14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39144

Akhirnya, Kedutaan AS di Yaman Ditutup

Jakarta, Aktual.co —Amerika Serikat menutup kedutaannya di Yaman setelah pemberontak menguasai ibu kota. Seluruh pejabat dan karyawan kedutaan dipastikan kembali ke Washington. Pejabat kedutaan di Sanaa mengatakan mereka telah menyingkirkan seluruh dokumen dan senjata yang terdapat didalam kedutaan AS. Kedutaan tersebut dipastikan tutup sepenuhnya mulai Rabu (11/2).

Duta besar AS mengatakan, Washington telah meminta kedutaan Turki atau Aljazair di Sanaa untuk menjaga kepentingan AS di negara itu sementara kedutaan ditutup. Sebelum menutup secara resmi, sejak Ahad (11/2) AS telah menghentikan semua layanan konsuler.

Kedubes AS telah mengurangi stafnya sejak pemberontak Houthi terus mendesak Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk mundur. Sebulan lalu, pemberontak mulai menguasai kantor kepresidenan dan membatasi gerakan presiden. Hadi dan pemerintahannya kemudian mengundurkan diri.

“Duta besar dan seluruh staf akan meninggalkan Sanaa mulai Rabu malam,” kata seorang karyawan kedutaan, yang minta tidak disebutkan namanya, kepada Reuters. Selain AS,  kedutaan Inggris, Perancis dan Jerman juga mulai menyingkirkan dokumen dan telah memberikan staf lokal mereka cuti selama dua bulan. Tapi belum ada perintah untuk menutup kedutaan.

Kemensos Gelontorkan Rp324 Juta Untuk Korban Banjir Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp324 juta untuk korban banjir di wilayah DKI Jakarta.

“Total paket bantuan dari Kemensos yang telah disalurkan kepada para pengungsi Rp 324.541.250,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam peninjauan ke lokasi banjir di Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng , Jakarta Barat, Rabu.

Bantuan dari Kemenos yang sudah disalurkan, berupa makanan anak 150 paket, tenda gulung 50 lembar, matras 100 lembar, family kids 100 paket, kids ware 50 paket, sandang 500 paket dan selimut 100 lembar.

Kemensos juga telah menerjunkan 550 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di titik-titik bencana dan lokasi pengungsiaan.

“Sejak hari ‘H’ bencana banjir di Jakarta, Tagana sudah diterjunkan ke titik-titik dan lokasi pengungsiaan. Tagana merupakan personel dari Kemensos yang selalu siap dalam penanganan bencana di Indonesia, ” kata Mensos.

Kemensos berkoordinasi dengan BNPB untuk terus mempersiapkan penanganan bencana agar bisa lebih awal, komprehensif, lebih terkoordinatif dan peran negara hadir dan bisa dirasakan para pengungsi.

Tugas Kemensos memfasilitasi pada masa tanggap darurat bagi pengungsi dengan mendirikan dapur umum, penyediaan makanan, perlindungan berupa pendirian tenda-tenda, pemberian matras, familiy kids dan kids ware.

 Korban bencana banjir di Jakarta Barat diperkirakan mencapai 11.000 pengungsi, Jakarta Utara 14.000 dan wilayah lainnya di DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Banjir Jakarta, BNPB: Kesiapan Masyarakat Cegah Bencana Masih Rendah

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menilai kesiapan masyarakat dalam mencegah bencana banjir masih rendah.

“Pengurangan risiko bencana di kalangan masyarakat masih rendah, buktinya saja setiap banjir, sampah menumpuk di pintu air Manggarai, ada kasur dan kulkas yang hanyut di sungai,” ujar Sutopo di Jakarta, Rabu (11/2).

Ia menuturkan pengetahuan masyarakat terkait bencana telah meningkat, namun pencegahan bahaya ini tidak mereka budayakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Larangan membuang sampah sembarangan sudah sangat sering diingatkan, pasti masyarakat sudah mengerti, namun tetap saja buang sampah ke sungai,” katanya menambahkan.

Menurut dia, pemerintah daerah maupun pusat perlu lebih memperhatikan masalah ini agar masyarakat menjadi lebih tanggap terhadap segala bentuk pencegahan kemalangan, karena pembuangan sampah tidak pada tempatnya merupakan salah satu penyebab bencana yang menghampiri ibu kota tersebut.

Menjadikan masyarakat tanggap bencana, lebih lanjut ia katakan, dapat membuat mereka kemudian tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

Selain itu, kerugian yang diakibatkan kemalangan ini akan berkurang, karena masyarakat sudah waspada dengan menyiapkan barang-barang mereka ketika potensi bencana diumumkan.

Hingga saat ini, jumlah kerugian akibat bencana banjir di Jakarta diperkirakan Rp1 triliun lebih, dimana angka tersebut dipertimbangkan dengan melihat terganggunya sejumlah aktivitas bisnis serta kegiatan masyarakat.

Menurut dia, potensi Jakarta mengalami banjir pada tahun ini telah dinyatakan mencapai akhir Maret, yang mana peningkatan jumlah kerugian sangat dimungkinkan terjadi.

Sebelumnya, kerugian yang ditimbulkan pada dua tahun banjir terparah di Jakarta mencapai Rp5 triliun pada 2014 dan Rp6,8 triliun pada 2007.

Oleh karena itu, pemerintah diimbau segera mengedukasi masyarakat.

“Sebaiknya, bekal terkait usaha pengurangan risiko ini diupayakan dari jenjang Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sehingga dapat merata,” kata Sutopo.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Di Indonesia Ada Cicak dan Buaya, di Vietnam Ada Tikus dan Vas

Jakarta, Aktual.co —Gambar tikus dan vas digunakan sebagai bahan olok-olok untuk menggambarkan upaya memberantas korupsi di Vietnam. Sindiran ini muncul baru-baru ini di media sosial setelah sekretaris partai komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong mengatakan “melempar sesuatu ke tikus tidak boleh memecahkan vas”.

Nguyen mengacu pada upaya pemberantasan korupsi, yang diibaratkan dengan tikus, dan vas ia ibaratkan sebagai stabilitas rezim. Komentarnya ini menjadi subjek olok-olok di media sosial, kata Hung Nguyen, dilansir dari BBC Vietnam.
Salah satu komentar di Facebook BBC Vietnam antara lain dari Dinh Tien Hoang yang mengatakan, “menyerang tikus tanpa memecahkan vas sulit karena tikus bersembunyi di dalam vas.”

Komentar lain dari Nguyen Nguyen yang menulis, “tikus di Vietnam lebih besar dari vas namun tidak ada yang berani membunuh.” Sementara Trinh Nguyen mengatakan,”kita tidak bisa membunuh tikus karena binatang ini hanya bisa saling berkelahi sampai mati atau kita hanya dapat duduk dan menonton sampai mereka makan terlalu banyak dan mati.”

Berbagai komentar ini di Facebook ini muncul menjawab pertanyaan tentang apa yang menjadi simbol korupsi di negara itu.
Di Indonesia, simbol cicak dan buaya kembali muncul untuk menggambarkan ketegangan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri.

Mantan PM Thailand tak Berniat Kabur ke Luar Negeri

Jakarta, Aktual.co —Pengacara mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra menuduh lawan politiknya mencoba menjelekkan namanya dengan menyebarkan berita bohong bahwa dia akan melarikan diri ke luar negeri sebelum diadili dalam kasus pidana. Norawit Laleng mengatakan Yingluck berencana melawan tuduhan pidana itu secara langsung meski hukum pidana Thailand tidak mewajibkan dia hadir memenuhi surat panggilan pengadilan seperti yang dilansir CNN.

“Jika dia berencana lari dia tidak akan secara terbuka meminta ijin pergi ke luar negeri,” kata Norawit Laleng, pengacaranya. Yingluch sebelumnya berencana pergi ke Hong Kong dari Sabtu hingga 22 Februari mendatang. “Kubu lawan mencoba membuat kesan bahwa dia berencana melarikan diri untuk menjelekkan namanya,” tambah Norawit.  “Tuduhan itu tidak benar.” Jaksa Agung Thailand akan mengajukan surat panggilan ke Mahkamah Agung pada 19 Februari, dan menginginkan Yingluck hadir.

Pemerintah militer Thailand telah menolak permintaan Yingluck untuk pergi ke luar negeri agar dia tetap berada di dalam negeri ketika diadili dalam tuntutan pidana. Jika terbukti bersalah dia terancam hukuman penjara maksimum 10 tahun. Tuduhan pidana ini merupakan langkah terbaru dalam kekistruhan politik yang telah berlangsung selama 10 tahun antara Yingluck dan kakaknya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan kelompok militer yang setia pada kerajaan.

Yingluck menjadi perdana menteri prempuan Thailand pertama pada Juli 2011, tetapi disingkirkan sebelum kudeta militer pimpinan kepala staf angkatan bersenjata Prayuth Chan-ocha pada Mei 2014. Kudeta militer ini dilakukan setelah terjadi aksi protes menentang pemerintahan Yingluck selama beberapa bulan. Bulan lalu, dia dilarang berlaga di panggung politik selama lima tahun karena perannya dalam skema pembelian beras oleh pemerintah yang merugikan negara tetapi berhasil membuat Yingluck mendapat dukungan besar dari kalangang pedesaan Thailand.

BNP2TKI Bakal Tempatkan Pegawai Teknis di Perwakilan RI

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memandang perlunya penempatan pegawai teknis di setiap perwakilan RI di luar negeri yang menjadi penempatan TKI agar berbagai permasalahan TKI di luar negeri dapat segera dituntaskan.

“BNP2TKI memandang perlu dan mendesak menempatkan Pegawai Teknis yang menguasai Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) di setiap negara penempatan TKI, untuk membantu Perwakilan RI di luar negeri pada fungsi P2TKI,” kata Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (11/2).

Menurut Nusron, rencana itu akan segera dikomunikasikan dengan Kementerian Luar Negeri mengingat penanganan permasalahan TKI dianggap sudah sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Ia menilai permasalahan TKI di luar negeri merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyelesaikannya dan negara wajib hadir.

“Penempatan dan perlindungan TKI menjadi satu hal yang tak bisa dipisahkan. Karenanya, pemerintah harus melakukan berbagai upaya yang memungkinkan terkait hal itu,” ujarnya.

Humas BNP2TKI, Haryanto menambahkan, dalam hal upaya perbaikan perlindungan TKI ini, BNP2TKI memperoleh dukungan penuh dari Komisi IX DPR.

Menurut dia, salah satu anggota Komisi IX DPR yang secara tegas menyampaikan dukungan itu adalah Djoni Rolindrawan, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat.

Selain rencana menempatkan pegawai teknis di negara penempatan TKI, BNP2TKI saat ini juga sedang mengkaji pola terbaik penempatan TKI. Hal itu sekaligus untuk menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Malaysia yang meminta ‘one channel’ dalam penempatan TKI.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain