13 April 2026
Beranda blog Halaman 39307

Terkait Pilkada, KPU Masih Menunggu Revisi Undang-undang

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemilihan Umum menunda penetapan peraturan terkait pemilihan gubernur, bupati dan wali kota meskipun Presiden Joko Widodo telah mengesahkan UU Pilkada, kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di Jakarta, Senin (2/2).
“Belum, kami belum akan menetapkan karena pembahasan (revisi UU) kan belum. Nanti kami akan berkomunikasi lagi dengan pihak DPR karena mereka sudah menjadwalkan batas akhir revisinya 18 Februari,” kata Husni ditemui di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sejauh ini, lanjut Husni, pihaknya masih mendasarkan pada Undang-undang yang merupakan pengesahan dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.
“Penyelenggaraan pilkada itu direkomendasikan UU di 2015, maka sejumlah daerah yang akhir masa jabatan kepala daerahnya berakhir di tahun itu ya akan diselenggarakan pilkadanya,” tambahnya.
KPU juga masih terus menyelesaikan sejumlah draf peraturan terkait pilkada.
“Kami memang menunda penetapan Peraturan KPU, tetapi kami tetap mengerjakan draf peraturan karena masih ada empat draf yang belum selesai,” kata Husni.
Sedikitnya 10 peraturan harus ditetapkan KPU sebagai pedoman pelaksaanaan pilkada serentak. Peraturan itu pun hanya dapat disahkan jika DPR dan Pemerintah telah menyepakati undang-undang pilkada.
Ke-10 peraturan tersebut adalah penetapan norma, standar, prosedur dan kebutuhan pengadaan serta pendistribusian perlengkapan pilkada; pedoman teknis kampanye pilkada; pedoman pelaporan dana kampanye peserta pilkada; pedoman penyusunan tata kerja KPU provinsi, kabupaten-kota, PPK, PPS, dan KPPS dalam Pilkada; serta pedoman tata cara pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pilkada.
Kemudian, ada peraturan mengenai pedoman tata cara pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara pilkada oleh PPK, PPS dan KPPS; pedoman pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pilkada; pedoman penyusunan tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pilkada; pedoman tata cara pemutakhiran data dan daftar pemilih dalam pilkada; serta pedoman teknis pencalonan pilkada.

Artikel ini ditulis oleh:

Selat Sunda Dilanda Gempa 5,1 SR

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter di Selat Sunda, barat daya Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (3/2), pukul 04.29 WIB.
Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, gempa ini berada pada wilayah dengan koordinat Lintang 6.18 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 105.32 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km.
Lokasi gempa di Selat Sunda; 71 km barat daya Lampung Selatan; 72 km barat laut Pandeglang Banten; 77 km tenggara Pesawaran; 81 km tenggara Kota Bandarlampung; dan 167 km barat daya Jakarta.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemeberontak Ukraina Timur Rencanakan Mobilisasi Besar

Jakarta, Aktual.co — Pasukan separatis yang bertempur melawan tentara pemerintah di bagian timur Ukraina, merencanakan satu “mobilisasi umum” dengan memanggil ribuan pria.

Pemimpin Republik Rakyat Donetsk, Alexander Zakharhenko, seperti dikutip kantor berita Rusia RIA, Senin (2/2), telah mengatakan mobilisasi itu direncanakan dalam waktu 10 hari dan akan melibatkan 10.000 orang.

Dia tidak mengatakan bagaimana rencana itu akan diberlakukan.

Pertempuran telah meningkat di kawasan timur Ukraina dalam beberapa pekan dan harapan akan meredanya situasi sirna setelah pembicaraan perdamaian gagal Sabtu (31/1). Kiev juga telah memobilisasi lebih banyak tentara.

Sementara itu dari Debaltseve, Ukraina, pertempuran terjadi antara pasukan pemerintah dan pemberontak pro-Rusia untuk menguasai satu kota strategis tersebut.

Jumlah korban tewas meningkat di kawasan itu menyusul gagalnya pembicaraan gencatan senjata.

Serangan artileri membahana di sekitar kota Debaltseve yang dikuasai Kiev. Kota itu memiliki posisi strategis antara benteng pemberontak di Donetsk dan Lugansk, tempat para pemberontak berusaha mengepung tentara Ukraina.

Satu konvoi yang membawa seorang awak AFP ke kota yang terkepung itu — yang semula berpenduduk sekitar 25.000 jiwa — mendapat gempuran. Kaca-kaca satu bus dalam konvoi itu pecah dan melukai dua orang.

Para pejabat mengatakan penduduk sipil dievakuasi melalui satu jalan yang masih bisa dilintasi menghubungkan kota tersebut ke pihak pemerintah dan kondisi di sana sangat rentan bagi mereka yang tak mengungsi.

“Orang-orang melarikan diri karena gempuran terus tanpa henti. Tak ada air, pasokan listrik atau pemanas di kota itu,” Komandan Kepolisian lokal Yevgen Lukhaniv kepada AFP, Senin.

Juru bicara militer Ukraina Volodymyr Polyovyi di Kiev mengatakan “pertempuran-pertempuran berlangsung di sekitar Debaltseve tetapi pasukan pemerintah tidak akan menyerah.

Pertempuran di bagian timur Ukraina sekarang merenggut sedikitnya 5.100 jiwa sejak April.

Militer Ukraina mengatakan Minggu 13 serdadunya gugur dan 20 lainnya luka-luka selama 24 jam terakhir. Jumlah serdadu yang meninggal selama dua hari terakhir sebanyak 28 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Perlu ada Kesepahaman Bersama Terkait Pemilu Serentak

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Institut Riset Kepemiluan (Electoral Research Institute/ERI) Ramlan Surbakti mengatakan perlunya pemahaman bersama dari para pemangku kepentingan mengenai pemilu serentak agar memudahkan proses pembuatan produk hukum terkait hal itu.
“Pemahaman pemerintah, DPR, DPD dan penyelenggara pemilu harus disamakan untuk memudahkan proses pembuatan produk hukum Pemilu Serentak 2019,” kata Ramlan Surbakti di Jakarta, Senin (2/2).
Ia mengatakan setidaknya ada dua undang-undang yang harus dibuat sebagai dasar pelaksanaan pemilu serentak, yakni Undang-Undang Pemilu Serentak Nasional dan Perubahan Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah menjadi Pemilu Lokal Serentak Tingkat Provinsi.
Pemilu serentak lokal, kata dia, memerlukan jeda waktu sekitar dua atau tiga tahun setelah pemilu serentak nasional agar penyelenggaraan dua pemilu tersebut mudah dikelola.
Selain itu, ujar dia, adanya jeda waktu juga memudahkan koordinasi pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Ia juga mengusulkan sistem pemilu legislatif yang yang digunakan sebaiknya adalah sistem proporsional dengan daftar tertutup agar tercipta hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif.
ERI merekomendasikan pada pemangku kepentingan untuk memisahkan pemilu serentak nasional dan dan lokal agar meningkatkan kualitas hasil pilihan rakyat.
Dengan pemisahan pemilu serentak, perhatian pemilih tidak terpecah pada pilihan yang banyak dalam waktu yang terbatas di bilik suara.
Berdasarkan penelitian ERI, pemisahan pemilu serentak juga meningkatkan efektivitas pemerintah karena keterpilihan calon presiden dari parpol akan mempengaruhi calon anggota legislatif dari parpol tersebut sehingga menghasilkan pemerintahan yang stabil.

Artikel ini ditulis oleh:

BPBD Lebak Jamin Stok Logistik Aman untuk Setahun

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan stok logistik penanggulangan kebencanaan di daerah itu mencukupi untuk kebutuhan selama setahun.

“Kami menjamin persedian logistik tidak ada masalah dan siap membantu jika sewaktu-waktu terkena bencana banjir dan longsor, terlebih saat ini memasuki musim hujan,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Senin (2/2).

Ia mengatakan, pihaknya mengutamakan penanggulangan pascabencana alam agar mereka tidak menimbulkan korban jiwa maupun kelaparan.

Selain itu juga mencegah berbagai penyakit menular akibat dampak bencana tersebut.

Karena itu, pihaknya menyiapkan persedian logistik guna menangani para korban bencana alam.

Persedian logistik untuk keperluan bencana alam berada di gudang milik BPBD Lebak, seperti beras, minyak goreng, terigu, dan air mineral.

Saat ini, jumlah beras yang ada di gudang sebanyak 20 ton dan air mineral 500 dus.

Sedangkan, mie, makanan siap saji dan sarden disimpan di toko dengan sistem sewa beli untuk mencegah kedaluarsa.

Selain itu, juga stok obat-obatan, selimut dan bantuan peralatan dapur.

Persedian logistik itu merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah, Provinsi Banten, Kepolisian, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), swasta dan BUMN.

“Persedian logistik itu nantinya disalurkan melalui relawan dan aparat kecamatan ke lokasi-lokasi bencana alam,” katanya.

Menurut dia, selama ini Kabupaten Lebak masuk daerah bencana alam karena kerapkali musim hujan menimbulkan banjir dan longsor.

Diperkirakan sebanyak 42 desa di Lebak merupakan daerah langganan banjir dan lonsgor.

Pada bencana 2014 lalu, selain merendamkan ribuan rumah dan persawahan juga mengalami kerugian cukup besar, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi lain untuk memenuhi kebutuhan logistik itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tantowi: Pak Jokowi Pasti Tegas Hadapi Masalah Bangsa

Jakarta, Aktual.co — Politikus dari Partai Golkar Tantowi Yahya menilai ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam 100 hari pertama masa pemerintahannya terjadi hanya pada isu-isu tertentu.
“Pak Jokowi tegas atau tidak, itu tergantung isu. Kalau menyangkut kepentingan publik dia tegas,” kata Tantowi di Jakarta, Senin (2/2).
Tantowi mencontohkan Jokowi tegas dalam hal kepentingan publik seperti membakar dan menenggelamkan kapal asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal, serta mengeksekusi terpidana mati bandar serta pengedar narkoba.
“Jadi ketika itu menyangkut kepentingan publik, Jokowi tegas,” jelas Tantowi.
Tetapi Tantowi memandang ketegasan Jokowi itu belum terjadi ketika menyangkut kepentingan politik partai pendukungnya, terkesan menjadi tokoh yang tidak konsisten dengan janji-janjinya semasa kampanye.
“Ketika menyangkut kepentingan politik partai pendukungnya, dia menjadi tokoh yang tidak konsisten karena ada tekanan yang begitu berat yang tidak bisa diselesaikan dirinya sendiri,” papar dia.
Menurut Tantowi dalam tiga bulan pertama masa pemerintahan Jokowi, masyarakat mengharapkan mantan Wali Kota Solo itu menjadi presiden sesungguhnya. Namun faktanya, lanjut Tantowi, Jokowi seolah memmosisikan diri sebagai presiden bayangan, dan masyarakat pun akhirnya mengetahui siapa yang menjadi presiden sesungguhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain