11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38886

Seskab Siap Jadi Saksi Pertemuan Samad dan Elit PDIP

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengatakan jika dirinya siap bila mana diminta mengklarifikasi kepada Komite Etik KPK, terkait pertemuan antara Abraham Samad dengan elit PDI Perjuangan.
Dikatakan Andi kepada wartawan di depan ruang Komisi II DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/2).
“Jika komite etik KPK membutuhkan klarifikasi saya sebagai bagian dari tim (transisi Jokowi-JK) maka saya siap,” ucap dia.
Tak hanya ke Komite Etik, Andi juga mengatakan juga siap bila diminta untuk memberikan klarifikasi ke Bareskrim Mabes Polri. Kendati demikian, dirinya enggan menjelaskan soal apa yang diketahuinya, sebab hal itu terkait masalah kelembagaan sehingga dirinya akan memberi klarifikasi kepada institusi sebelum menyampaikannya ke publik.   “Ini masalah etika kelembagaan, maka sebaiknya saya memberi klarifikasi kepada KPK sebelum menyampaikan ke publik,” seru dia.
Selain itu, Andi juga membantah kehadirannya dalam pertemuan antara elit PDI-P dengan Ketua KPK Abraham Samad di kediaman Abraham di Pulo Mas.
Dia menjelaskan posisinya saat di tim transisi Jokowi-JK membantu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menyaring calon wakil presiden.   “Pak Samad (Abraham Samad) masuk dipertimbangkan sebagai cawapres namun kesulitan kami saat itu soal etika kelembagaan KPK,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pelatih Nilai Performa Persija Menurun Meski Menang 2-1 dari Barito Putra

Jakarta, Aktual.co — Kemenangan tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu ditentukan oleh pemain asingnya yaitu Evgeny Kabayev pada menit 88. Sebelumnya, Persija mampu unggul lewat Ramdani Lestaluhu yang akhirnya disamakan oleh pemain Barito, Antony Putro Nugroho.

“Dibandingkan dengan pertandingan melawan Semen Padang saat SCM Cup, performa anak-anak mengalami penurunan. Jelas ini akan menjadi bahan evaluasi,” kata Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Pada pertandingan uji coba melawan tim berjuluk Laskar Antasari itu, tuan rumah Persija Jakarta terlihat kurang mampu mengembangkan permainan karena lawan juga terus memberikan perlawanan. Anak asuh Salahudin itu terus memaksa pemain tim asal ibukota itu bekerja keras.

Hingga 20 menit pertama, kedua tim terus melakukan jual beli serangan. Beberapa peluang sebenarnya didapat oleh Barito Putra. Hanya saja solidnya pertahanan Persija yang dimotori oleh Alan Aciar mampu membendung tekanan lawan.

Upaya Persija untuk membuat gol akhirnya mampu terealisasi setelah Ramdani Lestaluhu pada menit 28 mampu memperdayai penjaga gawang Barito Putra. Mampu unggul 1-0, anak asuh Rahmad Darmawan lebih bermain taktis. Hanya saja tidak ada gol tercipta hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua giliran Barito Putra yang terus menekan. Dimotori oleh sang kapten Riski Ripora serangan terus terbangun dengan baik. Beruntung Persija mempunyai Adixi Lenzivio yang bermain cukup cemerlang.

Terus menekan akhirnya anak asuh Salahudin mampu memecah kebuntuhan dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Antony Putro Nugroho. Kondisi sama kuat membuat tim asal Kalimantan Selatan itu lebih semangat melakukan serangan.

Kondisi ini membuat Persija sedikit kesulitan. Namun, tim tuan rumah justru diuntungkan setelah penjaga gawang Barito Putra melakukan blunder dan kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Evgeny Kabayev untuk membawa tim Macan Kemayoran unggul.

Meski menang, pelatih Rahmad Darmawan masih belum puas dengan performa anak asuhnya terutama untuk lini depan. Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu menilai lini depan serta pemain asing yang dimiliki tim Macan Kemayoran mampu memberikan yang terbaik.

“Masalah kita kurang tajam dalam melakukan passing ke depan. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap suplai bola ke penyerang,” kata mantan pelatih Arema Indonesia.

Dengan waktu yang ada sebelum turun resmi pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada 21 Februari nanti, pihaknya akan segera memperbaiki kelemahan yang ada. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kembali melakukan pertandingan uji coba di antaranya melawan PSS Sleman dan PSIS Semarang.

Sementara itu pelatih Barito Putra, Salahudin mengatakan, mental bertanding pemain menjadi sorotan setelah timnya dikalahkan tuan rumah Persija. Dengan sisa waktu yang ada, pihaknya mengaku akan segera melakukan perbaikan.

“Selama ini kita uji coba dengan tim yang levelnya lebih rendah. Dengan level yang sama semuanya akan kelihatan. Salah satunya mental pemain,” katanya usai pertandingan.

Uji coba melawan Persija merupakan pertandingan terakhir bagi Barito Putra sebelum kembali ke Banjarmasin. Sesuai dengan rencana, sebelum kick off ISL 2014/2015, Laskar Antasari masih mengagendakan beberapa pertandingan uji coba.

Artikel ini ditulis oleh:

Girang Kota Tua Masuk Nominasi UNESCO, Ahok Siapkan Rencana

Jakarta, Aktual.co —Kawasan Kota Tua Jakarta Barat masuk nominasi sebagai warisan dunia (World Heritage) oleh badan PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan UNESCO.
Baru masuk nominasi, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah girang bukan kepalang. Dia bahkan mengaku sudah menyiapkan bakal seperti apa nantinya kawasan Kota Tua jika terpilih sebagai warisan dunia.
“Kita ingin intinya pemilik (Kota Tua) harus isi kegiatan. Jadi Kota Tua itu konsepnya mesti banyak kegiatan. Kita lagi berpikir mau pindahin kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke situ. Jalanannya mesti bersih, PKL juga ditata,” tutur Ahok di Balai Kota, Rabu (4/2).
Urusan sampah dan lalu lintas juga tak luput dari rencananya. Untuk menjaga bangunan-bangunan peninggalan Belanda di kawasan itu terlindung dari polusi, Ahok akan membatasi arus lalu lintas di sana.
“Termasuk kita lagi bangun jalan di belakang Gedung BNI jalan tembus, nanti depan BNI ke Jalan Fatahillah itu nggak boleh dilewatin mobil. Itu jadi plaza batu,” bebernya. Alasannya, tempat wisata itu sebaiknya memang banyak tempat untuk pengunjung berjalan kaki.
Meski masih menunggu, kata Ahok, Pemprov DKI akan terus membenahi kawasan Kota Tua agar tertib dan kebersihannya terjaga. Dia mengklaim ‘sentuhan’ jajarannya sudah membuat kondisi kawasan seluas 248 hektare itu jadi lebih baik. 
“Kota tua jadi lebih bersih sekarang ya. PKL sudah pakai kartu seperti itu. Buang sampah tangkep tangan, terus wc toiletnya. Kita harap juga ada penambahan tempat usaha di sana,” ujar dia.
Revitalisasi Kota Tua sendiri sudah dicanangkan Maret 2014 lalu, saat Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Revitalisasi dikerjakan Konsorsium Kota Tua Jakarta, yang merupakan inisiasi Pemprovi DKI, dua BUMN, sembilan pengusaha, budayawan, dan aktivis. 
Jokowi saat itu mengatakan pemilik aset Kota Tua tak hanya Pemprov DKI saja. “Tapi ada BUMN, ada pula korporasi,” kata Jokowi. Pembenahan Kota Tua meliputi perbaikan konstruksi, restorasi, infrastruktur hingga penghijauan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Harap Kompetisi Usia Muda Lebih Merata

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap, pelaksanaan kompetisi sepak bola usai muda terutama di level sekolah dasar lebih merata, sehingga perekrutran pemain potensial bisa maksimal.

“Saat ini baru tiga kota yang akan menggelar kompetisi tingkat SD. Kami berhadap ke depannya lebih banyak kota lagi. Hasilnya pasti lebih maksimal,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto di Jakarta, Rabu (4/2).

Djoko Pekik menjelaskan, jika kompetisi usia muda merata dan mampu terlaksana dengan konsisten, pihaknya optimistis renegerasi atlet terutama sepak bola akan terus berjalan. Apalagi minat anak untuk menekuni olahraga ini cukup tinggi.

Pernyataan Djoko Pekik ini terkait dengan penyelenggaraan yang diselenggarakan oleh salah satu produk susu di Indonesia, yang akan digelar di tiga kota di Indonesia pada 2015 ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelapor: Kasus Samad Tak Hanya Etik, Tapi Pidana

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai telat untuk membentuk komite etik, dalam menindak dan melakukan klarifikasi terhadap Ketua KPK Abraham Samad yang dinilai tak hanya melanggar kode etik melainkan melakukan pelanggaran pidana.
Direktur KPK Watch Indonesia M Yusuf Sahide menilai, seharusnya komite etik dibentuk ketika hiruk pikuk itu terjadi ditubuh lembaga yang dikomandoi oleh Abraham Samad tersebut.
“Kalau saya nilai komite etik seharusnya dibentuk ketika hiruk pikuk awal mulai membentuk. Ini responnya sangat telat,” kata Yusuf ketika dihubungi Aktual.co, Rabu (4/2).
Dia menilai, masalah yang saat ini terjadi di pimpinan KPK itu bukan saja menyangkut masalah etik. Terlebih KPK Watch menilai, ada unsur pidana yang dilakukan oleh Abraham.
“Yang menyangkut  Abaraham Samad bukan hanya diselesaikan oleh komite etik semata, ada unsur pidana, ada pembicaraan terkait janji perkara. Termasuk perkara Emir Moeis, Iwan Koster, maksudnya ini dalam kodet etik, tak boleh karena melakukan pembicaraan soal perkara,” kata dia.
Laporan: Wisnu Jusep

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Diposter, Budi Waseso Berpangkat Komjen

Jakarta, Aktual.co — Ada pemandangan yang berbeda di depan pintu masuk kantor Bareskrim Mabes Polri. Sebuah poster berukuran 2×3 meter terpampang foto Kabareskrim Irjen Budi Waseso yang sudah memakai seragam berpangkat Komisaris Jenderal.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Kombes Rikwanto, mengatakan bahwa Kabareskrim masih berpangkat Irjen. “Kecepatan itu masangnya,” kata Rikwanto saat dikonfirmasi, Rabu (04/02).
Kendati begitu kata Rikwanto, memang ada rencana kenaikan pangkat (korps raport) sebentar lagi. Berdasarkan informasi, rencananya besok di ruang rapat utama Mabes Polri, sejumlah pati akan dinaikan pangkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain