15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39156

Pengamat: Tanpa Anwar, Oposisi Malaysia akan Lumpuh

Jakarta, Aktual.co — Penahanan Anwar Ibrahim ataskasus sodomi selama lima tahun memicu pertanyaan soal kepemimpinan PartaiKeadilan Rakyat (PKR) dan aliansi partai tersebut dengan dua partai oposisilainnya, Partai Aksi Demokrasi (DAP) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS), yangterbentuk atas nama Pakatan Rakyat sejak tahun 2008, seperti yang dikuti CNN Indonesia.com.

Ditahannya Anwar, yang selama ini menjadi pilar kekuatan bagi Pakatan Rakyat,dinilai akan berdampak pada hubungan antar partai dalam aliansi ini. Pakarmenyatakan bahwa tanpa sosok Anwar, koalisi mungkin sulit untuk mendapatkandukungan dalam pemilihan umum berikutnya. Tanpa Anwar, aliansi ini juga diperkirakan menjadi lumpuh, mengingatAnwar kerap memainkan peran utama dalam membentuk strategi dan arah aliansi.

Asisten Profesor Datuk Dr Shamsul Adabi Mamat, yang menjabatsebagi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas KebangsaanMalaysia, menyatakan bahwa perpecahan yang kerap terlihat di dalam aliansi ini,diperkirakan akan semakin memburuk. Menurut Shamsul, tanpa Anwar, PakatanRakyat diperkirakan menjadi kurang berpengaruh dalam lanskap politik Malaysia,mengingat Anwar lah yang kerap memainkan peran utama dalam membentuk strategidan arah aliansi.

“Anwar yang memungkinkan koalisi untuk mendapatkan momentum yang cukupuntuk memberikan satu kesan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengambilalih Putrajaya. Tapi sekarang momentum akan melambat karena kepemimpinannyatidak akan dirasakan langsung oleh tiga partai,” kata Shamsul, dikutipdari kantor berita Bernama, Rabu (11/2).

Shamsul juga berpendapat bahwa PAS memiliki ideologi yang berbeda dengan duapartai sekutunya. “Sementara ini, PAS telah mampu menjadi bagian dari koalisihanya karena faktor Anwar. Dan, jika perbedaan terus berlanjut, terdapatkemungkinan mereka menarik diri dari koalisi,” kata Shamsul.

Spekulasi Pengganti Anwar
Penahanan Anwar juga memantik pertanyaan seputar siapa tokoh yang pantasmenjadi penggantinya menduduki pucuk kepemimpinan Pakatan Rakyat. ProfesorAhmad Atory Hussain, dosen tudi Ilmu Sosial dari Universitas Sains Malaysiamenyatakan bahwa peran Anwar sebagai pemimpin oposisi kemungkinan besardigantikan oleh istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, yang saat ini menjabat sebagaiPresiden PKR.

“Meskipun saat ini waktu Pakatan Rakyat belum memutuskan siapa yang akanmenggantikan Anwar, saya melihat Wan Azizah akan mengambil alih, namun bisasaja hanya ntuk jangka waktu yang singkat. Sosok lain yang mungkin pengganti(Anwar) termasuk Mohamed Azmin Ali (Wakil Presiden PKR),” kata Ahmad. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Shamsul, sembarimenambahkan, jika tidak Wan Azizah, pengganti Anwar kemungkinan dari keluargaAnwar, dan akan meneruskan peran Anwar sebagai mediator bagi PAS dan DAP. “Bisasaja Wan Azizah atau putri Anwar, Nurul Izzah,” kata Shamsul melanjutkan.

Belakangan ini, sejumlah kisruh terjadi di DAP dan PAS terkait dengan penerapanhukum hudud oleh kelantan dan dukungan DAP terhadap pemilihan umum daerah. Padatahun 2009, PAS, PKR dan DAP bersatu dan mengumumkan bahwa kerangka kebijakanumum Pakatan Rakyat, yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu transparansidalam menegakkan demokrasi, pengembangan ekonomi berkelanjutan dan adil,menerapkan keadilan sosial dan pembangunan manusia.

Kebijakan aliansi oposisi ini juga menekankan pada menghargai perbedaan agama,yang kerap menjadi sumber gesekan antara partai Islam dan partai DAP yangsekuler. Pakatan Rakyat juga berupaya menciptakan mekanisme yang komprehensifuntuk menangani kasus yang tumpang tindih antara hukum sipil dan hukum syariah.

BW Sebut Bareskrim Banyak Melakukan Pemanggilan Tak Lazim

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberitahukan aksi teror yang dialami baik oleh pejabat struktural, penyidik maupun beberap stafnya kepada pihak Kepolisian, khususnya Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri, Badrodin Haiti.
Disampaikan Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Wijojanto bahwa komunikasi tersebut berjalan baik dan pihak Kepolisian akan menjamin keselamatan para pegawai KPK.
“Kami berkomunikasi kepada Wakapolri, bersama-sama mencari jalan keluar. Menurut kami pimpinan Polri serius mendengarkan informasi kami dan kami juga serius,” jelas Bambang di gedung KPK, Rabu (11/2).
Selain itu, lanjutnya, pihak KPK juga telah menyampaikan beberapa pemanggilan dari penyidik Bareskrim Mabes Polri terhadap pejabat struktural KPK, yang menurutnya tidak lazim.
Bambang menyampaikan, bahwa Badrodin sebagai pemegang kekuasaan utama di Kepolisian tidak tahu terkait pemanggilan tersebut. Plt Kapolri itu pun melarang keras pemanggilan tersebut.
“Kami juga menyampikan ada panggilan-panggilan kepada struktural kami yang tidak pada termpatnya. Pimpinan langsung ambil alih. Kami sudah berkoordinasi, beliau (Plt Kapolri) tidak tahu dan tidak sependapat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Soal Teror, Pengacara BG: Itu Settingan KPK Biar Dapat Simpatik Publik

Jakarta, Aktual.co — Kuasa Hukum Komjen Budi Gunawan (BG), Frederick Yunadi menilai teror yang menimpa para keluarga kuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan para pegawai merupakan buatan KPK sendiri.
Frederick beranggapan, kabar teror tersebut merupakan rumor saja. Pihaknya menolak jika teror tersebut datang dari kubu kliennya.
“Itu rumor yang mereka ciptakan sendiri, kalau mereka benar kenapa harus takut,” ujar Frederick disela sela sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (11/2).
Menurutnya, teror yang selama diklaim menimpa para kuasa hukum dan pegawai KPK merupakan settingan yang sengaja dibentuk KPK untuk menarik simpati publik.
“Biar masyarakat kasian, biar masyarakat prihatin. Orang banyak dosa ya kaya gitu,” tutup Frederick.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BPBD DKI Catat 33 Titik Genangan di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 33 titik genangan air di wilayah Ibu Kota yang timbul akibat hujan.

“Hujan deras yang turun sejak dua hari kemarin di Jakarta telah menyebabkan sebanyak 33 titik genangan air di sejumlah wilayah,” kata Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Bambang Surya Putra di Jakarta, Rabu (11/2).

Berdasarkan data BPBD DKI, genangan air paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Barat, yaitu mencapai 23 titik. Ketinggian air yang merendam setiap wilayah berbeda-beda. Lokasi genangan itu: Jakarta Barat: 1. Depan Universitas Trisakti arah Tomang 40 cm 2. Lampu merah ring road Puri Kembangan 40 cm 3. Jalan Arteri dari Bitung ke arah Citra 10-30cm 4. KM 24 Tol Bandara arah Pluit (jalur bawah) 20 cm 5. Jalan Daan Mogot, Jembatan Gantung, sekitar 50 cm 6. Jalan Kyai Tapa sekitar 60 cm 7. Pintu Air Cengkareng 60 cm 8. Depan Citraland Tanjung Duren 50 cm 9. Depan Universitas Tarumanegara 50 cm 10. Jalan L Satria 50 cm 11. Jalan tubagus Angke 60 cm 12. Depan restoran Mc Donald Jalan Panjang, Kebon Jeruk 60 cm 13. Depan Panti Sosial Kedoya 60 cm 14. Depan RS Sumber Waras 50 cm 15.

Depan Universitas Trisakti, Jalan S Parman, Grogol 40 cm 16. Jalan Kembangan Kerep arah Puri Kembangan 50 cm 17. Perumahan Daan Mogot Estate, Cengkareng 70 cm 18. Kapuk, Kayu Besar 20-30 cm 19. Depan Samsat, jembatan gantung, Jalan Daan Mogot 30-40 cm 20. Wilayah Kapuk RW05, Cengkareng 60-70 cm 21. Jalan Panjang (depan Greenville) 40-50 cm 22. Wilayah Duri Kosambi, Cengkareng 50-70 cm 23. Jalan Kapuk Kayu Besar 30-40 cm Jakarta Utara: 1. Sebelum gerbang tol Pluit Lama 20 cm 2. Jalan Baru, Ancol 20-30 cm 3. Jalan RE Martadinata 30 cm 4. Depan KBN dan traffic light Mangga Dua 50 cm 5. Bunderan Kelapa Gading 30 cm 6. Perumahan Sunter Paradise 40 cm 7. Jalan Boulevard Utara (depan Mall Kelapa Gading) 40-50 cm 8. Jalan P Jayakarta dan Mangga Dua 20-30 cm 9. Jalan Yos Sudarso arah Sunter 20 30 cm Jakarta Selatan: 1. Jalan Tendean arah Blok M 40 cm Selain genangan air, BPBD DKI juga mencatat adanya satu pohon tumbang di Jalan M Kahfi 1, Jagakarsa, depan Komplek Pemadam arah ke Cilandak.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

26 Anggota Panja BPIH DPR ke Arab Saudi Dalam Tiga Tahap

Jakarta, Aktual.co — Panitia Kerja Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (Panja BPIH) Komisi VIII mengakui kunjungan kerja (kunker) ke Arab Saudi diikuti oleh 26 anggota komisi yang membidangi keagamaan. 
Ke-26 anggota Panja BPIH nantinya akan berangkat dalam tiga tahap. Tahap pertama berangkat 6 orang pada bulan Maret 2015, sisanya menyusul pada tahap kedua dan ketiga pada bulan April dan Mei 2015.
“Dibagi tiga gelombang, dimulai gelombang pertama Maret, kedua April dan ketiga Mei,” terang Ketua Panja BPIH Sodik Mudjahid, kepada Aktual.co, Rabu (4/2).
Selain anggota Panja BPIH, kunker juga diikuti puluhan pejabat dari Kementerian Agama. Pihaknya tidak bisa merinci lebih lanjut berapa jumlah persisnya dari kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Syaifuddin tersebut.
Mengenai anggaran kunker, politisi Partai Gerindra itu menyatakan dianggarkan dari pemerintah melalui Kesekretariatan Jenderal DPR RI. Hanya saja, mengenai besaran alokasinya untuk 26 anggota, Sodik belum bisa menjawabnya.
“Anggaran kesana (Arab Saudi) dari Setjen DPR, kan tidak boleh itu dari Kementerian Agama,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Di Praperadilan, Margarito: Dengan Alasan Apapun BG Harus Dilantik

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis berpandangan, pada saat DPR memberikan persetujuan kepada Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, maka yang bersangkutan memilik hak untuk menjabat orang nomor satu di Kepolisian.
Sebab itu, kata dia, muncul suatu kewajiban bagi Presiden untuk melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri. “Itu sebabnya (pelantikan BG) tidak bisa dihalangi dengan alasan apapun. Kecuali yang diatur dalam UU,” kata Margarito di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (11/2).
Dikatakan Margarito, terkait pemahamannya tentang undang-undang Kepolisian atau undang-undang lain, tidak ada klausul dalam pasal apapun yang mengatur penghalangan pelantikan Kapolri. Menurutnya, himbauan dari berbagai kalangan yang meminta Presiden tidak perlu melantik BG karena memiliki hak prerogatif namun tidak sesederhana itu.
“Saya beranggapan bahwa tidak ada alasan konstitusional untuk tidak melantik Komjen BG,” jelasnya.
Lebih jauh Margarito menuturkan, dirinya tidak setuju bahwa tidak melantik Budi Gunawan berdasarkan prinsip contrario actus. Pasalnya menurutnya, Budi Gunawan belum diangkat sebagai Kapolri, dan beda kalau Budi sudah dilantik sebagai orang nomor satu di kepolisian.
“Kalau pasca dia diangkat baru kita bicara contrario actus. Tapi ini kan belum diangkat (sebagai Kapolri). Lalu dimana contrario actusnya?” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain