil merah ditemukan pada 2013 oleh Astronom Jerman, Ralf-Dieter Scholz, demikian menurut pernyataan tertulis yang dirilis oleh University of Rochester. ‘Katai Merah’ tersebut memiliki massa sekitar 8 persen dari Matahari.

Untuk diketahui, “Bintang Scholz” bukan Bintang yang paling ‘menonjol’ dalam Kosmos. Tapi,  ketika para Astronom menyadari, bahwa Bintang bersama benda langit-nya terlihat sangat masif serta bergerak sangat lambat di langit, demikian dalam pernyataannya.

“Kebanyakan Bintang ini di dekatnya menunjukkan gerak ‘tangensial’ jauh lebih besar,” ujar Dr. Eric Mamajek, Profesor Fisika dan Astronomi dari Universitas dan penulis utama dari makalah yang menjelaskan penelitian tersebut, mengatakan, dalam pernyataannya.

“Gerakan ‘tangensial’ kecil dan kedekatan awalnya menunjukkan bahwa Bintang itu kemungkinan besar bergerak sejajar menuju masa ke dekat dengan Tata Surya untuk masa mendatang, atau itu ‘baru-baru ini’ datang mendekati Tata Surya dan bergerak menjauh.”

Untuk mengetahui apakah Bintang itu datang atau pergi, tim Astronom membuat pengukuran secara rinci menggunakan teleskop di Afrika Selatan dan Chile, dalam pernyataan tersebut.

Ternyata benar, itu menunjukkan bahwa Bintang itu bergerak menjauh dari sistem Tata Surya kita. Para ilmuwan menelusuri lintasan kembali dalam waktu, dan model mereka menunjuk jarak dan tanggal yang mendekati.

Disamping itu, Bintang Scholz hampir pasti sudah melewati keluar “Oort Cloud” wilayah Komet yang penuh ruang di tepi Tata Surya. Tapi, Bintang diyakini memiliki efek yang dapat diabaikan sebagai Komet disana.

“Ada triliunan komet di awan Oort dan kemungkinan beberapa dari mereka terganggu oleh obyek tersebut,” kata Mamajek kepada BBC News.

“Namun sejauh ini tampaknya tidak mungkin bahwa Bintang ini benar-benar memicu signifikan sebagai ‘Hujan Komet’.”

Makalah ini diterbitkan pada 12 Februari 2015, dalam The Astrophysical Journal Letters.

Artikel ini ditulis oleh:

Antrian Refund Mengular, Penumpang Lelah dan Marah

Jakarta, Aktual.co — Ratusan penumpang Lion Air menyemut di pintu loket refund Terminal 3 Bandara Soetta. bahkan, Adu mulut sempat terjadi antara penumpang dengan pihak otoritas karena merasa tidak diperhatikan kejelasannya.
“Ini uang saya, saya mau uang saya kembali,” teriak salah seorang penumpang kepada petugas refund di Terminal 3, Jumat (20/2).
Penumpang lain yang ikut mengantri juga sesekali berteriak menyuarakan keluhannya dan meminta Lion Air bertanggung jawab. “Mana Lioonnn, huuuu,” sorak penumpang, yang menambah gadung suasana loket refund.
Beruntung keributan dapat segera diatasi karena puluhan personel polisi dan TNI sudah siaga dilokasi.
Sementara, terpampang selembar kertas pemberitahuan dibeberapa sudut ruangan bertuliskan ‘refund hanya berlaku bagi penumpang Lion Air sampai dengan tanggal 20 Februari pukul 13.00 WIB siang’. 
Penumpang lain selain dari ketentuan yang tertera, diminta untuk tetap melakukan check-in di terminal masing-masing rute penerbangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain