12 April 2026
Beranda blog Halaman 39233

KPAI Minta Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Segera Ditarik

Jakarta, Aktual.co — KPAI mendesak agar buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” segera ditarik dari peredaran karena dinilai permisif terhadap aktivitas di luar nikah dan bertentangan dengan prinsip pendidikan, moral, norma agama, susila dan hukum. 
“KPAI meminta langkah cepat para pihak, khususnya penerbit dan penulis untuk menarik buku dari peredaran,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Rabu (4/2).
KPAI juga meminta Pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah preventif mencegah peredaran secara luas dan penegakan hukum yang tegas. “Buku ini jelas bertentangan dengan komitmen revolusi mental yang hendak dibangun pemerintah kabinet kerja,” kata Niam.
Menurut dia, KPAI saat ini sedang menelaah secara saksama isi buku ini serta langkah-langkah yang akan diambil agar kejadian serupa tidak terus berulang. “KPAI mempertimbangkan untuk melaporkan penulis dan penerbit ke polisi atas dugaan tindak pidana dalam kasus ini,” kata Niam.
Sebelumnya beredar buku “Why” dengan seri pubertas yang berisi tentang cinta sesama jenis. Konten buku ini tidak hanya sekadar melanggar etika dan moral, tetapi sudah melanggar hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Diduga, Tentara UNIFIL Spanyol Tewas oleh Israel

Jakarta, Aktual.co — Sebuah rekaman video tentang pertempuran yang terjadi antara Israel dan Hizbullah menangkap adegan saat anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terjebak ditengah pertempuran itu. Pertempuran tersebut menewaskan seorang anggota UNIFIL asal Spanyol. Video tersebut sepertinya diambil dari dalam sebuah kendaraan sebelum terjadinya baku tembak yang diduga merenggut nyawa Francisco Javier Soria Toledo, seorang anggota penjaga perdamaian asal Spanyol. Toledo diduga terbunuh karena serangan dari Israel.

Ketegangan antara Hizbullah dan Israel meningkat tensinya setelah pekan lalu Israel melakukan serangan udara. Serangan tersebut menewaskan beberapa anggota senior kelompok Syiah. Kelompok Hizbullah tak terima dengan insiden dan melakukan serangan balasan hingga menewaskan dua tentara Israel.Israel kemudian melakukan serangan balasan dari darat dan udara di sebelah selatan Lebanon, dimana Toledo terbunuh. Menurut surat kabar Israel Haaretz, Ahad (1/2), Israel menembakan 100 artileri, juga mengerahkan sejumlah tank dalam serangan tersebut.

Presiden Argentina Ejek Aksen Orang Tiongkok

Jakarta, Aktual.co —Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner menuai kecaman saat menghina aksen cadel orang Tiongkok dalam kunjungannya ke Beijing, Rabu (4/2). Padahal saat itu Argentina tengah berusaha mendapatkan pinjaman dari Tiongkok untuk membantu perekonomian mereka. Ejekan ini disampaikan Kirchner di akun Twitternya saat dia berada dalam forum yang dihadiri 1.000 pengusaha di Beijing.

Di tengah-tengah forum, dia menyempatkan diri mengetik twit, yang isinya menghina aksen orang Tiongkok.  “Apakah mereka anggota La Campola?” tulis Kirchner, merujuk pada sayap pemuda partainya yang dipimpin putranya. “Atau mereka hanya datang untuk belas (beras) atau petloleum (petroleum)?”. Untuk kata nasi yang dalam bahasa Spanyol adalah arroz, Kirchner menggantinya dengan “aloz” dan petroleum “petloleo”, seperti pengucapan orang cadel.

 Tidak sampai semenit kemudian, para pengguna Twitter langsung meretweet twit tersebut dan mengkritiknya, mengatakan bahwa dia rasis dan xenofobia. Twitter Kirchner memiliki 3,5 juta pengikut. “Dia datang ke Tiongkok untuk kesepakatan ekonomi namun malah mengejek aksen mereka. Kecerobohan di Tiongkok. Sungguh, lelucon ini sudah ada sejak tahun 70-an,” tulis pengguna Twitter, @Guychazan. Kritikan juga datang dari sosial media serupa Twitter di Tiongkok, Sina Weibo.

Seorang pengguna Weibo menuliskan: “Orang Jepang dan Korea yang tidak bisa membedakan antara L dan R, bukan Tiongkok. Jika ingin melucu, lakukan dengan cerdas.” Setelah diretweet ribuan orang, Kirchner langsung meminta maaf.  “Maaf. Kamu tahu? Terlalu banyak kegilaan dan absurditas, hanya dengan humor kita bisa melaluinya,” tulis Kirchner.

Tiongkok adalah salah satu mitra ekonomi paling penting bagi Argentina. Pemerintahan Kirchner tengah mengusahakan utang dari Tiongkok untuk mendongkrak nilai mata uang mereka yang anjlok 23 persen terhadap dollar Amerika tahun lalu.  Argentina juga sangat bergantung pada Tiongkok untuk pembiayaan bendungan hidroelektrik. Perusahaan Tiongkok Sinopec juga berencana menanam investasi untuk menggarap ladang gas dan minyak di Vaca Muerta.

Pentingnya Miliki Pengetahuan “Eco Driving” Bagi Pengendara

Jakarta, Aktual.co — Rifat yang juga menjabat sebagai duta safety driving dari Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk Indonesia, menjelaskan makna dari Eco Driving.

Menurutnya, Eco Driving itu adalah sikap atau usaha dalam berkendara yang bertujuan untuk menghemat energi, mengurangi polusi, memperpanjang umur kendaraan, memaksimalkan fitur-fitur pada kendaraan, serta mengurangi risiko kecelakaan.

“Pengemudi yang telah teredukasi, tidak hanya berkontribusi terhadap ketertiban dan keselamatan berlalu-lintas, namun juga memberikan manfaat terhadap diri mereka sendiri, di antaranya adalah eifisiensi bahan bakar,” kata Rifat di Jakarta, Rabu (4/2).

Dengan memiliki pengetahuan tersebut, kata Rifat, maka pengendara akan berlaku baik terhadap kendaraan yang ditungganginya itu maupun ketika berada di jalan raya.

“Saya ingin berkontribusi dengan membuat suatu gerakan atau insiatif mengemudi secara baik dan benar sehingga pengemudi kendaraan, khususnya roda empat sadar apa yang harus mereka persiapkan dan lakukan sebelum dan selama mengemudikan kendaraannya,” jelas Rifat.

Berdasarkan riset, penerapan Eco Driving dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sebanyak 10-20 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Bocah yang Dibui di Palestina Menjadi Ikon

Jakarta, Aktual.co —Seorang siswi 14 tahun yang dibui karena mencoba untuk menyerang tentara Israel telah menjadi simbol kemarahan rakyat Palestina atas penangkapan anak-anak di wilayah-wilayah pendudukan. Hukuman dua bulan penjara bagi Malak al-Khatib, yang dituduh telah melemparkan batu dan memiliki pisau, telah menimbulkan gelombang solidaritas dan dukungan di antara rakyat Palestina.

“Hati saya hancur ketika melihatnya di pengadilan, diborgol dan dibelenggu,” kata ibunya, Khawla al-Khatib kepada AFP dari rumahnya di kota Beitin, dekat Ramallah. “Saya membawakan mantel untuknya karena saat itu dingin, tetapi hakim tidak membolehkan dia mendapatkan itu,” kata perempuan 50 tahun yang tertekan itu.

Pasukan Israel menangkap sekitar 1.000 anak setiap tahun di Tepi Barat yang diduduki, seringkali atas tuduhan pelemparan batu, kata kelompok hak asasi Defence for Children International Palestine (DCI Palestine).  Namun kasus Malak telah menyedot perhatian organisasi media yang tak terhitung jumlahnya yang berbondong-bondong ke pintu rumah keluarganya dan menarik lebih banyak perhatian publik. Pembedanya adalah dia merupakan seorang gadis.

Klub Tahanan Palestina memperkirakan, ada 200 anak Palestina yang masih di bawah umur  ditahan di sejumlah penjara Israel, tetapi hanya empat yang perempuan, dan Malak merupakan yang termuda. Amani Sarahna, juru bicara organisasi yang berbasis di Ramallah itu, mengatakan itu pertama kalinya dalam beberapa tahun bahwa empat anak perempuan di bawah umur ditahan di penjara-penjara Israel, dari 6.500 warga Palestina yang dibui.

Menyusul penangkapan Malak, para pemimpin Palestina mengirim surat ke PBB yang isinya mengecam praktek Israel “menangkap anak-anak di tengah malam”, menahan anak-anak Palestina “untuk waktu yang panjang” dan membuat mereka tunduk dengan “penyiksaan psikologis dan fisik”.

Ikon Palestina
Sebuah foto wajah Malak yang berambut hitam, dengan mata gelapnya menatap kamera, telah beredar di media sosial dan koran Palestina. “Saya tidak tahu mengapa negara seperti Israel, dengan senjata yang paling ampuh di gudang senjatanya, mengejar putri saya yang berusia 14 tahun,” kata ayah Malak, Ali al-Khatib. “Mereka menuduhnya telah mencoba untuk menusuk seorang tentara. Sungguhkah? Seorang anak melawan seorang prajurit bersenjata berat, seorang pria dewasa?” tanyanya tak percaya. Ayah dari delapan anak itu mengatakan, putrinya ditangkap dalam perjalanan pulang dari sekolah di Beitin pada tanggal 31 Desember.

Berdasarkan dakwaan di pengadilan militer, Malak telah “mengambil batu” untuk melempari mobil-mobil di rute 60, yang terletak dekat desa dan melayani para pemukim Israel maupun warga Palestina. Surat dakwaan itu, yang mengutip keteragan lima petugas Israel, mengatakan Malak punya pisau yang akan digunakannya untuk menusuk petugas keamanan.

Setelah tiga minggu dalam tahanan, Malak dibawa ke hadapan pengadilan militer Israel dan dijatuhi hukuman penjara. Selain hukuman penjara, dia didenda 1.500 dollar. Dalam sebuah laporan yang dirilis Februari 2013, lembaga urusan anak-anak PBB, UNICEF, mengkritik Israel terkait perlakuan negara itu terhadap anak-anak Palestina yang ditangkap. Lembaga itu mengatakan, interogasi Israel menggunakan campura metode “intimidasi, ancaman dan kekerasan fisik, dengan tujuan untuk memaksa anak-anak mengaku. Anak-anak telah diancam dengan kematian, kekerasan fisik, kurungan dan pelecehan seksual, terhadap diri sendiri atau anggota keluarganya,” kata laporan itu.

Pengadilan militer Israel biasanya menolak jaminan dan bergantung pada pengakuan anak-anak, kata UNICEF. “Setiap tahun, antara 500 hingga 700 anak Palestina diadili di depan pengadilan militer Israel,” kata Ayed Abu Qteish dari DCI Palestina. Qteish mengatakan, undang-undang militer Israel memungkinkan penuntutan terhadap anak-anak semuda 12 tahun. Seorang jurubicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa Malak dihukum setelah sebuah tawar-menawar pembelaan. “Melempar batu merupakan kejahatan yang sangat berbahaya, yang telah membuat cacat dan membunuh warga sipil Israel di masa lalu,” tambahnya.

Ayah Malak menyatakan bahwa dia meragukan laporan tentang pengakuan putrinya. “Seorang gadis 14 tahun yang dikelilingi tentara Israel akan mengakui apa saja,” katanya getir. “Dia akan mengakui (dirinya) memegang senjata nuklir jika dia dituduh demikian.”

Kemensos Siapkan 700 Konselor Adiksi Korban Penyalahgunaan Narkotika

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Sosial saat ini sedang mempersiapkan 700 konselor adiksi unuk mendukung target rehabilitasi sosial 10.000 korban penyalahgunaan narkotika.
“Kita siapkan 700 konselor adiksi dan 500 pekerja sosial adiksi,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Rabu (4/2).
Kebutuhan konselor dan peksos adiksi itu dipenuhi dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) dan dari 38 prodi kesejahteraan sosial di 38 perguruan tinggi.
“Jadi mereka akan mendapatkan pendidikan khusus bagaimana menjadi konselor adiksi,” kata dia.
Pemerintah menargetkan merehabilitasi 100.000 korban penyalahgunaan narkotika, sementara Kemensos sendiri melalui 105 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang sudah terakreditasi akan merehabilitasi sosial 10.000 orang.
Target rehabilitasi tersebut dilakukan melalui 105 IPWL yang saat ini sudah terakreditasi di Kemensos terdiri dari dua Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kemensos, lima Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) dan 98 lembaga milik masyarakat di 24 provinsi.
Dari 105 IPWL tersebut kapasitas untuk rehab sosial selama enam bulan sebanyak 5.000 orang sehingga dalam setahun mampu merehab 10.000.
Indonesia sudah lampu merah dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (narkoba). Dimana, saat ini, jumlah pengguna narkoba mencapai 4,2 juta orang.
Korban tewas diperkirakan mencapai 40-50 orang dalam sehari karena narkotika dan 60 persen pengguna ganja dan sabu-sabu sangat berpotensi mengalami gangguan psikotik.
Dari segi ekonomi, Rp50 triliun dalam setahun dibelanjakan para pencandu untuk menikmati barang haram tersebut. Dari jumlah pencandu dan perputaran uang yang fantastik itu, ternyata tidak sebanding dengan upaya rehabilitasi. Pemerintah merehabilitasi 100 ribu pengguna per tahun, sehingga membutuhkan waktu 42 tahun untuk menuntaskannya dengan catatan tidak ada penambahan pengguna baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain