3 April 2026
Beranda blog Halaman 39277

Abraham: Tak Ada Inisiatif Saya Jadi Wapres Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad membenarkan jika dirinya pernah melakukan pertemuan dengan beberapa politisi dan elit politik di tanah air.
“Saya tegaskan bahwa selama saya menjadi Ketua KPK, tidak dapat dipungkiri adanya pertemuan dengan sejumlah politisi dan elit politik dalam kedaan formal maupun informal,” ungkap Samad di gedung KPK, Senin (2/2).
Meski begitu, dia mengklaim pertemuan tersebut bukan membicarakan terkait pencalonannya sebagai calon Wakil Presiden (Wapres) pada Pemilihan Presiden 2014 lalu. Samad mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik untuk menjadi Wapres.
“Saya juga sempat membaca bahwa saya digadang-gadang menjadi wakil presiden. Namun, sayang sekali tidak ada inisiatif dari saya untuk mencalonkan diri,” paparnya.
Untuk menanggapi perihal keterlibatan politik jajaran pimpinan KPK, sebagai pemegang komando, Samad telah memerintahkan bagian penggarapan internal KPK untuk menyelidiki kasus tersebut, termasuk dirinya sendiri.
“Saya dan pimpinan lainya telah mempersilahkan bagian penggarapan internal KPK untuk penelitian-penelitian lebih jauh terhadap seluruh pimpinan KPK,” tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu muncul sebuah artikel yang bertajuk “Rumah Kaca Abraham Samad” dengan penulis Sawito Kartowibowo mengungkapkan enam indikasi pertemuan Abraham Samad dengan tim sukses Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Abraham: Tak Ada Inisiatif Saya Jadi Wapres Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad membenarkan jika dirinya pernah melakukan pertemuan dengan beberapa politisi dan elit politik di tanah air.
“Saya tegaskan bahwa selama saya menjadi Ketua KPK, tidak dapat dipungkiri adanya pertemuan dengan sejumlah politisi dan elit politik dalam kedaan formal maupun informal,” ungkap Samad di gedung KPK, Senin (2/2).
Meski begitu, dia mengklaim pertemuan tersebut bukan membicarakan terkait pencalonannya sebagai calon Wakil Presiden (Wapres) pada Pemilihan Presiden 2014 lalu. Samad mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik untuk menjadi Wapres.
“Saya juga sempat membaca bahwa saya digadang-gadang menjadi wakil presiden. Namun, sayang sekali tidak ada inisiatif dari saya untuk mencalonkan diri,” paparnya.
Untuk menanggapi perihal keterlibatan politik jajaran pimpinan KPK, sebagai pemegang komando, Samad telah memerintahkan bagian penggarapan internal KPK untuk menyelidiki kasus tersebut, termasuk dirinya sendiri.
“Saya dan pimpinan lainya telah mempersilahkan bagian penggarapan internal KPK untuk penelitian-penelitian lebih jauh terhadap seluruh pimpinan KPK,” tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu muncul sebuah artikel yang bertajuk “Rumah Kaca Abraham Samad” dengan penulis Sawito Kartowibowo mengungkapkan enam indikasi pertemuan Abraham Samad dengan tim sukses Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Artikel tersebut menceritakan adanya pertemuan yang dilakukan oleh Samad dengan sejumlah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tujuan pertemuan itu yakni membahas pencalonan Samad sebagai Wapres pendamping Jokowi di Pilpres 2014 silam.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kejagung Garap Lima Politisi PDIP Terkait Kasus Bansos

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap lima politikus PDI Perjuangan yang kini menjadi wakil rakyat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/2).
Kelima anak buah Megawati Soekarnoputri itu, digarap sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Cirebon, tahun 2009, 2010, 2011 dan 2012.
Mereka adalah Mustofa, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari PDIP, Yoyo Siswoyo, Aan Setiawan, Suherman dan Agus Kurniawan selaku Anggota DPRD Kabupaten Cirebon. Kelimanya pun kompak memenuhi panggilan penyidik pidana khusus gedung bundar.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana, para saksi diperiksa terkait kronologis dan mekanisme pengumpulan informasi kebutuhan masyarakat dari daerah pemilih mereka yang akan dimanfaatkan dalam program bantuan sosial ataupun hibah.
“Dimana bantuan tersebut nantinya diajukan melalui Bupati untuk dapat dianggarkan dalam APBD Kabupaten,” kata Tony dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (2/2).
Ditambahkan Tony, para saksi ini juga dicecar soal penyaluran bansos yang diduga terjadi penyimpangan oleh tersangka. “Selain itu pula mengenai tahu atau tidaknya atas dugaan terjadinya pemotongan dana atau kegiatan fiktif dari dana bantuan sosial maupun hibah yang dilakukan oleh para tersangka,” tandasnya.
Dalam perkara ini, Kejagung sudah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Wakil Bupati Cirebon Tasya Soemadi, Ketua PAC PDIP Kecamatan Kedawung, Cirebon, Subekti Sunoto dan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Emon Purnomo.
Sejauh ini belum ada tambahan tersangka dalam kasus tersebut. Meski begitu, Korps Adhiyaksa memastikan terus mengembangkan perkara ini hingga tuntas.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Abraham Bantah Amankan Kasus di KPK

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengakui pernah bertemu dengan petinggi partai politik baik dalam formal maupun informal.
Terkait isu pelanggaran akibat pertemuan antara petinggi partai politik dengan Ketua lembaga anti rasuah tersebut Abraham mengakatan pernah bertemu dalam acara formal maupun informal, namun demikian dia menjelaskan bahwa pertemuannya itu di lakukan tidak sendiri namun dengan beberapa petinggi partai yang lainnya.
“Dalam pelaksaan tugas, saya bertemu dengan banyak politisi partai, baik formal maupun informal saya tidak mungkin tidak bertemu,” ucap Abraham saat konpers di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said Jaksel, Senin (2/2).
Abraham menambahkan, dirinya tidak pernah menemui dan menjanjikan sesuatu kepada tersangka korupsi karena akan menciderai integritas Ketua lembaga anti rasuah tersebut.
“Namun saya tidak pernah bertemu dan menjanjikan sesuatu kepada tersangka korupsi itu akan menciderai integritas saya,” tambah Abraham.
Seperti diketahui, Sekjen PDIP Hasto Kristianto sempat menyebut bahwa Abraham Samad menjanjikan dan telah mengamankan kader PDIP yang bermasalah di KPK.
Kasus ini pun, telah dilaporkan KPK Watch ke mabes polri, atas dugaan pelanggaran kewenangan sebagai ketua lembaga anti rasuah yang mengadakn pertemuan dengan elit parpol, untuk membicarakan pencalonannya sebagai wapres dan pemberian janji penangguhan kasus pidana korupsi yang mendera beberapa petinggi parpol.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kostum Elvira Devinamira Raih Best National Costume Miss Universe 2014

Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira berpose dengan kostum Nasional Kostum “Chronicle of Borobudur” di Jakarta, Senin (2/2/2015) Elvira berhasil meraih penghargaan Best National Costume Miss Universe 2014 dan Top 15 Miss Universe 2014 pada ajang Miss Universe 2014 yang diadakan di Florida International University, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. AKTUAL/VINA FATMA SARI

Dinas PU DKI Klaim Pompa Air Sudah ‘Siap Tempur’

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta mengklaim siap tanggulangi banjir. Menyusul telah diperbaikinya sejumlah pompa air yang rusak. Salah satunya di rumah pompa Rawa Badak dan Teluk Gong di Jakarta Utara.
Kepala Dinas PU DKI Agus Priyono mengatakan pompa yang sudah dicek oleh jajarannya saat ini sudah dalam kondisi baik.
“Saya juga mengintruksikan seluruh suku dinas untuk mengecek pompa air. Mungkin masih ada satu atau dua pompa tidak bisa digunakan disebabkan akinya soak,” ujar Agus, di Balai Kota DKI, Senin (2/2).
Mengenai masih adanya genangan di sejumlah titik pemukiman, dia berdalih itu disebabkan oleh lambatnya petugas menyalakan pompa untuk menyedot air.  Seperti yang terjadi di Kelurahan Kapuk saat hujan Sabtu (31/1) malam hingga Minggu (1/2) sore. Sehingga ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
“Kita sudah tegur, dan ke depan akan pasang kamera pengintai (CCTV). Jadi, tidak akan ada lagi yang begitu. Semua kasudin dan kepala bidang, saya telah insturksikan untuk pengecekan di lapangan agar semua petugas pompa dan pintu air siaga di tempatnya masing – masing,” ujar dia.
Ditemui terpisah, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akui banjir masih terjadi di sejumlah titik di ibu kota di puncak musim penghujan saat ini.
Menurutnya, banjir terjadi akibat sistem pompa penyedot air yang belum berjalan maksimal di sejumlah titik rawan banjir. Diakuinya, meski sudah diupayakan pengadaan pompa, tetap saja ada daerah yang banjirnya sulit diatasi cepat.
“Yang repotnya di Jakarta Selatan ini. Karena rata-rata sungainya diduduki rumah-rumah mewah sampai kumuh,” keluh Ahok di Balai Kota.
Akibatnya, ada sungai yang lebar idealnya 20 meter dan 12 meter, namun sekarang tinggal tiga meter saja.
Untuk itu dia janji terus lakukan penertiban atas temuan tersebut. Ahok juga berjanji daerah yang biasanya jadi langganan banjir, di 2015 ini akan berkurang. “Minimal Grogol, Slipi harus bebas (banjir). Termasuk Green Garden.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain